Ketua KPAID Kanupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto

Sebagai pilihan menghentikan ulah penyebar foto tak berbusana ibunya. Seorang pelajar SMP di Kabupaten Tasikmalaya, melaporkan penyebar foto-foto video terlihat //syur// itu yang dilakukan oleh seseorang di media sosial.

Foto-foto tak berbusana orangtuanya sudah menyebar di banyak ponsel. Pelaku juga menyebarkan video tak senonoh ibunya kepada nomor whatsapp teman-teman pelajar dan guru-guru di sekolahnya.

Korban mengaku trauma dan mengadukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta pedampingan dan perlindungan hukum. Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Tasikmalaya.

"Saya ke sini mendampingi korban dan ibu korban untuk melaporkan kejadian kekerasan verbal yang dialami anak ini. Selama ini, korban trauma karena potongan screenshot video tak senonoh ibunya disebarkan oleh seseorang di media sosial dan dikirim oleh pelaku langsung ke whatsapp teman dan guru di sekolahnya," jelas Ketua KPAID Kanupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, kepada wartawan.

Ato menambahkan, selama ini ibu korban berstatus janda muda berusia 35 tahunan dan membesarkan anak-anaknya sendirian. Pihaknya pun telah memintai keterangan korban, ibu korban dan saksi-saksi teman serta gurunya di sekolah sebagai bukti yang disampaikan ke kepolisian.

Diduga, foto-foto tak senonoh yang disebarkan pelaku merupakan potongan rekaman video tak senonoh melalui video call whatsapp. Menurut Ato, pengumpulan bukti-bukti, jumlahnya lebih dari satu tayangan screenahot foto.

"Identitas penyebar foto-foto tak senonoh itu sudah diketahui. Korban bersama ibunya sudah memberikan bukti-bukti dan identitas penyebar foto-foto tak senonoh itu," tambahnya, saat di mapolresta, Senin (28/9).

Mantan pacar

Usut punya usut, siapa pelaku yang dilaporkan, masih sambung Ato, ternyata yang menjadi pelakunya adalah seseorang yang pernah menjadi pacar ibu pelapor. “Pelaku penyebar foto bugil ibu muda yang anaknya pelajar ini, diduga dilakukan oleh mantan pacarnya,” jelas Ato.

Seperti diceritakan ibu korban, awalnya ia punya yang kemudian jadi saat bekerja di Jakarta. Ibu korban berhubungan selama 14 bulan sampai akhirnya pulang lagi ke Tasikmalaya dan berkumpul bersama anaknya.

Rupanya sang pacar tak terima saat ditinggalkan atau diputuskan, sehingga ia melakukan sebar foto-foto tak berbusana ibu di saat pacaran jarak jauh.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhiman, membenarkan adanya laporan korban kekerasan verbal ini. Pihaknya sampai sekarang masih menunggu berkas hasil laporan yang nantinya akan segera ditindaklanjuti.  "Masih menunggu hasil laporannya," singkat Yusuf. red

 

Gedung baru “Mitra Batik” RSUD Kota Tasikmalaya, yang dijadikan konsentrasi ruang isolasi pasien Covid-19

Warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, bertren meningkat. Pada dua hari memasuki akhir pekan di pengujung September 2020, dalam seharinya bertambah lebih 20 orang. Menyikapi hal itu, Pemkot Tasikmalaya, dalam opsi menyiapkan tambahan gedung isolasi.

Melalui langkah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, opsi siapkan tambahan ruang isolasi alternatif menempati di RS Islam dan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya.  

Ruang isolasi khusus pasien Covid-19 Kota Tasikmalaya, selama ini terkonsentras di gedung baru Mitra Batik. Informasinya, jumlah pasien terpapar virus corona, sampai Senin (28/9), terus memenuhi bangunan RSUD Dokter Soekardjo itu.

Peningkatan angka pasien positif Covid-19, menyertai munculnya beberapa klaster besar. Setelah sebelumnya ada klaster tenaga medis, klaster keluarga sepulang perjalanan rekreasi keliling Sumatera. Dan, yang terbaru klaster pendidikan pondok pesantren di pusat Kota Tasikmalaya.  

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan menyebutkan, pihaknya langsung menggelar rapat menyusul adanya klaster pendidikan positif Covid-19. Bahasan sempat ke soal PSBM, kemudian tentunya dengan alternatif ruang isolasi. Lantaran yang di RSUD sudah penuh.

Kebutuhan sarana di bangunan baru isolas, tengah diinventarisasi. “Hingga halnya perlu melengkapi kamera CCTV dan blower di beberapa ruangan alternatif Rusunawa Unsil Tasikmalaya, yang tak dipakai mahasiswanya selama ini,” ujar Ivan, Senin (28/9) pagi.

Mereka atau para pasien yang terpapar Covid-19, dijemput petugas gugus tugas dari rumahnya masing-masing, untuk menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Dokter Soekardjo.

"Makanya, sekarang penuh. 12 orang sudah dijemput klaster pesantren sebelumnya, malam tadi nambah ada 22 orang klaster sama positif. Belum lagi nanti hasil tracing yang sudah di-swab dan Menunggu hasil. Jumlahnya ratusan, makanya kita persiapkan tempat alternatif," ulasnya.

Hingga Sabtu (26/9), tercatat total kasus sebanyak 23 orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Selang sehari pada Minggu (27/9) malam, diketahui bertambah 22 orang dari jumlah total terkonfirmasi Covid-19 klaster pesantren yang langsung dijemput ambulans ke RSUD Seokardjo Tasikmalayan dari rumahnya masing-masing. red

 

Warga Memadati unit mobil lpelayanan KB di satu kesempatan. BKKBN Jabar melancarkan program pelayanan serentak, berakhir 26 September 2020. Dan, mencatat akseptor terlayani 40.787 orang.

Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 atau World Contraception Day (WCD) tahun ini, akhirnya menandai capaian kinerja sensasi pelayanan peserta KB yang dilancarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengejar pencapaian target.

Setelah melancarkan satu program pelayanan serentak menyertai peringatan ke-27 Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2020, memasuki jilid II pelayanan yang berakhir  hingga 26 September setelah dimulai 18 Agustus itu, akhirnya angka pelayanan nasional mencapai 287.991 akseptor.  

Dari angka raihan pelayanan 287.991 akseptor ini, sebanyak 40.787 akseptor di antaranya asal warga Jawa Barat (Jabar) atau dalam kegiatan kantor Perwakilan BKKBN Jawa Barat. “Kami sangat bersyukur dengan capaian angka pelayanan ini,” ucap Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan virtual beragenda, evaluasi pelayanan serentak Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September 2020. Ia menyatakan sejauh ini kegiatan mendapat dukungan berbagai kalangan, dimulai para dokter, bidan, para kader penggerak di lapangan.

Kusmana masih mengabsen dukungan yang datang dari Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat, dengan membuka perpanjangan jejaring pelayanan. Lainnya dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jabar, TP PKK. Support juga datang dari MUI Jabar, serta para jurnalis dan pekerja media dalam Ikatan Penulis Keluarga Berancana (IPKB) Jabar.

Kusmana merinci, ke-40.787 capaian akseptor itu terdiri, 16.348 pengguna alat kontrasepsi dalam rahim atau lebih dikenal dengan intrauterine device (IUD), 24.439 implan atau susuk. plus 152 peserta KB metode operasi pria (MOP) atau vasektomi, dan 486 metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi.

Waktu pelayanan serentak

Uung, demikian sapaan akrab Kusmana, layak ketar-ketir. Jeda waktu pelayanan serentak jilid I dan jilid II terbilang pendek. Kurang dari dua bulan. Setelah sukses melampaui target capaian pada jilid I, pelayanan serentak menandai peringatan Harganas 2020, dengan pasangan usia subur (PUS) sasaran yang sudah berkurang drastis.

Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakkan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Jawa Barat, Herman Melani menambahkan, ikhtiar memenuhi 43.256 peserta KB di Jabar ini, setelah BKKBN Jabar memetakan sasaran secara cermat di masing-masing kabupaten dan kota

“Kami memetakan sasaran secara cermat di masing-masing kabupaten-kota. Proses penajaman sasaran ini lebih mudah dari sisi pengorganisasian, karena para penyuluh KB di bawah binaan langsung BKKBN. Jalur koordinasinya linier, mulai pusat hingga daerah,” terangnya, saat melengkapi keterangan Kusmana.

Tingkatkan komitmen dan dukungan

Menyemarakkan tibanya WCD, keterangan Koordinator Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jawa Barat, Pintauli Siregar, selain diisi pelayanan serentak KB, pun disemarakkan beberapa kegiatan. Halnya ada ajang peluncuran aplikasi Klik KB, sertifikasi kompetensi bidan terlatih, lomba covering jingle BKKBN “Berencana Itu Keren”, gelar sejumlah webinar, lomba Senam Sajojo dan Sajojo Serentak, peresmian Tugu Kontrasepsi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Pintauli, momentum Hari Kontrasepsi Sedunia/WCD, bertujuan meningkatkan komitmen dan dukungan dari pemangku kepentingan, provider medis, mitra kerja, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian program Bangga Kencana. Secara khusus, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan berkenaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Juga meningkatkan komitmen dan kesertaan PUS dalam program KB. rls/njp

 

Menemuka kantung-kantung miras saat patroli protokol kesehatan, jajaran Polsek Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, terus mengamankannya ke mapolsek. 

Petugas dalam tim gabungan pencegahan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, terus melancarkan operasi untuk makin memasyarakatkan kepatuhan pada protokol kesehatan, guna menekan pandemi virus corona.

Dalam satu operasi Sabtu (26/9) malam, jajaran Polsek Mangkubumi, Polresta Tasikmalaya, saat memasuki area eks lahan Terminal Cilembang, malah menemukan berkantung-kantung miras tak bertuan.

Miras (minuman keras) yang didapati di satu bekas toko itu jenis tuak dalam jumlah belasan kantung plastik bening ukuran sedang. Dimungkinkan pemiliknya yang hendak mengedarkan atau menjual miras itu, melarikan diri sebelum petugas sampai titik lokasi tersebut.

"Pemilik miras ini tampaknya langsung kabur, saat kami datang ke lokasi untuk patroli protokol kesehatan," kata Kapolsek Mangkubumi, Iptu Endang Wijaya, Minggu (27/9) dini hari, kepada awak media massa.

Masih keterangan Endang, pihaknya menemukan kantong-kantong miras di sebuah bangunan kosong. "Awalnya kami patroli protokol kesehatan di lahan eks terminal yang kerap dijadikan ajang bermain malam mingguan," ujar Endang.

Namun saat melihat ke bagian dalam bekas toko, petugas menemukan belasan kantung miras jenis tuak. Pemiliknya diduga kabur, saat melihat petugas patroli ke lokasi.

Belasan kantung miras siap edar itu langsung diamankan ke mobil patroli. "Kami tak menemukan pemiliknya. Tampaknya kabur saat melihat kami masuk kawasan ini," kata Endang.

Seusai megamankan miras, petugas melakukan patroli protokol kesehatan. Hampir semua warga sudah mematuhi pemakaian masker.

"Namun kerumunan masih terjadi. Kami melakukan teguran sambil memberi pesan edukatif soal pentingnya protokol kesehatan sebagai tameng diri dari paparan Covid-19," ujar Endang. red


 

Warga di pelosok daerah penghasil cengkeh menjemur hasil panennya, dengan harap harga jual lebih tinggi dibanding basah.

Hamparan lahan tanah di wilayah ujung utara Kab.Tasikmalaya, berupa bebukitan dan kebun, banyak yang tertanami pohon cengkeh. Tanaman bahan obat dan rokok itu di lahan tanah milik warga. Namun satu kisah di musim panen cengkeh saat-saat ini, para petaninya tak bisa berbuat dengan harganya yang anjlok.

Pepohonan cengkeh ini tertanam banyak di wilayah Kec.Manonjaya, Gunungtanjung, dan Kec.Cineam. Mengemuka pula, cengkeh yang dihasilkan petanam asal kawasan timur ini berkualitas baik. Namun, para petani menjualnya sampai di para tengkulak setempat.

Kalau biasanya hingga seharga puluhan ribu, seperti penuturan Dodo, warga petani cengkeh asal Desa Jatijaya, pada musim panen sekarang diterima para tengkulak seharga Rp 14 ribu perkg. Ketika dijual yang sudah kering, dibeli tengkulak Rp 49 ribu perkg. Dodo mengistilahkan anjloknya harga jual cengkeh, terjun bebas, atau turun jauh cukup rendah.

Tampaknya lagi, musim panen tahun ini umumnya dalam jumlah melimpah di pohon. Harapan awal dengan produksi tinggi dapat menghasilkan keuntungan menyenangkan. Ternyata mereka tak bisa berbuat saat penampung rata-rata memasang harga beli belasan ribu itu.

Harapan meraih untuk besar, tinggal angan-angan, karena harga cengkeh di pasaran Anjlok. Entah kenapa bisa seperti ini. Saya tak tahu alasannya. Padahal di tahun lalu tak seperti, tak separah seperti sekarang,” imbuhnya, saat bertemu Jumat lalu.

Sementara itu, Iwan, seorang pengepul atau bandar cengkeh asal desa yang sama, membenarkan ikhwal harga beli pada petani cengkeh seperti itu. Tapi, menurutnya lagi, bukan hanya petani yang merasakan, dirinya dan rekan-rekan sesama bandar pun merasakan harga lepas ke tempat penjualan berikutnya, diterima rendah.

Sempat diharapkannya, pemerintah berperan dalam kondisi seperti ini. Harga tak hanya jadi milik bandar-bandar besar di hilir pemasaran. “Kami berharap pemerintah menempatkan satu acuan sehingga petani-petani cengkeh, khususnya di pelosok tak selalu dikorbankan permainan harga,” katanya. adejo

 

Korban laka lantas yang tersambar mobil dikemudikan W, dievakuasi petugas ke RSUD Tasikmalaya

Satu kabar kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas), Jumat (25/9), terdengar menyentak. Seunit mobil yang dikemudikan seorang prempuan, W (29), tiba-tiba menabrak satu keluarga beranggota tiga orang yang tengah duduk di pinggir jalan.

Kejadian persisnya di Jalan Terusan Situ Gede belakang Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. Satu dari tiga orang itu meninggal di lokasi kejadian. Mereka adalah keluarga pengemis yang saat peristiwa tengah menepi atau duduk-duduk, dan menggelar tikar di pingir jalan tersebut.

Tiga orang dalam keluarga korban ini terdiri, Mumun (50), kemudian isterinya, Dede Esti (40) yang meninggal di tempat kejadian, dan seorang anaknya Resti (20). Mumun dan Resti kondisinya kritis, beberapa mendapat pertolongan dilarikan ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya.

Tak berselang lama kejadian, petugas Satlantas Polresta Tasikmalaya, tiba di lokasi. Petugas terus mengamankan pengemudi berikut mobilnya yang berjenis KIA warna putih bernopol

 D 1807 BM.

W yang sempat diamankan warga, sempat menangis histeris tak lama ia melihat kejadian kecelakaan dengan mobil yang dikemudikannya dan menimpa tiga orang korban itu.

Keterangan Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tasikmalaya, AKP Bayu Tri Nugraha yang memeriksanya kemudian, sopir penabrak keluarga pengemis sampai meninggal diakibatkan menyetir sambil pegang handphone (HP).

Kendaraan oleng saat pelaku hendak mengambil HP-nya yang jatuh ke bawah dashboard mobilnya, kemudian kakinya menginjak gas yang langsung hilang kendali, lalu menabrak keluarga korban ini, hingga mobil akhirnya terhenti setelah menabrak pohon masih di pinggir jalan itu.

Saat akan mengambil hp langsung hilang kendali dan menabrak tiga orang itu sampai terhenti menabrak pohon di dekatnya. Intinya, ada aktivitas lain selain mengemudi," jelas Bayu lewat telepon kepada wartawan, Sabtu (26/9).

Temuan petugas lainnya, sang sopir selama ini mengaku tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Setelah kejadian ini, Bayu berpesan kepada seluruh pengemudi, wajib menaati peraturan Lalu Lintas. Pun kepada masyarakat, supaya tak teledor berada di pinggir jalan, karena bisa sangat membahayakan nyawa sendiri dan orang lain. red


 


Angka pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya, dikabarkan bertren naik. Malah dengan perkembangan klaster. Memasuki akhir pekan di pengujung September ini, disebutkan ada 23 orang terpapar pandemi.

Untuk pertama kalinya, perkembangan klaster disebut-sebut akhirnya datang dari lingkungan pendidikan, setelah beberapa hari sebelumnya ada korban positif Covid-19 yang sepulang dari perjalanan ke Sumatera atau klaster keluarga.

Untuk pasien klaster pendidikan merupakan yang pertama kali di Tasikmalaya. Klaster ini menyertai bertambahnya klaster baru setiap hari. Pada sehari Jumat (25/9), terkonfirmasi ada 12 orang pasien Covid-19 klaster pendidikan hasil swab.

Belasan pasien Covid-19 dijemput oleh tim gugus tugas di rumahnya masing-masing setelah hasil swab keluar dan dinyatakan terkonfirmasi pada Jumat (25/9).

"Itu masih kami periksa (klaster pendidikan), nanti kami pastikan ya. Memang ada penambahan 12 kasus tapi belum terpublis karena masih proses tracing sampai sekarang," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, kepada wartawan, Jumat sore.

Pada Jumat lalu itu, beberapa mobil ambulan penjemput pasien terkonfirmasi berdatangan ke RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya. Para pasien langsung ditempatkan di bangunan isolasi khusus Mitra Batik yang baru diresmikan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, dua pekan lalu.

Namun, sampai saat ini penambahan belasan pasien terkonfirmasi yang telah dirawat di ruang isolasi itu belun bisa dipublikasi secara rinci karena masih proses tracing mencari orang yang kontak erat.

"Mudah-mudahan ini tidak bertambah lagi. Semua masih proses tracing. Jadi kita belum bisa data yang klaster baru ini," sambung Uus.

Pasien baru tersebut sebagian besar berstatus orang tanpa gejala (OTG), tapi dinyatakan terkonfirmasi hasil swab. Sehingga, pihaknya enggan mengambil risiko tinggi dengan melakukan penjemputan untuk dirawat di ruang isolasi.

"Meski tanpa gejala, jadinya tetap kita lakukan isolasi di RSUD Soekardjo. Sejak malam cukup signifikan penambahannya. Ini bukan kluster keluarga saja dan tapi ada kluster baru," ungkapnya.

Sampai pada Jumat (29/7/2020), tercatat total kasus sebanyak 23 orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

Sebanyak 12 orang dari klaster pendidikan yang baru, 6 kasus pegawai instansi, 3 kasus dari klinik, 1 kasus dari Kecamatan Bungursari dan 1 kasus dari Kecamatan Cibeureum sehabis pulang dari Subang. red


 

Wasikin

Menjadi cerita dalam debut kontestasi pikada, setiap potensi kantong suara jadi bidikan para kontestan. Tak terkecuali dengan jajaran atau kelompok ASN (aparatur sipil negara) terutama yang memiliki basis massa binaan. Anggota (Bawaslu) Jawa Barat, Wasikin, mengingatkan hal itu memasuki pelaksanaan Pilkada 2020, Desember mendatang.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyampaikan hal tersebut dalam Sosialisasi Netralitas ASN jelang Pilkada 2020 secara virtual. Difasilitasi BKKBN Jabar, diikuti 500 ASN terdiri penyuluh keluarga berencana (PKB). Wasikin mendampingi narasumber Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.   

Terdapat beberapa unit kerja dengan memiliki angka aparatur yang banyak. Kata Wasikin, para petugas lini lapangan KB atau Bangga Kencana termasuk paling rawan mendapat penggiringan suara. Bahkan, muncul anggapan bahwa barangsiapa menginginkan menang pilkada, maka dia harus menggandeng petugas KB.

“Ada anggapan jika menguasai petugas KB di daerah, maka 30% kemenangan sudah di tangan. Petugas KB bukan hanya jadi incaran inkumben, tapi juga calon lain,” sebut Wasikin seraya menambahkan, pentingnya loyalitas ASN pada program, bukan pada sosok pribadi kepala daerah.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, imbuh Wasikin, berlaku pembatasan jumlah massa pada saat kampanye. Tahapan kampanye hanya boleh diikuti 100 orang. Malah, kampanye tertutup hanya boleh diikuti 50 orang. Dengan demikian, jika dalam 50 atau 100 orang tersebut terdapat ASN BKKBN akan sangat mudah diketahui.

Tos, netral bae. Enggak usah takut ke sana ke mari. Karena, punya hak pilih, nanti saja di TPS. Jangan di ruang terbuka. Kalau ada petugas BKKBN, itu bakal kelihatan. Hindari saja,” pesan Wasikin. Menyitir soal adanya sumbangan pada daerah binaan “Kampung KB” dari kandidat, sepanjang manfaatnya lebih besar, diterima saja. Syaratnya, tidak ada perjanjian-perjanjian dengan kandidat.

ASN bandel

Pada kesempatan lainnya di kegiatan video conference itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, tak menampik adanya kemungkinan ASN bandel. Ia merujuk seperti digambarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 lalu yang menyebutkan adanya gangguan mental ringan pada sekitar 9% warga.

Tidak menutup kemungkinan masih adanya ASN yang aktif mengarahkan dukungan kepada salah satu kandidat. Sangat mungkin ada ASN yang error. Menurut Hasto, pengidap gangguan mental ringan ini bisa jadi ASN, guru, dokter, dan lain-lain. Karena itu, ia mengingatkan jajarannya tak tergoda iming-iming atau pamrih.

“Saya memperkirakan ada sekitar 6% ASN. Dari 100, ada enam orang yang error. Gangguan mental emosial. Kalau ada dia, heboh. Mental emosional dissorder. Itu biasa. Pengidap gangguan mental ringan ini bisa jadi ASN, guru,dokter, dan lain-lain. Artinya, sangat mungkin terdapat ASN yang error, termasuk dalam masa pilkada ini,”  beber Hasto.

Sadar posisi para penyuluh KB rawan mendapat ajakan atau penggiringan, Hasto berpesan agar seluruh ASN di lingkungan BKKBN, senantiasa bijak menyikapi situasi politk di daerah. Jangan sampai seorang ASN BKKBN tergoda iming-iming dari calon kepala daerah. Pamrih atas nama jabatan atau materi. Mereka yang tergoda iming-iming materi termasuk kelompok yang sangat dibenci Allah SWT,” sebutnya. gus


 

Hasto Wardoyo

Di tengah pandemi Covid-19, banyak daerah harus melaksanakan Pilkada 2020, sesuai agenda. Seperti biasanya, kontestasi politik praktis ini dalam harapan terselenggara sukses, lancar, dalam kawalan cegah papara Covid-19. Yang juga tak lepas perhatian, peringatan bagi para aparatur pemerintah untuk bersikap netral.

Peringatan itu pada Senin (21/9) disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam pertemuan virtual bersama sekitar 500 ASN terdiri penyuluh keluarga berencana (PKB) dari delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat, daerah yang tahun ini melaksanakan pilkada serentak.

Kepada jajaran ASN pengelola program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana), dimintanya besikap netral dalam pilkada, netral dalam pengertian tidak mengarahkan dukungan kepada salah satu calon kepala daerah, baik petahana maupun kandidat lainnya. Pilihan hanya diberikan pada saat mencoblos di bilik suara.

Menurut menteri yang mantan bupati Kulonprogo itu tak sulit bagi ASN bersikap netral. Yang harus dipahami terus adalah ASN bekerja untuk kepentingan publik. Loyalitas ASN itu pada program, bukan kepada pribadi kepala daerah. Tugas ASN menyukseskan visi dan misi kepala daerah. Di samping visi dan misi BKKBN tentunya.

Hasto tidak memungkiri, adanya kemungkinan ASN bandel. Ikut-ikutan aktif mengarahkan dukungan kepada salah satu kandidat. Perilaku itu setidaknya tergambar dalam hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 lalu yang menyebutkan adanya gangguan mental ringan pada sekitar 9% warga.

ASN harus diterima semua pihak. Ketika dia menunjukkan keberpihakan pada salah satu kandidat, maka akan sulit diterima semua pihak. Jika sudah demikian, akan mengganggu kinerja sebagai ASN. “ASN tidak dilarang untuk memilih. Memilih adalah hak kita sebagai waga negara. Yang dilarang itu memengaruhi orang untuk memilih,” ulas Hasto.

Turut menyampaikan arahan serupa dalam video conference itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat Wasikin. Adapun kedelapan daerah yang siap gelar pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember di Jawa Barat meliputi, Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kota Depok.

Tidak perlu khawatir

Sementara itu, masih di kegiatan sama, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kusmana mengingatkan bahwa para petugas PKB merupakan pegawai pemerintah pusat. Dengan demikian, tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan adanya tekanan dari kepala daerah atau OPD kabupaten/kota.

“Kalau ada tekanan atau ancaman akan dipindahkan ke daerah terpencil lantaran tuduhan tidak mendukung salah satu calon, tidak perlu khawatir. Kewenangan kepegawaian itu ada di BKBN. Kami tidak akan serta-merta menuruti permintaan pindah tugas. Tenang saja. Kita fokus saja bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tegas Uung, sapaan Kusmana. rls ipkb-gus


 

Jajaran aparat gabungan dalam Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya, dalam beberapa hari terakhir tampak intens melakukan upaya pencegahan pandemi Covid-19 di wilayah kotanya. Cukup kentara dengan pilihan gencar memasyarakatkan protokol kesehatan. Di ruas-ruas jalan ramai. Masyarakat kian akrab mendapati razia penggunaan masker.

Seiring upaya itu tak urung, paparan virus corona belum kunjung henti. Masyarakat Tasikmalaya, Ahad lalu, dikejutkan kabar adanya warga positif terkena Covid-19, meninggal. Padahal, jauh beberapa hari sebelumnya, kota ini sudah dinyatakan dalam status zona kuning (risiko rendah), dan kini naik ke zona oranye (risiko sedang).

Korban tersebut berasal dari satu keluarga pengusaha ternama asli Kota Tasikmalaya. Mereka terpapar Covid-19 sepulang wisata di Pulau Sumatera, menggunakan satu bus. Dua anggota keluarga meninggal dunia serta sejumlah anggota keluarga lainnya juga terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani swab test.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, saat dihubungi awak media massa, membenarkan hal itu. Selain dua orang meninggal, dua orang lagi masing-masing dirawat di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, serta di satu rumah sakit di Jakarta.

Keterangan Uus Supangat, satu keluarga itu dimulai mengeluhkan sakit bergejala terinfeksi Covid-19, sepulang dari darmawisata ke Aceh dan lokasi lain di Sumatera. "Kemudian kami lakukan swab test semuanya dan diketahui ternyata positif. Dua anggota keluarga tak tertolong, sedang lainnya masih dalam perawatan," jelas Uus, Senin (21/9).

Uus belum bisa memastikan di mana satu keluarga itu terpapar, setelah perjalanan ke luar daerah atau ke Sumatera hingga hampir satu bulan. "Saat ini kami masih melakukan tracing, dan baru sekitar 20 orang yang sudah terlacak. Mereka segera menjalani swab test," tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan, dari data akumulasi sejak kasus Covid-19 muncul April lalu, angka penderita terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Tasikmalaya, hingga Kamis (10/9), menimpa 53 orang. Di antara yang terpapar, tiga orang di antaranya meninggal dunia, dan 43 orang lainnya dinyatakan sembuh setelah perawatan. gus


 


Sebaiknya tak mencoba-coba alias berusaha menjauhi penyalahgunaan narkoba. Satu pembicaraan dengan seorang eks pengguna narkoba jenis sabu-sabu, sangat tak mudah melepaskan diri saat sudah jadi pengisapnya. Telat mengisapnya, dilanda demam tinggi, hampir sulit tahan.

Ketika jadi penggunanya lagi, selain berefek ketagihan kuat yang sampai menimbulkan demam kencang, dibuatnya hampir tak tahan kecuali harus mendapatkannya, pun bisa berurusan dengan aparat hukum yang bakal memenjarakannya.

Seperti nasib dialami seorang lelaki berinisial, YM (44). Buntutnya digelandang ke Mapolresta Tasikmalaya, Senin (21/9). Hari itu, saat ia tengah berada di betulan Jl Bebedahan Kota Tasikmalaya, berakhir penangkapan setelah menunjukkan sikap salah tingkah.

Petugas yang mencurigai, spontan memeriksanya. Saat digeledah, ternyata warga Tawang, Kota Tasikmalaya itu, membawa belasan paket sabu-sabu di dalam saku celananya. Ia pun tak bisa mengelak, mengikuti pilihan petugas yang membawanya mapolresta.

Dalam penggeladahan rangkaiannya, petugas menyita barang bukti lain berupa HP, timbangan digital, serta alat penghisap dari rumah tersangka ini. Dari informasi yang didapatkan, penangkapan itu memang tengah jadi biidikan.

Kasatnarkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Ade Hermawan Mulyana, mengungkapkan, penangkapan YM sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya. "Awalnya kami mendapat informasi dari warga tentang keberadaan YM yang diduga sedang mengedarkan sabu-sabu di Jalan Bebedahan," kata Ade.

Jajarannya yang berpakaian preman lalu menuju lokasi Jalan Bebedahan. Di situlah petugas menemukan YM sedang berjalan. "Saat kami dekati dia terlihat grogi, makanya langsung ditangkap," sambung Ade. Tersangka langsung digeledah dan ditemukan 18 paket sabu-sabu.

Setiap paket sabu-sabu dikemas dalam sedotan plastik pendek sekitar 3 cm dan dimasukkan lagi ke dalam bungkus plastik klip kecil. Tersangka bakal diancam pasal 112 ayat 1 jo pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara di atas 20 tahun. gus


 


Yang dinanti benar-benar pada kondisi normal lagi. Tapi tak bisa dipungkiri, dalam kenyataan belum pulih benar. Angka penderita terserang Covid-19 di Kota Tasikmalaya, dalam kondisi bertambah. Sedikitnya terkonfirmasi dari Satgas Gugus Tugas Covid Kota Tasikmalaya, adanya tiga orang positif.

Dengan bertambahnya tiga kasus terkonfirmasi positif, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya menjadi 53 orang. Tujuh orang di antaranya saat ini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit yang ada di wilayah kota. Keterangan ini datang dari juru bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Uus Supangat.

"Kami sebar (pasien terkonfirmasi positif covid ini) di sejumlah rumah sakit, sesuai keinginan pasien," jelas Uus Supangat yang juga kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya itu, Kamis (10/9) sore. Ketujuh pasien ini terkonfirmasi dari hasil swab test yang dilakukan Dinas Kesehatan, baik yang bersifat massal maupun perorangan.

Sementara 43 orang penderita dari 53 orang itu sudah dinyatakan sembuh. Sisanya tiga orang lagi meninggal dunia. "Ini data akumulasi sejak kasus Covid-19 muncul April lalu," ujar Uus. Pejabat ini pun meminta, warga berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19. Salah satu penyebab bertambahnya kasus positif karena warga kurang perhatian.

"Warga dituntut tetap berdisiplin antisipasi penyebaran Covid-19. Terutama memakai masker, jaga jarak, dan tidak bersalaman atau bersentuhan langsung," pinta Uus. gus


 

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, Kamis lalu, mengunjungi SMP Negeri 1 Rajapolah, Kab.Tasikmalaya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), melakukan pantauan terhadap sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan lembaga-lembaga pendidikan itu, bisa-tidaknya melaksanakan pola pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Namun kemudian dalam pernyataan, umumnya sekolah masih harus menerapkan pembelajaran daring.

Harapan melaksanakan pola pembelajaran tatap muka (PTM), masih entah sampai kapan. Komisioner KPAI, Retno Listyarti, mengungkapkan, dari puluhan sekolah di Indonesia yang dikunjungi terkait kesiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, hanya satu sekolah yang sudah siap.

Sudah beberapa kota timnya kunjungi. Baru satu sekolah dikatakan siap. Sekolah tersebut adalah SMK Negeri 11 Kota Bandung. "Jadi hanya satu sekolah yang sudah siap. Lainnya masih harus dibenahi lagi," kata Retno, saat meninjau kesiapan SMP Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (10/9).

Pengakuan Retno, setidaknya dirinya sudah mengunjungi 31 sekolah yang tersebar di wilayah Indonesia. Hampir semua rata-rata belum siap. "Yang sudah siap hanya satu yaitu SMK Negeri 11 Kota Bandung. Dari mulai insfrastruktur hingga tenaga pendidiknya. Sebanyak 15 item parameter layak tidaknya sudah terpenuhi," ujar Retno.

Bahkan bilik disinfektan di SMK Negeri 11 Kota Bandung menggunakan bahan-bahan alami yang sudah teruji efektivitasnya. "Termasuk juga disinfektan untuk kendaraan yang masuk," katanya.  Namun begitu, bisa-tidaknya SMK Negeri 11 Kota Bandung melakukan KBM tatap muka, tetap tergantung kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

"Pernyataan kami pun bukan merupakan sebuah rekomendasi. Itu hanya hasil peninjauan lapangan. Karena faktor lain pun mesti diperhitungkan," sambungnya. Yang paling krusial adalah perjalanan anak, baik berangkat maupun pulangnya. "Kalau anak naik angkutan umum, sudah tentu ini juga berisiko dan harus masuk bahn pertimbangan," susulnya. gus

 


"Ngopi Bareng Media" BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya

Iuran menunggak dari peserta JKN, masih jadi tantangan dalam kinerja BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Hingga kelembagaan ini mengalami defisit dalam angka cukup besar dari tahun ke tahun. Soal kesadaran warga dengan latar belakang pemahaman dan kemampuan ekonomi, antara lain jadi aspek tersendatnya aliran dana iuran.

Dalam beberapa hari ini, BPJS Kesehatan memutuskan untuk memberi relaksasi (keringanan) bayar tunggakan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi mereka yang menunggak antara 6 – 24 bulan. Program relaksasi tunggakan, cukup jadi kesempatan bagi peserta layanan kesehatan ini untuk kembali mengaktifkan jaminan kesehatan kepesertaannya. Iuran tersendat lebih banyak asal kalangan peserta mandiri.

Dalam satu forum pertemuan bertajuk “Ngopi Bareng Media” dengan unsur pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya mengemuka, program relaksasi dikeluarkan bersamaan pandemi Covid-19 yang begitu mengganggu tatanan kehidupan beberapa bulan terakhir. Wabah ini menunda berbagai aktivitas masyarakat, menggoyahkan aktivitas ekonomi.

Arahan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Agus Ramlah Hidayat, meyakinkan program ini mesti jadi kesempatan bagi peserta JKN-KIS mengaktifkan kembali kepesertaannya akibat tunggakan iuran. Program yang sengaja dihadirkan untuk meringankan secara finansial masyarakat, khususnya bagi peserta JKN-KIS di masa pandemi Covid-19.

Hal perlu dicatat dari relaksasi ini, sambung Agus didampingi Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik, Moh.Rizal Idris, bagi yang menunggak dalam rentang 6-24 bulan, kepesertaannya akan aktif kembali bila membayar enam bulan tunggakan //plus// satu bulan berjalan. Yang tercover program ini, tunggakan hingga Desember 2020. Untuk dapat keringanan, peserta JKN harus mendaftar ke kantor BPJS terdekat atau melalui aplikasi yang sudah disediakan BPJS. gus


Dikri Saeful Ansori,

Pada beberapa hari ini, Dikri Saeful Ansori, demikian sosok mahasiswa satu ini, boleh dikata tengah membanggakan keluarga hingga warga kampus tempatnya studi, di Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya. Uji kreativitasnya yang menyertai studi, masuk nominasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2020 tingkat nasional.

Sejak ajang kompetisi itu dibuka, tahap demi tahap diikuti mahasiswa semester 7 Agribisnis Unper ini. Beranjak ke jenjang tersebut setelah terpilih di tingkat kampusnya. Dan, sekarang ini ia nominator dalam tiga besar asal mahasiswa Jawa Barat. Menyisihkan puluhan lainnya, yang tengah dalam penilaian tim di tingkat nasional.

Dalam satu obrolan dengan mahasiswa kelahiran Juli 199 itu, proses peniaian demi peniaian di tingkat nasional berlangsung setelah ikut pendaftaran sekitar Juli lalu. Aspek penilaian melalui beberapa tes. Dimulai seputar kemampuan akademik, capaian prestasi, kemampuan berbahasa Inggris, wawasan kebangsaan.

Peniaian lomba selain itu, aktivitas dalam berorganisasi. “Jadi, yang saya dapat di aktivitas berorganisasi ini tekanan atau pesannya, bagaimana kita dapat memberi manfaat pada lingkungan sosial kemasyarakatan. Berkampus tak hanya mementingkan aspek akademis,” akunya.

Seterusnya, penilaian terhadap karya tulis ilmiah. Berisi tentang ide-ide kreatif. Yang jadi bahasan penelitian Dikri, pemberdayaan masyarakat pesisir pantai, terutama kalangan ibu-ibu nelayan. Hingga menghasilkan tepung kerang Sinping, atau jadi produk permen kalsium kerang Sinping.

Banyak dapat pengalaman

Untuk hasil penilaian siapa-siapa layak menyandang predikat Mahasiwa Berprestasi Nasional 2020, akan diumumkan sekitar akhir September. Saat ditanya bagaimana dengan harapan kejuaraan di ajang itu, yang spontan ditegaskan Dikri, dirinya saat ini merasa justru lebih banyak memetik makna bernilai yang itu lebih dari sekadar juara.

“Mungkin bagi saya, predikat juara itu sebagai bonus saja. Hal penting lainnya dirasa begitu banyak. Setidaknya saya mungkin dapat menginsprasi teman-teman khususnya di Agribis, untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengabdikan diri, demi kebaikan-kebaikan,” sebutnya.

Jangan minder dengan soal dari mana berkampus. Nyatanya, ia raih buah perjuangan asal kampus Unper ini masuk nominasi tiga besar Jabar, menuju penilaian tingkat nasional. Dirinya senang dapat membawa nama harum kampus. “Saya juga terus yakin di kampus Unper ini banyak potensi untuk dikembangkan,” katanya.

Jadi, ulasnya, jangan ada rasa minder. Hal lain yang ia petik dari kesertaan ikut pemilihan mahasiswa berprestasi halnya, tantangan untuk terus mengembangkan diri. Lantas, jadi banyak teman, banyak pengalaman. Malah, tambahnya, mulai ada kalangan-kalangan yang menghubungi, mulai asal organisasi mahasiswa sampai dunia industri. “Pokoknya jadi nambah teman baru, relasi baru. Ada rasa kebanggaan masuk nominasi even penilaian tingkat nasional ini,” bebernya.

Anak pertama dari lima bersauadara penduduk Ciawi, Kab.Tasikmalaya ini menambahkan juga, ikut-ikut ajang kompetisi, sejak di bangku SMA. Saat di bangku SMA ikut lomba pidato Bahasa Arab antar-pesantren, jadi juara pesantren sewilayah III Cirebon. Begitu pun sebelumnya menjuara lomba sama tingkat  Kab. Indramayu. Kemudan, di Unper pada 2017, sempat menjadi duta kampus dalam MUN di Malaysia. Terpanggil dalam kegiatan pengabdian masyarakat Jabar ikatan mahasiswa Sosek, dan menjadi peserta ajang Kemah Bakti Nasional.

Sangat memberi apresiasi

Terpisah, dalam perbincangan dengan Wakil Rektor Unper, Prof H Dedi Heryadi menyatakan, pihaknya atas nama lembaga tentu sangat memberi apresiasi atas spirit belajar yang ditunjukkan Dikri. Hal ini tentu akan menjadi tauladan bagi yang lainnya. Selain tentunya ia telah mewangikan nama kampus.

“Apa yang digapai hingga perjalanan Dikri di tahap penilaian itu sekarang, sangat sejalan dengan harapan kita atas kampus ini untuk menghasilkan generasi-generasi unggul. Karena itu, kita sangat apresiasif. Kita sangat dukung. Saya pun sudah perintahkan agar apa-apa yang menjadi kebutuhan Dikri, difasilitasi,” imbuh Prof Dedi. gus

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.