Grand opening Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) tahun 2018 resmi digelar, dimeriahkan dengan karnaval dan helaran budaya, yang berlangsung Minggu (14/10), bertempat di Jl Otto Iskandardinata.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, anggota DPR RI Komisi V, Hj Nurhayati, Wakil Gubernur Jawa Barat, HU Ruhzanul Ulum, serta 24 Wali Kota yang tergabung dalam komisariat wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).


 Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata dan Kebudayaan, Aan Hadian dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan digelarnya kegiatan karnaval dan helaran budaya, sebagai media promosi, juga untuk memperkenalkan, seni budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan perdagangan di kota Tasik.

Sebanyak 140 costum unik turut di pamerkan pada gelaran TOF kali ini. Selain itu, ada 64 kontingen dengan jumlah partisipan sebanyak 920 orang, serta 13 kontingen Apeksi Komwil III, dan 1 kontingen kabupaten.

Wakil Gubernur, HU Ruhzanul Ulum dalam sambutannya mengatakan atas nama pemerintah provinsi Jawa Barat, kami ucapkan selamat hari jadi ke 17 Kota Tasik.

Pemprov sangat mendukung kegiatan yang digelar, melalui kegiatan ini, pariwisata di Jawa Barat dan lainnya dapat terpromisikan, khususnya yang ada di kota Tasik.

Diharapkan, adanya kegiatan seperti ini, dapat membangkitkan kegiatan ekonomi warga, serta menumbuhkan kebersamaan antara pemerintah dan warganya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam sambutannya menyampaikan, hasil produk asal kota Tasik sudah cukup dikenal ditingkat nasional, untuk itu pemerintah pusat akan turut serta mendorong kegiatan pembangunan, salah satunya dengan membangun jalan tol sepanjang lebih kurang 240 kilometer, yang melintasi Tasikmalaya, sampai dengan cilacap.

Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman dalam sambutannya mengatakan, tepat 17 Oktober mendatang kota Tasik berusia 17 tahun, usia yang dewasa, lebih kreatif, dan inovatif.

Produk kreatif UMKM hasil karya pengrajin kota Tasik menjadi kekuatan dan daya tarik tersendiri warga luar daerah untuk datang berkunjung ke kota Tasik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi kota Tasik pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 6,94%. Melalui kegiatan TOF diharapkan, dapat  mendongkrak perekonomian kota Tasik. pid





Wali Kota H Budi Budiman meresmikan pameran produk kreatif UMKM Kota Tasikmalaya, yang berlangsung Sabtu (13/10) bertempat di seputar jalur Jalan HZ Mustofa.

Sebanyak 23 stan Kota/Kab yang tergabung dalam Komisariat Wilayah III dan daerah tetangga, turut serta dalam pameran kreatif.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas UMKM Perindag H M Firmansyah dalam sambutannya menyampaikan perlu diketahui, bahwa kota Tasik mempunyai industri kreati 3.596 unit usaha, dan mampu menyerap 397.400 orang.

Banyaknya industri kreatif, belum dapat membuat pemerintah tenang, pasalnya para pengusaha kreatif ini harus menghadapi masalah, terutama disoal promosi dan pemasaran. Berdasarkan peraturan yang ada, pemerintah berkewajiban memfasilitasi kegiatan promosi hasil UMKM.

Melalui kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival (TOF), sebagai upaya untuk mensosialisasikan hasil ekonomi kreatif UMKM, guna menghadapi persaingan pasar bebas.

Kegiatan TOF berlangsung dari tanggal 13-16 Oktober, tempat dari mulai Tugu Adipura, Jl Hz Mustofa, sampai dengan Tugu Asmaul Husna, dengan jumlah stan sebanyak 240, 28 stan yang diisi oleh pemerintah Propinsi, Pemkot, Dekranasda dan Pemda lainnya.

51 stan produk UMKM unggulan, 69 stan Fashion, 60 stan binaan Bank Indonesia, 40 stan kuliner. Jumlah stan pada gelaran TOF tahun ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya, belum termasuk stan PKL yang kita tempatkan di Jl Empang, Jl Slakaso, Jl Sukawarni, dan beberapa lokasi lainnya.

Pemerintah Daerah yang turut serta pada gelaran TOF, diantaranya Kota Bogor, kota Bandung, Cimahi, Cirebon, Tegal, Bekasi, Salatiga, Depok, Tangeran Selatan, Banjar, Yogyakarta, Pekalongan, Surakarta, Kab Tasikmalaya, Kab Ciamis, Kab Bandung Barat, Majalengka, dan sejumlah daerah lainnya.

Wali Kota H Budi Budiman dalam sambutannya mengatakan menghadapi era global, diperlukan terobosan dan inovasi dalam menghadapi persaingan pasar bebas, situasi ini harus dijadikan peluang, untuk tampil lebih dinamis, semakin kreatif, sehingga yang ditampilkan menjadi magnet tersendiri, dan orang tidak ragu untuk membeli produk hasil UMKM kota Tasik. pid



Satu kegiatan di aula kantor Desa Banyurasa, Kecamatan Sukahening, Kab.Tasikmalaya, Selasa pekan kemarin, berisi serah terima jabatan Kepala Desa Banyurasa, Nanang Romli SIP, kepada pejabat sementara (Pjs)penggatinya. Hadir pada acara itu, camat dan unsur muspika, perangkat desa, serta kalangan tokoh masyarakat/pemuka agama.

Nanang Romli memilih menanggalkan jabatan kades setelah pilihannya ia mencalonkan diri daial Pileg 2019. Pjs yang mengisi sementara posisinya adalah masih perangkat kantor Kec.Sukahening, Jeje Zainal Alimin. “Melalui acara sertijab ini agar masyarakat tahu dan perangkat desa tetap solid, dalam kerangka ke depan Desa Banyurasa lebih maju,” tutur Nanang.

Sementara itu menurut Jeje Zainal Alimin, pelaksanaan serah terima jabatan sedikti terlambat sehubungan adanya kegiatan pendataan aset desa yang cukup banyak selain laporan pembnagunan.

“Sekaitan penyelenggaraan sertijab, masyarakat sangat mendukung, sebagaimana mereka mendukung kades yang dulu,” tambah Jeje. dra



Dalam momen peringatan HUT TNI ke-73, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman - H Muhammad Yusuf, berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Karoeng, Rabu pekan lalu. Kunjungan disertai unsur TNI/Polri.

Di TMP, para peziarah melakukan upacara penghormatan. Setelah itu dilanjutkan dengan tabur bunga yang dipimpin langsung wali kota.

Usai ziarah, Wakil Wali Kota H Muhammad Yusuf mengatakan, ziarah kubur seperti ini, merupakan tradisi yang baik. Selain untuk mendoakan almarhum para pahlawan, juga untuk mengingatkan kepada generasi milenial, agar mengerti dan memahami perjuangan para pahlawan.

Kami juga berharap, dalam peringatan HUT TNI kali ini, TNI dapat mengimplementasikan pesan para pahlawan, sekaligus melanjutkan perjuangan para pendahulu yang telah rela mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan Bangsa, membangunan Indonesia lebih maju, khususnya di Kota Tasikmalaya.

Dan, yang paling utama untuk menyejahterakan kehidupan bangsa, sementara, bagi TNI dalam konteks ini, bagaimana menciptakan stabilitas keamanan negara, dari segala bentuk ancaman dalam maupun luar. pid



Jajaran unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cisayong, Kab. Tasikmalaya, melakukan penggalangan dana untuk membantu membiayai ongkos kepulangan warganya yang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Uang sebesar Rp 2,85 juta dikumpulkan dari hasil penggalangan.

Ada empat warga Kec. Cisayong yang tinggal di Kota Palu untuk bekerja dan rencananya akan dikirim Jum'at (5/10). Keempat warga tersebut bernama: Edih, Hani Heryanti, Yhuda Pratama dan M Rheno Fariz Akbar.

Kapolsek Cisayong, AKP Gunarto, mengatakan, pihaknya sudah komunikasi dengan keempat warganya melalui sambungan telpon.

"Bantuan ongkos sebesar Rp 2,85 juta dikirim melalui transfer rekening. Semoga perjalanan pulang warga kami yang jadi korban selamat tsunami ini lancar," kata Gunarto didampingi Sekmat Cisayong, Dedi Herniwan. ter

Dra Hj Nunung Kartini 

Menjalankan kinerja program kependudukan daerah. Khususnya untuk mendorong keluarga sehat, sejahtera, atau berkualitas. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tasikmalaya, menyiasati itu dengan terus berikhtiar menurunkan angka kelahiran total, atau populer dengan istilah total fertility rate (TFR).

Dalam satu perbincangan dengan Kepala DPPKBP3A Kota Tasikmalaya, Dra Hj Nunung Kartini MPd, Selasa pekan lalu, ia yakini, memerhatikan TFR yang rendah dalam kerangka pertimbangan mengupayakan laju kesejahteraan masyarakat. TFR tinggi berkorelasi dengan rata-rata usia kawin usia muda.

Langkah tersebut selain memacu kepesertaan masyarakat berKB yang lebih meningkat. Sejauh ini, sebutnya, angka TFR Kota Tasik di kisaran 2,13. Yang jadi obsesi Hj Nunung, TFR dalam perjalanan di tahun-tahun depan di angka 2,03. “Saya ingin berupaya hingga capaiannya di akhir kepemimpinan pak wali, tahun 2022 TFR ini di angka 2,03,” jelasnya.

Melihat total fertility rate secara nasional, berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017, bertren menurun. Dari posisi 2,6 anak per wanita subur menjadi 2,4 anak per wanita subur. Tekad pemerintah dengan capaian itu masih harus diturunkan lagi, menjadi 2,1, sebagai syarat penduduk tumbuh seimbang.

Penjelasan Hj Nunung, sebenarnya dengan posisi angka kelahiran total sebesar 2,13, sudah bagus. Angka TFR Jawa barat 2,24. Dengan capaian itu, artinya tiap seorang perempuan (usia 15-49) rata-rata memiliki 2-3 orang anak selama masa suburnya.

Memerhatikan angka kelahiran penting, untuk menghindari terjadinya lonjakan pertumbuhan penduduk. Mengikhtiarinya turun angka, sambungnya, dalam logika untuk memacu tingkat kesejahteraan tiap keluarga. “Jika satu keluarga dengan ekonomi kecil, anaknya sedikit kan bisa lebih memungkinkan ia mengurusi keluarganya,” ucap pejabat yang baru bertugas di BPP-KB sekitar dua bulan itu.

Yang jadi orientasi lain dari langkahnya, terus mengampanyekan kepesertaan berKB masyarakat. “Saya pun optimistis melihat perkembangan masyarakat sekarang bahwa aktif berKB sudah jadi kebutuhan, meski di level-level tertentu masyarakat masih perlu bimbingan petugas di lapangan,” ungkapnya.

Menggenjot kepesertaan BerKB bersama penurunan TFR, bebernya, seperti sekarang pemerintah pusat pun gaungkan melalui program pembentukan Kampung KB. Berusaha mengefektifkan kegiatannya. Melalui program itu, upaya-upaya bisa lebih intens terkonsentrasi, dengan pelaksanaan kegiatan di dalamnya bersama lintas sektor.

Yang diarahkan program itu, di setiap kelurahan ada satu penempatan program Kampung KB, sebagai //pilot projeck//. Ke depannya, program ada dalam lingkup satu wilayah RW. Penempatan program ini pun akan jadi ruang pemecahan permasalahan-permasalan yang ada. Data peserta KB aktif di Kota Tasik 86.565 orang, angka PUS-nya 120.161 orang. gus




Jadi memasyarakat dengan nama Cijurig. Siapa tak mengenal sebutan nama tempat itu. Bentang jalan di ruas menghubungkan Manonjaya – Salopa, dalam wilayah Kec.Gunungtanjung, Kab.Tasikmalaya.

Sekilas dengan potret jalan ini, berkelok, naik-turun, di antara bebukitan dengan tepian penuh rindang pepohonan. Paling dominan menghijau pohon-pohon bambu. Ketika melintasinya, terasa berhawa dingin, cep, teduh.

Secara administratif tepatnya masuk dalam wilayah Desa Tanjungsari, Gunungtanjung. Sebutan nama sangar itu ternyata jadi nama pengganti aslinya atau semula yakni, daerah Parakanmanggu, di sekitar Kp.Leuwidahu.

Sejak lama nama Cijurignya mengalahkan nama yang sebenarnya. Ujungnya kini, sebagian orang mengait-ngaitkannya istilah atau nama itu dengan pemahaman tentang mahluk gaib.

Lebih tenang memilih melewatinya selagi siang. Mengindentikkan nama bisa setelah muncul pemicunya. Bisa juga hanya lantaran duga-dugaan, dipapantes.

Belum jelas, siapa yang memberikan penamaan Cijurig. Hingga sekarang warga di sekitarnya pun tak banyak mengetahui. Apalagi orang luar daerah. Kelihatannya, di sekitar sejak lama tak ada rumah terbangun, kecuali sekarang atau di kekinian, tampak di antara warga mendekat dirikan bangunan.

Saat Tasikplus berada di lokasi, kemudian mencoba mencari tahu, tak lama bertemu langsung Kepala Dusun (Kadus) Leuwidahu, Ejen. Yang tertangkap mengemuka dari sosok pengurus lingkungan ini pun berujar tak tahu siapa dulu memberi nama Cijurig.

Yang jelas sekarang begitu akrab namanya. Cuma pendapat Ejen, penamaan takkan lepas/muncul dari warga sendiri, baik setelah mengait-ngaitkan dengan suasana daerahnya yang berciri tersendiri, khas, atau dengan satu kejadian.

Masyarakat sendiri, ulas Ejen, yang memberikan istilah Cijurig. Ia pun tak menampik dengan cerita warga, ada beberapa kejadian bertemu mahluk astral dengan berbagai jenis kala warga berkendara.

Di bawah rindang pepohonan bambu meluas, pada siang hari terasa hening. Di kala malam cukup gelap, sehingga bisa dirasa benak sekalangan warga dalam perasaan terpengaruh takut ini-itu.

“Siang lengang, serasa sepi. Di kala malam sangat terasa hawa magisnya, lantaran berada di jalan berpepohonan gelap gulita, sayapun acap agak miris kalau kebetulan lewat ke situ malam-malam,” imbuh Kadus Ejen.

dikuatkan

Senada dalam obrolan berikut dengan Kepala Desa (Kades) Tanjungsari, Miftah Farid, dirinya tak banyak tahu kapan dan oleh siapa daerah Parakanmanggu jadi daerah Cijuirg.

Pun seterusnya penuturan kades ini tak memungkiri saat mengaitkan ada warga berpersepsi, penamaan dikait-kaitkan dengan obrolan seputar adanya mahluk astral.

Malah menurut sang kades, keterangan seputar mahluk astral ini setengah dikuatkan obrolan yang didapat dari para praktisi supranatural. “Jadi, masyarakat sekitar menyebutnya Cijurig kaitan lebihnya bisa dengan fenomena (mahluk astral) itu,” ucap kades.

Ia pun menyebut ada sosok dituakan dulu yang bisa dikorek keterangannya lebih jauh, yakni Abah Abas. Namun sekarang sosok ini sudah meninggal dunia. “Pesan saya sih pada seluruh warga pertebal keimanan, ketaqwaan kepada Alloh SWT, sehingga tidak terbawa oleh hal-hal yang bisa menyesatkan diri,” pintanya.

Harap dipasangi PJU

Pada obrolan lain dengan masyarakat, terlebih yang biasa atau banyak melewati ruas jalan itu asal sekitar Kec.Manonjaya sampai daerah/Kec.Salopa khususunya, berharap ada pemecah kegelapan.

Harapan diarahkan pada pemerintah, jelasnya biasa memasang lampu penerang jalan umum (PJU) di sekitar Cijurig. Sebab, masih di sekitar lokasinya ada titik rawan kecelakaan, terlebih di tempat yang dicatat warga, angker.

Dengan penempatan lampu PJU, akan membuat area itu terang kala malam. Pengendara terhindar dari pandangan samar-samar di kegelapan. Termasuk bisa berpeluang terhindar dengan aksi pelaku kejahatan. “Kita berharap kepada pemerintah, di lokasi jalan ini dipasangi lampu penerang jalan. Biar orang berniat jahat pun menghindar,” jelas Ateng, penduduk tak jauh dari titik jalan Cijurig dengan keseharian berjualan BBM dan tambal ban.
---
Oleh: Ade

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.