Intensitas hujan disertai angin dan petir di wilayah Kota/Kab. Tasikmalaya selama sepekan ini meningkat. Hingga menimbulkan bencana longsor dan korban jiwa.

Dua unit rumah di  Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya tersambar petir. Bahkan satu unit televisi meledak saat terjadi hujan lebat disertai petir pada Selasa (25/2/2020) hingga Kamis (28/2/2020).

Sementara sejumlah ruas jalan di jantung kota pun mengalami banjir "cileuncang." Seperti di ruas Jalan Sutisna Senjaya hingga masuk ke Kawasan jalan Benda.

Disamping itu, korban yang rumahnya tersambar petir saat hujan turun di sore hari pkl 14.30 tersebut mengungkapkan, kejadian itu bermula saat  satu keluarga berkumpul di ruang tengah rumah sambil nonton tv. Tiba tiba sambaran petir terdengar dan menghantam rumah tersebut.

"Saya bersama istri, anak dan ibu mertua  serta menantu berisitirahat sambil menunggu hujan reda sambil nonton tv. Saat itu  guyuran hujan dan sambaran petir terdengar jelas," kata Habibulloh (52) salah seorang korban sambaran petir di Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, seperti yang dikutip regional.kompas.com.

Dijelaskannya, tv mendadak meledak mengeluarkan asap dan api dengan suara keras. Mereka bergegas menghindar untuk menyelamatkan diri.

Namun naas salah seorang diantara mereka terkena sambaran petir hingga mengalami luka bakar.

"Ibu mertua saya kan sudah uzur usianya jadi korban sambaran petir hingga mengalami luka bakar di bagian punggung, kening dan di kaki," kata Habibulloh.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.* sit








Bencana tanah lonsor kembali terjadi menimpa wilayah Kabupaten Tasikmalaya, titik longsor berada di kampung Palasari Atas Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong, dan Kampung Palasari Bawah Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu. Akses jalan dan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut terputus karena tertutup material longsor.

Salah seorang warga Kampung Palasari Bawah Desa Indrajaya, Dendi mengatakan di lokasi saat ini melakukan persiapan untuk pencarian orang hilang, kemungkinan timbun longsor.
"Bencana longsor ini,  terjadi sekira pukul 06.30 WIB. Mengakibatkan satu orang tertimbun,"ungkapnya.
Akibat bencana longsor ini, jalan dan jembatan tertutup material longsor, termasuk beberapa sawah milik warga.
Titik longsor berada di lokasi yang menghubungkan dua kampung, Palasari Atas dan Palasari Bawah, Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong dan Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu. tandasnya.* Pid










Sedikitnya 130 calon jemaah umroh dipastikan gagal keberangkatannya, terkait dengan penyetopan  umroh asal Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi.

Kekecewaan para calon jemaah umroh ini ditanggapi dengan rasa syukur sebagai bentuk ujian dari Allah.

"Saya ikhlas  diundur keberangkatnya. Walau sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Reni Deden Nurul Hidayat, salah seorang  calon jemaah umroh, Jumat (28/2/2020) seperti yang dikutif news.detik.com

Pengelola Biro perjalanan Haji dan Umroh AL AMIN RJ tours and travel, Feri Rahman mengaku keberangkatan tidak batal melainkan diundur hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Meskipun jemaah sudah mengantongi visa serta vaksinasi flu dan meningitis. Berbagai persiapan koper hingga kelengkapan pribadi juga sudah disiapkan jemaah," kata Feri Rahman.

Dikatakan Feri,  jemaah menerima perubahan tersebut.  Karena kesalahan itu  berasal dari  keputusan Arab Saudi yang melarang sementara jemaah umroh.

Di sisi lain, Feri mengaku pihaknya mengalami kerugian materil akibat penangguhan ini. Kerugian sementara akibat batalnya berangkat 130 jemaah ditaksir mencapai Rp 200 juta. Kerugian ini meliputi biaya perjalanan serta hotel dan biaya makan.

"Kita yah rugi Rp 200 juta. Tapi tenang uang jemaah aman dan mereka pasti diberangkatkan kalau penangguhan dari Arab Saudi telah  dibuka kembali," tandasnya.

Pihaknya berharap agar pemerintah Indonesia melakukan lobi lobi politik ke Pemerintah Arab Saudi agar perjalanan umroh kembali dibuka.* sit








Rumah kosong yang dijadikan tempat eksekusi BR hingga korban yang juga anak kandungnya sendiri  Delis Suliatina (13), siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya meregang nyawa, berada di Jalan Laswi, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya terlihat sepi dan hanya terpampang garis polisi.

Peristiwa pembunuhan ini berlangsung Kamis (23/1/2020) lalu.

Sementara itu, Elis (51), warga di sekitar rumah kosong, mengatakan bangunan tersebut bekas  rumah makan. Kondisi kosong dan rusak karena ditinggalkan oleh yang mengontraknya sejak tiga tahun lalu.

"Memang sudah lama kosong, yang ngontrak sudah tak mengisi rumah itu lagi," ujar Elis seperti yang dikutip news.detik.com.

Elis mengaku mengenal BR, namun tak begitu dekat. BR sempat beberapa kali jajan di warungnya. Namun ia tak menyangka kejadian tersebut terjadi di dekat warungnya.

Rumah kosong tersebut terlihat tak terurus. Beberapa bagian dalam rumah penuh dengan tanah dan bagian lainnya rusak serta lapuk. Jika malam tiba kawasan itu terasa mencekam. Hingga bulukudug terasa merinding

Pada bagian samping selain ada warung juga ada area persawahan. Siang hari kondisi Jalan Laswi cukup ramai.* sit







Anggota DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Jabar Ridwan Kamil disaat warganya menghadapi bencana banjir

Irfan mengungkapkan, urusan banjir  sudah ada kewenangannya antara pusat, provinsi, dan kota.

Namun, kata dia, kehadiran sosok pemimpin di tengah masyarakat yang menghadapi bencana sangat penting untuk psikologis mereka.

"Memang orang tidak tahu kapan akan terjadinya bencana. Tetapi ketika ada bencana, harapan kita sosok pemimpin di Jawa Barat itu hadir di tempat bencana," kata Irfan ketika dihubungi, Rabu (26/2/2020) seperti yang dikutip liputan6.com

Sejumlah wilayah di Jawa Barat kini sedang dilanda bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat setidaknya ada empat daerah terdampak banjir yaitu Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Adapun Ridwan Kamil saat ini sedang berada di Australia dalam rangka kunjungan kerja. Kunjungan pria yang akrab disapa Emil tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor sekaligus mempromosikan Jabar kepada investor potensial.

Kegiatan yang dihadirinya antara lain penandatanganan MoU dengan Australia Indonesia Business Chamber.  Menghadiri pertemuan dengan leaders Monash University di Melbourne dan menghadiri pameran Jabarano Cafe.

Lebih jauh Irfan mengatakan, dirinya tak mempersoalkan agenda gubernur ke luar negeri. Namun, di saat terjadi bencana seperti sekarang ini, minimal ada sosok pemimpin yang mewakili kehadirannya.

"Nah kalau gubernur sedang di Australia buka kedai kopi, kan ada wagub. Minimum ada pimpinannya di sana (lokasi bencana). Ini sama sekali tidak ada," katanya.

Soal agenda gubernur Jabar ke Australia, Irfan mengaku sudah tahu. Namun, dia meminta agar ada pendelegasian sosok pemimpin ke wilayah terdampak banjir untuk memberikan perhatian kepada masyarakat.

"Kita tidak melarang, mau sebulan tujuh kali terserah kalau memang itu sesuai aturan. Tapi ketika masyarakat membutuhkan kehadirannya  di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Itu mutlak," tegas Anggota DPRD Jabar dari fraksi Partai Demokrat ini.* sit











Menjelang pertandingan Persib Bandung vs Persela Lamongan, pelatih kepala Persela Nilmaizar tak ada tanda tanda untuk bergabung dalam memimpin latihan tim Persela.

"Besok kami datang  ke Bandung. Kami sudah siapkan laporan ke beliau. Meski beliau tak bisa hadir, kami tetap melakukan komunikasi setiap hari ," kata asisten pelatih Persela, Fabio Olivera di laman Jabar.tribunnews.com

 Fabio tidak memungkiri jika kehadiran sosok Nilmaizar yang menjabat sebagai pelatih kepala cukup dibutuhkan.

Terlebih menjelang pertandingan menghadapi Persib Bandung vs Persela Lamongan.

Dijelaskan Fabio,  kehadiran beliau dari segi semangat sangat dibutuhkan. Dorongan  psikologis juga buat pemain. Meskipun  beliau sudah tahu  Persiapan menghadapi Persib di laga away.

 Fabio menambahkan, meski demikian itu semua sudah dilakukannya dengan matang.

Ia pun menyadari, jika tim Laskar Joko Tingkir bukan favorit dalam laga nanti. Namun mereka sudah siap memberikan perlawanan maksimal.

"Ini pertandingan perdana. Pasti akan ada faktor psikologis juga. Biasanya pemain itu adrenalin terlalu tinggi. Tapi saya pikir kita bisa, karena hasil terakhir di Bandung kita, kan, dapat kemenangan," kata Fabio.* sit








 Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota akhirnya mengungkap misteri kematian Delis Sulistina (13), siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang jasadnya ditemukan di gorong-gorong sekolahnya satu bulan lalu.

atuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota akhirnya mengungkap misteri kematian Delis Sulistina (13), siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang jasadnya ditemukan di gorong-gorong sekolahnya, Kamis (27/2/2020) siang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah", https://regional.kompas.com/read/2020/02/27/11591581/alasan-budi-bunuh-anaknya-dan-buang-jasad-korban-ke-gorong-gorong-sekolah?page=1.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa
Kelas VII D

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah", https://regional.kompas.com/read/2020/02/27/11591581/alasan-budi-bunuh-anaknya-dan-buang-jasad-korban-ke-gorong-gorong-sekolah?page=2.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa
Kelas VII D

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah", https://regional.kompas.com/read/2020/02/27/11591581/alasan-budi-bunuh-anaknya-dan-buang-jasad-korban-ke-gorong-gorong-sekolah?page=2.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa
Kelas VII D

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah", https://regional.kompas.com/read/2020/02/27/11591581/alasan-budi-bunuh-anaknya-dan-buang-jasad-korban-ke-gorong-gorong-sekolah?page=2.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Farid AssifaSMPN 6 Tasikmalaya yang tewas dan mayatnya ditemukan di gorong gorong sekolahnya pada Senin (27/1/2020) lalu. Pelaku yang sekaligus adalah ayah kandungnya sendiri itu adalah Budi Rahmat (45).Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota telah berhasil mengungkap misteri kematian siswi SMP tersebut pada Kamis (27/2/2020).
Dalam konferensi persnya, Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom, mengatakan pelaku yang juga ayah kandungnya sendiri  merasa kesal dan emosi  terhadap korban yang juga anaknya  karena memimta uang untuk biaya study tour ke Bandung sebesar Rp 400.000,-

"Korban meminta uang Rp 400.000 tapi tak bisa dipenuhi oleh pelaku.   Terlibatlah  cekcok sampai pelaku emosi mencekik korban sampai tewas," kata Anom.

 Sebelum melakukan pembunuhan antara ayah dan anak itu sempat adu mulut di sebuah rumah kosong yang lokasinya tak jauh dari tempat bekerja sang ayah . Hingga akhirnya terjadilah eksekusi pembunuhan.

"Korban tewas karena dicekik oleh pelaku sekaligus ayah kandungnya sendiri saat mengaku kesal," jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto saat konferensi pers di kantornya, Kamis (27/2/2020) siang  yang dikutip regional.kompas.co

Pelaku pun sempat membiarkan jenazah korban tergeletak di rumah kosong tersebut dan melanjutkan bekerja yang lokasinya tak jauh dari TKP pembunuhan.

Seusai pulang kerja, pelaku pun membawa jenazah anaknya tersebut memakai motor ke lokasi gorong-gorong sekolah korban.

"Setelah mengetahui anaknya tewas.  Pelaku langsung membawa jenazah korban ke gorong-gorong di  sekolahnya, yang sekaligus tempat penemuan mayat korban sebulan lalu," pungkasnya.* sit










Disebabkan terjadinya pendangkalan serta pertemuan dua arus sungai, yakni Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang,   wilayah Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya  menjadi daerah langganan banjir, terutama saat musim hujan.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, wilayah Sukaresik  merupakan tempat genangan air saat hujan menguyur wilayah itu.

"Sebagian wilayah di Kecamatan Sukaresik adalah daerah banjir. Ini disebabkan akibat pertemuan dua sungai,  Sungai Citanduy serta Sungai Cikidang," kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin yang dikutif dari jabar.suara.com

Daerah yang cukup parah terdampak banjir yakni Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik. Di daerah ini genangan air bisa setinggi lutut orang dewasa dan meluber ke pemukiman warga.

Dikatakan, pertemuan dua sungai besar itu sudah dangkal dan sempit.  Akibatnya saat hujan deras terus menguyur dipastikan air meluap menggenangi ruas jalan dan pemukiman warga.

Pertemuan dua sungai itu berada di Desa Tanjungsari

BPBD Tasikmalaya sudah menyampaikan permasalahan ini  ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy  agar segera melakukan upaya untuk menangani permasalahan tersebut.

Diharapkan pihak BBWS segera melakukan tindakan konkrit untuk  memantau kondisi aliran sungai.* sit








Menunggu kepastian penyebab kematian putrinya dari pihak kepolisian, kini terjawab sudah. Setelah Wati Fatmawati (46) ibu kandung DS(13) siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang tewas  dan mayatnya ditemukan di gorong gorong, mendengar kabar dari media masa.

Ia merasa tenang lantaran penyebab kematian putri tercintanya itu akibat dibunuh. Keragu raguan penyebab tewasnya sang buah hati semula  sudah dirasakan sejak ditemukan mayatnya tersangkut di gorong gorong.

"Saya merasa lega setelah mengetahui anak saya merupakan korban pembunuhan," ungkap Wati seperti yang dikutif mataram.tribunnews.com.

Disisi lain, ia diminta oleh para tokoh masyarakat untuk segera mengetahui  informasi terkait perkembangan kasus penyelidikan kematian anaknya kepada pihak berwenang.

" Meski para tokoh masyarakat mendesak saya untuk menanyakan langsung. Tapi saya yakin dan percaya Pak Polisi akan memberi kabar," ungkapnya.

Disisi lain, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota telah berhasil mengungkap kasus kematian Delis Sutisna (13) siswi SMPN 6 Tasikmalaya, yang mayatnya ditemukan di gorong gorong sekolahnya, Senin  (27/1/2020) lalu.

"Setelah hasil pengumpulan bukti bukti dan keterangan saksi saksi. Kita sudah bisa mengambil kesimpulan benang merahnya. Hingga sudah mengarah kepada pelaku atau tersangka," jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto kepada wartawan, Rabu (26/2).

Kapolres pun berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan segera menetapkan tersangka dan  kasusnya mengarah ke motif pembunuhan.

"Hanya saja untuk saat ini Kepolisian belum bisa membuka hasilnya ke publik karena masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.* sit








Setelah menunggu selama 18 tahun pasca penanaman pohon kurma di halaman Mesjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu (26/02) pohon yang berasal dari dataran Arab itu buahnya sudah dipanen.

Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman beserta pengurus Masjid Agung menghadiri panen perdana buah kurma tersbut.

"Alhamdulillah setelah menunggu lama penanaman pohon kurma kini akhirnya bisa dipanen. Hari ini pula buah perdana ini kita bagikan kepada jemaah mesjid yang datang. Dan semoga membawa keberkahan untuk Kota Tasik," Kata Walikota seperti yang dilansir Detikcom

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung (DKM) Tasikmalaya, Aminnudin Bustomi mengatakan, hasil panen yang dibagikan ke warga sebagai rasa syukur dan menyambut bulan rajab.

"Pohon kurma yang berbuah terdapat dua pohon dan buahnya lebat. Kali ini baru satu pohon yang dipanen dan beberapa tangkai saja," ungkap Aminnudin Bustomi.

Sementara itu jajaran  DKM Mesjid Agung Kota Tasikmalaya berencana menambah koleksi pohon kurma.

"Menurut ahli tanaman kurma, dalam dua tahun bisa berbuah jika dipersiapkan secara matang. Maka kita berencana menanam kembali sebanyak dua buah  pohon kurma ," kata Bustomi.

Rita, warga perum Mitrabatik merasa  bersyukur bisa merasakan kurma yang dipanen perdana di kota Tasikmalaya.

"Alhamdulillah saya bersama teman teman bisa merasakan  manisnya rasa kurma  yang tumbuh di halaman Masjid Agung," ujar Rita.* sit







Tasikplus,- Setelah melalui proses penilaian yang sangat rumit dan panjang  dari peserta lomba logo Geoprak Galunggung.

Akhirnya dewan penilai  menetapkan juara logo Geopark Galunggung juga para nominasi yang masuk pada penilaian grand final.

Penilaian tertinggi dengan angka 96 disabet  oleh Riswanto asal Tasikmalaya dan sekaligus sebagai juara sayembara logo GeoparkGalunggung.

Ia berhak mendapatkan  uang pembinaan sebesar Rp. 20 juta serta piagam penghargaan.

Pemberian hadiah kepada pemenang sayembara logo Geopark Galunggung dilakukan oleh Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto di hotel Metro Tasikmalaya, Selasa (25/02).

Sementara empat peserta yang masuk grand final mereka berasal dari Banten atas nama Yudi Chandra. Dari Kota Tasikmalaya atas nama Roni Fitra, dari Cimaragas Ciamis atas nama Rivaldi. Masih dari Banten atas nama Rivaldi dan Ferdiansyah, mereka masing masing  berhak mendapat piagam penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp. 2,5 juta.

Pada kesempatan itu pula Bupati Tasikmalaya melakukan Lounching logo Geopark Galunggung. Dan diharapkan dapatmendongkrak image di tingkat dunia.

"Kami berharap setelah diluncurkannya logo Geopark Galunggung, tempat wisata ini  menjadi magnet bagi wisatawan dunia," ungkapnya.  (bik) **





Kabar duka meninggalnya wartawan senior olah raga Kota Tasik itu sangat mengejutkan rekan sejawat. Mengingat pada Selasa (25/02) kemarin siang masih sempat menyalurkan hobinya, berenang dan bermain tenis meja. Setelah itu ia dikabarkan tiba tiba jatuh pingsan  dan dilarikan ke UGD RSUD Kota Tasikmalaya.

Tepat pukul 05.00 pagi tadi, ia dipanggil  menghembuskan nafas terakhir  menghadap Illahirobbi. Mengenang masa masa tugas bersama Agus WS, saat tugas meliput Pekan Olah Raga Daerah (Porda) di Garut, beberapa tahun silam.

Saat itu Agus WS mendapat tugas dari Pemred H.U Kabar Priangan, Wawan Djuwarna bersama fotografer. Selama meliput kegiatan olah raga ia teteap berkomitmen dengan tugas yang diembannya. Meski dalam tugas liputan tersebut kerap mendapat ganjalan.

Koordinasi dengan fotografer  di lapangan selama  peliputan serta  dengan  redaktur olahraga dijalaninya dengan baik. Jalinan komunikasi yang dibangun dengan para wartawan di Garut selama peliputan Porda nyaris tanpa hambatan.

Begitupun usai penutupan Porda. Agus WS mengajak pulang bersama dengan saya menggunakan sepeda motor berboncengan. Kenangan itu terjadi saat motor yang dikendarai saya mogok di daerah perbatasan Garut dengan Kabupaten Tasik, tepatnya di Tenjowaringin.

Saat itu guyuran hujan tak henti hentinya turun. Suasana sudah larut malam terpaksa harus nginap di sebuah rumah makan, menempati ruangan mushola tanpa pintu. Itulah sosok Agus WS yang tetap berkomitmen dalam tugas.

Kabar duka itu sontak mendapat tanggapan duka yang mendalam. Pemimpin Perusahaan Tasikplus, Koko ZM dan sekertaris Cecep S.A menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

"Mendapat kabar duka itu seakan disambar petir. Sebab beberapa waktu lalu sempat bertemu dengan Agus WS. Saat itu ia sedang bersepeda dan berpapasan langsung hingga kami melakukan perbincangan sesaat,"kata Cecep S.A

Selamat jalan Agus WS.**










 


Tasikplus-, Pohon tua yang tumbuh di sekitar jalur provinsi seperti di sejumlah titik ruas Jalan Tasikmalaya-Cipatujah akan mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan dan warga sekitar,  saat musim penghujan datang. Salah satunya  pohon Mahoni  yang tergolong pohon tua dan rawan tumbang. Ancaman itu datang saat turun hujat lebat disertai angin kencang. Para pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut harus ekstra hati hati serta warga disekitar kerap dihantui rasa ketakutan akibat rumahnya terancam tertimpa pohon.
Kekhawatiran warga dan para pengguna jalan tersebut bukan tanpa alasan. Banyaknya peristiwa pohon tumbang yang menimpa pemukiman serta menghalangi ruas jalan adalah satu bukti. Hingga warga yang berdomisili di sekitar pepohon tua rawan tumabang mendesak agar dinas terkait melakukan evaluasi.Langkah konkrit yang dimaksud adalah melakukan identivikasi kembali  keberadaan pohon tua dan sudah lapuk dimakan usia.

"Harapan kami, Pemprov  Jabar dan  Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas terkait  segera mengambil langkah tepat untuk menangani pohon pohon besar di sepanjang jalan Tasik-Cipatujah. Hingga tidak lagi menjadi ancaman baik bagi warga ataupun pengguna jalan," harap Imat, seorang warga Kec. Bantarkalong.

Ungkapan serupa juga disampaikan  seorang warga lainnya asal Kecamatan. Cibalong, Jajang. Menurutnya, di sepanjang ruas Jalan Cibalong terdapat ratusan pohon Mahoni yang telah  berumur puluhan tahun. Diantaranya ada  yang telah lapuk serta tua.  
 
Keberadaannya itu telah mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan dan warga. Dikatakannya, saat ini hujan lebat disertai angin kencang di wilayahnya kerap terjadi. Dan ancaman pohon tumbang yang tak jauh dari pemukiman warga menjadi kekhawatiran mereka. 

"Kami setuju kalau ada penebangan pohon tersebut agar tak lagi membuat warga was was saat hujan dan angin kencang terjadi. Karena tinggi pohon yang tumbuh di sepanjang jalan ada yang mencapai 15 meter lebih," tegasnya.** /ful/



Pemasangan label berupa stiker yang menunjukan identitas keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) di Kec. Bantarkalong mulai dilaksanakan Rabu (20/2/2020).
Pemasangan label bagi KPM di wilayah Kec. Bantarkalong pada delapan desa, yang telah direncanakan pendamping dan pemdes tersebut, mulai dilaksanakan di Desa Simpang, yang memiliki 190 KPM PKH. Selain para pendamping PKH, ikut menyertai dalam proses pemasangan label tersebut perwakilan Muspika, TNI/Polri, Pemdes, dan para ketua RT/RW.
Koordinator pendamping PKH Kec. Bantarkalong, Cecep Kusnandar MPd bersama pendamping PKH Desa Simpang, Mimma Fatmala STKeb, di sela-sela pemasangan label di sejumlah rumah peserta PKH di Kp. Ciasmin Desa Simpang mengungkapkan, pemasangan label merupakan kesepakatan dan kerja sama antara pemerintahan desa, muspika, dan pendamping PKH, yang dibuktikan dengan penanda tanganan berita acara pemasangan labelisasi KPM, untuk memperjelas status penerima manfaat PKH, agar lebih transparan dan tepat sasaran, sekaligus memudahkan pendataan fisik maupun psikologis mereka selama mereka menjadi penerima manfaat.
"Direncanakan seluruh penerima PKH di Kec. Bantarkalong akan dipasangi label, namun akan dilaksanakan bertahap. Untuk pelaksanaan awal di Desa Simpang dan Hegarwangi, yang masing-masing beranggotakan 190 KPM, dilanjutkan Desa Wangunsari dengan 367 KPM," ujar Cecep.
Kepala Desa Simpang, Budi Zaenal Abidin ditemui terpisah mengungkapkan, dirinya sangat setuju dengan kebijakan pemasangan labelisasi bagi penerima manfaat PKH dan program bantuan sosial lainnya, agar mempermudah pengawasan dan pembinaan.
Menurut Budi, pemasangan label keluarga pra sejahtera tersebut diyakini akan berdampak positif bagi penguatan psikologis penerima, untuk memanfaatkan bantuan sosial yang mereka terima untuk dimanfaatkan sesuai peruntukan, sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga mereka.
"Semoga dengan pemasangan labelisasi pada penerima bantuan sosial dari pemerintah makin mendorong mereka lebih giat dan fokus meningkatkan taraf hidup mereka, menjadi sejahtera berkat bantuan yang mereka terima sebelumnya," harapnya. ful



Belajar mengaji dan menimba ilmu di ruangan nyaris roboh, menjadi satu pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh santri Pondok Pesantren Al Barokah, Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

Bagaimana tidak, sejak berdiri 25 tahun lalu, hingga kini, bangunan pesantren yang terbuat dari bahan kayu dan bambu, tak pernah tersentuh renovasi. Karena termakan usia, kondisi bangunan gubuk pesantren kian memprihatinkan, bilik kayu yang sudah bolong, atap bocor, dan luas ruangan yang terbatas, sehingga membuat para santri harus rela berdesakan, bahkan sebagian diantaranya harus belajar diluar ruangan, dengan beralaskan tikar. Padahal, di pesantren tersebut,  terdapat 150 orang santri dari mulai tingkat TK hingga SMP yang tengah menimba ilmu.

Kini, para pengurus, santri, dan warga sekitar  di Ponpes Al Barokah dapat bernafas lega, pasalnya, salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kemanusiaan, yakni Aksi Cepat Tanggap atau ACT, melakukan renovasi atas bangunan ponpes tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Barokah, Tatang Zaelani, menyebutkan, ia seringkali merasa sedih saat melihat anak didiknya harus rela belajar diluar ruangan karena jumlah santri yang banyak, sementara luas ruangan yang terbatas.

“Sejak saya dan keluarga mendirikan pesantren ini, belum pernah di renovasi dan ukurannya segitu-gitu aja, kadang suka Ngeras Cukeri (merasa sedih) kalo ada santri yang rela belajar diluar ruangan, sekarang Alhamdulillah sudah menjadi bangunan yang kokoh, dan bisa menampung para santri untuk belajar dengan aman dan nyaman” ungkapnya

Sementara itu, Tim MSR ACT Tasikmalaya, M Fauzi, Senin (17/02) mengungkapkan, setelah kami bersama tim mendatangi pesantren Al Barokah, kini, kesedihan pak Tatang bersama santrinya berbuah manis. Saat ini pesantren Al Barokah sudah dibangun kembali, menjadi bangunan yang layak, kurang lebih membutuhkan waktu selama satu bulan, untuk menyelesaikan pembangunan pesantren ini.

“Kurang lebih waktunya sebulan, Alhamdulillah, kemarin sudah kami serah terimakan, dengan hadirnya pesantren ini, InsyaAlloh akan membawa manfaat lebih, khususnya bagi santri, dan warga sekitar pesantren." tuturnya

Mengingat, selain digunakan sebagai tempat belajar, pesantren ini juga menjadi tempat pertemuan masyarakat sekitar, seperti posyandu, pengajian ibu-ibu dan lainnya. Selain, membangun gedung pesantren, tim MSR ACT Tasik, melengkapinya dengan sejumlah perlengkapan, seperti karpet, rak untuk menyimpan Al -Qur’an, serta kipas angin. Pid




Dalam beberapa bulan terakhir, peristiwa pohon tumbang di Kota Tasikmalaya kerap terjadi, bahkan sampai merenggut korban jiwa. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagian besar pohon yang ada, kondisinya memprihatinkan, dan berpontensi tumbang. Untuk itu, perlu penanganan serius dari semua pihak, sesuai dengan wilayah kerja dimana pohon tersebut berada.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar Surahman saat ditemui di kantornya, Selasa (18/02/2020) menjelaskan di musim hujan seperti saat ini, diprediksi banyak menimbulkan potensi bencana Hidrometrologis, yang masih bisa kita amati, seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, petir, dan lainnya. Namun, ada satu yang tidak bisa kita amati, yakni bencana Geologis. Hal ini perlu di sosialisasikan kepada masyarakat, bahwa penanganan bencana ini merupakan tanggungjawab bersama, dan mari kita amati bersama.

Lanjutnya, mengingat potensi hujan yang turun belakangan ini, intensitasnya cukup lebat, kami menghimbau, ketika hujan deras, terutama disertai angin, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas diluar rumah, dan hindari berteduh dibawah pohon, karena sebagian besar pohon yang ada saat ini, kondisinya banyak sudah tua,  lapuk, kurang pemeliharaan, dan perlu peremajaan, sehingga rawan tumbang.

Kita dapat petakan sesuai dengan wilayah kerja instansi terkait, ada Dinas PUPR Propinsi, jalan nasional, dan ada yang menjadi wilayah kerja Perawaskim Kota Tasik, kami sudah melakukan identifikasi, mana pohon yang harus dipelihara, ditebang, diremajakan, dan mana pohon yang sudah dipangkas. Dari jumlah pohon yang ada, sebagian besar rawan tumbang. Atas kondisi tersebut, tentu, kita juga tidak ingin menyalahkan salah satu institusi. terangnya

Untuk melakukan pemeliharaan, peremajaan, dan lainnya membutuhkan anggaran, perlu disampaikan, bahwa BPBD tidak memiliki anggaran untuk itu. Namun dengan semangat dan tekad yang kuat, demi keselamatan warga, kami lakukan itu semua.

Kami berharap, stakeholder lainnya, baik Dinas Perawaskim, Dinas LH, PUPR Propinsi, dan Nasional, turut memikirkan persoalan ini. Saat ini sedikitnya ada 40-50 pohon yang memerlukan penanganan khusus, salah satunya berada disepanjang Jalan Nasional Letjen Ibrahim Ajie Indihiang, banyak pohon yang diselimuti oleh benalu.

Sebetulnya pohon tersebut masih dapat tumbuh dengan baik, jika tidak dipelihara, kalau dibiarkan tidak begitu saja, tidak dirawat, tentu akan mempercepat pengeroposan pada pohon tersebut. Maka dari itu, perlu perhatian serius dari semua pihak terkait, guna menyikapi permasalahan ini. tandasnya.  Pid



 
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan ragam upaya guna peningkatan layanan kepada para pelanggan. Baru-baru ini,  PDAM, menerima bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum berupa pergantian pipa utama sepanjang 1,2 kilometer.

Bantuan tersebut, tentu tidak didapat dengan begitu saja, Direksi PDAM Tirta Sukapura sebelumnya coba meyakinkan pemerintah pusat, akan kondisi jaringan pipa utama milik PDAM yang harus segera diganti, mengingat kondisi pipa utama saat ini, sudah berusia puluhan tahun.

Direktur Utama Ir Wawan Darmawan MM, didampingi Direktur Umum Mohamad Alie Imran SE, bersama Direktur Teknik Didin Syahidin ST, saat ditemui di kantornya, Rabu (19/02) pekan lalu mengungkapkan sebelumnya kami sudah melakukan peningkatan kapasitas distribusi untuk wilayah Utara Kota Tasik, mencakup perumahan Mitra Batik, perum Tajur, Cisalak, Bumi Asri, dan daerah sekitarnya.

Alhamdulillah, dengan adanya peningkatan dijalur tersebut (Ir H Juanda) target distribusi air selama 18 jam sudah terpenuhi, sebelumnya, paling hanya mampu distribusi selama enam jam saja. Kemudian, pergantian pipa utama jalur SL Tobing, untuk jalur distribusi Paseh sampai ke Manonjaya, itu juga sama terjadi peningkatan pelayanan, dari semula hanya enam jam, kini menjadi 18 jam, bahkan ada yang 24 jam juga. terangnya.

Lanjutnya, masih dalam rangka optimalisasi peningkatan layanan kepada pelanggan, tahun ini rencananya ada dua paket kegiatan, mudah-mudahan terealisasi. Kabarnya sudah masuk dalam rencana kegiatan pemerintah pusat, dalam hal ini kementrian PUPR, ditahun ini. Kegiatannya sama, berupa revitalisasi pipa  utama untuk distribusi wilayah Cibeureum, dan sekitarnya, mulai dari optik Orbita di jalan Hz Mustofa, sampai kantor kecamatan Cibeureum (lapang Karangsambung), kurang lebih sepanjang tujuh kilometer.

Ia menyebut, kami sudah sampaikan ke pemerintah pusat, terkait kondisi pipa utama distribusi air, yang harus segera dilakukan revitalisasi, mengingat usianya sudah puluhan tahun, sejak dibangun pada tahun 1982/1983, dan masih menggunakan pipa lama jenis ACP. Penggunaan pipa ini sudah tidak direkomendasikan lagi, mengingat tidak ada lagi pabrik yang memproduksi pipa jenis ini, imbasnya ketika terjadi kebocoran kami sedikit kesulitan dalam menanganinya. tuturnya

Didin menambahkan, seluruh pipa utama lama ini nantinya akan diganti pipa PE, kami sudah usulkan ke Kementrian PUPR, namun karena anggaran di pusat juga terbatas, jadi pembangunannya dilakukan secara bertahap, disesuiakan dengan skala prioritas, yang baru teralisasi di jalur Juanda, dan SL Tobing. Sementara rencana pembangunan pipa utama distribusi jalur timur, saat ini dalam tahap koordinasi masalah ijin, khususnya ijin penggunaan jalan.

"Jika pembangunan pipa utama untuk distribusi wilayah timur ini terealisasi, maka baru lima persen pipa utama lama yang sudah diganti dengan pipa baru". Soal berapa besar anggaran untuk rencana pembangunan pipa baru, kita tidak tahu, sepenuhnya kewenangan pusat, kami hanya penerima manfaat saja". bebernya

Lebih lanjut, ia menuturkan, selain melakukan revitalisasi pipa utama, guna memenuhi kebutuhan pelanggan, tahun ini akan bangun Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) baru, berlokasi di Linggamulya Ceumceum Kecamatan Sukarame, dengan kapasitas 20 liter perdetik, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air warga di kecamatan Sukarame, diperkirakan dapat melayani 2 ribu konsumen.

Selain itu, rencana lainnya kita akan menambah instalasi pengolahan air memanfaatkan sungai Ciwulan, lokasinya berada didepan komplek gedung Bupati, dengan kapasitas 250 liter perdetik. Saat ini sudah melangkah ke proses Surat Ijin Pengambilan Air (SIPA), tahun ini kita buatkan dulu DED nya sebagai salah syarat usulan ke Kementrian PUPR. jelasnya

"Jika instalasi pengolahan air Ciwulan ini terealisasi, InsyaAlloh dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di Kota dan Kabupaten Tasik, diperkirakan dapat melayani sebanyak 20 ribu pelanggan". Itulah beberapa rencana dan upaya kami dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan air minum untuk warga. pungkasnya. Pid

Tasikplus,- Dianggap aman memarkir motor beserta helm di Kantor Redaksi Tasikplus kawasan Jln. Benda Kota Tasik, satu unit helm merk NHK warna merah milik redaktur Tasikplus diembat maling, Jumat (21/2).
Peritistiwa itu terjadi saat sepeda motor beserta helam diparkir di halam kantor dan  ditinggal pemiliknya selama satu jam setengah.
"Saat saya mau pulang helm sudah hilang," ungkap Budi S. Ombik
Jalan Benda berada di sekitar Jalan Sutisna Senjaya atau berada di kawasan  perkantoran bank. Peristiwa bermula saat pemilik  helm masuk kerja. Tanpa merasa curiga  motor beserta helmnya diparkir di dalam halaman. Karena halaman  Kantor Tasikplus memakai pagar besi yang terkunci.
Menurut penjaga Kantor Tasikplus, Maman, kawasan Jalan benda merupakan kawasan ramai kendaraan bermotor juga lalulalang pejalan kaki,
"Disini pintu pagar selalu tertutup. Dan saat kejadian kemungkinan pintu pagar terbuka," katanya.**





Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura merupakan salah satu perusahaan daerah milik Pemkab Tasikmalaya, kiprahnya sudah cukup lama, berdiri sejak tahun 1925, hingga kini, tercatat PDAM Tirta Sukapura telah memiliki pelanggan setia lebih dari 43 ribu.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan, Direksi PDAM Tirta Sukapura terus melakukan sejumlah terobosan, teranyar melakukan penggantian pipa transmisi utama di dua lokasi, Juanda, dan Jalan SL Tobing. Selain penggantian pipa utama, juga dibangun instalasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Sukaresik, berlokasi di Kampung Pasirhuni Kecamatan Ciawi.

Direktur Teknik Didin Syahidin ST, saat berbicangan ringan dengan /Tasikplus/ di kantornya, Rabu pekan lalu, didampingi Direktur Utama Ir Wawan Darmawan MM serta Direktur Umum Mohamad Alie Imran SE menjelaskan sejumlah upaya tengah kami lakukan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan, mulai dari mengganti pipa transmisi utama yang lama, dan membangun SPAM IKK.

Dari total 96 kilometer pipa utama yang perlu di revitalisasi, saat ini baru sekitar 5 persen saja yang sudah diganti dengan pipa baru. Jumlah tersebut termasuk dengan rencana penggantian pipa untuk jalur distribusi wilayah timur Kota Tasik, mulai dari depan Optik Orbita, sampai dengan kantor Kecamatan Cibeureum.

Berikut ulasan lengkap perbincangan dengan Direksi PDAM Tirta Sukapura yang akan segera mengakhiri masa jabatannya Minggu ini.

Beberapa bulan lalu, sempat terpantau aktivitas penggantian pipa PDAM dibeberapa titik, bisa dijelaskan?

Baik, itu kegiatan penggantian pipa transmisi utama, untuk distribusi jalur Utara Kota Tasik (Indihiang, Cipedes), dan untuk daerah paseh dan sekitarnya. Semua dikerjakan oleh Kementrian PUPR atas usulan kami sebelumnya, kita hanya sebagai penerima manfaat saja. Perlu diketahui, saat ini kondisi pipa transmisi utama perlu segera dilakukan revitalisasi, mengingat usia pipa saat ini sudah hampir 40 tahun, sejak dibangun pada tahun 1982/1983, dan masih menggunakan pipa model lama jenis ACP. Saat ini penggunaan pipa jenis itu sudah tidak direkomendasikan, mengingat tidak ada lagi pabrik yang memproduksinya, sehingga akan menyulitkan dalam penanganan ketika terjadi kebocoran, nantinya akan diganti dengan pipa PE. Selain penggantian pipa transmisi utama, tahun lalu, dibangun juga instalasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Sukaresik, yang berlokasi di kampung Pasirhuni Kecamatan Ciawi, SPAM tersebut dapat melayani untuk 1.800 konsumen. Tahun ini, rencananya akan kembali dibangun SPAM IKK di kampung Linggamulya Kecamatan Sukarame, berkapasitas 20 liter perdetik, untuk 2 ribu konsumen, saat ini dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Selain itu, akan ada penggantian pipa transmisi utama, untuk jalur distribusi wilayah timur, mulai dari Optik Orbita, hingga kantor kecamatan Cibeureum, kurang lebih sepanjang tujuh kilometer.

Selain penggantian pipa baru, dan pembangunan SPAM IKK, adakah upaya lainnya guna peningkatan layanan kepada pelanggan?

Jelas ada, mengingat sumber air baku yang kami miliki saat ini jumlahnya masih terbatas, rencananya kita akan kembali membangun instalasi pengolahan air, memanfaatkan sumber air dari sungai Ciwulan, dengan kapasitas 250 liter perdetik, lokasinya berada di dekat kantor gedung Bupati. Saat ini kita sudah melangkah untuk mengurus Surat Ijin Pengambilan Air atau SIPA. Setelah itu, PDAM bersama pemerintah daerah akan sama-sama membahas untuk dibuatkan Detail Enginering Design (DED) instalasi pengolahan air, sebagai salah satu syarat untuk pengajuan ke Kementrian PUPR. Jika instalasi Ciwulan ini terealisasi, maka kita dapat memenuhi kebutuhan air minum warga untuk kota Tasik mencakup kecamatan Kawalu, Tamansari, dan Cibeureum, dan kabupaten Tasikmalaya, untuk daerah Singaparna dan sekitarnya, dengan jumlah 20 ribu pelanggan. Selain itu, kita juga berencana meningkatkan
kapasitas instalasi pengolahan air lengkap di Bantarkalong, dari semula berkapasitas 20 liter perdetik, di upgrade, kita tingkatkan 25 liter, menjadi 45 liter perdetik, sumbernya dari sungai Cilangla. Kenapa di upgrade? saat ini stok air yang ada dirasa masih kurang, seiring dengan meingkatnya kebutuhan masyarakat.

Saat ini, sumber air baku yang digunakan PDAM, bersumber dari mana saja?

Sumber air baku PDAM, ada yang berasal dari sumber mata air, ada juga dengan sistem pengolahan, untuk pengolahan lokasinya di Kecamatan Bantarkalong, sementara kalau yang bersumber dari mata air, diantaranya dari Cipondok Leuwisari, Pasirhuni Ciawi (SPAM IKK Sukaresik), Pagerageung, dan Indihiang,

Ada rencana pengembangan sumber air baku  PDAM?

Pada dasarnya, pemerintah daerah melalui PDAM harus membebaskan sumber-sumber mata air, tapi kami juga tidak bisa apa-apa ketika keberadaan sumber mata air tersebut, sudah lebih dulu dimanfaatkan oleh warga, kalau yang tidak dimanfaatkan sama sekali, kami coba bebaskan, salah satunya sumber air baku yang sudah dibebaskan tahun 2016 ada di wilayah Kecamatan Ciawi, dengan kapasitas 25 liter perdetik, tapi sejauh ini belum ada rencana pengembangan sumber air baku tersebut, sementara jadi aset cadangan PDAM.

Sampai saat ini, berapa banyak warga yang terlayani oleh PDAM?

Sampai saat ini PDAM baru bisa melayani kebutuhan air minum warga, 28 persen di kota Tasik, 5 persennya warga kabupaten Tasik, jadi masih banyak warga yang belum mendapat pelayanan PDAM secara langsung. Sementara beberapa kecamatan di Kab. Tasik  merupakan daerah rawan air bersih, dan PDAM harus masuk disitu. Berdasarkan pemetaan kami, daerah rawan air bersih di Kab. Tasik, diantaranya Kecamatan Bantarkalong, Karangnunggal, Pagerageung, Ciawi, sukaresik, Sukarame, dan beberapa daerah lainnya. Targetnya PDAM menyasar seluruh daerah rawan air bersih, tentu dengan memperhitungkan nilai keterjangkauan terhadap pelanggan, salah satu upayanya dengan membangun SPAM IKK.

Terakhir, kalau melihat jumlah warga yang terlayani, persentasenya masih cukup kecil, pendapat anda?

Betul memang, kami bukan tidak ingin meningkatkan jumlah pelanggan, namun kemampuan kami yang terbatas, ditambah ketersediaan air baku juga sama terbatas. Kalau permintaan untuk pemasangan baru, khususnya dari warga kota Tasik cukup banyak, sampai sekarang masih ada yang belum terlayani, ini pun kami sudah hampir satu bulan dilakukan moratorium atau pemberhentian sementara pemasangan baru. Mudahan-mudahan dengan sejumlah terobosan yang tengah kami gagas ini, dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Pid



Deni R Sagara terpilih jadi Wabup Tasikmalaya, dengan memperoleh suara terbanyak 36, dan rivalnya Heri Ahmadi memperoleh 10 suara, sedangkan abstain 3, pada Pemilihan Wakil Bupati Tasikmalaya di gedung dewan, Senin (24/2-2020)

Sebelumnya,  SK DPP PAN turun kepada Deni R Sagara tentang pengisian wakil bupati, termasuk PKS SKnya kepada Heri Ahmadi. tim



Penanganan sampah di Kabupaten Tasikmalaya masih menjadi persoalan klasik yang tak kunjung tuntas. Sejauh ini, pemkab belum menjadikan penanganan sampah sebagai prioritas garapan. Dari jumlah total produksi sampah warga perhari, pemkab baru mampu melayani 13 persennya saja.

Kepala Bidang Pengurangan dan Penanganan Persampahan, Pengelolaan Limbah B3, Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Lingkungan Hidup H Endang Syahrudin ST MM saat ditemui di kantornya, Rabu (12/02) pekan lalu menuturkan dengan segala keterbatasan yang ada, sampai saat ini kami belum bisa optimal menangani persoalan sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Tasikmalaya.

Selain karena armada pengangkut sampah yang masih jauh dari kata ideal, prilaku warga dalam membuang sampah pun menjadi kendala tersendiri dalam upaya penanganannya. Perlu peran serta semua pihak, agar persoalan sampah ini dapat teratasi.

Berikut ulasan lengkap perbincangan Tasikplus dengan mantan Kepala Bidang Jasa Kontruksi, yang kini menjadi salah satu pejabat di Dinas Lingkungan Hidup.


Berbicara soal layanan angkut sampah, saat ini berapa jumlah armada yang ada, sudah sesuai kebutuhan, atau masih jauh dari ideal?

Sampai saat ini, kita baru punya sepuluh unit armada pengangkut sampah, itu pun dua diantaranya sering mogok, jadi yang berfungsi optimal hanya delapan unit saja. Jumlah tersebut masih jauh dari kata ideal, total kebutuhan armada angkut sampah, minimal kita harus punya 40 unit.

Jika demikian, berarti layanan angkut sampah warga belum optimal?

Betul, kami hanya baru bisa melayani 13% dari total produksi sampah warga tiap harinya. Itu pun belum merata di 39 kecamatan, armada yang ada pun, hanya beroperasi di tiga kecamatan, Singaparna, Ciawi, dan Manonjaya, itu pun belum mampu melayani 100% produksi sampah warga tiap harinya. Maka tidak heran, meski sudah diangkut oleh petugas, dibeberapa titik tumpukan sampah tetap ada. Terlebih, kemampuan layanan angkut armada kita cukup terbatas, salah satunya untuk wilayah Ciawi, petugas kita hanya mampu mengangkut sampah satu rit saja, mengingat jarak ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Nangkaleah cukup jauh.

Selain keterbatasan armada, kendala lain dalam penanganan sampah di Kab. Tasik?

Sebetulnya tidak akan selesai dengan ketersediaan armada saja, prilaku masyarakat  dalam membuang sampah juga harus diubah. Jadi persoalan sampah ini komplek, konsep penanganannya harus benar-benar matang, salah satunya, bagaimana menggerakkan komunitas peduli lingkungan yang ada di desa, guna mengedukasi masyarakat, disoal penanganan sampah, bisa dengan cara dibakar, dipilah, atau didaur ulang menjadi kompos, agar sampah yang diangkut oleh petugas itu, sampah yang sudah tidak bisa di apa-apakan lagi. Selain itu, ada juga komunitas bergerak mengelola bank sampah, namun beberapa diantaranya tak berlangsung lama, terpaksa harus tutup, karena tak mampu menutupi biaya operasional. Catatannya, bagi siapapun yang ingin mengelola bank sampah, ia harus benar benar pejuang lingkungan, jangan berpikir profit, kalau yang motifnya ekonomi, jangan harap mendapat untung lebih, yang ada hanya akan terkuras oleh kebutuhan Opersional, biayanya cukup besar.

Tadi teratensi soal keberadaan komunitas peduli lingkungan, saat ini ada berapa jumlahnya?

Detailnya kita belum punya, saat ini pun kita tengah mendata jumlah komitas pejuang lingkungan yang ada di Kabupaten Tasik, rencana kedepan, akan kita satukan dalam sebuah forum, supaya lebih sinergi.

 Terakhir, harapan untuk semua pihak, terkait penanganan lingkungan di kab tasik?

Penanganan lingkungan harus menjadi perhatian prioritas semua pihak, terlebih kita semua sebagai penghasil dampak lingkungan,   jadi tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja, semua ikut terlibat, turut memikirkan, mendukung program percepatan penanganan lingkungan, jika semua bergerak, tidak akan berat dalam menangani persoalan ini. Pid


Hujan lebat disertai angin kencang membuat pepohonan pada tumbang. Contohnya, SDN 3 Cigorowong di Kedusunan Sukamaju, Desa Sukamukti, Kec.Cisayong, Kab.Tasikmalaya, sekitar 4 ruang kelas rusak parah, akibat tertimpa reruntuhan pohon, yang tumbang menimpa bangunan sekolah tersebut.
Aris Riswandi SPdI, guru pengajar bagian agama ditemui usai bersih-bersih di halaman sekolah, Selasa (04/02-2020) mengatakan, kejadian angin puting beliung disertai hujan deras terjadi sangat singkat dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 15.00.
Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut, hanya saja kerugian ditaksir sekitar 50 juta rupiah untuk dua ruang kelas, yang sangat parah, dan dua ruang kelas rusak ringan.
Menurut guru lainnya, H. Ahmad Daryono SPd, memang bangunan yang 4 kelas itu sudah rusak parah. Atapnya saja sudah ditopang , dan kondisi seperti ini sangat menghawatirkan, khususnya pada saat kegiatan belajar mengajar seandainya turun hujan.
“Selain atapnya yang sudah lapuk dan bocor, keadaan tersebut sangat dikhawatirkan,  soalnya akhir-akhir ini sering terjadi hujan d ipagi hari, sehingga sebagian siswa harus pindah ke tempat yang tidak bocor,” ujarnya.
Ahmad berharap, agar pemerintah terkait segera melihat kondisi kami. “Kasihan siswa kami sering kali kehujanan saat kegiatan belajar. Selain yang 4 ruang rusak parah, yang satu ruang juga sudah tidak layak pakai, tinggal satu ruang kelas 6 yang masih layak pakai," tegasnya. dra


Direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo terus meningkatkan sarana dan prasarana yang ada, hal itu guna memberikan  pelayanan maksimal kepada masyarakat. Selain pembangunan gedung baru rawat inap untuk kelas III, tahun lalu kembali dibangun satu gedung baru Mitra Batik untuk memenuhi pasien kelas II dan VIP.

Namun dengan adanya regulasi rujukan berjenjang untuk pasien BPJS, membuat angka kunjungan pasien ke RSUD menurun drastis. Kini, agar RS plat merah ini tetap eksis dalam melayani masyarakat, keberadaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan diperkuat.

Direktur RSUD dr Soekardjo dr H Wasisto Hidayat MKes saat ditemui di kantornya, Rabu (05/02) mengatakan seperti diketahui, dengan adanya aturan rujukan berjenjang, dalam beberapa waktu terakhir RS pemerintah tak dapat melayani warga secara langsung, kecuali yang sifatnya gawat darurat. Imbasnya angka kunjungan pasien baik rawat jalan atau rawat inap berkurang drastis.

Agar keberadaan RS pemerintah ini tetap eksis dalam melayani warga secara langsung, maka kami akan memperkuat keberadaan Instalasi Gawat Darurat atau IGD. Seperti apa? Nantinya di IGD itu akan dibagi tiga zona, ada zona merah, zona kuning, dan zona hijau.

Penasaran? Seperti apa hasil perbincangan Tasikplus dengan orang nomor satu di RS milik Pemkot Tasikmalaya, berikut ulasan lengkapnya.

Boleh diungkap, saat ini garapan program yang tengah dijalankan?

Baik terimakasih, sebelumnya, seperti yang sudah diketahui bahwa saat ini ada yang namanya rujukan berjenjang, dimana pasien BPJS tidak bisa dirujuk langsung dari fasilitas kesehatan dasar ke RS Tipe B, harus melalui RS Tipe C dulu, yang tak lain adalah RS swasta. Salah satu dampaknya, selain pengurangan pasien rawat inap, jumlah pasien poli klinik yang ada di RSUD juga turut  berkurang, sementara pasien yang bisa langsung dirujuk ke RS Tipe B, adalah pasien dengan status gawat darurat. Oleh sebab itu, agar RS Tipe B ini tetap eksis, maka salah satu solusinya adalah fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus diperkuat. Di beberapa RS Tipe B di derah lain seperti itu, Sukabumi, dan Tulungagung, agar RS pemerintah tetap eksis dan tetap bisa melayani masyarakat secara langsung, peran IGD nya diperkuat. Terlebih pak Wali Kota juga minta agar RSUD kembali aktif melayani masyarakat.

Persisnya seperti apa memperkuat IGD tersebut?

Nantinya di IGD akan dibagi zona perawatan pasien, ada ruangan, zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Zona merah untuk pasien gawat dan darurat, dengan kata lain pasien tersebut perlu mendapat pertolongan dengan cepat dan segera, kalau zona kuning pasien darurat tapi tidak gawat. Kemudian kalau ada pasien yang sudah tanggung masuk ke RSUD tapi dia tidak gawat dan tidak darurat, maka masuk di zona hijau. Selama ini kan yang masih jadi keluhan itu, banyak pasien masuk ke RSUD tapi IGD nya tidak sanggup menampung, karena kemampuan daya tampung IGD kita paling cuma 10-12 pasien saja, kalau dipaksakan sampai puluhan pasien akan berjubel, jadi kurang manusiawi. Untuk itu, ruang IGD akan kita perluas, dibelakang ada ruang utama lama, nantinya akan difungsikan sebagai IGD sehingga mampu menampung pasien sampai 40 orang.  Selain perluas ruangan IGD, dalam rangka optimalisasi layanan, untuk pasien darurat tapi tidak gawat, penanganan pertama di IGD maksimal empat jam, bahkan jika dimungkinkan cukup dua jam, tentu dengan mempertimbangkan kondisi pasien, jika kegawatdaruratannya sudah bisa ditangani, maka bisa dilanjut ketahap perawatan.

Selain perkuat peran IGD, program lainnya barangkali?

Masih berkaitan dengan pengembangan IGD, program lainnya adalah membangun kerjasama dengan Dinas Kesehatan, dan pak Wali pun sudah memberi arahan, seperti diketahui bahwa Dinkes punya program layanan kegawatdaruratan SiCetar 119. Jadi ketika pasien sudah dilakukan pemeriksaan awal di puskesmas, karena pasien tersebut gawat darurat, bisa langsung merujuknya ke rumah sakit tipe B, mengingat pasien gawat darurat itu bisa langsung ditangani RS mana saja, tidak hanya RS Tipe B, bisa langsung ke RS Tipe A juga. Salah satu tujuan kerjasama SiCetar ini, agar keberadaan RS pemerintah tetap eksis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih dengan adanya regulasi berjenjang, pasien banyak dirujuk ke RS Tipe C yang semuanya merupakan RS swasta, dengan adanya kerjasama ini, mudah-mudahan akan kembali menghidupkan RS pemerintah.

Terakhir, berbicara ruang rawat yang tersedia saat ini, sudah cukup kah?

Kita punya 200 tempat tidur untuk pasien kelas III, itu pun masih kurang, ternyata untuk pasien penyakit dalam masih kurang, untuk itu kita siapkan di gedung Mitra Batik yang baru selesai dibangun, satu lantai untuk pasien tidak mampu. Selain itu, perlu diketahui, untuk pasien kelas III yang ingin tetap mendapat haknya, namun pada saat masuk RSUD tidak kebagian ruang rawat sesuai kelas, kemudian perawatannya naik di kelas II, pasien tidak akan dikenakan biaya lebih, alias gratis. Pid



Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa uji kendaraan bermotor atau KIR, serta pemanfaatan layanan terminal dan parkir, Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan pembenahan disektor layanan publik tersebut.

Asep Darisman Kepala Dinas Perbuhungan yang baru dilantik belum lama ini, saat ditemui di kantornya, Selasa (21/01) pekan lalu mengungkapkan sebagai salah satu upaya optimalisasi layanan kepada masyarakat, kami bersama rekan-rekan, tengah melakukan upaya pembenahan disektor layanan publik.

Salah satunya, perubahan sistem layanan pada uji kendaraan atau KIR, dari sistem manual, kini diubah menggunakan sistem digital. Dengan sistem yang baru ini, kita memiliki basis data yang lebih akurat, berkenaan dengan jumlah kendaraan yang diuji.

Selain itu, kita juga akan lakukan penataan sejumlah terminal yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, termasuk dengan pengelolaan parkirnya. 

Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian Humas ini pun menjelaskan ihwal upaya yang tengah ia dan jajarannya lakukan, berikut ulasan lengkapnya.

Sebagai pimpinan baru di OPD ini, program apa yang tengah anda beserta jajaran jalankan saat ini?

Baik terimakasih, ada beberapa garapan yang saat ini tengah menjadi fokus kami, salah satu yang sudah direalisasikan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,  yakni mengalihkan uji kendaraan bermotor, dan angkutan barang atau KIR, dari sistem manual ke digital. Keuntungan sistem ini, kita memiliki data yang lebih valid, tersimpan dalam sebuah aplikasi khusus. Pada pola lama, setelah uji, para pemilik kendaraan diberi buku KIR, dengan sistem baru ini, pemilik kendaraan hanya diberi semacam kartu ATM, yang didalamnya tersimpan data base, dan kita tempel stiker yang sudah dilengkapi dengan barcode pada kendaraan yang sudah diuji. Dengan sistem baru ini, petugas kita lebih mudah dalam melakukan pengecekan, apakah kendaraan tersebut sudah di uji KIR atau belum. Untuk mengeceknya, kita menggunakan aplikasi khusus melalui smartphone, dan tinggal di scan barcode pada stiker KIR. Selain itu, kedepan, dari sekian banyak kendaraan bermotor di Kabupaten Tasik yang di uji KIR,  sebagai upaya pengendalian kepatuhan uji, kita akan kirim surat pemberitahuan masa uji KIR kepada pemilik kendaraan, termasuk akan ada pemberitahuan melalui aplikasi smartphone, semacam pesan singkat atau SMS.

Persisnya mulai kapan sistem ini diberlakukan?

Saat ini, kita masih proses uji coba, yang sudah dilaksanakan sejak pekan kemarin, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala, kalau ini sudah mendekati kesempurnaan, kami akan minta secara simbolis pak Bupati untuk meresmikannya.
Untuk alatnya sendiri, kita beli dari luar Negeri, buatan Prancis, senilai Rp 5 Miliar. Tak hanya sekedar membeli alatnya saja, petugas kita juga diberi bimbingan teknis langsung oleh perusahaan penyedia barang, termasuk pemahaman dasar merawat alat tersebut. Kalau ada kerusakan yang kecil, petugas kita bisa membetulkannya, cuma kalau kerusakannya berat, ada teknisi khusus.

Selain optimalisasi layanan, perubahan sistem ini barangkali ada kaitan dengan peningkatan PAD?

Kalau ke peningkatan PAD tidak terlalu berpengaruh, hanya sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, menjadi pra syarat dari Kementrian Perhubungan, bahwa sistem digital dalam uji KIR ini harus diterapkan ditiap daerah.

Selain perubahan sistem layanan uji KIR, yang tak kalah jadi perhatiannya adalah soal penataan terminal, bagaimana komitmen anda kedepan?

Betul memang, saat ini keberadaan 14 terminal yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, tak berfungsi optimal, untuk itu, kita akan inpentarisir permasalahan yang ada, kemudian, akan kita benahi. Tak hanya terminalnya yang kita benahi, termasuk pengelolaan parkirnya.

Berdasarkan hasil masukan dari internal, apa yang menjadi kendala, sehingga fungsi terminal ini tak optimal?

Pengamatan kami lebih banyak di human eror, kalau sistem, rasanya sudah cukup baik, mulai dari pengawasan, pengendalian, dan pungutannya. SDM yang ada juga terbatas, begitu pun dengan sarana prasarana yang ada, juga masih kurang. Tak hanya itu,  insentif pegawai pun masih sangat minim. Bicara target pendapatan dari terminal dan parkir memang tidak besar, kedepan, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk mendongkrak PAD, mengingat sektor ini cukup potensial. Saat ini kontribusi ke PAD dari Dishub sebesar Rp 2,6 Miliar, meliputi parkir, terminal, dan uji KIR.

Berbicara soal penataan terminal, yang tak kalah mendapat sorotan adalah keberadaan terminal Singaparna, wacana pemindahannya sudah cukup kuat, kabar terkininya seperti apa?

Kalau tidak salah, pembebasan lahan untuk lokasi untuk relokasi terminal dan pasar Singaparna di wilayah Padakembang tepatnya dijalur Cisinga sudah selesai, tinggal pembangunannya, kalau tidak salah rencananya tahun 2021. Seiring dengan rencana pemindahan terminal Singaparna, kita akan ajak para pengusaha untuk sama sama mengelola terminal, jangan sampai pemindahan terminal ini menimbulkan masalah, misal jadi sepi. Dengan adanya kesepakatan bersama para pengusaha angkutan, dapat turut menghidupkan terminal yang baru, seiring dengan rencana pengembangan kawasan wisata gunung Galunggung, kalau tidak salah, kedepan,  wisatawan tidak diperkenankan untuk membawa kendaraannya masuk kawasan Galunggung, nantinya akan diparkir di terminal baru Padakembang, sementara, akses ke Galunggungnya akan diangkut menggunakan kendaraan khusus wisata. Pid



Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman (PUTRPP) terus berupaya menuntaskan pembangunan komplek Wisma Haji. Saat ini sejumlah sarana pelengkap, seperti Gedung Islamic Center, dan  bangunan gedung sekretariat bersama Ormas Islam Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk pembangunan gedung Islamic Center dan bangunan gedung Ormas Islam,  Pemkab Tasikmalaya menggelontorkan anggaran sebesar Rp 20 Miliar, pembangunannya dilakukan dalam satu tahap pengerjaan.

Saat ini, Dinas PUTRPP tengah berupaya untuk menuntaskan pembangunan Wisma Haji, yang rencananya akan dibangunan sebanyak tiga gedung, berlantai dua dan empat. Dari target tiga gedung, saat ini baru selesai dibangun satu gedung.

Selain itu, Dinas PUTRPP juga melakukan penataan pada kawasan Mesjid Agung Baiturrahman, dengan sarana pelengkap lainnya, berupa taman mesjid, masing-masing pembangunannya menghabiskan anggaran sebesar Rp 15 Miliar.

Kepala Bidang Tata Bangunan Yapit ST didampingi Kasi Perencanaan Agus, saat ditemui di kantornya, Selasa (07/01) menuturkan saat ini kami terus berupaya untuk menuntaskan pembangunan komplek Wisma Haji, sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang sudah dibuat.

Bangunan pelengkap yang sudah ada saat ini diantaranya gedung Islamic Center, dan bangunan gedung untuk Organisasi Islam. Untuk wisma haji akan dibangun di area  belakang gedung Islamic Center sebanyak tiga gedung. Terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari tiga bangunan gedung wisma haji yang direncanakan, saat ini kita baru menuntaskan satu bangunan gedung wisma haji, dengan sarana pelengkap lainnya berupa miniatur K'abah (tempat Tawaf) dan tempat Sa'i, hal itu untuk mempermudah calon jamaah haji melakukan kegiatan manasik.

Karena keterbatasan anggaran, pembangunan satu gedung wisma haji ini dilakukan dalam dua tahap, tahun 2018 sebesar Rp 8 Miliar, di 2019 sebesar 5 Miliar rupiah, bersumber anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bantuan Pemerintah Propinsi atau Banprop, baru 13 Miliar dari rencana total anggaran 40 Miliar.

Ia menambahkan, kami akan terus berupaya dan berharap, agar pembangunan wisma haji ini tuntas sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan, di RPJMD pembangunan komplek wisma haji ini ditarget selesai pada tahun 2021, untuk mewujudkannya, tergantung kebijakan pimpinan dan ketersediaan anggaran.

Kapasitas wisma haji ini dapat menampung per satu kloter jemaah haji sebanyak 450 orang, dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti Aula, Ruang makan, dan sarana pendukung lainnya. Satu blok masa (gedung), ada yang dua lantai ada yang empat. Untuk wisma haji yang sudah jadi saat ini berlantai dua, dengan kapasitas daya tampung sebanyak 50 jemaah haji. Pungkasnya. Pid



Selain karena alokasinya tersedot untuk memenuhi kebutuhan anggaran pemilihan kepala daerah atau Pilkada Bupati/Wakil Bupati, beredar kabar bahwa Pemkab Tasikmalaya didera defisit keuangan, sehingga berdampak pada pengurangan anggaran untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab. Namun hal itu ditepis Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

Kepala Bidang Anggaran Kadir SSos saat ditemui di kantornya, Rabu (29/01) menjelaskan kalau melihat dari persentasi penerimaan Pendapatan Daerah Kabupaten Tasikmalaya dari berbagai sumber, justru terjadi peningkatan. Memang tidak dipungkiri, ada beberapa sumber pendapatan seperti dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang jumlahnya mengalami penurunan, namun tidak terlalu signifikan, kemudian, dari Dana Insentif Daerah atau DID, yang pada tahun lalu kita mendapat DID sebesar Rp 31 Miliar, tahun ini kita tidak mendapatkan, seiring dengan raihan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporan pengelolaan keuangan Pemkab.

DID diberikan sebagai reward kepada daerah yang memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan pengelolaan keuangan, kebetulan tahun 2019 lalu, kita hanya memperoleh predikat WDP. Ungkapnya.

Lebih lanjut Kadir mengungkapkan, sebagai perbandingan, tahun 2019 pendapatan daerah Kab. Tasik sebesar Rp 3,1 Triliun, tahun ini diangka 3,2 Triliun, jumlah tersebut belum ditambah dengan bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat, informasi sementara yang kita terima, alokasi Banprop untuk Kab. Tasik sebesar Rp 760 Miliar, terjadi kenaikan yang cukup signifikan jika dibanding tahun lalu yang hanya 400 Miliar. Kalau ditambah dengan Banprop, total pendapatan daerah angkanya mendekati Rp 4 Triliun.

Kemudian, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini pun mengalami kenaikan sebesar Rp 25,3 Miliar, dari semula Rp 257,2 Miliar, di 2020 ini menjadi Rp 282,6 Miliar. Jika digali lebih dalam, sebetulnya potensi PAD kita cukup menjanjikan, kami memprediksi, jika pengelolaannya optimal, tahun depan PAD Kab. Tasik bisa mencapai 300 hingga 350 Miliar. Sementara, untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah, juga terjadi peningkatan, tahun 2019 sebesar Rp 711,4 Miliar, tahun ini menjadi Rp 714,3 Miliar, atau naik Rp 2,8 Miliar. Terangnya

Ia menambahkan, berkenaan dengan kabar ihwal adanya pengurangan anggaran untuk OPD di lingkungan Pemkab, memang betul, namun itu pun, penurunannya tidak terlalu drastis, terlebih ada perampingan sejumlah OPD juga. Jelasnya.

Pengurangan tersebut, karena sebagian alokasi anggaran pemkab tersedot untuk memenuhi kebutuhan anggaran Pilkada Bupati/Wakil Bupati pada September mendatang. Jumlahnya cukup besar, hampir 90 Miliar, itu untuk kebutuhan biaya Pengamanan, KPU, dan Bawalsu.

Bahkan diawal, KPU mengusulkan ke Pemkab, kebutuhan anggaran Pilkada sebesar Rp 85 Miliar, namun setelah dikaji ulang, karena sebagian besar, lebih banyak untuk kegiatan sosialisasi, akhirnya usulan itu berkurang, saat ini baru diberikan Rp 50 Miliar. Untuk sisanya, nanti di alokasikan di perubahan anggaran. Tuturnya.

Meski demikian, kami pastikan bahwa kondisi keuangan Pemkab saat ini dalam kondisi aman, tidak terjadi defisit seperti kabar yang beredar. Pungkasnya. pid



Rapat Anggota Tahunan atau RAT merupakan agenda wajib setiap Badan Usaha Koperasi, karena didalamnya akan dibahas tentang pertanggungjawaban pengurus koperasi selama satu tahun kepada anggota koperasi yang bersangkutan. RAT adalah salah satu indikator sehatnya sebuah koperasi.

Primer Koperasi Kepolisian (Primkoppol) Resor Tasikmalaya Kota, Rabu (29/01) menggelar agenda tahunan, Rapat Anggota Tahunan tutup buku tahun anggaran 2019, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas operasional Primkopol selama setahun.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag yang diwakili Sekretaris Dinas, Dian dalam sambutannya menyampaikan, saat ini dari jumlah 618 Koperasi yang ada di Kota Tasikmalaya, hanya 287 yang aktif dan rutin melaksanakan RAT 2019 sebanyak 186 Koperasi. Primkoppol Resor Tasikmalaya Kota adalah salah satu yang aktif dan rutin melaksanakan RAT. Ungkapnya

Kami ucapkan terima kasih atas kerjasama dan kinerja para pengurus dan anggota, sehingga RAT yang dilaksanakan Primkoppol Resort Tasikmalaya Kota bisa dilaksanakan tepat waktu.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto SIK dalam sambutannya mengungkapkan pada pelaksanaan RAT kali ini, saya berpesan agar Primkoppol harus  akuntabel dengan di audit oleh akuntan publik, dimana hasil auditnya dilaporkan kepada seluruh anggota dalam Rapat Anggota Tahunan.

Secara umum dalam RAT ini dilaporkan beberapa capaian year on year dari tahun 2018 ke tahun 2019. Seluruh aspek usaha mengalami kenaikan dari sisi kuantitas, dimana volume usaha dari semula Rp 12,7 Miliar, kini menjadi Rp 14,7 Miliar. Sedangkan untuk kekayaan bersih dari Rp 9,6 Miliar menjadi Rp 11,3 Miliar.

Untuk, piutang dari Rp 10,3 Miliar menjadi Rp.12,4 Miliar. Di pelayanan kepada anggota dari Rp 900 Juta, naik menjadi Rp 1,1 Miliar. SHU dari Rp 451 Juta, menjadi Rp 509 Juta. Jumlah seluruh aktiva dari Rp 11,2 Miliar, menjadi Rp 12,9 Miliar. pid



Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya saat ini tengah berupaya melakukan revitalisasi keberadaan sejumlah pasar desa, tercatat, dari kurun waktu tiga tahun terakhir, 2017 hingga 2019, sedikitnya sudah ada enam pasar desa yang di revitalisasi, tersebar dibeberapa kecamatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs H Nana Rukmana MM saat ditemui di kantornya, Rabu (29/01) menuturkan revitalisasi pasar desa merupakan salah satu prioritas garapan, kita ingin keberadaan pasar desa ini lebih refresentatif dan layak untuk aktivitas jual beli.

Dengan sarana prasana pasar yang memadai, kami yakin dengan sendirinya akan turut mendongkrak perekonomian masyarakat, kesejahteraan warga pun akan meningkat.

Seperti apa hasil bincang khusus Tasikplus dengan mantan Kepala Badan Keuangan yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perindag Kab. Tasik, berikut uraian lengkapnya :

Boleh diungkapkan saat ini apa yang menjadi prioritas garap Instansi yang anda pimpin?

Selain pembinaan kepada para pelaku usaha Industri Kecil Menengah atau IKM, ada dua garapan yang kami anggap monumental, diantaranya kegiatan Revitalisasi pasar desa, dan rencana pemindahan pasar induk Singaparna. Untuk revitalisasi pasar desa, sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir, dari 2017, sampai 2019 lalu. Sedikitnya sudah ada enam pasar desa yang di revitalisasi, yang tersebar dibeberapa kecamatan. Atas upaya yang tengah kita lakukan ini, Alhamdulillah masyarakat menyambut baik, bagi kami yang terpenting, apa yang kita lakukan ini memberi manfaat bagi masyarakat.

Untuk sumber anggarannya sendiri, dari APBD kah, atau sumber lainnya?

Program revitalisasi pasar ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus atau DAK, yang rutin bergulir tiap tahun. Saat ini, kami juga tengah menginventarisir jumlah pasar desa yang perlu segera di revitalisasi untuk tahun 2021, sementara tahun ini hanya ada satu pasar desa yang akan di revitalisasi. Mengingat program ini manfaatnya cukup besar bagi masyarakat, kami akan terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar program ini terus bergulir. Maka dari itu, kita akan jaga pelaksanaan program ini berjalan kondusif, tidak ada masalah, karena kalau sampai muncul problem, di lapangannya tidak kondusif, kami yakin, lambat laun pemerintah pusat akan berhenti memberikan bantuan untuk revitalisasi pasar desa. Siapa yang rugi? Tentu masyarakat sebagai penerima manfaat, untuk itu, kami akan jaga pelaksanaan program ini dengan baik.

Sampai saat ini, berapa jumlah pasar desa yang sudah di revitalisasi?

Tahun lalu (2019) ada dua pasar desa, di Kecamatan Salawu dan Kecamatan Salopa, di tahun 2018, ada tiga, hanya titiknya kami lupa lagi, sementara di 2017 hanya satu pasar desa yang di revitalisasi. Tahun ini (2020), kami baru dapat anggaran revitalisasi satu pasar desa. Kala bicara jumlah, keberadaan pasar desa jumlahnya cukup banyak, kita juga pertimbangkan durasi aktivitas transaksi di pasar tersebut, minimal yang beroperasi seminggu dua kali, bahkan ada juga yang buka tiap hari. Untuk revitalisasi pasar ini, kita pilih yang cukup potensial. Kita juga dorong masyarakat untuk meramaikan keberadaan pasar desa, karena kalau aktivitas pasarnya tinggi, potensi ekonomi masyarakat juga akan tergali, dan warga akan senang tinggal di desa, tidak perlu pergi jauh keluar daerah. Saat pasar tradisional ini berkembang, InsyaAlloh dapat membantu mengurangi pengangguran.

Selain revitalisasi pasar desa, tak kalah butuh perhatian disoal keberadaan pasar tradisional  kabupaten yang kondisinya hampir sama, menurut anda?

Betul memang, namun sebelum dilakukan revitalisasi, beberapa pasar kabupaten harus dikaji ulang keberadaannya, apakah lokasi saat ini masih sesuai dengan tata ruang atau tidak, misal pasar Manonjaya, mesti dilihat dulu Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) nya, apakah masih sesuai atau tidak? Kalau misal harus dipindah karena sudah tidak sesuai tata ruang, maka kita juga harus memikirkan untuk penyediaan lahannya. Kalau bicara kondisi sarana prasana pasar yang ada saat ini, memang perlu di revitalisasi, hanya saja, untuk hari ini dirasa masih belum terlalu urgen, terlebih anggaran dari DAK peruntukannya untuk revitalisasi pasar desa. Selain itu, untuk revitalisasi pasar kabupaten perlu rencana matang, mengingat jam operasionalnya yang berjalan tiap hari, jadi kita harus memperhitungkan tempat relokasi sementara saat dilakukan perbaikan, mengingat para pedagang juga harus tetap melakukan aktivitas dagangnya setiap hari. Sementara, untuk revitalisasi atau pembangunan pasar, perlu waktu lama, minimal lima sampai enam bulan.

Diawal sempat dikatakan, bahwa selain revitalisasi pasar desa, program prioritas lainnya yakni pemindahan pasar induk Singaparna, sejauh ini progresnya seperti apa?

Untuk rencana pemindahan pasar induk Singaparna, saat ini Detail Enginering Design (DED), FS, dan pembebasan lahan kurang lebih tiga hektare sudah selesai, tinggal proses selanjutnya yakni pematangan lahan. Tapi kita belum tahu juga, apakah ada anggaran untuk pematangan lahan atau tidak, kalau anggaran untuk pembangunan fisik pasar sudah ada, bantuan dari pemerintah propinsi, cuma bingung juga kalau lahannya belum dimatangkan. Pemindahan pasar Singaparna ini mesti seger dilaksanakan, mengingat keberadaan pasar saat ini sudah tidak layak, selain itu, pemindahan pasar, juga untuk memecah keramaian agar tidak bertumpuk disatu titik. Ketika pasar ini dipindah ke Cilampunghilir Kecamatan Padakembang, tepatnya di jalur Cisinga, kami yakin ketika pasar sudah dibangun, maka keramaian dengan sendirinya akan muncul, dengan begitu potensi ekonomi masyarakat akan tumbuh, termasuk harga jual tanah pun diprediksi akan meningkat.

Pembangunan pasar Singaparna ini ditarget selesai kapan?

Tentu kita ingin secepatnya, tahun ini, ada bantuan dari pemerintah propinsi untuk bangunan fisik pasar, namun itu tadi, kami juga masih bingung, mengingat lahan yang ada saat ini belum dilakukan pematangan, untuk itu, kami akan mencoba komunikasi dengan Pemprop, kalau bisa di perubahan anggaran, alokasi untuk fisik bangunan pasar dialihkan dulu untuk pematangan lahan, mudah-mudahan bisa alihkan, biar pembangunan fisik tahun berikutnya. Kalau sekiranya itu tidak bisa, paling tahun 2021 kita baru pematangan lahan, dan akses jalan masuk. Perlu diketahui juga, sebelum proses pemindahan nanti, kami ingin seluruh bangunan fisik, sarana pendukung pasar dan terminal yang baru, selesai seluruhnya, hal itu untuk memudahkan pemindahan para pedagang, karena kalau dialihkan sebagian dulu, takutnya akan menimbulkan dampak kurang baik. Namun sebelum itu semua, kita juga harus melakukan sosialisasi dengan warga sekitar, mengingat pasti ada yang pro dan kontra, proses pemindahan pasar dan terminal ini pasti panjang, jadi harus diperhitungkan dengan matang, mengingat hal ini sangat sensitif. pid

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.