Kaper BKKBN Jabar Kusmana, mengunjungi Kampung KB Cikdes, di Kota Tasikmalaya

Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat (Jabar), Kusmana menegaskan, gagasan penempatan model Kampung KB (Keluarga Berkualitas), dapat menjadi konsef yang memberi atmosfer keunggulan pembangunan ketahanan keluarga di satu kawasan/daerah. Termasuk turut dalam pencegahan Covid-19.

Demikian dikemukakan Kusmana, saat ia melakukan kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya, dan menyambangi Kampung KB Cikdes, di Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang. Kampung KB, katanya, kini bukan semata tempat mendaratnya program keluarga berencana (KB) atau pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

Semula program Kampung KB terfokus penguatan program Keluarga Berencana (KB) atau kependekan dari Kampung Keluarga Berencana di masyarakat. Kemudian belakangan ini orientasi konsepnya dikembangkan pemerintah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Kegiatan pembinaan di dalamnya multigarapan, melibatkan beberapa sektor/OPD.

Seperti yang disoroti Kusmana di lingkungan Kampung KB Cikdes, aktivitas masyarakatnya ada pemberdayaan atau pemanfaatan lebih lahan pekarangan. Spontan penilaiannya, gerakan tersebut dapat membantu perbaikan dan kebutuhan gizi keluarga. Beberapa kegiatan dapat bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga dalam Kampung berlangsung sejumlah pembinaan masyarakat.

“Ayah lihat di sini sudah bagus. Ada tanaman hijau. Di sekitar sini juga banyak kolam ikan. Ke depan, Ayah meminta tanaman sayur diperbanyak. Dengan demikian, tidak hanya indah di mata, tetapi juga bermanfaat besar untuk peningkatan gizi keluarga,” sebut Kusmana, di acara kunjungan hari Jumat (16/10) lalu itu.

Di masa pandemi Covid yang menyita perhatian dunia saat ini, Kusmana meyakini, keberadaan Kampung KB pun dapat menjadi salah satu benteng keluarga dari ancaman corona virus disease 2019 (Covid-19). Ia urai kawasan Kampung KB memasyarakatkan penanaman sayuran hijau.  Menghasilkan sumber bahan gizi baru.

“Gizi merupakan hal penting untuk memutus mata rantai Covid-19. Mengapa begitu, karena melalui kecukupan gizi inilah kita bisa membangun daya tahan atau imunitas tubuh. Tentu, di samping tetap menjalankan perilaku hidup sehat dengan menjalankan 3M: memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak atau social distancing,” beber Kusmana.

Di arahan lainnya, Kusmana berharap, potensi Kampung KB harus terus dioptimalkan. Pokja Kampung KB berkoordinasi dengan institusi yang membidangi pertanian dan para kelompok tani. Kemudian koordinasi serupa dengan aparat kewilayahan setempat. Hingga pada gilirannya Kampung KB menjadi pusat keunggulan pembangunan ketahanan keluarga. 

Mendampingi kunjungan ia antara lain Kadis Pengendalilan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tasikmalaya Nunung Kartini, Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat Irfan Indriastono, Lurah Cikalang Inyoh Sopian, dan para kepala bidang di lingkungan DPPKBP3A Kota Tasikmalaya. red/rls ipkb

 

Para relawan Yanto Oce, di satu kesempatan foto bareng, mendokumentasikan kegiatan di sekitar kompleks Dadaha.

Di tengah masa pandemi Covid-19, sekelompok orang ini secara mobile melakukan aksi-aksi kepedulian sosial. Halnya pada Jumat (16/10), mereka melakukan penyemprotan disinsfektan di lingkungan kompleks perumahan Kota Baru, Kec.Cibeureum, Kota Tasikmalaya, kemudian berakhir di kompleks olahraga Dadaha.

Pengakuan mereka, setiap hari dengan berjumlah beberapa orang, terus melancarkan aksi kemanusiaan, mulai dari merespons atau memenuhi permintaan warga, selain yang sudah diagendakan. Kelompok warga ini, sekilas dengan dress code kaosnya bertuliskan, Tim Relawan Yanto Oce.

Aktivitas sosial beberapa warga Kota Tasikmalaya yang tampaknya tersambung kepada sosok putra Tasikmalaya, H Yanto Aprianto, asal keluarga besar H Oce, warga Cibeureum sekitar kompleks Lanud, Kota Tasikmalaya. Bagi sekalangan warga, nama H Yanto adalah sosok yang dinanti saatnya pulang dari selama ini aktivitasnya banyak di luar kota.

Belakangan sosok profesional kurator yang lebih populer sebagai pegiat sosial itu banyak mengemuka namanya. Sekalangan publik mengharapnya, kelak ia mendedikasikan dirinya bagi warga Kota Tasikmalaya, seiring agenda pemilihan pemimpin Kota Tasikmalaya di 2022.

“Ya, sejak Maret lalu, bersamaan munculnya pandemi Covid-19, kita ambil bagian, merefleksikan niat berbagi peduli. Bareng rekan-rekan ini. Kita gelar beberapa kegiatan sosial ke masyarakat,” jawab Eris Krismayanto, pemberi keterangan dalam kelompok penyelenggara penyemprotan disinsfektan di sekitar Stadion Dadaha.

Tak ia elak, dirinya bersama sejumlah rekan terus melancarkan baksos dengan menamakan, Relawan Yanto Oce. Berinisiatif turut mencegah penyebaran Covid-19. Sudah banyak tempat ia sasar dalam sasaran kompleks perumahan, masjid-masjid, tempat keramaian umum, area fasilitas umum dan sosial (fasum/fasos).

Selain melancarkan aktivitas turut membantu pemerintah cegah Covid, bentuk kepedulian sosial lainnya ada juga pemberian sembako pada kalangan masyarakat kurang mampu. “Malah ada yang sudah jauh hari kita gelar, sebelum ramai pandemi covid ini, yaitu melakukan pogging pada sejumlah kawasan, dan pembagian air bersih saat kemarau,” akunya. 

Menurut Eris lagi, belakangan ini bermunculan kalangan-kalangan simpati ke Yanto Oce. Kemudian, mereka membentuk kelompok-kelompok relawan. Seperti kelompok Eris ini yang berlatar belakang teman sekolah jenjang SMP. Lainnya, ada komunitas relawan berlatar kawan main dulu, teman SMA, komunitas hobi, dll. gus

 

Sidang Terbuka Senat Unper, menandai pelepasan lulusan Unper dalam Wisuda Tahun Akademik 2019/2020

Kampus Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, kembali melepas lulusannya. Kali ini merupakan wisuda ke-2 bagi Unper dengan jumlah 325 wisudawan. Prosesi pelantikan berlangsung, Sabtu (17/10) di aula gedung baru kampus dengan cara daring (dalam jaringan).

Mahasiswa lulusan yang berada di lokasi wisuda menghadiri sidang terbuka senat Unper, hanya perwakilannya. Selebihnya, wisudawan mengikuti prosesi wisuda jarak jauh, dari rumah masing-masing. Pun selain pimpinan senat yang hadir, terdiri tim teknis IT daring.

Seperti dikemukakan Rektor Unper, Prof H Yus Darusman, untuk pelantikan wisudawan lulusan akademik 2019/2020 ini, akhirnya dipilih secara virtual. Opsi yang harus dilakukan mengacu kepada protokol kesehatan untuk menghindari kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Pesan rektor kepada para lulusan kampusnya, harus menjadi sarjana yang profesional, kompetitif, mandiri. Profesional yang dimaksudnya, mereka tak mudah terbawa situasi yang tak relevan dengan peran atau kemampuan yang bisa ditunjukkan. Seperti terlarut kepentingan politik praktis yang tak jelas.

Mandiri dan kompetitif, berarti dia menunjukkan sikap hingga capaian karya penuh inovasi, kreativitas di bidangnya. “Saat ini ada gejala turbulensi sosial. Ajakan beraksi dengan motif fragmatisme, agar dihindari. Yang saya minta tak mudah terpengaruh,” ujar rektor.

Sejak berdiri tahun 2014, sambung rektor, pihak kampusnya terus berusaha menunjukkan kinerja lembaga penuh tumbuh-kembang. Selain sarana prasarana yang terus ditingkatkan, hingga sekarang diikuti capaian prestasi yang dirasa tambah mewangikan kampus.

Ia sebut beberapa even lomba hingga tingkat nasional di antaranya diikuti warga kampusnya. Sebagian ada yang menorehkan prestasi sampai tingkat nasional. Bersamaan itu, animo masyarakat berstudi di Unper terus meningkat tiap tahunnya.

“Tapi ya, mungkin dialami sama memasuki situasi pandemi Covid-19 tahun ini, tren angka penerimaan mahasiswa baru persisnya di tahun angkatan 2020 ini ada penurunan 7%. Kalau di kita seangka itu, pada umumnya kampus lain saat ini mengalami penurunan angka masuk rata-rata 30%,” tambah Prof Yus. 

Sejumlah 325 lulusan yang dilantik tahun ini, asal seluruh prodi di Unper terdiri, PGSD, prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Ekonomi Manajemen, Akuntansi, Farmasi, Teknik Informatika, Teknik Sipil, Agroteknologi, Agribisnis, dan prodi Peternakan. red

 

Jajaran kader PKB Kab.Tasikmalaya, belum lama ini menggelar pertemuan. Dukungan terkini mereka akhirnya pada figur berbeda dengan SK rekomendasi DPP

Seperti biasanya, seliweran informasi mewarnai ramainya atmosfer politik jelang pemilihan umum. Muncul dari beragam kondisi. Sejumlah daerah pada Desember mendatang, siap melangsungkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Di antara kabar mengemuka menjelang Pilkada Kab.Tasikmalaya saat ini, pilihan para kader dan pengurus kecamatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mereka memutuskan mendukung mantan ketua partainya, Haris Sanjaya, yang saat ini berpasangan dengan Azis Rismaya.

Parpol pendukung Haris-Azis di Pilkada Kab.Tasikmalaya, Partai Gerindra dan Demokrat. Pada kubu lain, elite PKB, Iip Miftahul Paos, bertengger dengan nomor urut 4, siap maju serupa dalam pasangan dengan Iwan Saputra - Iip Miftahul Paos, didukung Parta Golkar, PKB, PAN, PKS dan Nasdem.

Dukungan yang diberikan para kader itu berseberangan dengan arus atas. Hingga kini, secara administrarif surat keputusan (SK) rekomendasi DPP PKB di Pilkada Tasikmalaya, yang justru jatuh kepada Iip Miftahul Paos atau pasangan Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos.

"Kami di sini perwakilan kader dan pengurus dari 39 kecamatan serta pengurus DPC yang tetap mendukung mantan ketua DPC PKB Tasikmalaya, Haris Sanjaya. Soalnya, Pak Haris yang kemarin terbukti menaikan suara PKB di legislatif 2019, sampai peringkat kedua jumlah kursi terbanyak DPRD Kabupaten Tasikmalaya," jelas Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kab.Tasikmalaya, Momon Saman Kertajani, kepada wartawan, Sabtu (17/10).

Masih pengakuan Momon, pengurus dan mantan pengurus DPC PKB Kab.Tasikmalaya yang solid mendukung mantan ketuanya sekarang, terus bergerak kepada seluruh kader hampir di seluruh desa Kab.Tasikmalaya. Dan, meyakini Haris Sanjaya, yang dua periode menjabat ketua DPC PKB Kab.Tasikmalaya, akan mampu memenangkan perhelatan kepala daerah.

"Sekarang kan ada pergantian pengurus muda di DPC PKB Kab.Tasikmalaya, yang sejatinya mereka adalah kader yang dididik oleh kami. Saya tidak ada pesan apa-apa, tapi pergerakan mereka justru lebih menyolidkan kader pengurus lama yang selama ini sangat menguasai medan dan jejaring kader PKB di akar rumput," tambah Momon.

Hal sama diungkapkan Wakil Ketua DPC PKB Kab.Tasikmalaya, Asep Hernandi, yang membenarkan seluruh pengurus kecamatan partainya di masa kepemimpinan Haris Sanjaya, tetap mendukung mantan ketuanya maju di Pilkada Tasikmalaya. Pihaknya pun siap menerima apapun konsekuensi partai atas dukungan yang tak sesuai dengan SK rekomendasi DPP PKB.

"Saya yakin, suara ke Haris Sanjaya, akan penuh dan sesuai dengan hasil saat dia sukses membawa PKB jadi ranking kedua suara terbanyak di Pileg DPRD Kab.Tasikmalaya 2019 lalu," kata Asep.

Sementara itu, Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Calon Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut 1, Haris Sanjaya, mengaku suara partainya hasil Pileg 2019 sebanyak 138.000.000 suara. Dirinya meyakini dengan kekuatan sama dan para kader yang sama akan mendapatkan suara 85 persen dari jumlah itu di Pilkada Tasikmalaya. 

Haris pun mengaku selama ini tak terhalang oleh aturan administratif partainya dan tetap menjadi calon yang diusung oleh partai lain yakni, Gerindra dan Demokrat. "Secara administratif iya, tak ke saya rekomendasi PKB. Tapi, secara hubungan emosional, alhamdulillah ke saya tetap memberikan dukungan penuh," tambah dia. 

KPU Kab.Tasikmalaya, telah menetapkan empat pasangan calon pada pilkada daerah ini secara resmi, dengan nomor urut 1 pasangan, Azis Rizmaya Mahfud-Haris Sanjaya, nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin (PDIP dan PPP), nomor urut 3 Cep Zamzam Nur-Fadil Karsoma (Perseorangan) dan nomor urut 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos. gus

Banyaknya warga keracunan, sempat ditempatkan petugas dalam ruang penanganan darurat

Sempat jadi kabar mengejutkan. Lebih seratusan orang warga Kelurahan Karikil, Kec.Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mengalami keracunan. Kejadian itu setelah mereka menghadiri acara ulang tahun di satu rumah warga. Acara syukuran ulang tahun untuk seorang anak itu persisnya di betulan Cilange, Karikil, Rabu (7/10) sore. Memasuki pengujung acara, warga yang memenuhi undangan mendapat pembagian nasi kuning lengkap lauknya dalam dus. Di akhir acara undangan ulang tahun ini pada pulang ke rumahnya. Dimungkinkan mereka menyantap sajian nasi dalam dus itu petang hari hingga malam. Namun pada Kamis dini hari banyak warga yang mulai merasakan gejala keracunan seperti, sakit perut, mual, muntah-muntah, dan diare. Beberapa saat kemudian, mereka berdatangan ke puskesmas terdekat dan tempat pengobatan lain. Hingga puncaknya banyaknya warga keracunan ini ditempatkan petugas kesehatan di beberapa ruang SD Puspasari. Sebagian dilarikan ke RSUD Kota Tasikmalaya. Sontak petugas kesehatan pun disibukkan dengan jumlah korban yang terus bertambah. Pada Kamis siang angka warga yang jatuh sakit tercatat112 orang. Mereka yang keracunan terdiri anak-anak dan orangtua yang mengantar ke acara ulang tahun. Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Titie Suryaningsari, yang mengawal para petugas kesehatan mengabarkan, memasuki Kamis malam, jumlah korban keracunan makanan di Kelurahan Karikil, tercatat 171 orang. Pengakuan pejabat ini, pihaknya langsung mangambil sampel makanan terdiri nasi kuning berikut lauknya seperti telur, sambal goreng tempe, ada juga berupa sayur lalabnya. Tentu dengan bumbu masak yang digunakan, hingga seukuran sisa muntahan untuk diperiksa di laboratorium. Hingga jumat pagi masih banyak yang dirawat. Selain di Puskesmas Mangkubumi dan Karanganyar, ada juga yang di Klinik Azra, RSUD Dokter Soekardjo. Ada juga sebagian yang sudah diperbolehkan berobat jalan. “Alhamdulillah semua tergangani," kata Titie Suryaningsari, di tempat perawatan darurat SD Puspasari, Kamis (8/10) sore. Ia pun sempat menduga sementara, pemicu keracunan dari nasi kuning. Bukan dari makanan dus lainnya di acara ulang tahun itu. "Sesuai keterangan pemilik hajatan, mereka menyediakan 120 boks nasi kuning. Jika satu boks dimakan oleh dua sampai empat orang, kemungkinan jumlah korban lebih dari 250 orang," kata Titie. Masih pengakuan Titie, pihaknya beberapa setelah kejadian menyiapkan berbagai obat-obatan termasuk sarana perawatan. Selain itu juga ditargetkan/diharapkan, jumlah korban sembuh dalam dua sampai tiga hari setelah kejadian. “Yang sudah bisa berobat jalan, kami suruh pulang sambil terus dipantau perkembangannya," tambah Titie. gus

Atalia Praratya Kamil bersama Kaper BKKBN Jabar, Kusmana, di satu kesempatan.

 Setiap orangtua, tentu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Meski begitu, bukan berarti orangtua harus menuntut seorang anak jadi apa yang dikehendakinya. Pada saat tertentu, orangtua dituntut memberikan keleluasaan kepada sang buah hati untuk mengambil keputusan.

Pemaksaan berlebihan orangtua kepada sang anak, hanya menjadikannya sebagai semacam racun atau //toxic// yang merusak relasi orangtua dan anak. Tugas orang tua adalah membimbing dan mengantarkan sang anak menuju masa depannya.

Demikian salah satu catatan penting webinar bertajuk “Toxic Parenting” yang berlangsung Rabu siang, 7 Oktober 2020. Webinar diprakarsai Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Menghadirkan narasumber Bunda Generasi Berencana (Genre) Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Muhammad Yani, TV One News Anchor Chacha Anisa, dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) Ihsana Borualogo.

“Banyak orangtua tidak sadar telah mempraktikkan toxic parenting dalam mendidik anaknya. Praktik ini kontraproduktif dengan tujuan awal melakukan pendidikan atau pengasuhan anak,” kata Atalia yang berbicara langsung dari Kota Bogor usai mengikuti Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat.

Atalia mengidentifikasi setidaknya terdapat 8 jenis toxic parenting yang kerap dilakukan orangtua. Pertama, egois dan kurang empati pada anak. Dalam hal ini, orang tua //toxic// selalu mengutamakan kebutuhan mereka sendiri dan tidak mempertimbangkan kebutuhan atau perasaan anak. Mereka tidak berpikir tentang bagaimana perilakunya berdampak pada anak.

Kedua, reaktif secara emosional. Orangtua toxic bereaksi berlebihan atau mendramatisasi situasi. Ketiga, mengontrol secara berlebihan. Di sini, orangtua melakukan kontrol ketat. Sehingga, anak harus melakukan apa yang dikehendaki orangtua tanpa melakukan kompromi.

Keempat, pola asuh permisif. Orang tua memberikan kebebasan kepada sang anak untuk melakukan setiap yang dikehendakinya. “Bebaskeun wae cenah, Ini juga tidak baik. Anak-anak dari orang tua yang permisif memang memiliki kebebasan. Tetapi mereka kehilangan periode kritis dalam mengembangkan keterampilan penting seperti tanggung jawab,” beber Atalia.

Kelima, orangtua kurang menghargai. Apapun usaha dan hasil yang dilakukan anak, selalu dirasakan kurang. Orangtua toxic sangat jarang memberikan apresiasi pada anak. Keenam, menyalahkan dan kritik berlebihan pada anak. Bagi orangtua toxic ini, tak ada sisi baiknya pada seorang anak. Dia akan mencari orang lain untuk kegagalan atau kesalahan dalam dinamika keluarga.

Orang tua toxic juga bisa dikenali dari jenis ketujuh ini: menuntut berlebihan. Orang tua seringkali tidak peduli pada kesanggupan dan kemampuan anak untuk mengerjakan suatu hal. Akibatnya, anak akan merasa tertekan dan kehilangan rasa percaya diri. Ada lagi jenis kedelapan: mengungkit apa yang telah dilakukan untuk anak.

 “Misalnya, orangtua mengungkit apa yang dikeluarkan untuk anak. Hal ini bisa membuat anak merasa bersalah. Di sinilah pentingnya bagi orang tua untuk mampu mengelola emosi dalam melakukan pengasuhan. Jangan salah, anak itu peniru ulung. Apa yang dilakukan orang tua bisa diikuti oleh anak,” tandas Atalia.

Sebaliknya

Lalu, apa yang harus dilakukan para orang tua agar terhindar dari perilaku toxic? Berkebalikan dari delapan yang tadi. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat ini berpesan, agar setiap orang mampu menjadi pihak yang mampu meningkatkan kepercayaan sang anak. Sikap ini dibarengi dengan empati tinggi dan berkesinambungan.“Kita, orang tua harus ingat bahwa tidak ada anak yang menguasai semuanya. Sebagian anak menyukai dan pintar matematika tapi lemah untuk seni. Ada juga yang pintar dalam bahasa tapi rendah dalam olahraga. Apapun potensi anak, kita harus memberikan apresiasi. Tidak harus dipaksakan untuk menguasai semuanya,” sarannyarls/ipkb

 

Rektor Unper melakukan pengenaan jaket almamater, menandai pelantikan mahasiswa baru

Sebagai rangkaian kegiatan (PMB) penerimaan mahasiswa baru, kegiatan di kampus Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, Rabu pekan kemarin, berlangsung pelantikan mahasiswa baru Unper angkatan tahun akademik 2020/2021. Seremoni pelantikan digelar di aula gedung baru kampus. Dihadiri sebagian perwakilan mahasiswa dengan pola daring (dalam jaringan).

Tampak menghadiri acara itu, selain rektor berikut jajaran wakil rektor, para dekan, pengurus ormawa, tampak juga unsur pimpinan Yayasan Universitas Siliwangi (YUS), lembaga yang menaungi Unper Tasikmalaya. Beberapa perwakilan mahasiswa yang dilantik, asal tiap prodi. Selebihnya mengikuti online atau berpola video conference dari rumah masing-masing.

Seperti biasanya, pelantikan mahasiswa dengan satu sidang senat terbuka. Rektor Unper Tasikmalaya Prof H Yus Darusman yang melakukan pelantikan, dalam sambutannya menyebutkan, jumlah mahasiswa yang diterima Unper tahun ini sebanyak 811 orang. Mereka mendaftar umumnya secara online.

Kalau biasanya tren PMB sejak Unper berdiri tahun 2014 meningkat, di angka rata-rata tak kurang 17% per tahun, tahun ini agak menurun dalam kisaran 12%. Kondisi ini sangat dipahami, berkaitan dengan pandemi Covid-19, yang memengaruhi banyak sektor kehidupan. Tentunya aspek ekonomi di masyarakat. Tren menurun peserta didik, dialami umumnya lembaga pendidikan.

Rektor meyakinkan, bagi mahasiswa barunya sudah tepat memilih Unper. Dengan kampus yang bervisi dan berorientasi jelas untuk menghasilkan lulusan unggul. Mahasiswa, dipahaminya, adalah generasi penerus perjuangan bangsa. Setiap generasi harus mewariskan hasil yang terbaik kepada generasi berikutnya.

“Kami, dosen, karyawan, pimpinan, dan mahasiswa senior, bertekad untuk mengestafetkan warisan kebaikan kepada generasi penerus, termasuk mahasiswa baru,” sebut rektor di pagi Rabu (7/10) itu, seraya menambahkan, kampusnya senantiasa menjunjung tinggi kualitas pendidik, layanan, kurikulum, proses pendidikan, hingga hasil belajarnya.

Di kesempatan sama, anggota pembina YUS, Asep Hidayat SH MH, mengawali sambutan dengan mengucapkan, terima kepada masyarakat yang terus memberi kepercayaan kepada lembaga pendidikan di bawah YUS. Sekaitan kepercayaan ini, aku dia lagi, pihaknya bertekad terus melakukan langkah-langkah untuk dapat mendukung terselenggaranya pendidikan yang lebih baik.

Baik rektor maupun pembina yayasan, memberi ucapan selamat bergabung kepada mahasiswa baru. Pada satu sesi pelantikan ditandai pengenaan jaket almamater secara simbolik untuk mereka yang ada di kampus, dan disarankan diikuti mereka yang di rumah. Bersamaan pelantikan itu, diteruskan juga seremoni yang menandai pembukaan PKKMB (pengenelan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru) 2020. gus

 

 Kaper BKKBN Jabar, Kusmana, menandai peresmian SSK di SMPN 1 Cilengkrang

Upaya BKKBN yang diikuti kelembagaan ke bawahnya antara lain, terus mendorong pendewasaan usia perkawinan bersama masalah kependudukan lainnya di masyarakat. Salah satu gagasan kegiatan dalam program itu, mencanangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Dan, yang teranyar ini sinergi  kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar, membangun kerja sama menerapkan program SKK di wilayahnya, dengan SMPN Cilengkrang di wilayah Kab.Bandung. SMP itu menjadi sekolah pertama terluar di Kab.Bandung yang dicanangkan jadi SSK.

Mengemuka dengan penetapan itu, akan mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam beberapa matapelajaran atau muatan lokal khusus kependudukan di satu sekolah. Harapan lainnya, setiap lulusan lebih siaga menghadapi dinamika kependudukan.

Menghadiri sekaligus melakukan peresmian SSK SMPN Cilengkrang, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jawa Barat, Kusmana. Didampingi para pejabat ahli madya BKKBN dan Forum Generasi Berencana (Genre) Jawa Barat. Kepala DP2KBP3A Kab.Bandung, camat serta kepala SMPN 1 hingga perwakilan guru.

Saat memberi arahan, Kusmana berharap, penetapan sekolah dengan program SSK dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap masalah-masalah kependudukan yang ada di sekitarnya. Mendorong peran aktif siswa sebagai remaja dalam upaya pendewasaan usia perkawinan.

“Kami berharap kesiagaan remaja terhadap masalah-masalah kependudukan ini mampu memutus rantai angka pernikahan muda yang masih tinggi di Jawa Barat,” ungkap Kusmana, di acara itu, Selasa (6/10).

Adapun alasan pentingnya penundaan usia kawin bagi remaja, terang Kusmana, lebih dari dari sekadar kesiapan ekonomi, pernikahan berkaitan erat dengan kematangan organ-organ reproduksi. Kematangan ini berkaitan erat dengan kesehatan calon ibu dan bayi ketika kelak melahirkan.

BKKBN menekankan usia minimal perempuan menikah idealnya pada 21 tahun yang dinilai sudah siap secara biologis. “Perempuan menikah usia di atas 21 tahun Insyaallah nikahnya sudah aman, tidak akan terjadi kanker mulut rahim,” tambah Kusmana. rls/ipkb


Pengesahan Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR RI, terus mengundang reaksi di masyarakat. Di Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10) beebagai elemen masyarakat berunjuk rasa dengan konsentrasi di sekitar gedung Dewan.
Sejak pagi hari, muncul dua kelompok massa.Yang satu di sekitar pertigaan Jati, satunya lagi di depan gedung DPRD. Namun beberapa saat dua kelompok ini menyatu di depan gedung Dewan.
Kelompok massa pendemo terdiri ratusan mahasiswa, buruh dan beberapa elemen organisasi masyarakat di Kota Tasikmalaya. Mereka menyuarakan menolak Undang-undang Cipta Kerja.
Awalnya diisi orasi-orasi, selanjutnya merleka merangsek ke depan gedung Dewan. Tak ayal ujungnya aksi diwarnai perusakan kaca pos jaga himgga gerbang masuk utama gedung DPRD Kota Tasikmalaya.
Sebelumnya, mereka pun membakar ban dan mencorat-coret dinding pagar sebagai bentuk protes penolakan UU Cipta Kerja dengan memakai cat semprot. 
Setelah berhasil merobohkan pagar gerbang utama kantor Dewan, mereka pun berhasil merangsek masuk dan sempat melempari kaca gedung dewan. 
Aksi tersebut berhasil direda setelah pengunjukrasa lainnya menenangkan rekan-rekannya. 
"Tenang, teman-teman, kita tidak merusak fasilitas gedung, kita aksi terorganisir. Harap teman-teman kembali ke jalan," jelas salah seorang orator dengan pengeras suara di atas mobil bak terbuka. 
Aksi unjukrasa pun kembali terarah setelah rekan-rekannya bisa ditenangkan dan kembali ke jalan depan gedung dewan sebagai lokasi orasi. 
Sepanjang aksi itu, aparat keamanan mengamankan sekitat lokasi, terdiri  petugas Kepolisian dan Satpol PP yang berjaga. Meski ditandai aksi perusakan, tak ada korban, baik dari unsur kepolisian maupun pengunjuk rasa.
Akibat aksi unjuk rasa ini, ruas jalan raya depan gedung Dewan itu lumpuh, tak bisa dilewati oleh pengemudi kendaraan.red

Kembali dilaporkan bertambah. Jumlah warga terpapar positif Covid-19, di Kota Tasikmalaya. Informasinya, pada Selasa (6/10), hingga sebanyak 31 orang, berdasar hasil tes swab.
Puluhan orang terkonfirmasi positif ini terbanyak asal kalangan/klaster pesantten, menyusul beberapa orang santri sebelumnya yang terpapar. Jumlah keseluruhan dengan yang sebelumnya menjadi 110 orang.
Sampai sekarang tim gugus tugas melalui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, masih terus melakukan tracing dan proses tes swab bagi ratusan kontak erat dari total jumlah santri positif tersebut. 
"Hari ini nambah lagi positif sesuai hasil swab sebanyak 31 orang. Paling banyak masih dari klaster pesantren yang berjumlah 22 orang hari ini, sisanya pelaku perjalanan dan hasil tracing klaster lainnya. Total dari klaster pesantren seluruhnya tercatat 110 orang yang positif," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, kepada wartawan, Selasa siang. 
Uus menambahkan, proses tracing klaster pesantren yang didapatkan sampai hari ini berjumlah 125 orang dan langsung dites swab guna memastikan kondisi para kontak erat tersebut. 
Pihaknya pun berharap hasilnya nanti tak sampai merebak, karena telah minimnya lokasi penampungan isolasi untuk merawat para pasien positif tersebut. 
"Sampai hari ini Rusunawa dan RSUD Soekardjo Tasikmalaya ruang isolasinya telah penuh. Kita sekarang sedang memproses penjemputan bagi pasien positif yang bergejala berat akan diisolasi ke RSUD, kalau yang ringan kita mungkin akan isolasi mandiri dulu di pesantren. Soalnya ruangan isolasi sudah penuh dan sedang mencari tempat lain," tambah Uus. 
Sejak ditemukannya klaster pesantren di Kota Tasikmalaya itu, tim gugus tugas sudah mengkarantina wilayah dan membatasi keluar masuk warga ke dekat lokasi pesantren. 
Khusus bagi pasien positif tak bergejala yang dikarantina di pesantren, tim tenaga kesehatan akan terus memantau dan mengawasi saat proses isolasi mandiri. 
Sampai hari ini Selasa (6/10/2020), tercatat pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya yang dirawat sebanyak 179 orang. Dari angka itu, 9 orang di antaranya meninggal dunia. red

Bersamaan hujan mengguyur yang melanda beberapa wilayah, beberapa hari ini, sejumlah komoditas bahan sayuran di Kota Tasikmalaya, meroket harganya.
Terlebih untuk jenis harga cabai merah, di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya, mengalami kenaikan drastis hingga 100%. Naiknya harga, menyertai cuaca buruk yang melanda Tasikmalaya dan sekitarnya selama sepekan terakhir. 
Sebelumnya, harga cabai merah dijual Rp 25.000 per kilogram dan selama sepekan terakhir harganya naik menjadi Rp 50.000 per kilogramnya. 
Kenaikan harga cabai diduga akibat pasokan dari pengepul berkurang karena gagalnya panen petani akibat hujan deras tiap harinya yang tak henti-hentinya mengguyur beberapa daerah di Priangan Timur, Jawa Barat. 
"Sudah sepekan terakhir ini harga cabai naik dari Rp 25.000 jadi Rp 50.000 per kilogramnya. Harga dari pengepul naik, pasokan berkurang karena katanya panen para petani gagal akibat hujan deras mengguyur tiap harinya," jelas Iwin (45), salah seorang pedagang sayuran di Blok B Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Senin (5/10/2020). 
Selain cabai merah, harga cabai rawit pun mengalami kenaikan yang biasanya Rp 20.000 per kilogram, kini naik cukup tinggi yaitu Rp 25.750 per kilogramnya. 
Namun, untuk jenis cabai rawit domba sekarang harganya masih stabil yakni Rp 27.150 dan cabai rawit hijau Rp 22.500 per kilogramnya. 
Iwin mengaku, selain gagal panen petani pemasok utama dari Garut, naiknya harga cabai saat ini dipicu kurangnya pasokan dari petani lokal seperti dari Kecamatan Cisayong dan Taraju dan beberapa sentra pertanian di Kabupaten Tasikmalaya.
Selain cabai merah, harga bawang putih pun kembali mengalami kenaikan dari Rp 23.000 per kilogramnya menjadi Rp 28.000 per kilogramnya. 
"Saat saat ini cabai malah ada kiriman dari Pabuaran, Cirebon," tandasnya. 
Pernyataan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, Kota Tasikmalaya memang bukan penghasil produk pertanian, termasuk cabai.
"Selama ini memang untuk pemenuhan kebutuhan komoditas sayuran, kita bergantung dari pasokan daerah lain," singkatnya. red

Tembakau ini boleh dikata masih asing di kuping masyarakat umum. Biasa disebut tembakau gorila. Bagi penggunanya, tak ubahnya bahan isap yg membuat "play".
BS (44), tak ayal akhirnya berurusan dengan aparat Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polresta Tasikmalaya, tak lama kedapatan mengedarkan tembakau ini.
Rupanya, BS ini jadi target sergap petugas, dalam tuduhan sebagai pengedar narkoba jenis tembakau itu. Penyergapan, saat itu dalam aksi BS yang memasarkannya dengan cara salam tempel, di wilayah Mangkubumi, Minggu (4/10/2020) malam.
Petugas mendapatkan 18 paket plastik tembakau gorila siap edar, satu timbangan digital dan hape saat pria tersebut digerebek usai menyimpan salah satu paket yang dijanjikan dengan calon pembeli. 
"Tersangka asal Cihideung, Kota Tasikmalaya, dan selama ini mendapatkan barangnya yang dijual kembali di Tasikmalaya itu dari Depok," jelas Kepala Satnarkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Ade Hermawan Mulyana, kepada wartawan di kantornya, Senin (5/10/2020). 
Ade menambahkan, pelaku berhasil ditangkap setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa selama ini sering menjual tembakau gorila. 
Paket tembakau gorila itu dibungkus oleh pelaku memakai plastik kecil bening dengan berat timbangan keseluruhan sebanyak 25 gram. 
Sebanyak 18 paket bening tersebut dibungkus kembali dengan kresek hitam untuk mengelabui petugas selama ini. 
"Pelaku mengaku barang tersebut dibeli seharga Rp 2.100.000 dengan cara ditransfer. Kemudian barang tersebut dikirim ke alamat yang telah disepakati atau sistem tempel. Tersangka mengedarkan lagi tembakau gorila yang sudah dibungkus paket-paket kecil dengan cara menjatuhkan di sebuah tempat yang sudah disepakati," tambah Ade. 
Saat ini, petugas telah mengamankan tersangka berikut barang buktinya di Mako Polresta Tasikmalaya. 
Kasusnya pun masih terus dikembangkan petugas untuk mengungkap jaringan pengedar tembakau gorila di Kota Tasikmalaya. 
Sesuai keterangan pelaku, identitas pemasoknya pun sudah diketahui dan sekarang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 
Tembakau ini serupa dengan ganja dipakai penggunanya. Diisap untuk membuat mabuk. Termasuk dalam golongan 1 narkoba.
Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 112 ayat 1 juncto pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman kurungan maksimalnya 12 tahun. red

 

Sehubungan meroketnya jumlah pasien Covid-19, Wagub Jabar, H U Ruzhanul Ulum (paling kanan), Kamis lalu, mengunjungi Kota Tasikmalaya, dan diterima Wali Kota H Budi Budiman.

Warga terpapar Covid-19 di Kota Tasikmalaya, dalam beberapa hari terakhir, jumlahnya terus merebak. Sehari bisa terkonfirmasi puluhan orang positif hasil tracing. Informasi penanganan serta jumlah pasien terkena virus ini yang semula silent, akhirnya terdengar mengkhawatirkan.

Memasuki akhir September kemarin, jibaku pemerintah Kota Tasikmalaya yang mendapati merebaknya warga terkonfirmasi positif Covid-19, mulai dihadapkan kapasitas ruangan isolasi di RSUD Dokter Soekardjo, penuh. Awalnya, masyarakat pun diyakinkan adanya satu keluarga yang terpapar Covid-19 klaster keluarga sepulang dari Sumatera.

Setelah terfokus pada RSUD Dokter Soekardjo, opsi pemerintah Kota Tasikmalaya, menyiapkan tambahan ruang isolasi yang mengarah pada pilihan menggunakan RS Islam di Tamansari, serta bangunan Rusunawa kampus Unsil, di betulan Mugarsari, Kec.Tamansari. Seiring bertambahnya pasien, diikuti munculnya perkembangan klaster pandemi.

Jika sebelumnya ada beberapa korban hingga meninggal asal klaster keluarga sepulang dari Sumatera, lalu didapati ada temuan dari klaster Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan. Bahkan, di luar dugaan dengan jumlah puluhan orang positif Covid-19, asal klaster pesantren. Semula jumlahnya di pesantren belasan orang, beberapa hari kemudian hingga ada 33 orang.

Dalam satu pernyataan, Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, daerahnya sudah dalam kondisi darurat Covid-19. Ia mengajak masyarakat, bersama-sama melawan sebaran virus ini. Yang dimintanya selalu memerhatikan protokol kesehatan. Kebijakannya sampai memberlakukan aktivitas masyarakat hanya sampai pukul 20.00 setiap harinya.

Siapkan rumah sakit darurat

Memasuki akhir September 2020, dilaporkan angka pasien virus ini sudah melebihi 80 orang. Langkah yang diambil pemerintah kembali memersiapkan tempat penanganan berupa ruang isolasi baru, hingga merencanakan menjadikan area sekitar GOR Dadahan jadi rumah sakit darurat covid.

Selain itu, bidikannya menggunakan fasilitas bangunan lain milik pemerintah, bangunan di dalam instalasi TNI AU Wiriadinata, eks gedung-gedung PT Dahana. Hingga kemungkinan hotel-hotel tertentu. “Kita kemungkinan melobi hotel-hotel tertentu jika angka pasien Covid ini terus bertambah,” sebut wali kota.

Didapatinya pasien terkonfirmasi positif itu bersamaan tracing di sekitar lingkungan orang yang sudah dinyatakan positif Covid. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, hingga Kamis (1/10), terdapat 130 orang dalam perawatan, serta 9 orang dilaporkan meninggal dunia. Pada keeseokannya, Jumat (2/10), angka dilaporkan sudah mencapai 208 orang.

Saat menerima kunjungan Wagub Jabar, U Ruzhanul Ulum, Kamis (1/10), wali kota melaporkan angka pasien positif Covid melonjak dibanding pada gelombang pertama sebelum sekarang. Yang tak terelak kondisi berikutnya, di tengah jibaku melawan Covid, kini Kota Tasikmalaya ditimpa anggaran menipis/minim, tenaga medis kewalahan, sementara kasus paparan terus bertambah setiap hari.

H Budi sempat mencontohkan, dirinya pada hari itu menrima laporan ada tambahan pasien positif 40 orang. Tak lama berselang jumlahnya bertambah. “Tadi saya dapat info 40 orang tambahan terpapar, tak sejam kemudian total hari ini bertambah menjadi 53 terkonfirmasi positif," jelas wali kota Tasikmalaya, saat ditanya wartawan, Kamis siang itu.

Bukan main-main

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, menambahkan, pada Kamis (1/9), awalnya ada laporan tambahan 40 orang positif Covid-19, yang ternyata datang dari satu pesantren, setelah sebelumnya dilakukan swab test. “Penambahan pasien terkonfirmasi positif klaster pesantren semakin hari terus mengkhawatirkan,” ungkapnya kepada wartawan di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10).

Hal tersebut merujuk saat proses tracing klaster masih terus dilakukan, yang sebelumnya sempat terhenti sehari, karena semua tenaga medis fokus dulu mengevakuasi 33 santri positif corona yang terjangkit sebelumnya, ke rumah susun sewa (Rusunawa) Unsil di kampus Mugarsari.

"Kenaikan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini sangat memprihatinkan," ujar Uus, kala itu. Pihaknya sengaja secara terbuka mengumumkan jumlah pasien corona dan kondisi bahaya penyebarannya kini, untuk diketahui masyarakat supaya lebih waspada. Sehingga, masyarakat tak terlena dan lebih mematuhi protokol kesehatan.

"Ini bukan main-main, kita sengaja mengumumkan supaya masyarakat tahu dan waspada. Jangan sampai kondisinya bahaya, masyarakat santai dan akan semakin membahayakan penyebaran Covid-19 ini," ucap Uus. Langkah perang melawan Covid-19 ini pun diharapkannya,  mendapatkan dukungan masyarakat, Pemprov Jabar dan pusat.

Obrolan warga di jalur utama sekitar Kec.Tamansari, kerap melihat ambulan bolak-balik, namun tanpa bunyi sirine. Sebagian mereka meyakini, penggunaan Rusunawa Unsil, tempat isolasi mereka yang positif covid. gus

 

Hingga sekarang masih menjadi tantangan kesehatan kaum perempuan. Khususnya permasalahan dalam kesehatan reproduksi, terkena sakit kanker serviks. Saking hebatnya ancaman penyakit ini berdasar catatan, kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua bagi perempuan di Indonesia.

Pandangan Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN, Mukhtar Bakti SH MA, penanganan persoalan kanker ini harus diatasi dari hulunya. Dari mulai kalangan usia remaja diberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi yang benar, sampai halnya paham dampak menikah yang belum cukup umur. Panggulnya yang belum siap untuk melahirkan, menyebabkan terjadinya risiko kesehatan reproduksi.

Dengan pemahaman remaja yang baik tentang kesehatan reproduksi, sambung Mukhtar, bisa jadi ketika menikah dan memiliki anak, akan lebih baik lagi menjaga kesehatan diri dan bayinya. Selain itu, bayi akan diberi pemenuhan hak reproduksinya seperti ASI eksklusif. Jika bayinya sehat, maka kelak akan menjadi orangtua hebat, sampai lansia tangguh.

Menjadi opsi ikhtiar, memacu pemahaman kesehatan reproduksi dan pelayanan

kesehatan cegah kanker serviks, Direktorat Kesehatan Reproduksi BKKBN berkolaborasi dengan STIKES Indonesia Maju membuat satu aplikasi, yang dapat digunakan sebagai sarana deteksi dini kesehatan reproduksi wanita subur di Indonesia.

Melalui aplikasi ini, kata Mukhtar diharapkan para perempuan dapat mengetahui tingkat risiko terkena kanker serviks, sehingga dapat melakukan upaya pencegahan secara dini. Aplikasi ini mengemuka, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sobar pada tahun 2016 di Universitas Andalas, Padang.

Penelitian dipromotori oleh Prof Dr dr Rizanda Machmud MPH dan Prof Dr dr Yanwirasti PA(K), serta Defriman Djafri SKM MKM PhD. Pada Rabu (30/9), ada uji coba aplikasi yang dilakukan di Kota Bandung. Bertempat di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Bandung. Dihadiri pejabat Perwakilan BKKBN Jawa Barat, DPPKB Kota Bandung, ketua dan jajaran pengurus YKI Kota Bandung, serta para pejuang kanker.

Dalam aplikasi yang bisa diakses di kespro.stikim.ac.id ini, terdapat penjelasan mengenai definisi kanker serviks, faktor resiko kanker serviks, test IVA, Pap Smear. Kemudian, upaya pencegahan dini, tanya jawab seputar kanker serviks, serta prediksi tentang kanker serviks dengan mengisi data di form yang telah disediakan.

Saat memberi sambutan, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Bandung, Siti Muntamah SAP, ia menyatakan dirinya mengapresiasi hadirnya aplikasi Sobar. Apa itu kanker serviks, kalau kita buka google itu macem-macem. Saya rasa aplikasi ini kredibel, karena memang dikeluarkan oleh lembaga yang mengurus tentang keluarga. Buat saya reugreug pisan,ucap perempuan yang juga istri wali kota Bandung itu. red/rls/ipkb

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.