Menapaki tanjakan panjang dan meninggi kawasan Gentong, Tasikmalaya, tak boleh lengah untuk tetap dapat melajukan kendaraan hingga ujung tanjakan. Hal itu guna menghindari kendaraan tertahan naik bahkan mundur.
Kejadian pada Rabu (15/9) di lokasi Tanjakan Gentong atas, seperti menimpa, seunit mobil truk Colt Diesel, terguling di tanjakan Gentong atas, ruas jalan negara Tasikmalaya-Bandung, Kecamatan Kadipaten, Kab.Tasikmalaya.
Kecelakaan menimpa truk bermuatan batu alam itu, diperkirakan terlambat over gigi saat menapaki tanjakan Gentong atas yang tengah diperlebar dan dipasangi tembok penahan tebing (TPT). 
Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Sopir truk Suraji (48) dan kernet Dedi (28), keduanya warga Purworejo, Jateng, hanya menderita luka ringan.
Beberapa saat memberi keterangan, Kanit Lantas Polsek Kadipaten, Iptu Edy, truk bermuatan batu alam dari Cilacap akan dikirim ke Bandung.
"Setiba di Tanjakan Gentong atas, sopir terambat over gigi. Akibatnya truk berhenti dan mundur karena rem tak bisa menahan beban," ujar Edy.
Truk kemudian terjerumus ke dalam jurang dan terbalik, dan sempat melewati proyek TPT. Untung para pekerja sempat menghindar saat truk mulai terperosok.
Beberapa saat kejadian, terus dilakukan evakuasi. Petugas mendatangkan truk derek, untuk menghindari kemacetan. Edy mengingatkan, jika membawa beban berat sebaiknya posisi gigi truk ada di gigi satu sejak dari bawah.
"Cukup banyak truk mogok dan bahkan akhirnya masuk jurang akibat terlambat over gigi. Itu biasanya karena merasa tenaga mesin masih besar. Padahal setelah mau habis tanjakan sudah kehabisan tenaga karena telat over gigi," imbuh Edy. red

 

lintas rel KA di betulan TPU Cinehel, beberapa saat sepi setelah kejadian kecelakaan menimpa seorang ibu tewas terserempet KA

Tak banyak diketahui awalnya. Korban terserempet kereta api (KA), ditemukan tewas di sekitar rel lintas KA, betulan tempat pemakaman umum (TPU) Cinehel, Cigeureung, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Korban ini, seorang ibu rumah tangga. Terserempet KA Turangga relasi Surabaya-Bandung di sekitar perlintasan TPU Cinehel. Kejadiannya, Rabu (15/9) subuh.

Warga sekitar baru mengetahui musibah itu setelah seorang Polisi Khusu (Polsus) PT KAI tiba di lokasi. Kemudian membangunkan warga untuk memberi tahu adanya kejadian itu.

Ketua RT setempat, Suraji (63), menuturkan, dirinya tak mengetahui persis musibah yang menimpa ibu rumah tangga berinisial Nur (52), sekitar.

"Namun dari keterangan petugas Polsus, kereta menyerempet Ibu Nur di perlintasan mau masuk ke TPU Cinehel," ujar Suraji.

Tubuh korban kemudian terpental sekitar 10 meter dan terhempas di gang tepi rel dalam posisi tengkurap. "Korban tidak tergilas tapi terserempet lalu terpental. Lukanya di muka serta ada kaki yang kemungkinan patah," kata Suraji.

Salah seorang warga, Uum (40), menyebut tubuh korban terhempas persis di gang depan rumahnya yang berada di pinggir rel.

"Suami saya bangun duluan mendengar bunyi panjang terompet kereta. Kemungkinan masinis berupaya memperingati korban," ujar Uum.

Petugas Polsus bersama warga segera menyelimuti tubuh Nur sambil menunggu polisi tiba di lokasi.

Tak lama jajaran Polsek Indihiang bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota tiba di lokasi dan melakukan identifikasi. Jasad korban kemudian dibawa ke RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, untuk divisum.  red

 

Menandai pengesahan sebagai warga kampus baru Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya. Mahasiswa baru angkatan tahun akademik 2021/2022, mengikuti prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Mashudi kampus Unper, Rabu (15/9).

Prosesi pelantikan diteruskan pembukaan kegiatan Program Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Unper Tahun 2021. Seremoni acara dengan satu sidang terbuka Senat Universitas Perjuangan. Hadir dalam acara, Badan Pembina dan pengurus Yayasan Univeristas Siliwangi (YUS).

Mengawali pidato, Rektor Unper Prof H Yus Darusman menyampaikan apresiasi khusus pada wargu kampus barunya yang telah memberi kepercayaan pada Unper, menjadi tempat mengais ilmu, pilihan studi. Sejak berdiri enam tahun ini, akunya, kehadiran Unper terus ditandai dengan animo peserta belajar yang meningkat.

Masih keterangannya, Unper sampai saat ini mampu menunjukkan kebanggaan-kebanggan. Menempatkan kesejajaran diri seperti dengan capaian-capaian prestasi yang diraih. Pada sisi lain, pihaknya terus berusaha memacu mutu penyelenggaraan lembaga.

“Unper senantiasa menjunjung tinggi kualitas, baik kualitas pendidik, tenaga kependidikan, layanan, isi kurikulum. Kualitas proses pendidikan, kualitas penilaian hasil belajar, dan kualitas sarana prasarana,” ungkapnya.

Memberi pembekalan

Menerangkan seputar PPKMB, pada bahasan lain rektor, kegiatan bertujuan memberi pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dalam lingkungan kampus. Terutama di aspek pembelajaran dan kemahasiswaan.

“Dengan kemampuan beradaptasi ini, mahasiswa baru akan memilki kesiapan mengikuti semua progam belajar dan pembelajaran yang pada akhirnya akan membuat mahasiswa lancar dan sukses menempuh studi,” yakin Prof Yus.

Seluruh kegiatan PKKMB, imbuhnya, dilaksanakan berdasarkan keterbukaan, demokrasi, dan humanis, yaitu kemanusiaan dan persaudaraan. Merujuk pada pedoman dari Dirjen Belmawa Kemenristek Dikti.

Banyak materi disampaikan

PKKMB digelar empat hari, dimulai Rabu (15/9). Materi kegiatan disampaikan secara virtual, sehubungan masih di masa pandemi covid. Banyak materi disampaikan dalam kegiatan. Halnya tentang wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara, bela negara, generasl education, pendidikan tinggi di Era 4.0.

Kemudian, bahasan kegiatan seputar akademik di perguruan tinggi, budaya nasional, tatakrama dan etika keilmuan, motivasi berprestasi, green living, siaga bencana, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.

Para pemateri dan fasilitator, melibatkan unsur eksternal seperti dari Makodim Tasikmalaya, petinggi Pemkot Tasikmalaya, selain unsur pimpinan di lembaga YUS penaung Unper, pimpinan kampus serta mahasiswa senior, pengurus ormawa.

Jumlah mahasiswa yang mendaftar ke Unper tahun ini 1.200-an orang. Kemudian yang melakukan registari ulang hingga dilantik Rabu kemarin sebanyak 952 orang. gus


 

Dalam areal luas lahan potensi pertanian, perkebunan wilayah Kab.Tasikmalaya, di antara komoditas dihasilkan meski dengan skala kecil adalah buah kopi. Sejak lama tertanam dengan hamparan tersebar, tak terkonsentrasi di satu kawasan. Skala produksinya yang kecil, mengisahkan pemasarannya yang hanya masuk di toko-toko hasil bumi.

Namun seiring situasi yang berkembangan. Pola serta gaya hidup yang tak henti berjalan, di antara potret kekinian, tren konsumsi kopi merebak. Diikuti bermunculan kedai-kedai serta kafe kopi yang memanjakan penikmatnya. Melengkapi ragam produk kemas kopi siap seduh di warungan asal merek-merek terkenal.

Perlahan itu memberi imbas serapan produksi meninggi. Penanaman bergeliat. Di perjalanan tahun 2014, kalangan petanam/petani kopi ini di Tasikmalaya kemudian menghimpun kelompok dan semangat usaha dalam wadah Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Tasikmalaya.

Organisasi yang kemudian cukup memasilitasi kepentingan dan spirit usaha. Sejalan kepentingan atau kebutuhan perhatian yang tak saja di basis budidaya, tapi sampai ke standarisasi pengukuhan mutu, dukungan peralatan produksi, pemasaran, hingga ke harapan dukungan tinggi kebijakan pemerintah dalam rangkaian serapan pasar yang dapat memberi efek kesejahteraan masyarakat banyak.

Keterangan Ketua Apeki Tasikmalaya, Rahmat Egin, catatnya saat ini bertanam kopi cukup menjanjikan. Hamparan tanam budidaya kopi ini sekarang di Kab.Tasikmalaya, terus berkembang mencapai 8.000 hektar. Yang sudah instan berproduksi hampir 500 hektar. Jumlah produksinya kurang lebih 350 ton/tahun.

Angka petani petanamnya sekitar 1.000 orang dengan luas area tanam per orang berkisar 0,5 – 5 hektar. Penanaman menghampar mulai Kec.Kadipaten, kawasan Cakrabuana, Galunggung, Taraju dan Kec.Cigalontang. Dua jenis populer dunia kopi terdiri arabika dan robusta, ada di Kabupaten Tasikmalaya.

Ketika semangat budidaya melejit saat ini, tak ayal tantangan dirasakan mereka. Tak kalah harap dari pemerintah berupa kebijakan lebih berpihak. Harapan yang dirasa itu akan berkorelasi pada serapan produk yang lebih baik pada petani. Kemudian keuntungan lain diraih pada keahlian olah produk kopi sampai menghadirkan serapan ketenagakerjaan.

Dibeberkan Rahmat, sejauh ini pemasaran kopi asal Kab.Tasikmalaya, cukup mengalir ke wilayah Kota Tasikmalaya. Bersamaan merebaknya usaha-usaha kreatif menyajikan suguhan kopi di kedai-kedai atau kafe kopi. Lainnya pemasaran, ke Bandung, Jabodetabek. Malah, ada yang terjual ekspor dibawa eksportir.

“Nah ketika yang diharapkan perhatian pemerintah, maksudnya bagaimana dukungan-dukungan bagi pengembangan usaha dalam kemampuan-kemampuan terus terserap, terutama dalam proses olahan saji kopi ini di masyarakat, seperti di keahlian-keahlian roasting, profesi barista, dll. Yang itu masih terbuka prospeknya,” beber Rahmat.

Pengembangan penyerapan keterampilan itu, tentu bisa disebar lewat pelatihan-pelatihan. Selama ini di masyarakat masih dinilai langka dan mahal gelar pelatihan. Banyak kedai atau kafe tak memiliki barista, yang itu dapat mengimbas kurangnya nilai jual pengelolaan usaha. Kesempatan lainnya sebagai roasting. gus


Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.