Informasi mengabarkan. Dalam beberapa hari terakhir angka pasien Covid-19, merebak. Bahkan dengan angka yang melebihi kejadian awal virus corona membuncah. Tempat-tempat karantina atau isolasi rumah sakit (RS) di Kota Tasikmalaya, rata-rata penuh. Malah sampai ada pasien yang harus mengantre di ruang IGD.

Dalam laporan yang ditelusuri dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, faskes isolasi RS sejak Senin (21/6), menunjukkan tren yang terus meningkat. Malah dari satu laporan, pada Selasa (22/6), hampir seluruh ruangan proyeksi pelayanan pasien covid rumah-rumah sakit dalam kondisi penuh.

Pernyataan Direktur Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Deni Diana, sebagaimana dikutip para awak media, di RS-nya dengan jumlah kamar layanan mencapai 130 kamar, pada Selasa lalu, seluruhnya terisi. Kemudian jika menghitung dengan antrean masuk yang tertahan di ruang IGD, pasien Covi-19 mencapai 120%.

Dalam laporan rumah sakit lain, hingga Kamis (24/6), seperti proyeksi ruang pelayanan covid di Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) yang berjumlah 43 tempat tidur, menurut Edwin, di bagian marketing RSJK, semuanya terisi. Pun kabar lainnya dalam kondisi penuh tak beda di RS SMC Kab.Tasikmalaya. Di RS TMC dengan 34 jumlah tempat tidur yang disediakan, seluruhnya terisi. gus

 

Prof Deden Mulyana

Masa penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun akademik 2021/2022, lingkup perguruan tinggi negeri (PTN) masih berlangsung. Ada beberapa jalur bisa ditempuh bagi para calon mahasiswa. Setelah jalur SNMPTN (seleksi nasional mahasiswa PTN), terus SBMPTN (seleksi bersama mahasiswa  PTN), ada lagi SMMPTN (seleksi masuk mahasiswa PTN) berdasar wilayah.

Semula populer dengan tiga jalur seleksi itu, berlangsung hingga tahun kemarin. Kini memasuki tahun akademik 2021/2022 masih ada satu jalur lagi bagi calon mahasiswa yang belum keterima di PTN, tepatnya jalur seleksi mandiri (SM) local wisdom atau seleksi dengan penyelenggaraan oleh kampus masing-masing.

Pelaksanaan SNMPTN terkonsentrasi di satu alur nasional berbasis IT, kemudian SBMPTN/UTBK dikawal LTMPT. Lantas, SMMPTN dalam kawal badan koordinasi PTN tiap wilayah, diikuti peserta umum. Untuk seleksi mandiri sepertinya menggantikan sebutan semula yang populer dalam PMB-PTN ini yakni, jalur ujian mandiri.

Wakil Rektor I Universitas Siliwangi (Unsil), Prof Deden Mulyana, membenarkan kampusnya siap jelang gelar PMB jalur SM. Namun pada Mei ini kampusnya masih juga fokus dengan pelaksanaan PMB jalur SMMPTN Wilayah Barat, yang akan melangsungkan tes penerimaan/seleksi pada tanggal 28 Juni ini.

“Nah untuk masa pendaftaran jalur SM sudah dibuka sejak tanggal 22 Juni yang akan berlangsung hingga 30 Juni. “Jadi, bagi para calon mahasiswa baru yang akan mendaftar silakan daftar secara online antara tanggal 22-30 Juni,” jelasnya kepada Tasikplus.com, Selasa (22/6). Tahun ini Unsil menerima mahasiswa baru dari seluruh jalur penerimaan sebanyak 2.850 orang.

Jumlah itu untuk seluruh prodi atau fakultas yang ada di Unsil. Yang ditekankan berikutnya dari pernyataan Prof Deden bahwa jalur tes SM tak ubahnya sebagai pola PMB afirmasi. Seleksi mandiri lebih difokuskan untuk para calon mahasiswa berprestasi. Ia sebut prestasi dalam hal ini khususnya anak-anak tahfidz Quran, minimal hapal 10 juz.

Selain calon mahasiswa yang tahfidz Quran, SM juga diproyeksikan bagi mereka pemegang Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). “Pendaftar asal umum tentunya tak bisa kita halangi, namun proyeksi PMB jalur SM ini kita lebih prioritaskan mereka yang tahfidz Quran dan pemegang KIP-K,” imbuh profesor itu.

Untuk jadi pemegang KIP-K bisa mendaftar di akunnya secara online. Berapa proporsi PMB Unsil negeri dari total penerimaan tahun ini, yang terbagi asal jalur SNMPTN di angka 30%, SBMPTN 50%, dan asal SMMPTN berikut SM sisanya, di angka 20% dari keseluruhan penerimaan sebanyak 2.850 orang. gus

 

Kawasan kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, oleh sebagian warga tampaknya dijadikan alternatif tempat rekreasi. Terutama pada hari Minggu. Ibu-ibu muda membawa anaknya bermain mainan seadanya, ada juga yang beli ragam kebutuhan di Pasar Kojengkang, selain yang berolahraga. Biasa dijubeli pengunjung yang tampaknya bukan saja warga Kota Tasikmalaya, melainkan asal daerah-daerah tetangga seperti Kabupaten Tasikmalaya, Banjar dan Kabupaten Ciamis. Terus meningkatnya keramaian dari minggu ke minggu tak ayal membuat kemacetan di ruas jalan sekitarnya. gus


 

Pandemi Covid-19 yang tampaknya mulai dianggap akrab masyarakat, ternyata masih menyisakan paparan yang belum dianggap menenangkan. Fluktuasi (naik-turun) angka paseinnya yang terpapar. Tak jarang dengan angka meroket, mengkhawatirkan. Yang jadi perhatian beberapa hari terakhir, kembali menimpa ASN di lingkungan kerjanya.

Seperti kabar yang menimpa aparat sipil negara (ASN) di lingkup Kantor Inpektorat Pemerintah Kota Tasikmalaya. Awalnya terpapar covid seorang saja. Ketika kemudian dilakukan tracking oleh Dinas Kesehatan terhadap 40 pegawai di kantor itu, ternyata ditemukan lima rekannya positif terpapar Covid -19.

Keterangan tersebut disampaikan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, Rabu pekan kemarin. “Kami lakukan tracking sekitar 40 karyawan, menjalani swab antigen, hasilnya lima orang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Kelima orang itu, sambung dia, memang pernah melakukan kontak erat dengan yang positif pertama. Dari enam orang yang terkonfirmasi positif ini, satu orang di antaranya dirawat di rumah sakit karena bergejala.

"Lima orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan petugas puskesmas. Kelima yang menjalani isolasi mandiri ada yang tak bergejala dan ada yang bergejala tetapi ringan,” terangnya.Sehubungan paparan covid itu, pilihannya kemudian menutup aktivitas kerja di kantor Inspektorat. Menghindari meluasnya paparan virus corona. Untuk sementara saja kantor inspektoratnya ditutup, hingga saat ini masih ditutup," imbuhnya saat memberi keterangan, Rabu (16/6). red

 

Persoalan sampah terus menantang perhatian untuk ditangani lebih efektif. Di wilayah Kota Tasik, acap masih mudah didapati tumpukan sampah tak tertangani menumpuk di pinggir-pinggir jalan. Kondisi itu seiring keterbatasan intensitas angkut ke TPS akhir.

Sepertinya cukup penting kepedulian masyarakat agar lebih bijak turut menanganinya. Tak membuang sembarangan ke luar jika sebagian bisa ditangani sendiri. Apalagi informasinya, sebagian mereka membawa kantong sampah dari rumah, sambil menuju tempat kerja membuangnya di lokasi sepi.

Informasi beredar beberaa hari terakhir, pemerintah Kota Tasikmalaya, membidik dana kelurahan sebagian alokasinya dalam penganan sampah. Kongkretnya dengan anggaran dalam plot dana kelurahan digunakan untuk pembuatan tempat pembuangan sampah semetara (TPS), di masing - masing kelurahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rabu (16/6) oleh Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf. Menurutnya, penggunaan anggaran kelurahan untuk pembangunan TPS di setiap kelurahan sudah dibicarakan dengan sekretasris daerah (sekda) Kota Tasikmalaya.

"Sebagain dana kelurahan akan kita gunakan untuk pembangunan TPS, sebelum pengangkutan oleh armada untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA)," katanya. Penggunaan dana kelurahan untuk pembuatan TPS, sambungnya, akan  mulai direlasasikan pada tahun 2022.

Yusuf berharap, ikhwal alokasi penggunaan dana itu bisa terwujud, untuk penanganan sampah di Kota Tasikmalaya. Pihaknya juga nanti akan menyosialisasikan ke setiap lurah bahwa dana kelurahan itu bisa digunakan untuk pembangunan TPS. "Agar diketahui seluruh lurah, akan kita infromasikan," imbuhnya.

Sempat disitir Yusuf juga, pemerintah Kota Tasikmalaya terus melakukan penanganan sampah. Hanya saja, ujar dia, saat ini disiplin masyarakat kaitan buang sampah ini masih kurang. "Lebih parahnya lagi Kota Tasikmalaya ini dijadikan tempat buangan sampah warga dari luar daerah yang melintas/lewat," katanya. red

 

Satu sudut Taman Kota Tasikmalaya. Area ini merupakan satu pusat keramaian di ruas Jl HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya

Mendapati pandemi Covid-19 yang ternyata masih memapar, acap menunjukkan angka lonjakan pasiennya. Opsi disiapkan pemerintah Kota Tasikmalaya, tengah berhitung untuk kembali memberlakukan penyekatan di pusat-pusat keramaian di Kota Tasikmalaya.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan massa di pusat keramaian, mencegah kembali meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Dan, pernyataan ini dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf.

"Karena di daerah lain mulai terjadi lonjakan, kita harus waspada. Bahkan sekarang Bandung Raya Siaga Satu dan bersetatus zona merah. Saya sarankan tadi ke Forkopimda untuk kembali melakukan penyekatan," ujar Muhammad Yusuf, Rabu (16/6), kepada kru pers.

Jelasnya lagi, penyekatan dilakukan di pusat keramaian seperti di kawasan pusat pertokoan Jalan HZ Mustofa. Di titik tersebut kata Yusuf petugas dapat menutup jalan sewaktu-waktu jika terjadi kerumunan massa. Hal serupa juga bisa dilakukan di kawasan-kawasan lain yang berpotensi didatangi banyak orang.

Namun Yusuf pun masih menegaskan, ikhwal kebijakan ata wacana penerapan penyekatan ini masih harus didiskusikan bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya. "Intinya kita tidak mau ada lonjakan kasus di Kota Tasikmalaya," tegasnya.

Diterangkannya juga, untuk tetap mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, hingga saat ini tempat-tempat usaha di Kota Tasikmalaya masih bisa beroperasi, meski dibatasi hingga pukul 21.00 WIB. Begitu pun tempat wisata, diperbolehkan beroperasi dengan syarat maksimal hanya menerima kunjungan 50% dari kapasitas tersedia.

"Saya ingatkan prokes harus tetap dijaga. Kita memang tak ada lonjakan kasus, sampai saat ini masih berstatus oranye, tapi kan daerah sekitar sudah merah. Mudah-mudahan tidak sampai berdampak ke Tasik," harapnya.

Selebihnya, Yusuf, membahas kaitan tibanya Idul Adha 1442 H, kemungkinan akan ada pembatasan-pembatasan walaupun pelaksanaan ibadah tetap berjalan." Pasti akan ada pembatasan, seperti tidak akan ada solat Iedul Adha tingkat kota di Masjid Agung. Solat Idul Adha tetap bisa dilaksanakan di Masjid Agung, hanya saja cukup digunakan untuk warga sekitar Masjid Agung," tambahnya.red


 

Beberapa setelah kejadian, petugas damkar tiba di lokasi melakukan pemadaman serta petugas kepolisian melakukan olah TKP

Mengejutkan warga sekitar. Satu peristiwa kebakaran rumah terjadi siang hari Selasa (31/5), menimpa satu rumah di Jalan Cirahong, Desa/Kec.Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Rentetan kebakaran seterusnya mengenai mobil dan beberapa tabung gas.

Lokasi rumah dengan dua lantai itu di ruas jalan perbatasan wilayah Kab.Tasikmalaya menuju Kab.Ciamis. ruas jalan yang banyak dijadikan alternatif warga dalam lalu-lintas antar dua wilayah. Kebakaran persisnya jam 11.55 WIB.

"Saya kebetulan sedang di depan lokasi kebakaran. Saat itu sekira jam 11.55 WIB pas adzan Duhur," ujar saksi mata kejadian, Fahmi Z kepada wartawan. Api mulai terlihat, sambungnya, dari lantai dua rumah itu.

Bahkan dalam dugaan saksi mata ini, api dimungkinkan dari korsleting listrik. Dan, yang punya rumah sepertinya tak mengetahui kejadian di awal. "Tapi saat itu ada tetangga yang melihat. Mendapati api dari lantai dua rumah," jelasnya.

Seterusnya, api yang merembet ke lantai bawahnya, tak terhindarkan mengenai keberadaan mobil berikut 17 tabung gas elpiji ukuran kecil. "Api menyambar ke mobil dan ke tabung gas. Itu awalnya, dan seterusnya yang terbakar dua bangun rumah/warung karena menyatu," tambahnya.

Beberapa saat berselang, petugas unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Memadamkan kobaran api. Disusul tim Inanfis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, yang terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). red

 

Prof H Arifin PhD

Suasana kembali normal. Pandemi covid-19 segera berakhir. Hingga proses pembelajaran dunia pendidikan yang seperti sedia kala, menjadi harapan berbagai pihak. Di jenjang kelembagaan pendidikan menengah-dasar, proses pembelajaran tatap muka (PTM) di daerah-daerah mulai diterapkan terbatas. Menjelang tahun ajaran baru, bulan Juli.

Harapan sama mengemuka dari lingkungan kampus atau perguruan tinggi. Seperti dikemukaan Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Prof H Arifin PhD, saat ditanya Senin (31/5). Sejak dera pandemi covid Maret 2020, kegiatan dunia pendidikan diliburkan, lalu menjalankan pola jarak jauh atau dalam jaringan (daring) berbasis internet.

Sekilas dengan pemandangandi  kampus megah Unsil, di Jl.Siliwangi, Kota Tasikmalaya, dalam hari-hari hening dari riuah mahasiswa dan aktivitasnya. Tenaga kependidikan (tendik) bekerja dengan shift. “Seperti yang lainnya, kita jalankan kegiatan akademik pada mahasiswa secara virtual. Harapan kita, memasuki awal semester genap nanti pembelajaran kembali seperti biasa,” jawab Prof Arifin.

Ia kemukakan plus-minus jalankan pembelajaran secara daring. Meki dalam pelaksanaannya ia dapati seluruh mahasiswa mengikuti meeting zoom misal, namun masih ada keraguan kesertaan mahasiswa belajar secara virtual bisa hanya nampang fotonya saja. Yang pasti lagi, di lingkup satuan kerjanya, para dosen sudah menjalankan kewajibannya mengajar.

Materi tersampaikan rata-rata di atas 90%. Fakultas teknik yang dikenal sarat kegiatan praktik, aku Arifin, untuk kegiatan itu tentu jadi perhatian, dilaksanakan. Meski ada di antara kegiatan praktik yang kemudian dijalankan daring. Kaitannya lagi dengan target PTM awal semester genap, persepsinya, dijalankan dalam proporsi terbatas atau dalam prosentasi 50% dari kapasitas ruangan.

Namun, sejalan keinginannya kaitan PTM memasuki bulan September mendatang yang terselenggara, sebut ia, hingga saat ini di kampusnya masih dihadapkan tantangan, terutama untuk keharusan seluruh dosen dan tendik yang sudah divaksinasi, sebagaimana ini dipersyaratkan dalam SKB tiga menteri, hingga kini syarat itu belum terealisasi.

“Tadi saya pun habis ngobrol sama ketua Pusat Komunikasi Informasi Edukasi (PKIE) Covid-19 Unsil, berkaitan dengan pencegahan Covid-19 dan kesiapan pembelajaran September mendatang secara tatap muka, isinya kita menginginkan seluruh dosen dan tendik sudah divaksin sebagaimana itu dipersyaratkan dalam SKB tiga menteri,” ulasnya. gus

 

Bersamaan jelang pelaksanaan tes penilaian akhir tahun (PAT) 2020/2021, aktivitas pendidikan di jenjang SMP di Kota Tasikmalaya, tampak dengan pemandangan para siswanya beberapa hari ini, berdatangan ke sekolah.

Spontan mengubah suasana hening sekolah-sekolah yang berlangsung lebih setahun ini. Pola pembelajaran tatap muka sejak Senin (24/5), mulai diujicobakan dengan proporsi terbatas dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Pelaksanaan itu sebagaimana diizinkan dalam surat edaran yang dikeluarkan Gugus Tugas Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya. Ada persyaratan lain penting juga yang diharuskan, berupa pernyataan setiap orangtua siswa mengizinkan anaknya ikut PTM sekolah.

Namun seperti yang terpotret jadi pemandangan tiap pagi di gerbang masuk SMPN 15, ada petugas atau guru yang melakukan tes suhu badan hingga penyemprotan hand sanitizer, terapkan standar prokes pada setiap anak yang memasuki lingkungan sekolah. red


 

Dekan FISIP Unsil, Prof H Iis Marwan, menandatangani naskah berisi komitmen unit kerjanya menerapkan ZI, disaksikan yang hadir

Sivitas Akademika FISIP (Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik) Unsil (Universitas Siliwangi) Negeri Tasikmalaya, mencanangkan unit kerjanya pembangunan Zona Integritas (ZI), menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)-Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Pencanangan penerapan ZI, Senin (31/5), dalam satu seremoni di Gedung Mandala Unsil.

Hadir dalam acara, Rektor Unsil Prof H Rudi Priyadi, kalangan pimpinan daerah di Priatim, jajaran wakil rektor, dekan, para kepala satuan kerja di Unsil, ketua himpunan mahasiswa, dan di jaringan virtual turut menyaksikan pejabat irjen Kemendikbudristek, serta dirjen Dikti Kemendikbudristek.

Dekan FISIP Unsil, Prof H Iis Marwan mengungkapkan, penerapan zona integritas jadi komitmen pihaknya setelah ditunjuk dan dikukuhkan SK rektor Unsil. Terdapat beberapa langkah untuk mewujudkan kelembagaan bebas KKN dan birokrasi bersih ini, antara lain di aspek pelayanan yang serba berbasis IT, sehingga lebih memudahkan, cepat, tranparan.

Selebihnya yang tak kalah penting, soal komitmen seluruh jajaran pimpinan dan anggota satuan kerja, merubah pola pikir dan budaya kerja yang penuh integritas menuju WBK dan WBBM. Perhatian fasilitasi layanan sampai ke penempatan khusus fasilitas bagi orang atau penyandang disabilitas. Penerapan ini tentu akan dalam satu penilaian yang terus-menerus.

Rektor Unsil, Prof H Rudi Priyadi, di acara deklarasi memberi apresiasi untuk jajaran di satu unit kerjanya ini siap menerapkan ZI. Menyusul komitmen serupa kelembagaan kampusnya yang sudah mencanangkan lebih awal. Keyakinannya, terwujudnya kampus yang bersih akan menjadi penentu bangsa yang memiliki pelayanan SDM bersih dan bebas KKN.

Kemudian saran rektor, suksesnya penerapan zona ini dapat terwujud diawali melakukan kebiasaan dan budaya baik dalam kegiatan akademik, transparansi layanan administrasi, serta kelembagaan secara menyeluruh. Dan, semangat deklarasi dari FISIP ini, harapan rektor, bertular ke unit-unit kerja lainnya. gus


Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.