Petugas langsung mendatangi dan mengamankan lokasi pesantren tak lama mengemuka ada ratusan warganya terpapar Covid-19

Menjadi informasi cukup menyita perhatian. Khusunya di Kota Tasikmalaya. Santri satu pesantren dikabarkan dalam jumlah ratusan terpapar Covid-19. Pemerintah daerah terus mengambil langkah sigap mengarantina mereka.  

Menyusul kabar itu, para orangtua santri sejak Kamis (18/2), mendatangi pesantren dan menjemput anaknya untuk dibawa pulang. Kabar menyeruak paparan Covid-19 di pesantren di wilayah Kec.Cipedes itu, ramai dalam jejaring sosmed, sejak Rabu (17/2).

Dari satu data, ada sekitar 50 santri yang siap dijemput pulang sebelum dipulangkan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Sedangkan laporan jumlah santri terkonfirmasi Covid-19 di pesantren itu hingga berjumlah 383 orang.

Sejumlah santri tampak keluar asrama sambil membawa pakaian dan buku pelajaran ke kendaraan yang dibawa orangtua. Pejabat Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, mengatakan terhadap mereka dilakukan screening dan tes PCR, diharapkan dari tes yang dilakukan hasilnya negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat, Kamis mengatakan, dari 383 orang yang positif, 110 orang masih menjalani isolasi dan karantina di hotel yang sudah dijadikan lokasi karantina yakni, Mahkota Graha, Kota Tasikmalaya.

"Karantina lainnya, ebanyak 55 orang di RS Dewi Sartika, 175 orang di lingkungan pesantren, satu orang dirujuk ke RSHS, satu orang dirujuk ke Puskesmas Lakbok Ciamis, tiga orang sudah dipulangkan, dan 32 orang melakukan isolasi mandiri,” beber dr Uus kepada pers Kamis (18/2).

Seterusnya, Uus mengakui, di hari itu santri yang dipulangkan berjumlah 50 orang dengan hasil tes negatif. Bagi yang lainnya, sebelum dipulangkan Dinas Kesehatan melakukan screening dan tes PCR.

Sekilas dari pantauan, para santri dan tenaga pengajar pesantren yang dikarantina dan isolasi di hotel, terlihat melakukan aktivitas berjemur, olahraga, serta pemeriksaan rutin oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga Selasa (16/2), secara akumulatif warga Kota Tasikmalaya yang terpapar Covid-19 berjumlah 3.926 terkonfirmasi positif. Dalam jumlah 3.065 orang sudah dinyatakan sembuh, 792 orang masih menjalani isolasi, dan 68 orang keninggal dunia. red

 

Prof Deden Mulyana

Musim penerimaaan mahasiswa baru (PMB) pada perguruan tinggi negeri (PTN) tahun angkatan 2021, dimulai sudah. Pada pekan III Februari ini, telah memasuki masa pendaftaran calon mahasiswa. Para siswa lulusan SLTA tengah dalam sesi pembuatan akun, setelah tahap awal PMB dibuka 11 Januari lalu.Tahapan PMB diawali kegiatan sekolah mendaftarkan siswanya berupa dokumen pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) dimulai 11 Januari 2021. PDSS diregisitrasikan di akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga di bawah Kemendikbud ini menerapkan sistem single sign on (SSO).Sisten itu mewajibkan pengisian PDSS, dimulai pendaftaran SNMPTN dan pendaftaran ujian tulis berbasis komputer - seleksi bersama masuk PTN (UTBK-SBMPTN) harus memiliki akun di LTMPT. Setelah sekolah melakukan registrasi akun LTMPT, lalu dilanjutkan dengan pengisian PDSS.Wakil Rektor I Universitas Siliwangi, Prof Deden Mulyana, menerangkan tahapan PMB di kampusnya, terus berjalan sejak dibuka. Dan, untuk hasil pengujian peserta PMB melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan diumumkan secara nasional pada tanggal 22 Maret 2021.Selain jalur SNMPTN, sambung Prof Deden, masih ada dua kesempatan bagi mereka yang belum lulus lewat SNMPTN yakni, jalur UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dalam wilayah kelola BKSPTN Barat dan jalur Seleksi Mandiri. Pendaftaran UTBK-SBMPTN pada 15 Maret – 1 April, untuk jalur Seleksi Mandiri pada 15 – 22 Juni.Satu catatan yang cukup diingatkan Deden, memasuki tahun ini untuk mereka yang akhirnya dalam pilihan kembali ikut jalur UTBK seleksi mandiri, diselenggarakan secara terkonsentrasi dalam pengelolaan pelaksanaan BKSPTN Barat, beda dengan pelaksanaan tahun kemarin yang di sebagian kampus PTN termasuk di Unsil dilaksanakan di kampus sendiri.Untuk tahun ini kampus Unsil akan menerima mahasiswa baru di 22 prodi dalam tujuh fakultasnya itu sekitar 3.600-an orang. Proporsi penerimaan terbagi dari jalur SNMPTN 20%, kemudian dari UTBK – SBMPTN 50%, dan lewat jalur Seleksi Mandiri 30%. gus


 

Anak-anak pengambil buku sekolah akhirnya diamankan petugas. Pengakuan mereka, hasil penjualan buku terus dipakai main game online

Sekelompok anak dan remaja ini berulah. Melakukan aksi pencurian buku di satu sekolah dasar (SD). Membawa buku paket pelajaran dalam jumlah hingga satu kwintal. Kemudian, dijual ke tukang rongsokan. Buntut ulahnya, mereka diamankan pihak berwajib.

Kejadian pencurian menimpa SDN 2 Tugu, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Para pelaku ini lantas terungkap berjumlah 10 bocah dan remaja dari awalnya empat orang pelaku.

Pertama diketahui ada pencurian buku oleh penjaga sekolah, Senin (15/2). Kabar pun tersebar sampai ke kuping warga di sekitar lingkungan sekolah. Mendengar itu sebagian warga berusaha melakukan pencarian, penelusuran.

Hingga dari satu upaya ada di antara remaja yang mendapati info bahwa pelaku menjurus pada mereka yang berbuat. Langkah warga sampai akhirnya pada Rabu (17/2) malam, sekira pukul 21.30 WIB, berhasil mengamankan empat pelaku.

Ternyata, para pelaku pencurian masih berusia di bawah umur. Dalam introgasi, para paku mengaku kepada ketua RW, kepala sekolah dan komite sekolah, telah mencuri buku di SD itu, terus dijual seharga Rp 600 ribu ke tukang rongsokan.

Mendengar pengakuan itu, pilihan warga melaporkannya ke petugas di Polsek Cihideung, Polresta Tasikmalaya. Beberapa saat petugas langsung mendatangi lokasi, dan membawa keempat pelaku untuk diamankan hingga proses hukum perbuatannya.

Sekitar 30 menitan berselang, warga ada yang membawa tiga pelaku lainnya yang jadi bagian komplotan mereka. Sehingga keseluruhannya menjadi 8 orang. Kebanyakan pelaku bukan warga sekitar lingkungan sekolah maupun pemukiman penduduk Cipicung.

Selama penanganan warga, para pelaku terlebih yang berusia remaja nyaris jadi sasaran amukan warga yang kesal lantaran mengganggu kegiatan pendidikan di sekolah lingkungan mereka. Beruntung gelagat itu bisa ditenangkan ketua RW dan yang lainnya.

Para pelaku sempat diamankan di satu rumah warga yang aman. Hingga beberapa saat datang petugas kepolisian. Dari empat pelaku awal itu, ada seorang remaja dewasa yang diduga jadi otak pencurian.

Dari pengakuan pelaku

Keterangan Ketua Komite SDN 2 Tugu, Agus Nasaromdoni, total buku paket pelajaran yang diembat pelaku, dari kelas I sampe kelas VI, dalam hitungan senilai Rp 25 juta. Awal pelaku terungkap saat salah seorang pelaku ada yang mengakui telah mencuri buku di sekolah itu.

"Jadi, anak-anak SMP di lingkungan kita ikut menyelidiki kasus ini awalnya. Lalu, mengetahui ada seorang pelaku yang mengakui telah mencuri buku itu. Sehingga dicari, sampai berhasil dibawa ke rumah pak ketua RW," ungkapnya.

Keseluruhan pelaku, catatan ketua komite sekolah, 10 orang dan yang baru ditangkap serta diserahkan ke petugas kepolisian delapan orang. Untuk yang dua orang lagi sudah diketahui warga identitasnya.

Sepakat menasehati awalnya

Masih pengakuan Agus, awalnya ia bersama warga dalam rencana menasehati mereka setelah terungkap dan mengakui, serta tak mengulang perbuatannya. Tapi rencana itu berubah.

"Tadinya warga sepakat untuk menasehatinya saja, agar tak mengulang perbuatannya. Apalagi katanya, baru kali ini mencuri buku. Tapi kata warga lain, komplotan ini sering melakukan aksi pencurian. Jadi, akhirnya kami serahkan saja ke polisi," sambungnya.

Sementara itu, pernyataan Kepala SDN 2 Tugu, Makmun, para pelaku ini telah mencuri buku-buku di sekolahnya yang diterima pada akhir tahun 2020 di sekolahnya. Buku-buku itu bantuan Kementerian Pendidikan.

Aksi masuk mereka ke sekolah, terang Makmun, pada hari Minggu (14/2), pertamanya ke ruangan kelas I dan II sekira pukul 15.00 WIB. Kemudian, pihak sekolah baru mengetahuinya hari Senin (15/2).

Yang mengetahui pertama kali kondisi kelas telah berantakan, banyak buku yang hilang, adalah penjaga sekolah. Sebagin lagi banyak buku yang jilid-jilidnya sudah disobek. Dalam hitungan dia, total berat buku yang dijual pelaku mencapai 1 kwintal. red


 

Gerbang masuk Unper Tasikmalaya, di Jl.Peta Kota Tasikmalaya

Di tengah suasana pembelajaran kampus yang belakangan terasa hening. Dampak pandemi Covid-19 yang rata-rata memberlakukan pola daring. Pimpinan sivitas kampus Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, tampaknya melakukan reset lingkungan, menuju tampilan kampus yang kelak asri dan nyentrik.

Sekilas hari-hari kampus hanya segelintir saja mahasiswa yang tampak. Terutama mereka yang berkeperluan atau urusan mesti datang ke kampus. Selebihnya kegiatan akademik atau pembelajaran berlangsung melalui basis //online// atau dalam jaringan (daring) digital, hingga nanti pola tatap muka diberlakukan.

Wakil Rektor I Unper, Prof H Dedi Haryadi, membenarkan dengan konsentrasi pihaknya melakukan penataan lingkungan kampus, dalam persepsi untuk mendukung kegiatan akademik di dalamnya. Keyakinannya, satu lingkungan akan memengaruhi kebiasaan dan pembelajaran bagi warga kampusnya.

Adapun konsentrasi penataan antara lain menghadirkan titik-titik atau spot taman-taman yang cantik, bertumbuhan tanaman atau pepohonan yang kelak menghijaukan suasana kampus, hingga memugar bangunan, tempat parkir, yang akhirnya terkesan jadi lapang, terus pacu area kampus yang serba bersih.

“Dalam pikiran saya, satu kondisi lingkungan bisa memengaruhi perilaku warga di dalamnya. Misal, lingkungan yang selalu bersih akan mendorong kebiasaan hingga perilaku warganya memerhatikan kebersihan. Dalam konteks penataan kampus saat ini, kita maksudkan pula hadirnya suasana pembelajaran yang cukup nyaman, berkualitas. Terdorong iklim kampus yang bersih, indah, rindang, hijau, dan adem lah,” beber profesor itu dalam satu obrolan dengan Tasikplus, Rabu lalu.

Sekitar dua bulan ini garap-garap penataan kampus berlangsung. Dimulai dari area sekitar gerbang berupa taman-taman bertanaman hias sampai pepohonan yang masih pendek. Penanaman bunga dan pepohonan kemudian semarak pada median jalan menuju dalam kampus. Pada satu area belakang kampus tertanam juga pepohonan khas beberapa daerah, sejak asal Priangan sampai Papua.

Ditambahkan Prof Dedi, semangat lain tata lingkungan kampus yang beralamat di Jl.Peta Kota Tasikmalaya itu, dalam kerangka terus merefleksikan visi kampus yang unggul, berbasis kearifan lokal, menanamkan karakter kejuangan dalam penerapan Tri Darma Perguruan Tingginya. gus

 

Polisi mengamankan AR setelah tertangkap juru parki di mal AP

Mengaku terhimpit untuk bayar utang. Seorang pemuda, AR (28), warga Kab.Garut, Jabar, menyasar helm milik orang lain. Aksinya mengembat helm yang menempel di motor yang terparkir. Aksinya ketahuan. Buntutnya diamankan di kantor polisi.

Ia melancarkan embat helm, ternyata bukan kali pertama. Bahkan ulah serupa di tahun 2017, hingga proses sidang di pengadilan dan dijatuhi hukuman tiga bulan. Pada Jumat (5/2) lalu, aksinya di area parkir mal Asia Plaza, Kota Tasikmalaya.

Tak lama perbuatannya tertangkap dan diserahkan kantor Polsek Cihideung, Polresta Tasikmalaya, terungkap dalam pemeriksaan, ia nekat mencuri helm karena terlilit utang pinjaman online.

Ia mengaku terpaksa, melakukan aksi pencurian. "Mendesak karena kebutuhan pak. Ada cicilan pinjaman online yang harus saya bayar,” ujarnya. Yang mengemuka lagi, pemuda pengangguran ini suka pinjam uang secara online.

Di hari kejadian berulahnya, ungkap AR, ia berangkat dari Garut dengan pinjam mobil rental, lalu masuk ke mal. Kepada petugas, mengakui juga pernah masuk penjara dalam kasus yang sama hingga dipenjara tiga bulan.

Sementara itu, menurut seorang juru parkir di mal Asia Plaza, Aep Saepudin (30), awalnya ia mendapati terus mengawasi gerak-gerik AR yang mencurigakan di lokasi parkiran motor mal. Pelaku bolak-balik sambil buka-tutup jaketnya.

Beberapa saat diintip, dan tepat aksi embat helm ia lakukan, tak lama dibiarkan di area basement, Aep ditemani rekannya menangkap AR. Seterusnya diserahkan ke Mapolsek Cihideung. red


 

Memimpin sidak di Pasar Cikurubuk, Kapolres AKBP Doni Hermawan dan tim membagikan masker kepada warga di pasar.

Aparatur pemerintah di Kota Tasikmalaya, terus memacu langkah cegah penyebaran pandemi Covid-19. Upaya seiring jumlah warga terkena positif virus corona yang masih bertren tinggi. Selain dengan vaksin yang mulai disuntikkan terhadap sasaran, area tempat keramaian atau aktivitas masyarakat jadi perhatian petugas.

Pada Selasa lalu halnya, aparat gabungan mendatangi kompleks Pasar Induk Cikurubuk. Inspeksi mendadak (sidak) itu langsung dipimpin Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan dan Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Ary Sutrisno. Selain melibatkan anggota instansi TNI, Polri, aparat lainnya dalam sidak tampak dari BPBD serta Satpol PP.

Setiba di lokasi pasar terbesar di Priangan Timur itu, puluhan petugas menyusuri sudut-sudut pasar untuk mengedukasi, menyosialisasikan, pentingnya cegah covid dengan disiplin protokol kesehatan. Selalu memakai masker, menjaga jarak, sering cuci tangan. Tak kalah jadi perhatian kapolres dan dandim ikhwal kurangnya alat kebutuhan cuci tangan di lokasi pasar. 

Dalam sidak, petugas masih menemukan warga atau pengunjung pasar yang tak disiplin menggunakan masker. Namun itu dalam jumlah yang tak banyak. "Secara umum untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) sudah bagus. Hanya satu dua yang tak pakai masker," kata kapolres kepada awak pers, beberapa saat seusai sidak.

Selebihnya untuk soal sarana alat cuci tangan yang dinilai masih kurang memadai. "Tempat cuci tangan harus diperbanyak,” katanya, Selasa (2/2). Bersamaan sidak, gabungan petugas ini membagi-bagikan masker kepada para pedagang serta pengunjung pasar.

Terpisah, Kepala UPTD Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya Udin, mengungkapkan, soal ketersediaan sarana tempat cuci tangan memang saat ini baru ada sembilan titik dari idealnya adalah 20 titik. Diharapnya instansi terkait yang mengalokasikan pengadaan sarana penunjang cegah covid itu nantinya dapat memenuhi kebutuhan soal ini.

Pengakuan Udin, secara umum warga pasar sudah memahami soal keharusan perhatikan prokes untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Pihaknya juga akan terus melakukan edukasi soal ini.

Aktivitas lain aparat cegah pandemi covid di Kota Tasikmalaya, tampak jadi pemandangan mudah terlihat, melakukan operasi yustisi di sejumlah titik jalan hingga pinggiran daerah. Pagi, siang, sore, aparat gabungan menggelar operasi dengan kegiatan memberi edukasi, menghentikan pengendara yang tak pakai masker, menegur hingga memberinya tindakan. red

 

Sanni Erqansyah

Pandemi Covid-19, belum dapat diperkirakan hingga kapan bisa pulih seperti awal. Banyak aktivitas sosial, ekonomi, dll, terkena dampaknya. Termasuk kinerja perbankan yang dalam pilihan menahan laju pembiayaan bahkan memberi kebijakan-kebijakan penangguhan pembayaran. Target-target garapan kinerja bank tertahan.

Pemerintah terus menggenjot upaya cegah pandemi. Menggaungkan penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19. Sejak Maret 2020 sebaran virus corona (Covid-19) melanda seantero jagat. Perlahan masyarakat dipaksa akrab pandemi. Kini di antara pengelola usaha dalam harap geliat bangun setelah perjalanan pandemi setahun ini.   

Seperti dituturkan Direktur Utama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) SIliwangi Tasikmalaya, Sanni Erwansyah, berbulan-bulan belakangan kinerja tertahan, tak berarti harus terus dalam pilihan pasif. Kembali membangkitkan semangat sambil penuh kehati-hatian, menerapkan standar aman protokol kesehatan yang terus dimasyarakatkan.

Pengakuannya, di depan tetap dengan peluang-peluang. Ia bersama jajaran kembali memertahankan spirit, optimisme, mengelola kinerja, usaha, dan pelayanan. Tanpa mengabaikan kebijakan-kebijakan pemerintah bagi perbankan, seperti belakangan untuk melakukan penangguhan-penangguhan pembayaran, menahan laju kredit.

Di depan tak lekang dengan peluang-peluang. “Yang kita gelorakan saat ini spirit tak boleh turun. Semangat terus dipacu. Dan, saya optimistis di tahun 2021 ini dengan harapan iklim usaha membaik dibanding tahun kemarin. Saya tak pernah putus harapan, khususnya dengan peluang usaha yang kita kelola di tahun ini,” ujar Sanni dalam satu obrolan dengan Tasikplus.

Tak dia elak, kinerja layanan BPR-nya tahun kemarin mengalami koreksi-koreksi atau penurunan target, seperti aliran aset dan kredit. Namun penurunan tak cukup signifikan, seperti target pengeluaran kredit senilai Rp 26 miliar yang kemudian tersalur sekitar Rp 25 miliar. Optimisme dia dengan pangsa pasar usaha rumahan atau UMKM yang bertahan.

“Sejak awal pangsa pasar atau orientasi layanan kita dunia usaha rumahan, usaha kecil, warungan, atau UMKM. Kelompok usaha rakyat ini banyak yang bertahan seperti pengalaman di masa krisis moneter dulu. Saya pun yakin di 2021 ini kelompok usaha ini banyak yang berusaha bangkit selain bertahan setelah terguncang pandemi covid sepanjang tahun 2020,” bebernya.

Untuk layanan pembiayaan yang ada di BPR SIliwangi, dengan tawaran tenggat 1-3 tahun pinjaman, dimulai plafon Rp 1 juta hingga Rp 50 juta. Sani menjanjikan pelayanan cepat di BPR-nya, sejak kantor pusat di Jl.Siliwangi dan beberapa kantor cabangnya.

Selebihnya, untuk mereka yang memerlukan nilai pinjaman lebih dari plafon yang ditawarkan itu, ada produk layanan KuWangi Utuh, ada pilihan layanan kredit, kuWangi Hemat dengan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta. gus

 


Anggota Polsek Cisayong gelar operasi yustisi. Ada pemberian masker dan menindak pengguna knalpot bising dalam kegiatan itu.

Jadi pemandangan biasa. Kalangan anak-anak muda atau remaja melakukan kreasi modif sepeda motornya. Namun, tak ayal pilihannya hingga ke berupa penggunaan knalpot bising, sampai memekakkan telinga, dan warga lain merasa terganggu.Mendapati gelagat tren pakai knalpot bising yang kerap dikeluhkan masyarakat, petugas kepolisian di wilayah Polres Kota Tasikmalaya, kerap mengambil langkah-langkah. Malah tak jarang dalam satu operasi dengan tindakan mencopot knalpot sampai menghukum push-up pengendaranya.Seperti langkah yang dilakukan anggota Polsek Cisayong Polresta Tasikmalaya, dibantu unsur TNI, Satpol PP, Selasa lalu, lakukan tindakan menertibkan sejumlah pengendara roda dua yang memakai kenalpot bising. Kegiatan penertiban kendaraan bersamaan gelar operasi yustisi cegah Covid-19 di wilayah Kec.Cisayong.Operasi yustisi dimaksudkan untuk peningkatan kedisiplinan hingga penegakan hukum protokol kesehatan cegah Covid-19. Menyasar warga yang kedapatan tidak mengenakan masker, ada juga aksi pemberian masker. Pun petugas menertibkan para pengendara bermotor berknalpot bising.Di pengujung operasi, belasan motor berknalpot bising terjaring, diamankan petugas. Kemudian meminta pemiliknya mengganti dengan knalpot biasa atau yang standar pabrikan motor.Dibenarakan Kapolsek Cisayong, Polresta Tasikmalaya, AKP H Ajat Sudrajat, pihaknya tengah terus melakukan sosialisasi cegah covid, hingga menegakan disiplin bagi pelanggar protokol kesehatan, sekaligus di dalamnya menertibkan pengendara bermotor dengan knalpot bising.“Petugas mendapati beberapa orang tidak menggunakan masker. Selain melakukan peneguran, kita juga melakukan penindakan sosial,” kata AKP Ajat, Selasa (2/2). Dalam operasi itu ada pembagian masker sembari menekankan, agar masyarakat tidak abai protokol kesehatan.Setiap aktivitas di luar rumah, perhatikan Gerakan 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Adapun soal tindakannya pada pengguna knalpot bising, pihaknya cukup mendapat banyak keluhan dari mayarakat yang merasa terganggu. red

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.