Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, salah satu instansi layanan publik, keberadaannya kerap menjadi sorotan, lantaran kebutuhan dasar masyarakat, khususnya berkaitan dengan layanan administrasi kependudukan. Tak jarang, jika pelayanannya dianggap kurang memuaskan, ragam celoteh warga senantiasa mewarnai kiprah instansi ini.

Guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan ragam inovasi, diantaranya melalui program PELAKOR atau Petugas Layanan Administrasi Kependudukan Bermotor, kemudian, PDKT, Pelayanan Dokumen Kependudukan Terpadu, lalu ada juga, Pak Godin, Pelayanan Adminiatrasi Kependudukan Go Dinas.

Dan program Si Anaking, Sistem Informasi Antrian Kartu Identitas Anak Keliling. Selain itu, karena situasi saat ini sedang dihadapkan dengan wabah Covid-19, kita berinovasi juga dengan membuat PELAWAK ( Pelayanan Lewat WhatsApp Administasi Kependudukan). Hal itu, seperti diungkap Kadisdukcapil yang baru Hj Wini MSi kepada Tasikplus, Jum'at (27/03).

Ia menambahkan, intinya kami ingin membahagiakan dan memudahkan masyarakat dalam menerima layanan kependudukan, dengan ragam program yang kami gulirkan.

Seperti apa hasil bincang khusus /Tasikplus/ dengan Kepala Disdukcapil Kab. Tasik yang baru, berikut ulasan lengkapnya :

Sebelumnya selamat atas terpilih menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Tasik?

Owh...iya, Terimakasih, mohon do'a dan dukungan dari semua, agar kami bisa menjalankannya dengan baik.

Sebelumnya sempat terpikir akan berada pada posisi saat ini?

Tidak pernah terfikir, untuk menjadi seorang kepala dinas, segala sesuatunya kembali kepada Alloh, tidak ada yang tidak mungkin. Sudah garis tangan, Alloh mentakdirkan saya menjadi seorang kadis, dan Alhamdulillah pak Bupati melantik saya seijin Alloh SWT.

Bagaimana anda memaknai jabatan ini?

Tentu jabatan itu adalah sebuah amanah, semoga saya dapat memangku jabatan ini lebih berkah dan lebih amanah. Amiin.

Anda kan memahami betul kondisi instansi ini, kiat mengawalnya seperti apa?

Mungkin karena sejak awal saya di Disdukcapil, kurang lebih 10 tahun, jadi tahu banyak akan seperti apa Disdukcapil dan bagaimana Disdukcapil untuk menjadi lebih baik lagi.

Saat open Bidding biasa disampaikan gagasan atau program ketika terpilih, barangkali seperti apa?

Saat open bidding saya memaparkan kondisi eksisting Disdukcapil Kab. Tasikmalaya, kemudian bagaimana cara mensikapi kondisi tersebut dan solusinya, serta apa yang harus di kerjakan untuk mensikapi kondisi eksisting itu, sehingga tidak terjadi hambatan dalam pelayanan.

Mensikapi persoalan klasik, kekosongan blanko, selain mengajukan penambahan kuota, ada upaya lain, misal mencetak sendiri blankonya?

Alhamdulillah, sejak Desember tahun lalu, blanko dari pusat sudah membaik. Terkait dengan pengadaan blanko, itu kewenangan pusat, kita tidak bisa mencetak atau melakukan pengadaan sendiri.

Disoal peningkatan pelayanan, langkahnya seperti apa?

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan, sebagai bentuk implementasi Permendagri Nomor 19 tahun 2018, kita mencoba berinovasi, walaupun masih minimalis, sesuai dengan kondisi yang ada, diantaranya, ada program PELAKOR atau Petugas Layanan Administrasi Kependudukan Bermotor, kemudian, PDKT, Pelayanan Dokumen Kependudukan Terpadu, lalu ada juga, Pak Godin, Pelayanan Adminiatrasi Kependudukan Go Dinas, dan Si Anaking, Sistem Informasi Antrian Kartu Identitas Anak Keliling. Selain itu, karena situasi saat ini sedang dihadapkan dengan wabah Covid-19, kita berinovasi juga dengan membuat PELAWAK ( Pelayanan Lewat WhatsApp administasi Kependudukan).

Tadi dikatakan soal, seperti apa Dukcapil, dan bagaimana Dukcapil untuk menjadi lebih baik, persisnya langkah tersebut seperti apa?

Kita melihat dulu kondisi eksisting dukcapil seperti apa, baik sarana dan prasarana, kemudian kita gali dan pelajari inovasi apa yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan tentunya bisa membahagiakan masyarakat, salah satunya dengan konsep DISDUKCAPIL SMART SERVICE

Terakhir, harapan anda?

Harapan nya, saya ingin mewujudkan pelayanan yang bisa membahagiakan masyarakat dan tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakay, ya itu tadi, melalui konsep Disdukcapil Smart Service. (Pid)




Sosialisasi terkait virus korona (Covid-19) dilakukan jajaran Puskesmas Bojongasih, Kab. Tasikmalaya Kamis (19/3/2020).
Sosialisasi yang digelar di ruang pertemuan Puskesmas tersebut dibahas terkait Covid-19, penularan, tanda-tanda terjangkitnya, hingga cara penanggulangan virus yang tengah mewabah di seluruh dunia bagi peserta sosialisasi yang berasal dari unsur Muspika, kades, dan perwakilan warga dari 6 desa.
Dalam paparannya, Dokter Puskesmas Bojongasih, dr Anggri Septianto menjelaskan, virus corona merupakan virus berukuran besar diameternya mencapai 400-500 micro, sehingga masker apapun jenis apapun dapat mencegah dan tidak harus menggunakan masker berharga mahal. Selain itu penyebaran virus ini menempel pada benda dan bisa hidup selama 12 jam serta tidak menular melalui udara, sehingga dengan mencuci tangan sudah cukup meminimalisir penyebarannya.
Menurut Anggri, Covid-19 dapat hidup selama 10 menit  saat menempel di tangan, sehingga penggunaan hand sanitizer berbahan alkohol cukup efektif. Selain itu berkumur dengan air hangat dan garam juga akan membunuh virus yang menghebohkan tersebut.
"Budaya hidup sehat dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah, serta mampu memahami apa itu virus Corona menjadi cara tepat mencegah penyebarannya," jelasnya.
Sementara kepala Puskesmas Bojongasih, Tatang Herawan SKep menjelaskan, penyelenggaraan sosialisasi ini merupakan langkah awal pihaknya untuk selanjutnya untuk sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dengan mendatangi setiap keluarga dalam waktu dekat.
"Kami terus menggelar sosialisasi untuk upaya penanganan dan pencegahan virus corona, sekaligus berharap adanya komunikasi yang intens seluruh komponen dan masyarakat," tegasnya.
Camat Bojongasih, Drs Heri Sugiri, usai kegiatan mengatakan, pihaknya siap membantu sepenuhnya terhadap penyebaran informasi dalam upaya pencegahan hingga penanganan Covid-19 di wilayah Kec. Bojongasih dengan melibatkan unsur pemerintahan desa, lembaga, dan seluruh tokoh masyarakat.
"Kami berharap masyarakat lebih proaktif dengan berkomunikasi dan konsultasi kepada petugas kesehatan terkait virus korona," pungkasnya. (ful)



Sanimas atau Sanitasi Berbasis Masyarakat, merupakan program peningkatan kualitas lingkungan di bidang sanitasi, khususnya pengelolaan air limbah yang diperuntukkan bagi kawasan padat kumuh perkotaan dengan menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Belum lama dibangun, pembangunan Sanimas reguler tahun anggaran 2018 di Desa Sukapada Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Panugaran RT 02/03 RW 07, dikomplain sejumlah warga yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.
Saat ditemui di lokasi, Selasa (17/03) sejumlah warga menuturkan awalnya kami tak mengeluh atas pembangunan sanimas ini, namun tak lama berselang, tepatnya pada saat musim kemarau tahun lalu (2019), warga mulai merasakan dampak tak mengenakan atas keberadaan sanimas. Yang semula kami rasa tidak akan menimbulkan dampak apapun, berubah menjadi sebuah ancaman.
Bagaimana tidak, saat itu (musim kemarau 2019), beberapa sumur-sumur warga, khususnya yang berjarak tak jauh dari lokasi sanimas, berubah warna menjadi keruh dan berbau. Warga menduga, penyebabnya berasal dari keberadaan septitank komunal tersebut.
Selain, berdampak pada sumur warga yang berubah menjadi keruh, bau menyengat pun turut dirasakan warga saat itu, bahkan tercium hingga radius yang cukup jauh dari lokasi sanimas.
Pasca sumur warga berubah menjadi keruh dan berbau, kini warga tak berani memanfaatkan air sumur miliknya untuk dikonsumsi, karena khawatir terdapat kandungan atau zat berbahaya pada air sumurnya, hal itu seperti diungkapkan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, ia tepat berada dibelakang lokasi bangunan Sanimas.
Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Bidang Pemukiman pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman (PUPTRPP) Kab. Tasik Yosep Yuda Permana saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (17/03) menuturkan pada saat pemilihan teknologi atau sanitasi, sebelumnya pasti diadakan dulu rembuh warga, didampingi oleh TFL, ada TFL Pemberdayaan dan TFL Teknik.
Kedua TFL ini, akan mengedukasi atau mendampingi masyarakat untuk merencanakan bagaimana program ini berjalan. Ada dua jenis yang dapat diterapkan dalam program ini, pertama bisa dengan menggunakan Ipal konvensional atau Pabrikasi.
Informasi yang kita terima saat itu, pembangunan Ipal tersebut menggunakan model konvensional, hal itu agar dapat memberdayakan atau mempekerjakan warga sekitar, dalam pelaksanaan pembangunannya. Karena yang dipilih adalah model konvensional, otomatis kontruksi bangunan Ipal harus sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI), salah satunya harus kedap air. terangnya.
Selain itu, harus ada Honeycomb atau sarang tawon, lalu ada bio ball atau media filtrasi yang dapat menyaring kotoran besar, penyebar air dalam sistem filtrasi, dan menjadi tempat bakteri baik pengurai kotoran. Kemudian, sebelum digunakan harus ada seeding bakteri, nantinya limbah yang masuk ke ipal akan dimakan oleh bakteri, sehingga yang ada dibawah itu hanya berupa lumpur saja.
Yosep menambahkan, kalau bicara bau, yang namanya Ipal itu pasti bau, tapi masih bisa diminilasir dengan menyediakan ragam tanaman dilokasi sekitar Ipal, agar dapat menyerap bau tersebut. Kalau awal-awal mungkin tidak terlalu menimbulkan bau, tapi seiring dengan banyak pengguna, apalagi jika bakteri didalamnya itu salah, itu sudah pasti timbul bau. Makanya, disarankan pembangunan sanimas atau Ipal lokasinya berada dititik terendah dan dekat dengan badan penerima atau sungai. tuturnya.
Jadi kalau pas kemarau bau Ipal jadi lebih menyengat, kemungkinan karena pasokan air dalam Ipal berkurang, atau bahkan mungkin tidak ada, pasti akan timbul bau. Makanya, kenapa lokasi pembangunan sanimas harus dekat dengan sumber air, agar pasokan air kedalam Ipal tetap terjaga. kalau didalamnya tidak ada air, kemungkinan besar bau lebih menyengat bisa terjadi.
Selain itu, biasanya dalam Ipal pasti ada saluran pembuang, nah biasanya disini juga kerap timbul bau, hanya sajaa air buangan dan bau yang keluar, kadarnya dibawah ambang batas yang disyaratkan, maka dari itu, air buangan dari Ipal harus dibuang langsung ke badan penerima (sungai), tidak boleh dibuang ke kolam ikan, sawah, saluran irigasi. tegasnya.
Kalau kemudian, ada keluhan warga yang menyebut sumurnya tercemar, perlu dicari tahu dulu, betul tidak penyebabnya dari Ipal tersebut. Terus kalau beberapa waktu lalu sumur warga keruh dan sekarang jernih seperti biasa, agak cukup aneh juga. Katakanlah kalau Ipal tersebut bocor, sampai sekarang mungkin air di sumur warga masih keruh.
Ihwal pembangunan sanimas, yang kini dikomplain warga, kapasitas kami hanya sebatas penerima manfaat, setelah itu  kemudian diserahkan kembali ke kelompok masyarakat sebagai pengelola manfaat. Dan saat itu kami hanya mendapat laporan ihwal adanya kegiatan pembangunan Sanimas dilokasi tersebut, karena segala sesuatunya merupakan tanggungjawab pusat melalui satker provinsi, otomatis kita tidak setiap hari memantau pekerjaan tersebut. tandasnya. (Pid)


Suasana Rapat Tahunan Koperasi Pondok Pesantren Fathiyyah yang dipimpin Ahmad Tazzaka Bonanza


Ibarat ulat yang bermetamorposa jadi kupu-kupu, itulah yang dilakukan Koperasi Pondok Pesantren Fathiyyah milik Pondok Pesantren Idrisiyyah Pagendingan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Taikmalaya.

Koperasi yang awalnya basajan, tumbuh dan berkembang menjadi koperasi pondok pesantren  luar biasa. Dari modal puluhan juta kini mengelola aset ratusan miliar. Bahkan bisa menjadi koperasi pesantren terbaik nasional.

Dibalik kesuksesan Kopontren Fathiyah itu, ada sosok luar biasa seorang Ahmad Tazzaka Bonanza, Ketua Kopontfen Fathiyah yang berhasil menyulap Kopontren hingga mampu mengelola aset ratusan miliar.

Tak heran jika Pemerintah, pada tahun 2018 lalu menobatkan Ahmad Tazaka Bonanza sebagai Tokoh Koperasi Nasional dan sebagai penggerak koperasi di Tasikmalaya. Karena telah berhasil membawa Koponten Fathiyah terbaik di tingkat Nasional.

Dalam kiprahnya,  Aka panggilan akrabnya, mampu merekrut 18.000 anggota baru, membina 1.000 warung UKM dan melakukan pembinaan masyarakat pesisir bersama nelayan.

Dalam membina masyarakat pesisir yang awalnya hanya mengelola dua kolam udang, kini tumbuh menjadi 50 kolam dengan aset puluhan miliar.

"Alhamdulillah, pesantren memberikan kepercayaan untuk mengelola sebuah lembaga keuangan. Kepercayaan itu saya jaga dengan baik dan hasilnya juga alhamdulillah baik," kata Aka.

Aka sendiri mengelola Koperasi sejak tahun 2012 lalu. Saat itu aset yang dikelola koperasi nilainya hanya puluhan juta rupiah. Dengan tangan dinginnya dalam mengelola koperasi, maka dalam waktu singkat aset koperasi terus meningkat signifikan.

Selang tiga tahun dikelola dengan manajemen baik, koperasi mampu membukukan aset senilai Rp 20 miliar. Sebuah capaian yang luar biasa. Untuk itu, Aka dipercaya pesantren untuk terus menjadi Ketua Kopontren hingga tahun 2020 ini.

Kopontren Fathiyyah sendiri didirikan sejak tahun 1983. Di tahun 2012, kopontren tumbuh dengan pesat dan kini menjadi percontohan di Jawa Barat.

Tahun 2015, Aka mencoba membuat saresehan koperasi di Pondok Pesantren Idrisiyyah dengan mengundang koperasi pesantren yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Tujuannya jelas bagaimana kopontren bisa menjadi penggerak ekonomi umat.

"Koperasi pesantren harus menjadi penggerak ekonomi umat. Dan saya optimis itu bisa terjadi jika semua kopontren mau belajar manajemen yang baik. Apalagi Tasikmalaya punya sejarah kebangkitan koperasi," katanya.

Tahun 2019, Aka bersama empat pesantren besar di Jawa Barat mendeklarasikan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) yang diikuti oleh ratusan pesantren di Jawa Barat yang digelar di Pondok Pesantren Idrisiyyah.

Tujuannya sama, yaitu bagaimana pesantren bisa tumbuh menjadi penggerak ekonomi sekaligus sebagai lokomotif pemberdayaan masyarakat, sehingga ekonomi umat Islam khususnya di pesantren tumbuh pesat. 

"Insya Allah kalau semua pesantren koperasinya berjalan bagus, maka kedepan pesantren lah yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan ekonomi Islam akan bangkit," ucap Aka.* Latif


Suasana RTA Koperasi Pesantren Fathiyah Idrisiyah Pagendingan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya

Rapat Anggota Tahunan (RAT)  Koperasi Pesantren Fathiyah Idrisiyah Pagendingan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya dilakukan secara online. Hal itu dilakukan menyusul ditetapkannya serangan virus corona atau Copid-19 sebagai bencana Nasional.

Ketua Kopontren Fathiyah Idrisiyah, Ahmad Tazzaka Bonanza mengatakan agenda RAT tidak bisa ditunda karena sudah menjadi agenda tahunan koperasi yang harus dijalankan. Dan RAT tahun ini dilakukan secara online tidak dilakukan secara rapat di satu ruangan.

"RAT harus tetap berjalan. Makanya dengan terpaksa kita selenggarakan secara online. Untuk masukan saran dan pengesahan akan kami tunggu 7-10 hari kedepan melalui Grup Anggota Koperasi," kata Aka Rabu (17/3/2020).

Aka mengakui saat ini pemerintah sedang fokus melakukan upaya pencegahan terhadap merebaknya virus Corona di wilayah Tasikmalaya yang harus didukung oleh semua kalangan termasuk koperasi pesantren.

Setidaknya kopontren Fathiyah memiliki 180.000 anggota binaan, 5000 warung UKM, 3000 mitra madrasah dan lembaga, 40 unit bisni pemberdayaan ekonomi pesisir dan 1000 kepala keluarga program air bersih dan sanitasi.

Kopontren Fathiyah sendiri sudah berdiri sejak 37 tahun lalu dan terus mengimbangi pesatnya kemajuan di daerah sehingga mampu bertahan dan tumbuh menjadi koperasi terbaik Nasional di Tahun 2018. Saat ini koperasi mengelola aset senilai 72 miliar.

Sebagai Ketua Kopontren, Aka memiliki keinginan koperasi yang dipimpinnya bisa membantu menciptakan swaswmbada pangan di Kabupaten Tasikmalaya dan meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah agraris yang kaya akan potensi pertanian yang luar biasa.

"Semoga Kopontren Fathiyyah di Masa masa yang akan datang mampu memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi Anggota dan masyarakat Kabupaten Tasikmlaya lebih sejahtera lagi," katanya.

Aka juga mengharapkan dengan RAT sistem online ini bisa menghasilkan program yang berkualitas untuk kemajuan koperasi di masa depan.

Di tahun ini kata Aka koperasi menargetkan ada tambahan program untuk 5000 sampai 10.000 warung UKM dan tambahan penerima manfaat program air bersih dan sanitasi untuk 5000 sampai 10.000 kepala keluarga dan membangun pabrik Qini plant pengolahan udang vaname. Juga akan menambah 6000 lembagan pendidikan.

"Ini semua kami lakukan agar kopontren bisa memberi dampak besar bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya," katanya.* Latif


Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto (tengah) saat memberikan keterangan terkait Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan melakukan langkah antisipasi demi mencegah penyebaran virus Corona. Salah satunya melakukan  menyemprot disinfektan di ruang publik hingga tempat ibadah.

"Kita akan lakukan penyemprotan cairan disinfektan mulai Selasa besok. di masjid, tempat umum, pasar, pusat keramaian. Tapi penyemprotannya malam agar tidak membuat panik dan mengganggu aktivitas masyarakat," kata Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto seperti yang dikutip news.detik.com

Dia menyatakan saat ini ada tiga warga di Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam pemantauan terkait virus Corona. Namun pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

"Saya sampaikan agar masyarakat tidak panik tidak resah tapi kita harus tingkatkan kewaspadaan dengan Corona ini. Tiga orang yang sempat keluar negeri dan pulang dari kota terpapar dinyatakan orang dalam pemantauan atau ODP," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ada 15 orang TKI yang baru pulang dari luar negeri sejak Januari hingga Maret 2020. Mereka saat ini masih dalam masa observasi.

 Dia juga menyebut ada 9 warga negara asing yang menetap di Tasikmalaya. Mereka, kata dia, tengah dipantau dan akan diobservasi kesehatannya.

"Ada sembilan WNA di kota menetap, kemudian kita pantau kita observasi. Termasuk juga 15 Warga kita yang dari luar sejak Januari hingga awal Maret kita pantau terus," ucap Ade.* sit


Gatot Nurmantyo mengajak umat muslim untuk melawan Virus Corona dengan Memakmurkan Mesjid
Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menggaungkan gerakan makmurkan masjid dan salat berjamaah di tengah meningkatnya wabah virus Corona (COVID-19) di Indonesia.

Dia mengajak umat Islam meminta pertolongan Allah.

Pernyataan tersebut disampaikan Gatot lewat akun Instagram-nya @nurmantyo_gatot seperti dilihat detikcom, Rabu (18/3/2020).

 Akun ini bercentang biru atau verified alias terverifikasi sebagai akun resmi. detikcom juga telah mengonfirmasi langsung ke Gatot dan mendapat persetujuan untuk mengutip pernyataannya tersebut.

"Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah," tulis Gatot. seperti yang dikutipnews.detik.com. * sit

Abdullah Gymnastiar menyerukan turuti Fatwa MUI

Dai Kondang Abdullah Gymnastiar mengajak masyarakat mengikuti anjuran pemerintah melaksanakan salat di rumah masing-masing. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Menyimak begitu banyak polemik tentang salat di rumah, Aa Pimpinan Daarut Tauhiid dan seluruh jajaran Daarut Tauhiid untuk sepenuhnya mengikuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia," kata Aa Gym dalam videonya, Rabu (18/3/2020) seperti yang dikutip news.detik.com

Imbauan itu sudah dilakukan Aa Gym dan keluarga dengan melaksanakan salat di rumah untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya salat berjamaah dan Jumatan di Masjid Daarut Tauhid juga ditiadakan sementara.

"Masjid Daarut Tauhid, salat Jumat maaf di tiadakan, juga salat berjamaah di Masjid Daarut Tauhid ditiadakan sampai kondisi memungkinkan," ujarnya.

Aa Gym menilai, MUI memiliki otoritas untuk menjaga keutuhan umat. Sehingga, ia mengajak masyarakat mengikuti imbauan MUI.

"Kita memiliki majelis ulama yang memiliki otoritas keilmuan untuk menjaga kemaslahatan umat Islam di Indonesia, juga bangsa ini. Oleh karena itu, tidak usah bingung dengan broadcast dari orang-orang yang tidak jelas keilmuannya, tidak jelas tanggungjawabnya," katanya.

"Jangan ragu-ragu, Allah tahu niat kita selalu ke masjid, juga Allah sudah tahu pahala ke masjid sudah didapatkan kalau kita buat dan sudah terbiasa," menambahkan.* sit


Salah Seorang pengajar Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya memperlihatkan hasil ciptaannya.
Saat kebutuhan hand sanitizer  di pasaran mulai langka, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tasikmalaya berhasil memproduksi sendiri hand sanitizer hingga ratusan buah.


Hasil produksi pembersih sintetis lembaga pendidikan keperawatan milik negara tersebut tidak untuk dijual, tetapi dibagikan secara gratis kepada tenaga medis dan masyarakat.


Sebanyak 100 hand sanitizer yang dikemas secara menarik tak kalah dengan produk di pasaran dibagikan secara percuma kepada petugas medis dan masyarakat di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya, Rabu (18/3/2020) pagi.


Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Ani Radiati, mengatakan, awalnya ia berinisiatif membuat sendiri hand sanitizer setelah melihat kondisi di lapangan barang tersebut langka sejak merebaknya virus corona di Indonesia.


"Kita awalnya melakukan penelitian sejak mengetahui kalau hand sanitizer langka di pasaran dan harganya melonjak mahal sekali. Padahal, fungsinya sangat penting sejak adanya penyebaran virus corona di Indonesia. Kita pun berinisiatif memproduksi dan alhamdulillah berhasil," jelas Ani kepada wartawan di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya seperti yang dikutip regional.kompas.com


 Inisiatif produksi hand sanitizer ini pun, lanjut Ani, karena tim medis selama ini paling berisiko terkena virus tersebut. Sedangkan, persediaan hand sanitizer saat ini sudah terbatas pengadaannya dari pemerintah.


 "Hasil produksi kami ini diperuntukkan untuk aksi sosial dulu yang dinilai paling penting. Paling berisiko adalah tenaga medis dan masyarakat tentunya," tambahnya.


Produk hasil penelitian Lab Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya ini telah lolos uji lembaga terkait dan telah bisa dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat. Selain itu, terdapat penelitian lainnya tentang upaya pencegahan penyebaran virus corona di beberapa wilayah Tasikmalaya.* sit




Stadion GBLA yang digadang gadang sebagai Sarang Maung Bandung
Persib Bandung harus bergerak cepat untuk membenahi Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Maung Bandung berencana berkandang di sana lagi di Shopee Liga 1 2020.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberi lampu hijau terhadap keinginan Persib itu. Namun ada beberapa catatan dari LIB yang harus dipenuhi Persib jika ingin main di GBLA.

Catatan LIB di antaranya adalah perbaikan fasilitas, seperti tidak ada layout stadion, sertifikasi stadion, surat ketersediaan lapangan latihan dan dokumen lainnya.

Kekurangan-kekurangan itu didapat LIB setelah melakukan pengecekan langsung pada 27 Februari silam. Intinya, GBLA layak digunakan namun wajib dilakukan pembenahan.

"Bersama ini PT Liga Indonesia Baru menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Bahwa berdasarkan hasil verifikasi infastruktur, Stadion GBLA, layak dengan catatan untuk digunakan dalam kompetisi Liga 1 2020," tulis Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri dalam surat tertanggal 5 Maret 2020 yang dikutip dari laman resmi klub dan sport.detik.com

Selain hal-hal di atas, GBLA juga perlu pembenahan di sektor kelayakan ruang medis dan perbaikan tribune penonton yang mengalami keretakan.

Andai tak bisa memenuhi syarat ini hingga tenggat waktu, kemungkinan Victor Igbonefo cs bakal tetap main di Stadion Si Jalak Harupat.

Mereka telah bermain di sana sejak Shopee Liga 1 2019 usai tak diizinkan main di GBLA.* sit


Ucapan Selamat Ulang Tahun Persib
HARI Sabtu lalu (14/3/2020), Persib merayakan hari jadinya yang ke-87. Ucapan selamat mengalir dari bobotoh, mantan pemain, pemain, pelatih, pecinta dan mitra kerja Persib.

Sebagai kado persembahan istimewanya Persib mempersembahkan kemenangan untu hari jadinya yang ke-87 setelah menundukkan PSS Sleman 2-1 pada laga pekan ketiga di Stadion Si Jalak Harupat , Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (15/3/2020) beberapa waktu lalu.

Dua gol kemenangan Persib disumbangkan Geoffrey Castillion pada menit 20 dan Wander Luiz menit ke-36.

Meski dalam laga tersebut Persib sempat dikejutkan gol cepat PSS pada menit kedua melalui Aaron Michael Evans memanfaatkan bola liar.

Karena sebelumnya Persib ingin merayakan Ulang tahunnya yang  ke-87 dengan penuh kegembiraan. Dalam lapangan hijau, Pangeran Biru melakukan serangan gencar bertubi tubi.

Upaya Castillion dan kawan-kawan itu membuahkan hasil pada menit 20. Melalui kombinasi apik bersama Ardi Idrus dan Wander Luiz, tendangan keras kaki kanan Castillion menembus gawang Ega Rizky.

Selepas gol itu, Persib terus menggencarkan tensi serangan ke pertahanan Elang Jawa. Hasilnya Persib berbalik unggul melalui gol dari Wander Luiz menit 36. Memamfaatkan umpan dari Supardi Nasir, dengan cerdik ia menyundul bola dan mengelabui Ega Rizky.

Skor 2-1 untuk keunggulan PERSIB bertahan hingga usai. Dengan hasil ini Persib kokoh di puncak klasemen dengan raihan 9 poin.

"Kami akan terus memberikan penampilan terbaik dan semaksimal mungkin. Kami butuh doa dan dukungan dari semuanya di setiap pertandingan," kata Kapten tim Supardi Nasir Bujang.* Ends

 



Dua jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di pemkot Tasikmalaya, kosong alias tak ditempati pejabat definitif. Kedua posisi tersebut yakni jabatan kepala Inspektorat serta kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kendati kosong, pemkot belum bisa memastikan apakah pengisian kedua jabatan itu akan melalui open bidding atau tidak.

"Apakah pengisian jabatan kepala Inspektorat dan Badan Kesbangpol akan melalui mekanisme open bidding, belum tentu. Bisa saja sebelumnya ada pergeseran jabatan eselon II, yang mana dalam pergeseran jabatan tersebut untuk mengisisi kedua posisi tadi," kata Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan Hasanudin, Selasa (10/3/2020) siang di ruangannya.

Ivan yang juga Ketua Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) menerangkan, kalaupun ada pergeseran jabatan eselon II, memerlukan cukup waktu sebab harus ada persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang tidak memerlukan persetujuan.

Selanjutnya Ivan menambahkan, selain terkait dengan pengisian jabatan eselon II, dalam waktu dekat pemkot juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan pergeseran dan/atau pengisian jabatan untuk eselon III dan IV, mengingat, banyak juga jabatan di eselon tersebut yang kosong lantaran ditinggal pensiun.

"Oleh sebab itu, saat ini pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia tengah melakukan pendataan guna memastikan berapa jumlah kebutuhannya. Untuk waktu kapan pergeseran dan pengisian jabatan dilakukan, kami belum bisa memastikannya," pungkas Ivan. (ter)

sit
Situ Gede di Kota Tasikmalaya merupakan suatu tempat yang sering digunakan untuk acara pelesiran dan balakecrakan” keberadaannya sudah tidak “bireuk” lagi bagi masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya..

Setiap hari dan terutama di saat – saat hari libur suasananya  cukup  ramai dikunjungi terutama oleh para wisatawan lokal.
Kita dan semua pihak pasti sepaham dan sepakat bahwa sebenarnya yang menjadi daya tarik paling utama orang untuk datang yaitu adanya genangan air yang menutupi area cekungan Situ Gede sehingga pengunjung bisa mendapat hiburan tambahan berupa “paparahuan”..
Suasana Situ Gede yang tadinya asri menawan di kala musim hujan akan berubah menjadi “sareukseuik” apabila sudah memasuki bulan ke 2 dan bulan ke 3 musim kemarau, airnya yang tadinya “ngemplang” menjadi hilang.
Jadi kunci utama untuk mempertahankan eksistensi Situ Gede yang sudah menjadi ikon Kota Tasikmalaya adalah bagaimana caranya agar volume air bisa tetap dipertahankan jangan sampai surut drastis sehingga berubah julukan menjadi “Situ Saat”.
Keberadaan Situ Gede sebagai salah satu sumber air yang cukup luas yang berada utuh di dalam Kota Tasikmalaya harus dijaga dan dilestarikan.
Salah satu cara untuk menutupi defisit air di Situ Gede selain dengan pola pengerukan yang sudah pernah dilaksanakan yaitu dengan jalan mengalirkan air dari outlet kawah Gunung Galunggung secara langsung dengan melalui sistem pipa sepanjang ± 17 km secara gravitasi mengingat selisih tinggi antara ujung outlet kawah Gunung Galunggung dengan Situ Gede cukup besar yaitu sekitar 1.700 m.
Dengan cara ini meskipun cukup menelan anggaran biaya yang besar diharapkan pasokan air ke Situ Gede khususnya di musim kemarau bisa terjamin serta ada bentuk “kaulinan” tambahan yaitu berupa semburan air mancur di tengah situ plus tenaga listrik mini hydro guna menerangi area di sektitar Situ Gede.
Untuk mewujudkan cara ini, sudah tentu harus didahului dengan kegiatan yang berbentuk studi kelayakan sehingga hasil yang diperoleh kelak bisa dipertanggung  jawabkan.
Hal – hal yang perlu diteliti adalah kapasitas debit di outlet, jumlah pengguna air di antara kawah dengan Situ Gede dan tata cara pengaturan pembagian airnya agar tidak terjadi perselisihan antar pengguna kelak. Serta yang paling penting juga yaitu seberapa besar antusias pengunjung dengan adanya rencana tersebut.
Mengenai masalah kebutuhan dana untuk pembangunan jaringan pipa di masa sekarang dengan pola kebijakan Gubernur Jawa Barat dimana sangat memprioritaskan sektor pariwisata nampaknya tidak akan menemui kesulitan.
Tugas untuk mempertahankan dan melestarikan Situ Gede, sesuai ketentuan dalam Permen PUPR No. 4/PRT/M/2015 berada di pundak Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat.

Dan selama ini, lahan Situ Gede yang memiliki luasan sekitar 37 ha tercatat sebagai asset Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedangkan untuk pemanfaatannya khusus di bidang kepariwisataan dikelola oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Konon menurut cerita dari “karuhun pengairan masa lalu” asal mengapa pemanfaatannya dikelola oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya yang berlangsung sampai sekarang, berawal dari acara sewa – menyewa lahan antara Pemerintah  Kabupaten Tasikmalaya ( sebelum masa otonomi ) dengan Pemerintah Provinsi dengan nilai sewa sebesar Rp 15,- ( uang lama ) untuk setiap tahunnya.
Menurut informasi yang didapat, Situ Gede termasuk dalam program Pemerintahan Provinsi Jawa Barat untuk direvitalisasi, dimana dengan adanya program ini Situ Gede diharapkan bisa ditata dengan berbagai pertimbangan serta memperhatikan berbagai aspek seperti sistem regulasi, sistem pengelolaan, sistem penataan para pedagang yang sudah lama hidup dari Situ Gede sehingga proses sinkronisasi dan koordinasi berjalan dengan baik. Jangan sampai dengan adanya revitalisasi yang semula eksis mejadi terpinggirkan.
Semoga saja tulisan ini bisa menjadi informasi tambahan bagi pihak yang berkepentingan sehingga revitalisasi Situ Gede  bisa segera terwujud dengan azas “Genah, Merenah, Tumaninah” bagi semua pihak. (Sukinta pengamat PSDA)



Apabila kita mengikuti alur pikir yang sepintas, melihat adanya aktifitas penggalian pasir yang lokasinya di dalam wilayah Kota Tasikmalaya, tepatnya di Kelurahan Bantarsari, Cibunigeulis, Sukajaya, Sukalaksana dan Sukarindik, Kec. Bungursari, hati kecil serta merta akan menyatakan ketidaksetujuan atas hal tersebut.
Bentang alam yang tadinya subur disertai bukit-bukit sebagai ciri khas Kota Tasikmalaya secara perlahan tapi pasti akan lenyap. Lahan-lahan yang tadinya ramah akan resapan air kelak akan berubah menjadi lahan kedap air.
Namun alur pikiran yang sepintas tadi serta merta pula harus berubah menjadi pandangan yang arif dan bijaksana mengingat dibalik penggalian pasir tersembul adanya sumber penghidupan yang menjanjikan bagi sebagian masyarakat dengan perkataan lain sepanjang pasir yang digali masih tersedia.
Nah, supaya tidak berpolemik yang berkepanjangan tulisan ini "ngageuing" kepada pihak -pihak yang berwenang di dalam pengaturan tata ruang, agar sejak dini segera mengantisipasi mau bagaimana bentuk reklamasinya agar kelak di dalam bentuk rona akhir terjadi keseimbangan lingkungan yang relative mendekati nuansa rona awal.
Sebab kalau tidak ada pengawasan dan pengendalian dikhawatirkan perbandingan antara kawasan terbuka hijau dengan ruang tertutup tidak terukur dengan baik.
Dan lebih jauhnya lagi bagaimana kalau area bekas lahan galian ditetapkan dengan peraturan derah sebagai kawasan khusus yang asri dan ramah lingkungan dan salah satunya yang paling penting adalah adanya kesediaan dari pihak pemilik lahan untuk menyerahkan sekian persen lahan untuk kawasan ruang terbuka hijau seperti halnya pengembang harus menyediakan lahan sebesar 2% dari luas lahan untuk jadi pemakaman.
Jadi budaya "kumaha engke" kita luruskan menjadi "engke kumaha", bisakah? Wallahu Alam. (Sukinta, pemerhati PSDA)



Saat ini jabatan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura tengah kosong, hal itu dikarenakan Direksi sebelumnya sudah purna tugas sampai akhir Februari lalu. Guna mengisi kekosongan jabatan, pemkab menugaskan salah satu pejabatnya, sebagai pelaksana tugas direktur PDAM.

Saat ini pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah mempersiapkan tahapan jelang lelang jabatan Direksi PDAM Tirta Sukapura. Menyertai prosesnya, menyembul kabar pengisian jabatan Direksi PDAM sarat akan muatan politis.

Pihak pemkab, melalui Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan, Heri Bimantoro menanggapi santai isu tersebut. Kamis (13/03) kepada Tasikplus ia menyebut, intinya PDAM itu "Seksi" jadi apapun bisa digoreng.

Semua ingin menjadi bagian di dalamnya, apakah ingin memperbaiki, atau hanya ingin-ingin saja. Tapi yang jelas, karena "Seksi"nya itu, apapun bisa digoreng. “Makanya kami ingin melaksanan proses lelang jabatan direksi ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

"Untuk itu kami melibatkan tim penguji independen, dalam pelaksanaan tahapan lelang jabatan ini, salah satunya ujian kompetensi keahlian (UKK). Setelah itu ada psikotes, kerjasama dengan Universitas Pajajaran".

Saat ini kami tengah melakukan persiapan, tahapannya sudah disusun, mudah-mudahan minggu ini sudah bisa diumumkan, cuma jadwal persisnya saya tidak ingat.

Berkenaan dengan persyaratan bagi yang berminat ikut dalam seleksi lelang jabatan direksi PDAM, mangacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018, dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2018, tercantum ketentuan dan syarat umum dalam pengisian jabatan direksi PDAM. Selain syarat umum, kami juga memberikan syarat khusus, mereka yang ingin ikut dalam lelang jabatan ini, harus memiliki sertifikat khusus management air minum. tuturnya.

Lelang jabatan direksi ini terbuka untuk umum, siapapun mempunyai peluang menjadi bagian dari perusahaan derah ini, selama persyaratan yang kami tetapkan dapat terpenuhi. Catatannya, tidak mesti dari internal PDAM, siapapun punya kesempatan yang sama, intinya bagi kami, mari kita laksanakan dengan baik, sesuai dengan peraturan yang berlaku. tegasnya.

Saat disinggung soal kinerja direksi PDAM sebelumnya, Heri mengungkapkan yang dapat menilai itu, dewan pengawas, secara umum laporan yang disampaikan dewas ke kami, kinerja direksi PDAM cukup baik. Tentunya, direksi kedepan kinerja harus lebih baik lagi.

Apapun itu, akan menjadi hukum perbandingan, kita dibandingkan dengan waktu, masa kerja, termasuk kepribadian. Seperti sebuah ungkapan, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Kalau masih sama, jalan ditempat, jelas rugi, buat apa jadi pemimpin, atau katakanlah punya keinginan untuk jadi direksi PDAM kalau tidak ada kemajuan. Jadi catatan untuk direksi berikutnya harus lebih baik lagi. pintanya.

Ihwal apa yang harus menjadi perhatian direksi PDAM berikutnya, karena kami bukan bagian dari PDAM, kami tidak tahu persis, dan itu merupakan salah satu yang tidak bisa kami ungkapkan. tandasnya. (Pid)


Please visit to other sites in here



Bukit “Puji Ningrum”  Desa Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya  mendadak jadi perbincangan publik, setelah warga setempat mengubahnya menjadi wahana wisata alam.
Negeri di atas awan menjadi nama lain dari perbukitan yang merupakan area Perhutani tersebut,  setelah dibangun sejumlah sarana dan fasilitas wisata sederhana oleh warga dan karang taruna setempat. Disebut negeri di atas awan, karena di lokasi yang menjadi pusat wisata alam ini, pengunjung dapat menikmati keindahan gumpalan awan putih  di atas puncak bukit yang seakan menutupi bagian bawah perbukitan.
Warga, yang juga bagian dari pengelola wisata bukit “Puji Ningrum”, Mamat bersama seorang warga, Karda menjelaskan, selain menawarkan keindahan alam berikut eksotika awan, yang berada dekat dengan pengunjung saat berada di puncak bukit tersebut, di area itu pula tersedia area luas untuk sarana perkemahan dan kemping dan kegiatan lainnya.
Menurut ke duanya, penamaan bukit “Puji Ningrum” sebagai simbol dan penghargaan bagi tiga  perempuan asal Desa Janggala, yang selama ini menjadi penggarap lahan Perhutani tersebut, yang kini disulap menjadi area wisata.
"Bagi para pecinta wisata alam maupun masyarakat umum, kami undang untuk menikmati secara langsung keindahan alam bukit Puji Ningrum, dijamin akan mendapatkan sensasi saat berada di negari di atas awan punya cerita," ujar Mamat.

Angga Setiawan , ketua Karang Taruna Kec. Sukaraja menjelaskan, pihaknya berharap keterlibatan pemerintah untuk membantu warga dalam pengelolaan wisata alam bukit “Puji Ningrum” itu, agar lebih serius karena potensi dan kondisi geografisnya sangat mendukung untuk pengembangan lokasi menjadi destinasi wisata alam unggulan.
"Dengan hanya berjarak lima kilometer saja dari jalan raya provinsi Tasik-Karangnunggal, area tersebut juga diyakini mampu menjadi tujuan wisata favorit, dengan sejumlah kelebihan alamnya dan akan  mampu mendongkrak kemajuan desa dan kesejahteraan warga," jelasnya. (ful)


Please visit to other sites here

Pemerintah kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman (Dinas PUTRPP), terus berupaya menuntaskan perbaikan rumah tidak layak huni. Tak kurang, ribuan rumah warga, tiap tahunnya diperbaiki pemkab. Namun karena jumlah RTLH yang lebih banyak ketimbang jumlah bantuan yang diberikan, penanganan RTLH seolah tak kunjung selesai.

Kepala Bidang Perumahan H Ruslan Munawar saat ditemui ruang kerjanya, Rabu (11/03) mengungkapkan dari kurun waktu tahun 2011 hingga 2019, sedikitnya sudah ada 13.383 unit rumah tidak layak huni milik warga yang diperbaiki pemerintah.

Namun karena jumlah bantuan yang turun tiap tahunnya tak sesuai dengan usulan yang diajukan, penanganan RTLH seolah tak kunjung tuntas. Padahal tiap tahun, program ini terus bergulir, penerimanya pun berbeda.

Seperti apa upaya Pemkab dalam menuntaskan penanganan RTLH, berikut ulasan lengkap perbincangan khusus /Tasikplus/ dengan salah satu pejabat eselon III di lingkungan Dinas PUTRPP Kab. Tasikmalaya.


Bicara soal penanganan RTLH, tentu tak lepas dari peran penting pemerintah, sejauh ini upaya  tersebut seperti apa?

Terkait dengan penanganan RTLH, tiap tahun bantuan ini selalu, pertama, bersumber dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, saat ini masih belum dimulai, masih menunggu surat keputusan (SK) dari kementrian untuk pelaksanaannya. Info sementara jumlah bantuan BSPS untuk Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 2.995 unit. Selain itu, ada juga bantuan dari pemerintah provinsi, ini pun sama, kami masih menunggu SK nya. Untuk sementara dapat kita sampaikan, jumlah bantuan RTLH dari provinsi sebanyak 1.020 unit. Sementara, bantuan RTLH bersumber dari APBD Kab. Tasik, ada dua pos pengelolaan, ada yang dikelola oleh Dinas Sosial, dan oleh kita (Dinas PUTRPP). Untuk yang dikelola PUTRPP, sebanyak 272, ditambah 18 unit pembangunan rumah baru milik warga terdampak bencana, dan yang bersumber dari DAK sebanyak 112 unit, total keseluruhan bantuan RTLH Kab. Tasik tahun 2020 sebanyak 4.471 unit.

Tiap tahun ditarget berapa unit penanganan RTLH ini?

Saat ini jumlah rumah tidak layak huni di Kab. Tasik masih cukup banyak, kami mentargetkan perbaikan RTLH dalam satu tahun anggaran sebanyak 8 ribu unit, mengingat masih banyak rumah tidak layak huni yang harus diperbaiki. Mungkin karena keterbatasan anggaran juga, bantuan RTLH yang kita terima tidak sesuai dengan yang diusulkan. Terkait besaran bantuan, baik dari BSPS dan provinsi jumlahnya sama per unit sebesar Rp 17,5 Juta, untuk bantuan yang dikelola oleh kami, masih perlu disesuaikan dulu dengan data usulan perbaikan RTLH. Dalam pelaksanaan program ini, kami berharap, karena bantuan dari pemerintah ini sifatnya hanya stimulan, membantu meringankan beban warga, masyarakat juga diminta dapat turut serta memberikan bantuan, ada swadaya juga dari warga.

Berdasarkan data yang dimiliki dinas, berapa jumlah RTLH di Kab. Tasik yang masih belum mendapat sentuhan pemerintah?

Data terakhir yang kita terima, sedikitnya masih ada sekitar 53.471 unit, tersebar di 39 kecamatan, jumlah itu setelah dikurangi hasil perbaikan yang sudah dilakukan pemerintah, kurun waktu dari 2011 sampai 2019 sebanyak 13.383 unit. Belum dikurangi bantuan RTLH tahun ini, kurang lebih sebanyak 4.417 unit.

Kerap muncul di media sosial, terkait potret bangunan rumah warga yang tak layak huni, bagaimana dinas menyikapi hal itu?

Kami sudah berupaya maksimal, terlebih dalam hal penyaluran bantuan RTLH, kami dibantu oleh tim fasilitator, salah satu tugasnya adalah memverifikasi kondisi di lapangan, termasuk memverifikasi rumah yang akan mendapat bantuan, kalau memang layak untuk dibantu, dan swadaya dari masyarakatnya ada, akan ditindaklanjuti dengan diberikan bantuan. Inikan sifatnya hanya bantuan stimulan, masyarakat diharap bisa melanjutkan pembangunan rumahnya melalui sawadaya dari masyarakat. Untuk memastikan program ini berjalan optimal, kami akan minta fasilitator lebih meningkatkan pengawasan, kita upayakan agar lebih maksimal dalam mengamati atau memantau wilayahnya. Kita akan berupaya tahun ini, permasalahan yang ada, dan berbagai pengalaman yang sudah-sudah agar dapat diminimalisir, mudah-mudahan jangan sampai ada lagi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan program bantuan ini.

Berdasarkan rencana awal, penanganan RTLH ini ditarget tuntas hingga tahun berapa?

Tentu kita ingin penanganan RTLH ini bisa selesai secepat mungkin, kalau target per tahun 8 ribu unit terealisasi, mungkin dalam waktu empat sampai lima tahun anggaran sudah bisa selesai. Tapi kembali disoal kemampuan anggaran, tiap tahun jumlah bantuan yang diberikan berbeda-beda, tahun lalu kita dapat bantuan sebanyak 2.600 unit, Alhamdulillah tahun ini meningkat. Harapannya, mudah-mudahan pelaksanaan program ditahun ini, tidak sampai timbul masalah, bisa lebih baik dan tepat sasaran. Pid


 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan tarif taksi online. Kenaikan tersebut merujuk pada permintaan penyesuaian tarif yang disampaikan asosiasi taksi online.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, hari ini akan melanjutkan diskusi dengan beberapa pihak untuk membahas rencana tersebut. Peluang kenaikan kemungkinan besar terjadi.

"Hari ini mau ketemu, sudah janji dengan beberapa asosiasi menyangkut masalah tarif taksi online dan lainnya yang akan dibahas bersama," kata Budi di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Jumat (13/3/2020) seperti yang dikutip liputan6.com

"Mungkin akan dinaikkan karena skema perhitungannya agak berbeda dari ojek online. Dulu tidak ada flat fall karena itu keputusan 2017 untuk tarif taksi, mereka minta penyesuaian sama dengan ojek online," imbuh dia.

Sebelumnya, Kementerian telah menaikkan tarif ojek online (ojol). Dengan kebijakan tersebut, tarif batas bawah ojol naik menjadi Rp 2.250 dan batas atas menjadi Rp 2.650. Kenaikan ini akan berlaku mulai 16 Maret 2020.

Adapun tarif taksi online diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018.

Dalam pasal 3 ayat 2 menyebutkan jika tarif taksi online ditetapkan berdasarkan perhitungan biaya langsung dan tidak langsung. Menurut pasal 22 ayat 3, besaran tarif ditetapkan oleh Menteri atau Gubernur sesuai wilayah operasi.

Ojeg Online saat melayani konsumen

Sementara itu  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat resmi menaikkan tarif batas atas dan tarif batas bawah Ojek online (Ojol).

Tarif batas bawah (TBB) ojol naik Rp 250 per km dan tarif batas atas (TBA) naik Rp 150 per km, khusus untuk Zona 2 (Jabodetabek).

"Setelah melalui diskusi, TBB naik Rp 225, atau dibulatkan Rp 250 sehingga jadi Rp 2250 per km. Sedangkan TBA naik Rp 150 per km menjadi Rp 2650 per km," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi  di kantornya.

Adapun, TBB sebelumnya berada di angka Rp 2.000, dan TBA sebesar Rp 2.500. Dengan naiknya tarif ini, maka tarif flat perjalanan per 4 km juga naik menjadi Rp 9.000 hingga Rp 10.500 per km.

Budi melanjutkan, keputusan menteri yang mengatur tentang kenaikan tarif ojol ini sedang dibahas. Nantinya, tarif ojol akan resmi naik 16 Maret 2020.

Nantinya setelah diterapkan, pemerintah akan mengevaluasi apakah kenaikan tarif ini berjalan sesuai dengan prosedur.

"Nanti 16 Maret kami harap tarif bisa naik, setelah itu pasti akan dievaluasi di Jakarta dulu, seberapa jauh tingkat kepatuhan aplikator dalam menerapkan peraturan," kata Budi.* sit


Aksi mahasiswa di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya menentang RUU Omnibus Law
Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (13/3/2020).

Dalam aksinya mahasiswa sempat memblokir jalan yang ada di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka menggelar orasi untuk menyuarakan penolakannya terhadap RUU Omnibus Law.

Aksi mulai memanas saat  melakukan aksi bakar ban. Petugas dari kepolisian yang berjaga mengamankan jalannya aksi berupaya memadamkan api namun mendapat hadangan dari mahasiswa.

Dalam orasinya mahasiswa menyuarakan penolakan RUU Omnibus Law yang tengah di godok DPR RI dan pemerintah pusat. Pasalnya selain dianggap merugikan kaum buruh, RUU tersebut juga dirasa akan merugikan petani.

Yang disoroti Mahasiswa dalam RUU Omnibus Law salah satunya pengurangan jam istirahat, bagi kaum buruh aturan tersebut dianggap akan mencabut hak buruh.

"Tuntutannya lebih ke pertanian RUU perekonomian. Karena itu sangat  merugikan para buruh dan para petani. Dengan dimudahkannya para investor masuk ke Indonesia. Itu  jelas petani akan sangat dirugikan dengan lahannya makin sempit," kata Rizwan Setiawan, Koordinator lapangan (Korlap) aksi PMII Komisariat Kota Tasikmalaya dalam aksinya seperti yang dikutip news.detik.com

Mahasiswa menuntut DPRD Kota Tasikmalaya untuk ikut menolak RUU Omnibus Law.

 "Sekali lagi kami katakan, PMII Komisariat Kota Tasikmalaya menolak dengan tegas RUU Omnibus Law dan DPRD Kota Tasikmalaya juga menandatangani menolak dengan keras RUU tersebut," kata Rizwan.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim menerima puluhan mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya. Politisi Partai Gerindra ini sepakat menolak omnibus law bila memang merugikan masyarakat.* sit



Skuad Persib bertekad curi tiga angka penuh saat menjamu PSS

PERSIB siap mengamankan tiga poin saat menjamu PSS Sleman pada pertandingan pekan ketiga Liga 1 2020 di Stadion Si Jalak Harupat  Soreang Kabupaten Bandung, besok Minggu (15/3/2020).

Pelatih Robert Alberts mengatakan, pertandingan ini menjadi momentum bagi timnya untuk menorehkan catatan tiga kemenangan beruntun di awal musim.

Sebelumnya, Persib sudah mengamankan tiga poin dengan mengalahkan Persela Lamongan 3-0 di Bandung dan Arema FC 2-1 di Malang.

 "Kami melihat ke depan, yaitu pertandingan menghadapi PSS. Ini harus menjadi momentum untuk kami meraih poin lagi," kata Robert di laman resmi klub,  kemarin Jumat (13/3/2020).

Menjelang laga, Robert terus mempersiapkan pasukannya. Ia senang lantaran seluruh pemainnya dalam kondisi siap tempur. "Persiapan tidak ada masalah, semua pemain dalam kondisi sangat bagus dan siap untuk pertandingan nanti," tegasnya.

Namun, Robert meminta semua pemain tetap fokus dan tidak terlampau percaya diri. "Masih ada beberapa pertandingan penting di depan, termasuk menghadapi PSS. Dan kami tidak boleh kehilangan poin," tegasnya.* Ends


Mansyur S saat menerima Penghargaan beberapa waktu lalu
Pedangdut senior Pedangdut senior Mansyur S terlihat hadir dalam sebuah acara. Saat ditanya mengenai kegiatannya, sang pedangdut itu mengatakan dirinya kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

"Saya kesibukannya sudah kayak gini aja. Kebanyakan nganggurnya," kata Mansyur S saat ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur belum lama ini seperti yang dikutip hot.detik.com

Yang bikin miris adalah, sang pedangdut mengaku kini merasa kesulitan saat ingin membayar listrik yang ada di rumahnya. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang sudah jarang didapatkannya.

"Buat bayar pajak saja kebingungan, bayar listrik bulanan saja bingung. Kira bicara apa adanya aja, karena sudah 50 tahun nyanyi jadi oke apapun sukses hari ini," tuturnya.

Jika tak ada aral-melintang, penyanyi yang pernah berduet dengan Elvi Sukaesih dalam lagu 'Gadis atau Janda' itu akan mengisi acara pada 14 Maret mendatang.

"Iya senang sekali besok bisa nyanyi tanggal 14 Maret ngisi acara lagi," terangnya lagi.* sit terlihat hadir dalam sebuah acara. Saat ditanya mengenai kegiatannya, sang pedangdut itu mengatakan dirinya kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

"Saya kesibukannya sudah kayak gini aja. Kebanyakan nganggurnya," kata Mansyur S saat ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur belum lama ini seperti yang dikutip hot.detik.com

Yang bikin miris adalah, sang pedangdut mengaku kini merasa kesulitan saat ingin membayar listrik yang ada di rumahnya. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang sudah jarang didapatkannya.

"Buat bayar pajak saja kebingungan, bayar listrik bulanan saja bingung. Kira bicara apa adanya aja, karena sudah 50 tahun nyanyi jadi oke apapun sukses hari ini," tuturnya.

Jika tak ada aral-melintang, penyanyi yang pernah berduet dengan Elvi Sukaesih dalam lagu 'Gadis atau Janda' itu akan mengisi acara pada 14 Maret mendatang.

"Iya senang sekali besok bisa nyanyi tanggal 14 Maret ngisi acara lagi," terangnya lagi.* sit


Faisal Basri
Ekonom senior Faisal Basri mengkritik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, peristiwa gagal bayar Jiwasraya terjadi karena lemahnya peran OJK.

Menurutnya, dalam kasus ini OJK adalah pihak paling bertanggung jawab. Namun, Faisal menyebut laporan informasi dari OJK dilakukan dengan tidak transparan.

"OJK paling bertanggung jawab di sini. Desain OJK-nya ini lho, tidak ada namanya check and balance. OJK ini hanya melapor kepada tuhan, dia nggak lapor kepada siapapun," ungkap Faisal ditemui usai diskusi di Kantor Pusat ISEI, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020) seperti yang dikutip finance.detik.com

"Dia yang keluarkan izin usaha, dia yang atur segala macam, dia yang memonitor, mengawasi, sanksi juga dia yang tentukan," ungkapnya.

Dia kemudian mengatakan bahwa dua mantan menteri disebut menyesal akan kelahiran OJK. Faisal mengatakan Darmin Nasution dan Agus Martowardojo menyesal dengan adanya OJK.

"Oleh karena itu bidang yang lahirkan OJK menyesal. Darmin Nasution, misalnya dia mengatakan 'aku menyesal'. Pak Agus Marto juga katanya menyesal OJK kenapa lahir," ungkap Faisal.

Darmin sendiri pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian di Kabinet Kerja tahun 2015 hingga 2019. Sementara itu, Agus pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2010 hingga 2013.

Faisal menambahkan, data-data soal sektor keuangan yang harusnya update dari OJK juga lambat. Dia menyebut lebih cepat mendapatkan data sektor keuangan yang disajikan oleh Bursa Efek Indonesia.

"Coba Anda bayangkan dapat data dari perbankan paling update kapan dari OJK, Desember kan. Jadi lihat statistik OJK dari perbankan, paling baru itu Desember. Kemudian statistik-statistik pasar modal," kata Faisal.* sit


Mikel Arteta positif terjangkit Virus Corona
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, positif terjangkit Virus Corona. Terkait hal ini, The Gunners mengungkapkan tak memungkinkan untuk bermain dalam waktu dekat.

Arsenal mengumumkan melalui situs resmi klub bahwa Arteta positif terjangkit Virus Corona, Jumat (13/3/2020) pagi WIB.

Mereka mengungkapkan hal tersebut hanya selang beberapa saat setelah pihak Liga Inggris memastikan pertandingan liga tetap digelar pekan ini.

Pihak Arsenal langsung melakukan langkah pencegahan dengan menutup pusat latihan mereka, London Colney. Para pemain  yang terlibat kontak dengan manajer asal Spanyol ini juga akan dikarantina.

"Pusat latihan kami London Colney telah ditutup setelah hasil tes manajer tim Mikel Arteta malam ini menunjukkan positif COVID-19," bunyi pernyataan resmi Arsenal seperti yang dikutip sport.detik.com

"Pemain Arsenal yang melakukan kontak dengan Mikel akan dikarantina sesuai dengan pedoman kesehatan dari pemerintah. Kami memperkirakan cukup banyak orang di Colney yang melakukan kontak dengannya."

"Termasuk para pemain di tim utama, staf pelatih, serta sejumlah orang dari Akademi Hale End. Akademi milik kami ini juga telah ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan," lanjut pernyataan tersebut.

Arsenal kini sedang berkomunikasi dengan Departemen Kesehatan Inggris, pihak Liga Inggris serta FA terkait laga-laga mereka ke depan.

 Meriam London menegaskan tidak mungkin bisa bermain sesuai jadwal yang telah ditetapkan Liga Inggris.

Arsenal sendiri pekan ini dijadwalkan bertandang ke Amex Stadium, markas Brighton And Hove Albion pada laga pekan ke-30 Liga Inggris. Pertandingan ini rencananya dihelat pada Sabtu (14/2), namun ditunda menyusul kejadian ini.* sit


Dinas Kesehatan Tasikmalaya mencatat, jumlah pasien yang positif DBD terus bertambah mencapai 142 orang,

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "142 Orang Positif DBD di Tasikmalaya, 3 Meninggal Dunia", https://regional.kompas.com/read/2020/03/10/15522731/142-orang-positif-dbd-di-tasikmalaya-3-meninggal-dunia?page=1.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Abba Gabrillin
nyamuk aedes aegypti

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "142 Orang Positif DBD di Tasikmalaya, 3 Meninggal Dunia", https://regional.kompas.com/read/2020/03/10/15522731/142-orang-positif-dbd-di-tasikmalaya-3-meninggal-dunia?page=2.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Abba Gabrillin
nyamuk aedes aegypti

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "142 Orang Positif DBD di Tasikmalaya, 3 Meninggal Dunia", https://regional.kompas.com/read/2020/03/10/15522731/142-orang-positif-dbd-di-tasikmalaya-3-meninggal-dunia?page=2.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Abba GabrilliDinas Kesehatan Tasikmalaya mencatat, jumlah pasien yang positif DBD terus bertambah mencapai 142 orang.
Dinas Kesehatan Tasikmalaya mencatat, jumlah pasien yang positif DBD terus bertambah mencapai 142 orang.

Jumlah tersebut dihitung mulai Januari 2020 hingga hari ini, Selasa (10/3/2020). Berdasarkan catatan Dinkes, 3 orang di antara 142 pasien tersebut meninggal dunia.

Pertambahan jumlah pasien tergolong cepat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Suryaningsih mengatakan, selama dua pekan terakhir, korban DBD bertambah mencapai 36 orang.

Pihaknya pun memprediksi jumlah kasus DBD akan semakin bertambah, terutama jika melihat kondisi cuaca buruk yang masih terjadi di Tasikmalaya.

Terlebih, sebagian besar penambahan korban terjadi di wilayah endemik yang selama ini paling banyak penderita DBD.

"Paling banyak korban berada di dua kecamatan, yaitu Tawang dan Tamansari. Tapi dari jumlah korban itu berasal dari seluruh wilayah Kota Tasikmalaya yang berjumlah 10 kecamatan," kata Suryaningsih seperti yang dikutip regional.kompas.com

Dinas Kesehatan juga masih menyebarkan ikan cupang kepada masyarakat, terutama di wilayah endemik DBD.

"Ikan cupang ini disebar di tiap penampungan air jernih warga. Ikan ini dinilai paling efektif memakan jentik nyamuk, juga bisa bertahan hidup lebih lama tanpa diberi makanan," kata Suryaningsih.* sit



Tersangka BR (45) yang juga ayah kandung Delis Sulistina (13) saat memasukan mayat anaknya ke gorong gorong dalam rekontruksi yang digelar oleh Polres Tasikmalaya
Polres Tasikmalaya Kota tuntas menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan BR (45) kepada anak kandungnya, Delis Sulistina (13). Ayah durjana itu mencekik mati sang anak, lalu membuang mayatnya ke gorong-gorong di depan SMPN 6 Tasikmalaya, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil rekonstruksi itu, polisi menambahkan Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana. Sebelumnya, polisi menjerat tersangka BR dengan Pasal 76c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang ancaman hukumannya adalah 15 tahun. Lantaran tersangka ialah orang tua korban, sehingga ditambah sepertiga menjadi 20 tahun penjara.

"Maka dari itu kita tambahkan pasalnya, pasal 340 atau pembunuhan berencana. Ancaman maksimalnya hukuman mati," ucap Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto usai melihat langsung proses rekonstruksi kasus tersebut, Kamis (12/3/2020) seperti yang dikutip news.detik.com.

Melihat reka ulang itu, menurut Anom, tersangka sebetulnya ada kesempatan untuk mengurungkan niat mencekik Delis. Namun nyatanya tersangka tetap mencekik mati Delis.

"Ada jeda dari antara dia membekap, kemudian menghilangkan nyawa anaknya dengan dicekik. Sebetulnya di situ ada kesempatan dia untuk tidak mencekik korban sampai dengan meninggal," tutur Anom.

Polres Tasikmalaya Kota menggelar rekonstruksi di dua tempat kejadian perkara (TKP).

Pertama di rumah kosong, Jalan Laswi Tasikmalaya, lokasi korban dicekik oleh ayah kandungnya. TKP kedua di depan SMPN 6 Tasikmalaya, Jalan Cilembang, tempat korban dibuang ke dalam gorong-gorong selokan depan sekolah.

"Ada 36 adegan di TKP rumah kosong dan di SMPN 6 Tasikmalaya. Rekonstruksi berjalan lancar dan sesuai seperti yang diungkap dalam berita acara," kata Anom.* sit


Keunikan Kampung Naga Di Kampung Neglasari, Salawu,  Kabupaten Tasikmalaya
Kampung Naga di Tasikmalaya Jawa Barat  mengingatkan akan Desa UNESCO Shirakawa-go di Jepang.

Keunikan Kampung Naga menjadi daya tarik tersendiri wisata. Sehingga mereka yang datang sangat puas menyaksikan keunikan lokal yang khas.

Letak geografis yang dihimpit pegunungan nan hijau di  Desa Neglasari, Salawu,  Kabupaten Tasikmalaya, menjadikannya sebagai Kampung wisata percontohan.

Keunikan lokal yang masih dipertahankan seperti Urang Kanekes di Badui Dalam tetap  dipertahankan.

Komunitas Jelajah Budaya (KJB)  merasakan syahdunya kampung adat yang terletak di lembah ini. Aksesnya pun terletak di antara jalan utama Garut dan Tasikmalaya.

Tiba di lokasi, pengunjung  harus  melakukan registrasi di Kantor Koperasi yang terletak persis di area parkir kendaraan. Setelah daftar, pengunjung juga diminta donasi seikhlasnya untuk jasa berkunjung serta pemandu lokal.

Dari area parkir, perjalanan yang sesungguhnya menuju Kampung Naga dimulai melalui ratusan anak tangga yang menurun ke bawah. Menolak modernisasi, warga Kampung Naga memang masih hidup seperti apa adanya.

Setengah perjalanan, tampak jelas deretan rumah tradisional yang berjajar di lembah nan hijau dari ketinggian. Deretan rumah yang beratap segitiga pun mengingatkan akan Desa Shirakawa-go di Jepang. Di satu sisi, sungai dan hamparan terasering khas ala Bali juga mempercantik kampung adat tersebut.

Setelah sekitar 10 menit perjalanan menurun dari gerbang utama, sampailah traveler di Kampung Naga. Tiba sore hari setelah hujan, suasana pun kian syahdu dan menenangkan.

"Tidak ada kaitannya dengan ular apalagi naga. Tebing jadi nagawir (bahasa sunda)," ungkap pak Maun.

Lebih lanjut, Pak Maun mengatakan ada sekitar 113 rumah di Kampung Naga termasuk bale dan masjid. Jumlah penduduknya ada sekitar 296 orang. Namun, tak ada sarana pendidikan di sana.

Mayoritas warga pun berprofesi sebagai petani hingga pengrajin. Mereka pun punya enam tradisi budaya yang masih dilakukan hingga saat ini di momen-momen tertentu.

Selain bisa mengenal lebih dekat budaya warga di Kampung Naga, traveler juga bisa membeli sejumlah buah tangan yang mereka jual dengan uang tunai. Oh iya, traveler juga diperkenankan memotret. Hanya saja tidak semuanya, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi.

Berkunjung ke Kampung Naga pun mengajarkan kita, bagaimana hidup arif dan selaras dengan alam dan tradisi leluhur. Tiada listrik atau gadget, tapi ada alam yang memiliki segalanya. Mampirlah jika datang ke Tasikmalaya.* sit/travel.detik.com


Victor Igbonefo saat berlaga di lapangan hijau
PERSIB sangat percaya diri menatap pertandingan pekan ketiga Liga 1 2020 kontra PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu besok (15/3/2020) .

Dua kemenangan beruntun di laga pembuka musim menjadi pemicu melambungnya kepercayaan diri Maung Bandung.

Namun, situasi tersebut tidak membuat Victor Igbonefo lupa diri. Menurut bek naturalisasi asal Nigeria ini, seluruh pemain harus tetap waspada, berkonsentrasi dan kerja keras untuk kembali memenangkan pertandingan kontra PSS.

“Aku tidak mau merasa puas. Kemarin kita boleh senang karena kita menang. Tapi besok kita harus kerja keras lagi. Harus berkonsentrasi karena PSS Sleman bukan lawan yang mudah,” ujar Igbonefo di laman resmi klub, Kamis (12/3/2020).

Igbonefo berharap bisa kembali mengawal lini belakang Persib dengan baik. Kalau bisa, katanya, Persib bisa menang dan cleansheet.

“Yang paling penting tim menang. Tapi aku juga ingin pertahanan kita tidak mudah ditembus. Kalau bisa cleansheet itu bagus,” tegasnya.*Ends


Cucun memperlihatkan foto anaknya, Esa Sulastri, semasa hidup. Esa dipulangkan dari Arab Saudi dengan kondisi sudah menjadi mayat.
Pergi menjadi Tenaga Kerja Wanita Indonesi (TKW) ke Arab Saudi dengan harapan dapat memetik nilai rupiah sebanyak mungkin dan dikirim ke orang tua di kampung halamnanya.

Namun apa yang terjadi. Yang diharapkan itu semua pupus terkubur oleh kesedihan dan duka yang mendalam. Kiriman yang datangan  bukanlah butiran atau lembaran rupiah melainkan butiran air mata serta lembaran kain kapan yang sudah membungkus jasad.

Esa Sulastri (21), warga asal Kampung Tipar, RT 2 RW 4, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal di Jeddah, Arab Saudi.

Dari keterangan yang didapat dari pihak berwenang,  anak kedua dari tiga bersaudara itu meninggal akibat serangan jantung lantaran kelelahan bekerja.

Cucun (42), ibu Esa, menegaskan anaknya tersebut tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Tiga bulan di Arab, Esa dipulangkan ke Indonesia dengan kondisi sudah menjadi mayat.

"Sebelum berangkat memang sakit gula kering, tapi sudah sembuh. Tidak ada riwayat penyakit jantung, seperti yang saya terima informasinya dari pihak sponsor jika itu penyebab kematian anak saya," ujar Cucun kepada detikcom, Kamis (12/3/2020) seperti yang dikutip news.detik.com

Cucun mengaku curiga Esa mendapatkan tindak kekerasan. Apalagi setelah melihat bagian pelipis kanan Esa terdapat luka yang menghitam.

"Katanya bekas zat kimia untuk mengawetkan anak saya, tapi masa hanya di bagian (pelipis) itu saja. Dari bentuknya juga seperti luka lebam," tuturnya.

Dia berharap pemerintah daerah turun tangan untuk memastikan penyebab kematian anaknya.

"Sampai sekarang belum ada dari pemerintah. Pemulangan anak saya juga dibantu oleh saudara," ujar Cucun.

Ditambahkan Cucun, diduga pemberangkatan anaknya  pun dilakukan  oleh sponsor  serta tidak melalui jalur resmi sehingga mayatnya lama dipulangkan.* set




Petugas gabungan  membersihkan trotoar di Jalan Braga, Kota Bandung

Dalam  rangkaian jelang kegiatan Festival Asia Afrika April mendatang, petugas gabungan membersihkan kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/3/2020).

Petugas gabungan terdiri dari personel Diskar, DPU, Satpol PP, dan relawan.

Pembersihan itu seperti rotoar jalan digosok menggunakan sikat dan disemprot air mobil Damkar Bandung dan tangki. Bukan hanya Jalan Asia Afrika, petugas juga membersihkan Jalan Braga, Jalan Sukarno dan sekitar Alun-alun Kota Bandung.

"Kegiatan ini merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun, kita bersih-bersih tidak hanya terikat oleh event. Nanti akan terus bergerak tidak hanya dititik pusat perkotaan, tapi merambah ke jalur dan wilayah lain," kata Sekda Kota Bandung Ema Sumarna di Jalan Sukarno seperti yang dikutip news.detik.com

Ema mengungkapkan kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan petugas dari dinas saja. Aparat kewilayahan di kecamatan, kelurahan, dan juga warga juga dilibatkan.

"Sekarang memang kebetulan di bulan depan ada Festival Asia Afrika. Ini yang akan kita awali dan utamakan dulu, dan di kawasan ini tidak hanya sekali saja, dalam waktu dekat akan melibatkan relawan yang lebih banyak," tutur Ema.

Ema juga menambahkan, giat bersih-bersih itu juga merupakan pengabdian Damkar yang baru berulang tahun ke 101 dan menjelang HUT Satpol PP.

"Ada semacam kebetulan saja dari event ini (FAA) berkorelasi dengan perayaan di SKPD. Semuanya kita hadirkan dalam bentuk pengabdian yang lebih baik. Kita harapkan tiga bulan dilakukan (bersih-bersih bersama), tidak hanya ada event," tuturnya.

Kepala Damkar Kota Bandung Dadang Iriana menyebut 200 orang petugas gabungan terlibat dalam kegiatan ini. "Anggota Damkar 40 orang, DPU 100 orang, Satpol PP 30 orang dan puluhan relawan, kami bersihkan kawasan yang akan digunakan untuk Festival Asia Afrika, dari mulai Jalan Braga, Asaia Afrika, Soekarno dan Alun-alun," ujar Dadang.* sit

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.