Hujan belum kunjung turun dalam 2-3 bulan ini.  Hujan masih turun di awal Juni lalu. Di musim kemarau sampai saat ini, suplai air PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya,  masih dalam kndisi normal. Meski sudah berdampak.
Dalam satu obrolan bersama direksi PDAM tirta Sukapura Tasikmalaya,  mengemuka ada penyusutan produksi debit air baku di lokasi sumber air PDAM.
"Sudah ada catatan penyusutan air baku di lokasi sumber air dampak kemarau sekitra 25% dari debit normalnya, " ujar Direktur Teknik PDAM tirta Sukapura,  Didin Dahidin ST,  Rabu (29/8).
Didin yang didampingi Direktur Umum, Ali Imran,  menerangkan,  dengan penyusutan sebesar itu belum signifikan memengaruhi suplai air layanan ke pelanggan. ""Dengan pengurangan debit ini dalam aliran distribusi ke pelanggan jadinya paling ada penyusutan 5%. Pelanggan yang berada di paling hilir,  biasanya yang mengalami sendatan, " katanya.
Lain cerita jika sudah berlangsung enam bulan. Berdasar pengalaman lalu,  menimbulkan penyusutan debit air baku,  hingga 35%. Aliran distribusi tersendat agak meluas.
Sebagai langkah antisipasi layanan ke pelanggan tetap berjalan,  perusahaan daerah ini pun,  terus berupaya mengoptimalkan jaringan.  Menekan angka kebocoran dan melakukan proporsionalitas sistem distribusi pipa induk.
Melayani wilayah Kota Tasik selain Kab. Tasik,  angka pelanggan PDAM Tirta Sukapura kurang lebih 41 ribuan orang.  Angka produksi air baku dari beberapa sumber mataair, 360-an liter per detik. Angka rata-rata penggunaan air pelanggannya 13 m3 per hari. red

Siap berolahraga
Di perjalanan hampir empat tahun lalu, dunia pendidikan Kota Tasikmalaya, dibuat tersentak penerapan program periodesasi. Kebijakan menempatkan para kepala sekolah secara periodik. Sebelum penempatan diberikan diklat. Kota Tasik tampak begitu reaktif menjabarkan satu rujukan untuk melakukannya, sampai membuat “memarkir” satu generasi kepala sekolah.

Di daerah lain, rujukan yang dijadikan dasar penggantian kepala sekolah heboh itu masih banyak dpertimbangkan. Termasuk tetangga daerah, di Kab.Tasikmalaya, cukup penuh kaji eksekusinya. Begitu menghitung sisi madarat-manfaatnya. Adapun mereka (para kepala sekolah) yang mengalami nasib tergantikan/diberhentikan setelah dianggap kalah nilai oleh pendatang. Hasil seleksi terbaru.

Penerapan program periodesasi kepala sekolah jenjang SD sampai SMA itu, cukup mendesing di Kota Tasikmalaya. Tak sedikit kejadian, seorang kepala sekolah di satu sekolah tergeser posisinya oleh pengganti yang tak lain guru lebih muda di sekolah itu. Kini, program yang telah menempatkan para kepala sekolah produk program periodisasi, terus baleuy gaung.

Tak lagi mendengung klaim unggul program periodisasi kepsek. Reposisi kepala sekolah di Kota Tasik pada pertengahan Agustus lalu, langsung pelantikan saja, disertai desas-desus di antara mereka tak puas penempatan. Sebab, tak sesuai keinginan sendiri-sendiri, atau tak sesuai kabar awal yang diterima.

Jadi alasan atau dasar bagi pemkot Tasikmalaya, kala itu menerapkannya, menjabarkan Permdiknas Nomor 28 Tahun 2010. Kini penggantinya hadir dengan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pemberian Tugas Tambahan Bagi Guru Sebagai Kepala Sekolah. Program periodisasi di babak senyap.

Tak mesti berprestasi

Jika dulu, begitu jadi sumber obrolan penempatan kepala sekolah disertai catatan prestasi kinerja, dengan peraturan anyar atau sekarang untuk penempatan posisi kepala sekolah bisa cukup dengan dinyatakan kinerjanya baik saja.

Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H Tedi Setiadi saat diminta tanggapannya mengatakan, kegiatan periodisasi tetap berjalan sebagaimana biasa. Memang atensinya tak seramai dulu. Terlebih sehubungan adanya perubahan regulasi.

“Aturan lama di soal itu Permdiknas Nomor 28 Tahun 2010, kini diganti dengan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Grade penialainnya tidak seketat peraturan sebelumnya. Penilaian kinerja kepala sekolah sekarang hanya cukup dinyatakan baik. Pada peraturan anyar itu juga tidak dinyatakan bahwa (penempatan) seorang kepala sekolah harus berprestasi,” ujar H Tedi

Masih dibeberkan Tedi, jika di peraturan sebelumnya, terdapat penilaian tahunan dan empat tahunan. Penilaian tahunan dilakukan oleh para pengawas. Untuk penilaian empat tahunan dilakukan oleh tim. Hasilnya kemudian dikumulatifkan. Misal, dari periode satu ke periode kedua, cukup dengan kinerja baik. Kemudian, memasuki periode kedua-ketiga, harus amat baik dan berprestasi tingkat kota. Di periode tiga ke empat, harus amat baik dan berprestasi tingkat provinsi, nasional, dan seterusnya.

“Sementara di permendikbud yang baru, penilaian tersebut sudah tidak ada, selain cukup dinyatakan kinerjanya baik saja,” ulas H Tedi. Namun, menurutnya lagi, parameter seseorang berkinerja baik di situ pihaknya pun belum dapat secara detail dapat pengukurnya.

“Secara teknis yang dimaksud kinerja baik di sini, kami belum bisa memberikan gambarannya. Kita juga belum mengetahui secara detail permendikbud yang baru, dan kita baru menerimanya Juli lalu. Untuk menjabarkannya, saat ini sedang disusun perwalkotnya,” sambung H Tedi.

Namun begitu, saran pejabat satu ini, di tengah atmosfer berganti peraturan, para kepala sekolah juga harus tetap bekerja hati-hati. Artinya apa? Tetap akan ada penilaian atas kinerja yang bersangkutan, untuk dinyatakan baik atau tidak.

“Dengan peraturan baru ini, tidak lantas menghapuskan pola periodisasi. Jadi, periodesasi tetap dilaksanakan. Hanya saja, ada beberapa hal yang mesti disesuaikan dengan permendikbud yang baru. Peraturan teknisnya, sedang kita susun,” akunya.

/Berhenti di tengah jalan /

Sempat diungkapkan H Tedi, kalau (versi) penilaian dinas, yang disebut berkinerja baik itu, berkenaan dengan tufoksi kepala sekolah dalam mengelola lembaga, dijalankan dengan baik atau tidak. Asumsinya lagi, para kepala sekolah bisa jauh lebih dulu mengetahui dan memahami permendikbud yang baru, karena mereka lebih dulu menerimanya.

Perlu diperhatikan para kepala sekolah juga, harap sekretaris dinas ini, jangan sampai muncul anggapan karena //grade// penilaiannya turun, lantas bisa santai-santai saja bertugas. Bagi kepala sekolah yang kinerjanya dinyatakan tidak baik, harus siap berhenti di tengah jalan.

Menjawab pertanyaan, kebijakan dinas di soal periodisasi kencang di awal, lalu kendor kemudian, sanggahnya, “Kita kan hanya menjalankan peraturan yang dibuat pemerintah pusat. Dulu, dianggap kencang, karena memang peraturannya mengamanatkan demikian. Jika kemudian dianggap kendor, juga karena peraturan yang barunya demikian. Tapi yang jelas, periodisasi ini tetap ada, dan berjalan sebagaimana mestinya,” yakin Tedi.

Harapan ia lagi, justru dengan adanya penurunan //grade// penilaian, kinerja kepala sekolah harus lebih ditingkatkan. Sebab apa? “Kita tidak dapat memprediksi peraturan yang ada saat ini sampai kapan diberlakukan, seperti peraturan sebelumnya yang mengalami perubahan. Jadi, jangan sampai para kepala sekolah ini seolah-olah sedang berada di zona aman,” pintanya.

Yang harus diperhatikan lagi, saatnya memaksimalkan peran sebagai pimpinan tertinggi dalam lembaga satuan pendidikan. Sebab, kepala sekolah hari ini, tidak lagi sekadar guru yang mendapat tugas tambahan. Tapi, guru yang diangkat menjadi manajernya. 

-------------------------
Oleh ; Hapid



Memasuki kompleks perkantoran Kota Tasikmalaya, di Jl Ir Djuanda, tampak sudah tepat dengan membagi dua arus kendaraan antara yang masuk dan keluar. Sejatinya jalan di situ terbebas dari hambatan agar lalu lintas lancar. Namun pada ruas untuk arus masuk kerap kali jadi macet seperti di jalanan pusat kota yang padat kendaraan, lantaran di tepian jalan samping kantor Disdukcapil dijadikan lahan parkir sepeda motor. Yang jadi ironis atau kontras di pemandangan, jalan yang tak begitu lebar tersita deret parkir sepeda motor, lahan beratap di sampingnya yang justru untuk tempat parkir sepeda motor dijadikan lahan roda-roda dorong mangkal berjualan. Amannya yang berdagang apa lantas karena ada setoran? Pertanyaan ini lantaran sebegitu leluasanya berjualan sementara kemacetan acap tanpa pihak peduli? red

Di satu kegiatan siswa SMPN 15 menunggu gurunya untuk upacara bendera.


Tak pasti kapan dapat terpenuhi. Kini jumlahnya terus menyusut. Data tentang angka pendidik di jenjang pendidikan dasar tiap sekolah, dalam jumlah kurang. Kondisi itu setelah tak seimbangnya ruang kelas yang ditempati peserta didik dengan rekrutmen tenaganya.

Yang pensiun tiap tahun berlangsung. Malah memasuki 2017-2018 berjumlah banyak. Sementara itu, yang menggantikannya melalui pengangkatan baru, tak sebanding. Sejauh ini, dominan keberadaan tenaga pendidik hasil pengangkatan di masa pendirian sekolah Inpres di era tahun 1960-an.

Dalam satu obrolan dengan Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Asep Sudrajat, umumnya jenjang sekolah dasar (SD) hingga SMP di Kota Tasikmalaya, kini terus berkurang jumlahnya gurunya. Mereka yang terus memasuki purnabakti angkatan di masa pendirian sekolah-sekolah Inpres di masa lalu. Kala itu ada pengangatan guru besar-besaran.

“Nah, saat usia-usia yang sudah memasuki masa pensiun kini, tak seimbang dengan kedatangan yang baru hasil rekrutmen, umumnya di jenjang SD kini di Kota Tasikmalaya, berjumlah tenaga pengajar kurang,” jawab Asep ketika ditanya saat itu di ruangannya.

Dinasnya tak bisa berbuat banyak di soal ini. Pasalnya, pengangkatan pegawai merupakan wewenang pemerintah pusat. Keberadaan tenaga guru SD definitif (PNS) berjumlah berkisar 3-5 orang. Padahal jumlah rombongan belajar di satu SD, minimal enam kelas. Berarti setidaknya butuh enam guru plus seorang kepala sekolah. Di Kota Tasik ada sekitar 320 SD.

Kondisi tersebut tak sedikit sekolah terbantu tenaga sukwan (sukarelawan). Kekurangan itu di posisi guru kelas, tak kalah dirasakan pula untuk bisa memenuhi tenaga pendidik bidang pelajaran. Seperti kebutuhan tenaga guru bidang agama atau Pendidikan Agama Islam (PAI). Jumlahnya saat ini bisa berbanding 1:4. Tiap seorang guru agama, empat sekolah kosong.

Idealnya, seorang guru matapelajaran, menempati satu sekolah. Selain guru agama, hal tak berbeda untuk guru matapelajaran olahraga. Dinas Pendidikan, hanya bisa mengusulkan, sedangkan realisasinya wewenang pusat. Sejak 2013, pengangkatan guru sangat terbatas. Bahkan sempat terhenti.

Merebaknya guru SD yang pensiun, memasuki 2017 berjumlah ratusan. Di tahun 2018 ini, ucap Asep, lebih besar lagi dalam perkiraan lebih 300 orang. Adapun untuk jumlah tenaga guru di jenjang SMP, catatannya, masih mendingan dibanding SD.

Hanya di soal proporsinya yang mesti pemetaan. Di satu SMP negeri misal, berjumlah guru matapelajaran A, seret. Tapi, di matapelajaran lainnya banyak. Jadi, perlu reposisi. Sehingga dengan adanya laporan kekurangan di satu sisi, tapi ada kelebihan tenaga di sisi lainnya. gus



Bukan hal gampang lagi, anak-anak bermain dengan lapangan terbuka. Apalagi untuk hasrat bersepak bola yang tinggi di kalangan anak-anak negeri ini. Sulitnya lahan yang lapang terlebih dalam wilayah perkotaan hingga pinggirannya. Kondisi itu dialami banyak lembaga pendidikan. Banyak sekolah tak memiliki lapangan olahraga. Tak kepikiran dengan soal makin seretnya lapangan, murid-murid SD Cireungit, di Kecamatan Cisayong, Kab.Tasikmalaya, bidik atau gunakan lahan terbuka halaman kantor UPT Peralatan dan Perbengkelan (Alkal) Dinas PUPR Kab.Tasikmalaya, untuk ramai-ramai bersepak bola saat beristirahat. Seperti terpotret, Selasa pekan kemarin, dengan lawan tanding dadakan yang disepakati, seterusnya preng mereka bersepak bola penuh sukacita.gus

H Uu (kedua dari kiri).

Bupati Tasikmalaya, H U Ruzhanul, pada Sabtu pekan kemarin, menghadiri satu acara di Kp.Cihonje, Desa/Kecamatan Rajapolah, Kab. Tasikmalaya. Berbaur dengan warga, kedatangan di tempat itu bukan dalam kapasitas mengisi acara pemerintah daerah. Melainkan berkait kemenangan dalam pilgub lalu.

Persisnya, Bupati Uu, demikian sapaan akrab ia, memenuhi undangan tim relawan di wilayah utara Kab.Tasikmalaya, yang menggelar acara “Syukuran Bersama Tim Relawan” wilayah utara. Tentu kaitannya dengan kemenangan merih suara terbanyak dalam perhelatan Pilgub 2018. H Uu berpasangan dengan Ridwan Kamil, yang terus jadi “Rindu”.

Panitia acara, Ajat Sudrajat, dalam paparannya di awal mengemukakan, kegiatan tersebut digelar sekadar untuk melepas lelah dan silaturahmi bersama wagub Jabar terpilih, dan selama ini diperjuangkan hingga akhirnya memenangkan perhelatan. Pasangan “Rindu“ unggul di Pilgub Jabar lalu.

Dalam giliran memberi sambutan, Bupati Uu menyampaikan terima kasih, dan mengaku bersyukur kepada Allah SWT, dirinya diberi amanah oleh masyarakat Tasikmalaya pada umumnya, khususnya para relawan yang telah bekerja dengan ketulusan dan keikhlasan hati. Hingga menjadikan pasangan Rindu menang di pilgub Jabar untuk periode 2018-2023.

Pada isi sambutan lainnya, kata Uu, menang dalam Pilgub Jabar 2018 bukan berarti paling hebat. Melainkan, keyakinan Uu, karena Rido Allah SWT, serta berkat perjuangan tim sukses dan relawan. Pesan Uu kepada segenap masyarakat, menghadapi trik-trik politik, laksanakan memilih sesuai hati nurani. “Itu yang terbaik,” kilahnya.
-------
Oleh: Candra

 Achmad Taufik
Sempat cukup menggema. Konsep pacu layanan mengintegrasikan sistem, memanfaatkan jaringan telekomunikasi yang dimasyarakatkan dengan sebutan cyber city. Belum kunjung terdengar aplikasinya booming. Kemudian, muncul gagasan hampir serupa dengan istilah, smart city.

Sensasi smart city juga belum banyak wujudnya. Kini, sayup-sayup peluncuran program serupa menyembul dengan istilah baru, broad band city. Sekilas dengan program canangkan itu, gagasan menghadirkan digitalisasi pelayanan berbasis internet meluas, mudah dijangkau masyarakat.

Mudah diakses dengan pembangunan/penempatan infrastruktur jaringannya ke tengah-tengah masyarakat. Pada orientasi lainnya, mendorong kemudahan bagi masyarakat mengakses informasi pemerintah hingga komunikasi dua arah dalam aktivitas keseharian dan kebutuhannya.

Yang tertangkap berikutnya, jadi konsep pemerintah terbangunnya media penyampai kegiatan jajaran dinas/lembaga untuk diinformasikan ke tengah-tengah masyarakat. Untuk memenuhi sistem akases online ini, tentu ditunjang pengadaan sarana prasarananya, sampai penyiapan SDM-nya.

Penghadiran laju teknologi IT, kabarnya, jika di Kota Bandung, terus menunjukkan hasil, gagasan digitalisasi informasi-komunikasi di Kota Tasikmalaya, masih jadi penantian debutnya. Sudah dua generasi pemimpin daerah penuh obsesi atas kota pintar terdukung infrastruktur IT ini, dicanangkan.

Dalam satu perbincangan dengan Kabid Kominfo Dishub Kominfo Kota Tasikmalaya, Achmad Taopik, terdapat perbedaan antara konsep cyber city dengan smart city. Yang tersimpulkan, jika cyber city orientasinya terhadap ikhtiar menempatkan jaringan sistem digital yang lebih dekat, terbangun di banyak ruang publik, di kantor-kantor pemerintah.

Adapun smart city berkonsep sudah ke pemberdayaan potensi-potensi daerah memanfaatkan sistem digital, hingga bisa mengontribusi pada peningkatan kualitas layanan daerah, kualitas hidup masyarakat, promosi daerah untuk mendatangkan investasi.

Langkah-langkah sejalan gagasan program, aku Taopik, tentunya sudah ada. Sudah dilakukan. Namun, di soal optimal- tidaknya program ini, ia tak mengelak dengan tantangan yang masih menyerta. Jelasnya apa? Menurut pejabat ini, dimulai soal pemahaman urgensi program yang belum meluas. Seterusnya, di soal masih minimnya sokongan anggaran.

Dengan tantangan itu, ia menyiratkan harapan besar sampai kini masih jadi penantian dan perjuangan. Pengakuannya pula, tentu akan terus berusaha meyakinkan tentang manfaat dan peluangnya, seperti dalam menghadirkan konsep e-goverment. red

H Ahmad Suparman 

Menyebut unit kelembagaan ini, nyatanya Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga. Bidang Pemuda dan Olahraga, demikian yang dimaksud. Ketika di daerah kebanyakan mengindentikkan urusan olahraga ada di luar struktur dinas atau lebih akrab dengan nama satu organisasi non-goverment. Tak cukup populer eksistensinya, tak banyak yang tahu kiprah utama dari bidang ini.

Menyebut nama Dinas Pariwisata, di benak masyarakat sangat familiar yang muncul dengan mengidentikkan lembaga yang mengurusi atau mengelola kepariwisataan dan kabudayaan. Yang keungkap kemudian lagi, tak kalah peran Bidang Pemuda dan Olahraga untuk memasilitasi pembinaan, penyediaan sarana olahraga, hingga mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Dalam satu obrolan dengan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, H Ahmad Suparman SSTP MSi, diyakinkan ia seputar kelembagaan bidang ini yang tak kalah penting, terutama berkenaan dengan pembinaan kepemundaan dan olahraga. Bahkan kini, orientasinya tengah mengupayakan dapat even besar.

Even itu bisa terlaksana di Kota Tasikmalaya, yakni Porda Jabar di tahun 2022. Urgensi pelaksanaan even diperjuangkan, tak lepas dengan harapan mengontribusi kegiatan pembinaan atlet daerah, kemudian memberi efek sosial lain, baik secara ekonomi serta pemenuhan sarana prasarana olahraga.

Pejabat ini penuh harap, keberlangsungan even porda mendatang di Kota Tasik. Upaya-upaya daerah terus diarahkan. Seperti apa detail perbincangan Tasikplus bersama sosok yang juga menjabat sebagai ketua PSSI Kota Tasikmalaya ini, berikut petikan singakatnya :

Bidang Pemuda dan Olahraga di Disporabudpar, tak banyak yang cukup tahu kiprah jobnya. Seperti apa saja garapan utama bidang ini?

Beberapa garapan utama bidang ini, di antaranya kegiatan fasilitasi kepemudaan, pemberdayaan pemuda, kegiatan olahraga kepemudaan dan kemasyrakatan, juga berkaitan dengan tugas kepemudaan, baik itu karang taruna, dan lainnya. Untuk garapan olahraganya, selain mendukung program nasional, seperti pembinaan prestasi atlet tingkat pelajar, dengan menggelar kegiatan Pekan Olahraga Pelajar, Pekan Olahraga Pesantren bagi para santri, dan Olahraga Tradisional untuk anak-anak tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Bahkan, kini tengah jadi keinginan atau cita-cita, agar Kota Tasik bisa jadi tuan rumah pada pelaksanaan Pekan Olahraga (Porda) Jawa Barat pada tahun 2022. Sebagai upaya mewujudkannya, harus diperlihatkan mulai dari sekarang, dalam keterlibatan kita juga di Porda Kab. Bogor, yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Ketika keinginan untuk menjadi tuan rumah porda sangat begitu kencang, bagaimana dengan ketersedian sarana prasarana penunjangnya?

Tentu kita akan fasilitasi sarana dan prasarana olahraga yang ada saat ini. Kita sudah punya kompleks Dadaha. Tinggal kita maksimalkan apa yang kita punya, dengan melakukan perbaikan, juga peningkatan sarana prasarana sesuai dengan regulasi. Selain pemenuhan sarana prasarana, ada beberapa persyaratan lainnya yang harus dipenuhi, mulai dari kelembagaan, dan SDM, sebagaimana SDMnya yang harus memiliki basic olahraga. Untuk itu, kita kerja sama dengan IGORA, pengurus Cabor, para pelatih atlet, pegiat olahraga dan lainnya.

Dari sisi kelayakan sarana prasana yang tersedia saat ini, seperti apa?

Kebetulan sarana prasana yang ada saat ini, sudah dilakukan peninjauan langsung oleh tim dari KONI Jabar, Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat. Beberapa di antaranya dinyatakan layak. Meski dengan catatan perlu untuk diperbaiki. Selain itu, kita juga didukung oleh daerah tetangga, KabGarut, Kab. Tasik, Ciamis, Banjar, dan Kab.Pangandaran. Untuk vanue yang tidak tersedia di Kota Tasik akan menggunakan yang berada di daerah tetangga. Tapi tetap kegiatannya terpusat di Kota Tasik. Untuk kekurangan vanue dalam empat tahun, janji pimpinan akan dipenuhi sesuai dengan standar yang dipersyaratakan oleh KONI.

Vanue apa saja yang sudah dinyatakan layak?

Karena hasil catatan teknis dari KONI Jabar langsung ke KONI kota Tasik, jadi kita belum mengetahui data pastinya. Yang kebetulan sudah dicek, sirkuit Bukit Peusar, sudah layak karena pernah di gunakan PON, Stadion Dadaha, GOR Bulutangkis, basket, dan arena beladiri. Untuk vanue lainnya seperti pacuan kuda, bisa menggunakan yang di Pangandaran, itu sudah berstandar nasioanl, cabor BMX di Ciamis, Senam dan Dance di Garut, dan mudah-mudahan di Kab.Tasik juga, stadionnya segera selesai. Kalau jadi ditunjuk sebagai tuan rumah, sebagai panitia bersama, nanti kab/kota di priatim, KONI dan Dispora Jabar akan berembuk kembali, untuk membahas soal kesiapan vanue. Setiap pemerintah daerah akan fokus pada garapan pemenuhan vanue sesuai dengan yang disepakati. Pusatnya tetap di Kota Tasik. Kaitan dengan penginapan dan sebagainya.

Berapa cabor yang nantinya digelar di Kota Tasik?

Sementara ini belum bisa memastikan berapa-berapanya. Mungkin nanti kalau sudah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah, baru dibahas lagi berkenaan dengan hal tersebut.

Lalu bagaimana dengan dukungan anggarannya?

Mungkin nanti kalau sudah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah, baru terlihat. Kan ada waktu empat tahun untuk melengkapinya. Jadi, selama kurun waktu tersebut sarana prasana yang perlu dipenuhi terus dipacu. Karena tidak mungkin juga bisa selesai dalam satu tahun anggaran. Mudah-mudahan pusat dan provinsi pun turut membantu dengan memberikan dukungan anggaran.

Dari tadi berbicara soal ketersediaan sarana prasarana. Lalu, bagaimana dengan kesiapan atletnya?

Melihat potensi yang ada, cukup meyakinkan mampu memperoleh hasil positif. Mudah-mudahan target masuk 10 besar dapat tercapai. Kita memiliki beberapa cabor potensial, angkat berat, roadrace, beladiri, atletik, sepeda, dan beberapa cabor andalan lain. Pembinaan para atlet di masing-masing cabor juga sudah maksimal.

Di tengah sapras yang belum memadai sepenuhnya, bagaimana dengan proses pencarian bibit para atlet?

Berbicara soal ketersediaan sarana prasarana, tentu tidak harus ideal. Sebetulnya, lahan sekecil apapun bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga masyarakat. Untuk mencari bibit berprestasi, banyak atlet berprestasi yang lahir dari keterbatasan sarana prasana. Justru dari keterbatasana itulah, yang mendorong semangat mereka untuk menunjukan bakat terbaiknya. Karena potensi itu adalah sebuah anugrah, yang tidak dimiliki semua orang. Belakangan juga banyak pihak swasta yang menggelontorkan dana CSR mereka untuk mencari bibit atlet yang memiliki keterbatasan sarana prasarana, tapi potensial.
-------------
Oleh: pid

Kades Bojongsari, Guruh Ivan Kurnawan SPd (paling kanan) bersama pengurus Bumdesa “Mandiri Sejahtera” di kantornya, Senin (20/8/2018).

Sejak dibentuk setahun silam, Badan Usaha Milik Desa (bumdes) “Mandiri Sejahtera”, Desa Bojongsari, Kec. Culamega fokus menggarap dan mengelola sejumlah usaha. Di kantor bumdes jalan Darawati - Culamega Kp.Wangun RT 05/01 , mereka membuka jasa fotocopy dan penjualan alat tulis, agen penjualan pupuk dan saprotan, serta usaha jasa transaksi keuangan berbasis eloktronik. 

Selain mengelola usaha tersebut, bumdes “Mandiri Sejahtera” juga mengelola sejumlah lokasi wisata alam yang ada di desanya. Salah satunya adalah lokasi wisata Curug Ngebul. Keterlibatan bumdesa dalam pengelolaan area wisata seiring persetujuan semua pihak hingga komitmen kerja sama dengan karang taruna dan lembaga desa lainnya.

Direktur Bumdes “Mandiri Sejahtera”, Opik SPd kepada Tasikplus menjelaskan, kebijakan mengelola sejumlah lokasi wisata didasari semangat untuk kian menguatkan keberadaan wisata, baik dari segi promosi hingga pengadaan sarana dan prasarana pendukung.

"Selain fokus melaksanakan usaha yang tengah dilaksanakan, kami bersama pemdes, lembaga desa, dan karang taruna terus melakukan sejumlah langkah, guna mengoptimalkan potensi wisata alam terutama Curug Ngebul," jelasnya.

Sementara Kades Bojongsari, Guruh Ivan Kurnawan SPd ditemui secara terpisah mengakui, pihaknya sangat mendukung penuh atas pelaksanaan usaha yang tengah dilaksanakan bumdes, terutama pengelolaan lokasi wisata Curug Ngebul dan potensi wisata alam lainnya.

Lebih lanjut, Kades sangat berharap, upaya bumdesnya tersebut berhasil, karena potensi yang dimiliki Desa Bojongsari cukup beragam dan layak jual.

"Kami berharap usaha keras mereka berhasil, sehingga terget peningkatan kesejahteraan warga sekaligus peningkatan pendapatan asli desa tercapai," pungkas kades. 
---------------
Oleh: Ful

Kebakaran yang terjadi di wilayah tasik selatan 

Musibah kebakaran terus terjadi di wilayah Tasik selatan, dari Catatan di bulan Agustus ini saja telah terjadi beberapa kasus kebakaran yang terjadi, walaupun tak memakan korban jiwa, namun kerugian yang dialami para korban capai ratusan juta rupiah.

Sejak kebakaran Rumah milik salah satu warga desa Cipicung kec. Culamega diawal bulan ini, selang dua pekan berikutnya si jago merah membakar hangus tujuh rumah/jongko berdagang di area wisata ziarah desa Pamijahan kec. Bantarkalong , yang terbaru selasa dinihari ( 21/8/2018) kebakaran menimpa Pabrik pengolahan kayu milik Sumarna di Kp. Mekarsari Rt 0014/006 desa Wakap kec. Bantarkalong, akibat musibah tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian capai 200 juta karena puluham kubik kayu hasil olahan yang disimpang dilokasi pabrik ludes terbakar.


Mendapati sejumlah kejadian kebakaran ini, sekalangan warga Tasik selatan kembali menyuarakan pembentukan Unit Damkar di wilayah ini. Dari sejumlah analisa mereka, ada sejumlah indikasi yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran seperti faktor kecerobohan pemilik, faktor Cuaca kemarau panjang yang saat ini masih berlangsung pun menjadi pemicu kebakaran yang tak mudah dipadamkan karena kencangnya hembusan angin.
Faktor lainya adalah jauhnya jarak kantor pemadam kebakaran kab. Tasikmalaya sehingga keterlambatan mobil damkar ke lokasi kebakaran tersebut sering terjadi.
" jarak puluhan kilometer yang harus di
lalui Damkar menjadi pemicu terlambatnya bantuan memadamkan api, sehingga penangangan terlambat karena api terlanjur menghanguskan seluruh bangunan,".
Ujar Nanang, seorang warga kec. Bantarkalong.
Hal senada juga disampaikan Ujang, warga kec. Karangnunggal ini menyebut pembentukan unit kerja Damkar di wilayah Tasik selatan sudah sangat mendesak, namun dirinya juga tak menampik bahwa beberapa waktu lalu pernah ada penempatan seunit mobil damkar yang di tempatkan di lingkungan kec. Karangnunggal namun tak bertahan lama karena terkendala sejumlah persoalan.
Kini menurut Ujang, pemkab. Tasikmalaya diharapkan kembali mengambil langkah penempatan mobil damkar sekaligus membentuk satuan kerja dan penyediaan sarana dan fasilitas penunjangnya.

" Efektifitas waktu saatbpenanganan kebakaran menjadi prioritas utamanya, mengingat luas dan kian padatnya pemukimam warga di Tasik selatan saat ini apalagi musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja, ". Tegasnya.

Oleh: MZ. Saeful


Kepala OJK Tasikmalaya, Asep Ruswandi

Kinerja lembaga pembiayaan, industri keuangan, seperti biasanya menyertai operasionalnya membukukan pertumbuhan aset dari tahun ke tahun. Di dunia perbankan yang dimulai kelompok konvensional, kemudian BPR (Bank Perkredita Rakyat), dan jenis syariah, kondisi serupa dialami dalam operasional wilayah kerja OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Tasikmalaya.

Sama-sama meraih pertumbuhan. Tapi, menangkap data dalam kegiatan ekspos jajaran OJK Tasikmalaya di acara “Media Gathering” dengan awak media massa Tasikmalaya, cukup mengemuka kinerja industri syariah dalam capaian angka aset yang masih tertinggal jauh dibanding capaian di kelompok layanan bank dan BPR umum konvensional. Meski dengan capaian prosentasenya yang tak jauh juga.

Seperti dikemukakan Kepala OJK Tasikmalaya, Asep Ruswandi, posisi aset bank umum konvensional pada Mei 2018 dibanding operasional sama di tahun 2017, meningkat Rp 1,697 miliar, atau meningkat sebesar 6,95% (yoy). Pertumbuhan dipengaruhi peningakatan penyaluran kredit dengan dominasi kredit modal kerja.

Aset BPR konvensional dalam rentang waktu yang sama meningkat Rp 87 miliar, atau dalam peningkatan prosentase 9,33%. Penyaluran kreditnya sekitar Rp 66 miliar. Sedangkan posisi yang dialami bank umum syariah, hanya membukukan pertumbuhan Rp 48 miliar, dengan prosentase pertumbuhan 2,39%. Pun dengan BPR syariah yang menunjukkan pertumbuhan aset senilai Rp 8 miliar. Terus, disalurkan dalam layanan pembiayaan Rp 4 miliar.

Patut jadi perhatian

Sehubungan kondisi itu, Asep menegaskan, kinerja layanan syariah ini mesti jadi perhatian segenap komponen masyarakat. Patut, masyarakat kini memercayai layanan industri syariah. Sebab, sudah jelas ada penjaminnya, pengawasnya.

“Bagi umat Islam jelas, pola ini dianggap paling sesuai syar’i,” yakinnya.
Menurut Asep lagi, ini dalam kaitan kegiatan bertransaksi aman. Aman di sini sesuai keyakinan. Bukan saja sekadar urusan dunia tapi urusan //ukhrowi//. Bersyariah itu konsep dasarnya, tidak ditetapkan dari awal tapi tergantung hasil. Jadi, ini benar-benar harus dijiwai betul. Kalau masyarakat hanya membanding-bandingkan, mana yang lebih besar, mana yang lebih, itu akan menjadi sulit. Kecuali dbandingkan dengan syariah lagi.

“Kita semua harus bergandeng tangan, bersinergi untuk senantiasa terus berupaya memberi pemahaman, memberi keyakinan pentingnya menjalankan pola industri syariah. Penting sinergi, OJK, BI, pemda, perguruan tinggi, pemuka agam hingga MUI, dll. Mesti semuanya. Enggak bisa saling pojokkan,” jelasnya.

Selain itu sorotan Asep, aksi kalangan pelaksana dari industrinya. ”Kita enggak bisa jalan sendiri. Industrinya harus bicara juga. Sehingga masyarakat paham, tidak di awang-awang,” ucapnya seraya menyebutkan, untuk pemahaman di soal konsep syariah pun sejatinya dimulai dengan sosialiasai sejak kalangan anak-anak di sekolah, di madrasah-madrasah, untuk diyakinkan sebagai sistem paling benar.

Yang diharapkan Asep berikutnya, pelaku sektor industri mulai berekonomi syaraih. Jadi, bukan hanya saat dia berhubungan dengan bank saja. Tapi bagaimana misal, ia seorang pengusaha hotel, bengkel, menerapkan eknomi syariah. Jangan terus menerapkan pola konvesional.

Gerbongnya dari industri

Apa yang jadi motivasi OJK gaungkan syariah ini? Karena, beber Asep, kemajuan suatu negara itu gerbongnya dari industri. Kalau ini industrinya enggak maju, susah jadinya. Susah narik pertumbuhan ekonomi. Semua lini harus jalan. Harus terpacu di aspek transmisi-transmisinya. Industri ini akan menarik dana dari masyarakat yang ada, masuk ke industri, dan industri akan melempar lagi kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sehingga roda ekonominya jalan./Kinerja lembaga pembiayaan, industri keuangan, seperti biasanya menyertai operasionalnya membukukan pertumbuhan aset dari tahun ke tahun. Di dunia perbankan yang dimulai kelompok konvensional, kemudian BPR (Bank Perkredita Rakyat), dan jenis syariah, kondisi serupa dialami dalam operasional wilayah kerja OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Tasikmalaya.

Sama-sama meraih pertumbuhan. Tapi, menangkap data dalam kegiatan ekspos jajaran OJK Tasikmalaya di acara “Media Gathering” dengan awak media massa Tasikmalaya, cukup mengemuka kinerja industri syariah dalam capaian angka aset yang masih tertinggal jauh dibanding capaian di kelompok layanan bank dan BPR umum konvensional. Meski dengan capaian prosentasenya yang tak jauh juga.

Seperti dikemukakan Kepala OJK Tasikmalaya, Asep Ruswandi, posisi aset bank umum konvensional pada Mei 2018 dibanding operasional sama di tahun 2017, meningkat Rp 1,697 miliar, atau meningkat sebesar 6,95% (yoy). Pertumbuhan dipengaruhi peningakatan penyaluran kredit dengan dominasi kredit modal kerja.

Aset BPR konvensional dalam rentang waktu yang sama meningkat Rp 87 miliar, atau dalam peningkatan prosentase 9,33%. Penyaluran kreditnya sekitar Rp 66 miliar. Sedangkan posisi yang dialami bank umum syariah, hanya membukukan pertumbuhan Rp 48 miliar, dengan prosentase pertumbuhan 2,39%. Pun dengan BPR syariah yang menunjukkan pertumbuhan aset senilai Rp 8 miliar. Terus, disalurkan dalam layanan pembiayaan Rp 4 miliar.

Patut jadi perhatian

Sehubungan kondisi itu, Asep menegaskan, kinerja layanan syariah ini mesti jadi perhatian segenap komponen masyarakat. Patut, masyarakat kini memercayai layanan industri syariah. Sebab, sudah jelas ada penjaminnya, pengawasnya. “Bagi umat Islam jelas, pola ini dianggap paling sesuai syar’i,” yakinnya.

Menurut Asep lagi, ini dalam kaitan kegiatan bertransaksi aman. Aman di sini sesuai keyakinan. Bukan saja sekadar urusan dunia tapi urusan ukhrowi. Bersyariah itu konsep dasarnya, tidak ditetapkan dari awal tapi tergantung hasil. Jadi, ini benar-benar harus dijiwai betul. Kalau masyarakat hanya membanding-bandingkan, mana yang lebih besar, mana yang lebih, itu akan menjadi sulit. Kecuali dbandingkan dengan syariah lagi.

“Kita semua harus bergandeng tangan, bersinergi untuk senantiasa terus berupaya memberi pemahaman, memberi keyakinan pentingnya menjalankan pola industri syariah. Penting sinergi, OJK, BI, pemda, perguruan tinggi, pemuka agam hingga MUI, dll. Mesti semuanya. Enggak bisa saling pojokkan,” jelasnya.

Selain itu sorotan Asep, aksi kalangan pelaksana dari industrinya. ”Kita enggak bisa jalan sendiri. Industrinya harus bicara juga. Sehingga masyarakat paham, tidak di awang-awang,” ucapnya seraya menyebutkan, untuk pemahaman di soal konsep syariah pun sejatinya dimulai dengan sosialiasai sejak kalangan anak-anak di sekolah, di madrasah-madrasah, untuk diyakinkan sebagai sistem paling benar.

Yang diharapkan Asep berikutnya, pelaku sektor industri mulai berekonomi syaraih. Jadi, bukan hanya saat dia berhubungan dengan bank saja. Tapi bagaimana misal, ia seorang pengusaha hotel, bengkel, menerapkan eknomi syariah. Jangan terus menerapkan pola konvesional.

Gerbongnya dari industri

Apa yang jadi motivasi OJK gaungkan syariah ini? Karena, beber Asep, kemajuan suatu negara itu gerbongnya dari industri. Kalau ini industrinya enggak maju, susah jadinya. Susah narik pertumbuhan ekonomi. Semua lini harus jalan. Harus terpacu di aspek transmisi-transmisinya. Industri ini akan menarik dana dari masyarakat yang ada, masuk ke industri, dan industri akan melempar lagi kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sehingga roda ekonominya jalan. 
-----
Oleh: Agus Alamsyah


Meriahkan HUT Republik Indonesia ke 73, pengurus anak Cabang (PAC) partai persatuan pembangunan kec. Bantarkalong gelar ragam acara, kegiatan yang di pusatkan di lingkungan kantor Desa Parakanghonje tersebut dilaksanakan 16-17 agustus 2018. Acara pertama yang dilaksanakan adalah jalan sehat yang diikuti ribuan peserta.

Ketua PAC PPP kec. Bantarkalong H Apri Fauzan di sela-sela acara menyebut kegiatan ini sengaja di laksanakan pengurus PPP dengan dukungan penuh wakil ketua Fraksi PPP DPRD kab. Tasikmalaya Hidayat Muslim SE, pemdes dan Karang taruna desa Parakanhonje.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, sehingga perayaan hari kemerdekaan yang kami laksanakan sangat meriah"jelasnya.

Hidayat Muslim SE, H Apri Fauzan dan kades Parakanhonje Yayat Supriatna bersama warga saat acara agustusan.
 Ungkapan terima kasih juga di sampaikan Kades Parakanhonje Yayat Supriatna, menurutnya penyelenggaraan ragam kegiatan rayakan HUT RI tahun ini di desanya lebih meriah karena partisipasi penuh dari berbagai pihak, kades juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara pihaknya, Karang taruna dengan pengurus dan Kader PPP kec. Bantarkalong.
"acara Agustusan tahun ini lebih meriah dan melibatkan lebih banyak warga yang menjadi pesertanya"ujar Kades.
Sementara Hidayat Muslim SE ditemui Tasikplus terpisah menjelaskan ragam kegiatan yang di laksanakan pengurus dan kades Partai persatuan pembangunan kec. Bantarkalong menjadi bukti implementasi keterlibatan instrumen partai dalam kegiatan apapun di masyarakat.

"kader PPP wajib menjadi bagian terpenting dalam semua kegiatan di masyarakat, sukses gelaran ragam acara agustusan ini menjadi buktinya" pungkasanya.

Oleh: MZ. Saeful

Camat Karangnunggal Asep M. Dahliana, STP, MM

Puncak peringatan hari pramuka ke 57 tingkat Kwaran Karangnunggal di laksanakan di Lapangan olahraga desa Cikupa kec. Karangnunggal selasa (14/8).

Ribuan peserta terlibat di dalamnya, mereka terdiri dari seluruh pelajar,guru unsur muspika dan warga kec. Karangnunggal.

Rangkaian kegiatan sejak Upacara bendera hingga aneka kegiatan kepramukaan lainya pun di gelar guna meriahkan hari kepramukaan indonesia tersebut.

Ketua Kwaran gerakan Pramuka Karangnunggal Bambang NS SPd MPd menjelaskan seluruh kegiatan yang di laksanakan dengan ribuan peserta menjadi puncak dan penutup seluruh rangkaian kegiatan yang di laksanakan sebelumnya seperti perkemahan bersama di Bumper Situ gede desa Cibatuireng kec. Karangnungga yang diikuti seluruh gudep/sekolah yang ada.
"seluruh kegiatan kepramukaan tahun ini melibatkan ribuan anggota pramuka dari sekolah SD,SMP/MTs dan SMA/SMK/MA yang ada di kec. Karangnunggal"jelasnya.
Sementara ketua Majelis pembina ranting (Mabiran) Pramuka kec. Karangnunggal Asep M Dahlianan STP MM di temui terpisah menyampaikan selamat kepada anggota,pembina dan penggerak kepramukaan dari semua tingkatan, Camat karangnunggal ini berharap kegiatan kepramukaan di wilayahnya mampu lebih maju dan berkembang. Karena pramuka punya peran sangat penting dalam pencetakan pondasi pendidikan karakter, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan bagi kader bangsa berkualitas.

"manfaat ikuti kegiatan kepramukaan sangat besar, terbukti mayoritas pemimpin bangsa dari birokrasi, TNI/polri, legislatif maupun kalangan swasta sukses tercatat pernah aktif berpramuka saat bersekolah" pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful

Kondisi Jembatan Cacaban

Usulan perbaikan jembatan Cacaban di desa Sarimanggu kec. Karangnunggal sejak beberapa tahun lalu di ajukan pemdes dan Warga desa Sarimanggu, usulan perbaikan ini berkenaan kondisi jembatan yang alami kerusakan parah sementara fungsinya cukup Vital sebagai penyambung akses Transportasi warga kec. Karangnunggal -Bojongasih dan sekitarnya.

Dari sejumlah informasi warga yang berhasil di dapat Tasikplus, pengajuan perbaikan/pembangunan jembatan baru guna mengganti jembatan besi yang beralaskan papan kayu yang telah rapuh telah sejak beberapa tahun di lakukan warga, usulan tersebut di tujukan langsung kepada Pemkab. Tasikmalaya hingga sejumlah Anggota legislatif namum tak berujung realisasi hingga saat ini.

Kades Sarimanggu kec. Karangnunggal Nanang Kosim menyebut pihaknya telah beberapa kali mengajukan perbaikan jembatan sepanjang 12 meter yang membentang di atas sungai Cacaban tersebut. Upaya pengusulan kami selalu dapatkan Janji akan di realisasi namun sampai saat ini tak kunjung di laksanakan.
"segala upaya telah kami lakukan namun tak kunjung berbuah hasil, sementara desakan dari warga agar jembatan ini di perbaiki selalu saya dapati setiap hari" jelasnya.
Sementara ketua BPD desa Sarimanggu Eli Romli SPd MMPd, menurutnya desakan perbaikan jembatan Cacaban ini yang terus di suarakan masyarakat sangat beralasan, karena jembatan tersebut menjadi akses transportasi umum yang di andalkan warga, untuk terus dapat di lewati, warga secara rutin berswadaya mengganti papan kayu begisting yang telah rapuh dengan papan kayu baru agar jembatan ini bisa di lalui kendaraan roda 2 maupun roda empat. Walaupun dengan ekstra hati-hati dan waspada agar kendaraan tak terperosok saat melewatinya. Untuk itu Eli Romli mendesak Pemkab. Tasikmalaya secepatnya membangun kembali jembatan cacaban agar transportasi warga aman dan nyaman.
"walaupun kerap diganti dengan papan kayu baru oleh warga, kontruksi pondasi dan besi pada jembatan telah tak stabil dan telah berkarat hingga dapat mengancam keselamatan pengendara kendaraan yang melawatinya" pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful




Kesulitan air bersih telah dialami warga Kp. Cikaracak Rt 05/01 dusun Babakaniray desa Pameutingan kec. Cipatujah sejak lama, mendiami daerah perbukitan dengan kontur tanah berbatu menjadikan puluhan kepala keluarga disana sulit untuk dapatkan air bersih, warga terpaksa menempuh jarak cukup jauh untuk mengambil air dari sumber mata air yang berada di bukit lainya.

Kemarau panjang yang tengah terjadi saat ini kian menyulitkan 327 jiwa penduduk pada perkampungan ini, pasalnya sejak beberapa pekan lalu air pasa mata air yang selama ini jadi andalam mereka kini telah berkurang airnya,untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga akhirnya terpaksa membeli air bersih dari penjual air bersih dengan harga Rp 4000/Derigen.
"kami terpaksa membeli air guna kebutuhan minum dan memasak saja, sedangkan untuk mandi dan cuci kami terpaksa memanfaatkan air seadanya yang di ambil dari mata terdekat"ujar nani seorang warga setempat.
Mendapati kondisi krisis air yang di alami warganya, Pemdes Pameutingan kec. Cipatujah langsung berkoordinsi dengan Muspika, relawan dan BPBD kab. Tasikmalaya untuk membantu pasokan air bersih.
Usaha keras Pemdes tersebut berujung datangnya bantuan air bersih sebanyak 7000 liter air menggunakan dua truk tangki yang di distribusikan BPBD kab. Tasikmalaya senin (14/8). Bantuan air bersih tersebut pun langsung di sambut gembira warga Kp. Cikaracak, dengan wadah seadanya guna menampung air bersih tersebut.

Kades Pameutingan Undang Nasihin ditemui di lokasi pendistribusia air bersih mengaku sangat bersyukur dengan kedatangan bantuan air bersih walaupun petugas BPBD harus menempuh medan jalan yang berat.

Kades Juga berharap bantuan air bersih dapat secara rutin di berikan kepada warganya, karena mereka sangat membutuhkanya apalagi di perkirakan air yang berhasil di dapat warga hanya untuk pemenuhan Kebutuhan mereka 2-e hari saja.

"kami berharap BPBD kab. Tasikmalaya terus memberikan bantuan air bersih kepada warga kp. cikaracak karena sangat di butuhkan" pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful



Kemarau yang masih berlangsung di wilayah Tasik Selatan sampai saat ini mulai berdampak langsung pada warganya yang mulai kesulitan dapatkan air bersih, selain sumur tanah mengering, sejumlah mata air yang berada di lingkungan tempat tinggal merekapun telah kering. Selain itu terlihat sejumlah sungai yang ada pun telah mengering hingga berdampak banyak petani yang menunda menggarap lahan sawah karena terkendala tak adanya air untuk mengairi sawah-sawah mereka, bahkan sejumlah Embung yang ada di Tasela seperti Embung Cibeureum di Kec. Bantarkalong pun saat ini telah alami penyusutan air drastis dan cenderung telah mengering.
Kesulitan air bersih saat ini telah di rasakan untuk warga asal Kec.Cibalong tepatnya desa Singajaya, Untuk mendapatkan air bersih guna pemenuhan kebutuhan memasak dan minum, warga terpaksa mengambil air dari kubangan air yang sengaja mereka buat di area sungai Ciwulan yang telah mengering dan berjarak cukup jauh dari rumah mereka.
"sejak beberapa pekan ini kami terpaksa mengambil air dari kubangan buatan di sungai ciwulan yang mengering, itupun hanya sekali mengambilnya karena air dari kubangan itu tak cukup banyak mengeluarkan air,bahkan dalam beberapa hari ini air yang keluar sedikit dan keruh"
keluh dedeh, seorang warga pada Tasikplus kamis (9/8).

Mendapati kondisi tersebut, pemdes Singajaya bersama Relawan Bemcana langsung berkoordinasi dengan Pihak kecamatan untuk selanjutnya mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab.Tasikmalaya. akhirnya usaha mereka berhasil, BPBD akhirnya mengrimkan ribuan liter air bersih mengunakan truk tangki untuk di distribusikan kepada warga.

BPBD Kab.Tasikmalaya pun langsung bertindak cepat, menggunakan dua unit mobil tangki miliknya, mereka mendistribusikan air bersih bagi warga desa Singajaya dari sejumlah kedusunan tersebut. Warga di sana pun menyambut antusias bantuan air bersih ini, tampak puluhan warga dengan membawa wadah air seadanya rela mengantri untuk dapatkan giliran dapatkan air dari truk Tangki BPBD.
"kami cukup terbantu dengan bantuan air bersih ini, minimal membuat kami miliki stok air bersih beberapa hari mendatang tanpa harus berjuang keras mengambil air bersih yang jaraknya sangat jauh dari rumah kami"
jelas yayah, seorang warga dengan wajah sumringah.


Dari informasi yang berhasil di himpun, selama beberap hari BPBD intens memberikan Bantuan air bersih bagi warga asal 6 desa diwilayah Kec. Cibalong karena adanya permintaan dari pemdes dan relawan di kecamatan ini

"kami akan lakukan pengiriman air bersih kepada warga seiring permintaan resmi dari pemdesnya, namun kami berharap warga dapat bersabar pasalnya keterbatasan Armada jadi kendala BPBD dalam memenuhinya, sehingga kami ambil langkah bergilir mengirim air bersih di semua daerah yang membutuhka "
jelas seorang Staff di BPBD Kab. Tasikmalaya.

Oleh: MZ. Saeful

Pelatihan Dokter Kecil UPT Puskesmas Bantarkalong

Sebanyak 54 siswa/siswi asal 28 SD dan Madrasah ibtidaiyah di Kec. Bantarkalong ikuti pelatihan Dokter kecil yang di laksanakan UPTD puskesmas Bantarkalong Rabu (8/8). Materi pelatihan yang di berikan tenaga kesehatan tersebut meliputi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), Cuci tangan Pakai sabun (CTPS),cara menggosok Gigi yang benar, penanganan pertama pada kecelakaan (P3K) khususnya untuk balut membalut luka. Dan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di lingkungan sekolah.


Ratna Nurbaidah AMKg penanggung jawab kegiatan kepada Tasikplus menyebut kegiatan pelatihan Dokter kecil merupakan hasil kerja sama pihak puskesmas dengan UPTD pendidikan beserta seluruh kepala SD/MI se Kec. Bantarkalong yang mengirimkan 2 orang pelajar tiap SD/MI. sementara pemberi materi bagi Dokter kecil ini semuanya berasal dari puskesmas sesuai dengan bidang kesehatanya. Mereka adalah Hj Leli nurleli,Agus hendra Susilo Skep Ners , Hj Atifah beserta petugas lainya.
"kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi 54 dokter kecil tersebut akan terus di lakukan baik di lingkungan puskesmas serta di lingkungan sekolah masing-masing" jelasnya.
Sementara kepala UPTD Puskesmas Bantarkalong Karyana AMKL ditemui terpisah menyebut program pelatihan dokter kecil merupakan salah satu kegiatan yang jadi program unggulan pihaknya, targetnya adalah memanamankan jiwa dan budaya sehat bagi masyarakat sejak anak-anak sehingga di harapkan mereka mampu terbiasa melakukanya sampai dewasa nanti.
"tujuan lainya adalah sebagai cara pengkaderan generasi sehat sehingga nantinya mereka mampu menularkan apa yang mereka dapatkan kepada teman mereka di sekolah dan lingkungan bermain" pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful

H Rosman (Kanan) perwakilan keluarga besar H Ahyudin saat menyerahkan berkas hibah tanah untuk mapolsek dan makoramil Culamega pada Kapolsek Bantarkalong AKP H Iteng SH.
Pendirian mapolsek dan makoramil Culamega sebentar lagi akan terealisasi pasalnya lahan yang di perlukan untuk pembangunannya telah siap. H Ahyudin adalah warga yang memberikan Hibah lahan bagi pembangungan kedua instirusi keamanan di Kec. Culamega tersebut. Prosesi penyerahan hibah tanah di lakukan perwakilan keluarga H Ahyudin H Rosman yang langsung di terima Kapolsek Bantarkalong AKP H Iteng dan Danramil 1712 Kapten sarijo di Aula Kec. Culamega Selasa (7/8). Turut menyaksikan Camat Culamega Kasminto Harjo SIp, Kades Cintabodas Ruhimat beserta tokoh masyarakat Kec. Culamega.

Dalam penyampaianya, H Rosman menyebut hibah lahan untuk Mapolsek berada di blok Gunungpuyuh sementara untuk Makoramil berlokasi di blok legok salam, keputusan menghibahkan lahan tersebut menjadi bukti keluarga termasuk kakanya ( H Ahyudin-red) sangat peduli dengan pentingnya keberadaan mapolsek/makoramil di Wilayah Kec. Culamega karena di yakini mampu membawa dampak positif terutama terjaminnya kamtibmas.
selain kamtibmas akan lebih terjamin, dekatnya kedua markas institusi negara ini akan memudahkan warga Asal 5 desa untuk mengurus sejumlah administrasi berikut memudahkan koordinasinya
jelasnya.

kapolsek Bantarkalong AKP H Iteng SH bersama Danramil 1217/Bantarkalong Kapten Sarijo sepakat menyampaikan terima kasih kepada pihak keluarga H Ahyudin yang telah menghibahkan tanah untuk keperluan pembangunan polsek dan koramil.
untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk menindak lajuti usulan pembentukan Mapolsek/makoramil usai telah tersedinya lahanya
ujar Kapolsek.
Sementara Camat Culamega Kasminto harjo SIP kepada Tasikplus usai saksikan penanda tanganan dan penyerahan berita acara hibah menyebut sangat bersyukur akhirnya harapan warga memiliki polsek dan koramil Culamega sudah ada titik terang dengan telah tersedianya lahan.
setelah tersedianya lahan, kami mengajak masyarakat dan semua elemen warga guna terbentuknya mapolsek dan makoramil cepat terealisasi
Pungkasnya.


Oleh: MZ: Saeful

Taman Balekota Tasikmalaya

Pemerintah Kota Tasikmalaya, kini kembali memproyeksikan penataan plaza balai kota. Area datar di belakang balai kota itu kerap jadi sorotan, lantaran ketika hujan tiba selalu terendam. Tak ubahnya kolam ikan. Padahal pembangunannya beranggaran hingga Rp 1,2 miliar.

Masih dalam maksud memaksimalkan pemanfaatannya, pemkot melakukan kembali penataan plaza dengan gelontor tak kurang Rp 1,4 miliar. Namun, seiring siap dimulainya pelaksanaan kegiatan atau proyek tersebut, isu tak sedap menyertai perjalanannya.

Kabar yang berhembus, pihak pemenang lelang kegiatan, diduga melimpahkan pekerjaan tersebut ke pihak lain, dengan pola sub kontrak. Tentunya asal pindahtangankan pekerjaan berdasarkan peraturan tidak dibenarkan.

Kepala Bidang Taman dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dedi SIP, saat diminta tanggapan spontan menyanggah jika dirinya baru mendengar ikhwal kegiatan penanganan taman atau lahan belakang balai kota itu disubkontrakkan.

Pejabat ini menyebut nama sosok pemenang lelang pekerjaan itu, lengkap dengan nama korporasi serta tenaga ahlinya. Lalu, kembali menyatakan, dirinya tak tahu jika ada kabar menyebutkan, tenaga ahli perusahaan tersebut yang terus ngesub pekerjaannya.
“Lebih detailnya, nanti coba dikomunikasikan dengan PPTKnya. Dinas juga sebetulnya sudah menyarankan ke pihak rekanan, agar menggunakan tenaga ahli yang kompeten,”
sambung Dedi seraya menambahkan, sosok tenaga ahli yang disarankannya asal luar daerah.

Bantah

Terpisah, sosok Gani yang disebut sebagai pihak ketiga/pemenang lelang pekerjaan plaza balai kota, saat diminta tanggapannya membantah jika ia telah mesubkan pekerjaan kepada orang lain. Bahkan, menegaskan informasi yang berhembus tidak benar. 

"Tidak benar informasi tersebut. Saya tidak menjual atau me-sub-kan pekerjaan penataan taman balai kota ke pihak lain. Keberadaan Pak Efi di sini, sebagai tenaga ahli. Di perjanjiannya pun sistem borong upah," ujar Gani.

Hanya saja, imbuhnya, sosok tenaga ahli itu memberikan syarat kepadanya bahwa ia mau terlibat di pekerjaan itu, asal untuk pembelian kebutuhan material taman, tanaman, dan kebutuhan lainnya atas rekomendasi yang ia berikan. Permintaan itu lantaran ia mempunyai kriteria tersendiri, dan ingin memberikan yang terbaik.

Ketika ada pernyataan untuk menggunakan tenaga asal luar daerah, kata Gani, penunjukkan tenaga ahli yang dipergunakannya pun sesungguhnya atas dasar rekomendasi dari tenaga ahli di Bandung, itu sesuai dengan arahan dinas.

Yang jadi pertimbangan kontraktor ini berikutnya, klaim dia, kalau memakai tenaga yang daerahnya terlalu jauh, ketika ada kerusakan atau tanaman yang mati, penanganannya tidak bisa cepat. Di pengujung pembicaraan, Gani sempat kembali menegaskan soal sub kontrak pekerjaan dirinya membantah.

Oleh: Hapid

Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum

Seperti biasanya, sosok pemimpin ini paling akrab tekad, komitmen, sampai janji ketika ditanya. Dua periode jadi bupati, kini terpilih jadi wakil gubernur Jabar dalam pilkada 27 Juni lalu. H U Ruzhanul Ulum, demikian figur ini, saat ditanya tekadnya kelak akan memberi perhatian lebih terhadap daerah.

Ia terpilih dalam pilkada lalu, mendampingi Ridwan kamil, yang jadi gubernur Jabar. Kini dalam proses menunggu pelantikan keduanya pada September mendatang. Pernyataan Bupati Uu, demikian ia biasa disapa, jadi angin segar terlebih ketika dipersepsikan warga Kab.Tasikmalaya.

Kepada awak media massa yang menanyainya di acara peringatan Hari Jadi Kab.Tasikmalaya, Kamis (26/7) lalu, H Uu berlontar akan lebih memperhatikan daerah, konsepnya dengan menambah jumlah alokasi bantuan provinsi. Ia menilai selama ini jumlah bantuan provinsi untuk daerah masih minim

Ia pun buka-bukaan, besaran bantuan provinsi untuk untuk daerah, khususnya Kab. Tasik jumlahnya, sebutnya, tidak seberapa.
“Detailnya saya tidak bisa menyebutkan berapa angkanya, meski jika dibanding dengan kab/kota lain, kita masih mending,” susulnya.

Keyakinan bupati kini peluang dongkrak anggaran terbuka saat dirinya jadi petinggi di lingkup pemprov. Bahkan, ia punya hitung-hitungan alokasi ratusan miliar yang siap digelontor ke daerah di Jawa Barat. Namun, penyalurannya bisa jadi bertahap.

“Dengan kehadiran kami di provinsi, insya Alloh akan menambah volume anggaran untuk kab Tasik khususnya, melalui program Gerbang Desa untuk Jawa Barat. Kami akan berikan anggaran, seperti yang sudah dilakukan selama ini, dengan memberikan anggaran ke tiap desa sebesar Rp 500 Juta,” janjinya.

Rencananya, lanjut Uu, akan dialokasikan total Rp 200 miliar untuk setiap kota/kabupaten, disesuaikan dengan jumlah penduduk, kecamatan, atau jumlah desa/kelurahan, sebagai alat penghitungannya.

Bertahap

Masih dari obrolan ia, teknis pemberian bantuan, dilakukan secara bertahap. Bisa Rp 30-50 miliar dulu. “Seperti dulu kami mengupayakan bantuan untuk desa sebesar Rp 200 juta per desa, bahkan bantuannya kini sudah lebih dari yang dijanjikan, sebesar Rp 500 juta per desa,” ucapnya.

Intinya, masih kata Uu, tambahan alokasi bantuan tersebut, disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dimungkinkan jumlah bantuan yang diterima tiap kota/kabupaten itu tidak sama.
“Hanya saja kita merencakan jumlah bantuan kisaran estimasinya seperti itu,” ungkapnya.

Hingga ke ancer-ancer teknisnya, bupati mengurai, untuk dapat bantuan itu pemprov hanya memberikan juklak-juknisnya, peruntukkannya ke mana saja, misal pembangunan infrastruktur, sarana keagamaan, posyandu, dan lainnya.
“Dengan program Gerbang Desa untuk Jawa Barat, diharapkan terjadi pemerataan pembangunan di daerah,” tutupnya

Oleh: Hapid

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 tingkat Kota Tasikmalaya
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 tingkat Kota Tasikmalaya, yang berlangsung Selasa pekan kemarin, di aula Balai Kota. Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, hadir di acara itu.

Di peringatan HANI 2018 ini, diadakan pula pengukuhan satuan tugas (satgas) pegiat anti-narkoba Kota Tasikmalaya. Wali Kota H Budi Budiman, menyatakan perang terhadap narkoba, itu mutlak atau harga mati yang harus dilakukan guna menyelamatkan generasi bangsa ini dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Budi menyampaikan, pada 2030, Indonesia mendapat bonus demograpi. Maksudnya,usia produktif di Indonesia jumlahnya akan melebihi negara-negara lain di dunia, bonus ini tentu akan menjadi incaran dan sasaran bagi mereka para pelaku pengedar barang haram tersebut.

“Kejahatan narkoba, kini peredarannya semakin masif dan terstruktur, menembus semua lapisan, maka dari itu harus kita cegah. Apalah artinya bonus demograpi manakala dihancurkan dengan narkoba. Jadi jangan sampai bonus demograpi ini hancur karena narkoba, jadi apalah artinya bonus tersebut, jika malah merugikan negara, untuk itu tidak ada kata lain kecuali perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Giman Sugyaman, kasi Pencegahaan dan Pemberdayaan Masyarakat di BNN Kota Tasikmalaya menyebutkan, pembentukan satgas pegiat anti narkoba untuk menekan peredaran narkoba di lingkungan atau tempat kerja masing-masing.

“Karena pencegahan perederan narkoba tidak menjadi tanggung jawab BNN saja, juga unsur lainnya yang ada di Kota Tasik, minimal mengawasi di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

Unsur satgas peggiat anti-narkoba ini, selain dari masyarakat juga ASN di lingkungan pemkot.Salah satu tugasnya untuk mengantisipasi para pegawai negeri di OPD dari penyalahgunaan narkoba. “Jika ada temuan, lapor ke BNN. Selanjutnya kita yang menangani, apakah rawat jalan atau rawat inap,” tukasnya.

Selebihnya Giman menyampaikan, saat ini kota Tasik berada di posisi 15. Dulu sempat ramai kota Tasik berada di posisi kedua dalam hal perdaran narkoba di Jawa Barat.

“Padahal faktanya, berdasarkan informasi dari Polda dan BNN Provinsi, dari dulu kita berada diurutan ke-15. Hal itu dilihat dari hasil pengungkapan dan penangakapan peredaran narkoba,” imbuh Giman.

Oleh: Hapid

DR H Iwan Saputra

Maraknya peredaran dan penyalahgunaan senjata api (senpi) di tengah masyarakat cukup mengkhawatirkan.

Dari tahun-tahun, grafiknya disebut-sebut terus mengalami peningkatan. Terlebih, tak sedikit dari mereka yang tidak mengantongi ijin resmi memegang, menggunakan termasuk memiliki senpi. Tak ayal, kejadian tak diinginkan seperti dipakai untuk tindak pidana, sering kita dengar

Kondisi itu akhirnya membuat Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Pengcab Kab. Tasikmalaya, mengambil sikap. Dalam rapat kerja Pengcab Perbakin Kab. Tasik, Jumat (27/7/2018) sore di sekretariat bersama Jl. Saptamarga, mereka berencana akan melakukan pendataan dan penertiban terhadap senpi jenis airsoft gun di masyarakat. Tak hanya airsoft gun, senapan angin juga akan jadi sasaran penertiban. Dalam pelaksanaannya, Perbakin aka bekerja sama dengan Polres Kota dan Kab. Tasik.

Ketua Perbakin Kab. Tasikmalaya, DR H Iwan Saputra, yang memimpin langsung jalannya rapat menyebutkan, penertiban ini mengacu pada Peraturan Kapolri yang intinya tidak sembarang orang bisa memegang, menggunakan dan memiliki senpi.

Untuk tahap awal, kata Iwan, pihaknya akan melakukan penertiban di internal Perbakin dulu dengan melakukan pendataan ke tiap klub di bawah binaan Perbakin.

"Ya, dalam pelaksanaannya kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian karena mereka lah yang lebih berkompeten soal senjata," ujar Iwan.

Dengan penertiban ini, tambah Iwan, diharapkan akan meminimalisir penyalahgunaan senjata di tengah masyarakat, utamanya tindak pidana yang menggunakan senpi.

"Untuk selanjutnya kami juga akan mengeluarkan surat edaran tentang larangan berburu bebas yg selama ini marak di masyarakat. Perlu diketahui, di Perbakin sendiri sudah ada aturan khusus yakni hanya diperbolehkan memburu babi hutan yang dianggap hama oleh masyarakat," pungkasnya.

Oleh: Piter


Hari-hari warga di sekitar dengan pengguna ruas jalan ini, dalam debut yang perlu tambahan energi.

Acap dirasa harus ekstra-hati-hati agar tak sampai berkendara tergelincir. Terlebih saat jalan sedang becek. Itu melintasi jalan Maniis-Pasanggrahan, Kec.Salopa Kab.Tasikmalaya, yang kini hancur.

Kondisi yang seolah warga dipaksa menerima saja jalan butut setelah mereka tinggal di pinggiran, di belahan daerah sisi timur Kabupaten Tasikmalaya. Dalam keseharian lalu lintas di jalan ini, jadi penghubung aktivitas warga Kec.Salopa dan daerah lain ke selatannya, menuju luar daerah atau arah kota.

Jadi penunjang utama aktivitas dalam ragam keperluan, mulai distribusi barang yang datang dan ke luar, pemasaran hasil bumi, warga bekerja, menuju tempat pengajian, anak-anak bersekolah, dll. Di sekitar jalan ini dalam niat rekreasi atau pikiran yang tengah fresh tersuguh panorama bebukitan yang elok.

Melaluinya, masih ada yang mulus-mulus berlapis hotmix. Sebagian kerusakan dengan bebatuan yang menganga selain berupa kubangan. Di kala musim hujan, licin sehingga perlu hati-hati terutama pengendara motor agar tak sampai terjatuh.

“Dengan kerusakan jalan ini, tentu kita sangat berharap segera ada perbaikan,” ujar Husen, seorang penduduk Maniis, Desa Bengkok, Kec.Salopa. Ia bercerita, kerusakan jalan tak lama terlihat parah menyertai amblasnya jalan utama di Kec.Salopa hampir dua tahun lalu, sehingga pengguna kendaraan dari seukuran sepeda motor sampai truk bermuatan berat memilih jalan ini.

Harapan dia dengan perbaikan, aktivitas warga jadi lancar. Pengguna jalan tak terhambat sampai memakan waktu lama. Dalam pengamatan Husen, infrastruktur ini jadi jalan cukup hidup warga berlalu lintas menuju luar daerah. Tak sedikit ke arah Kota Tasikmalaya, untuk menjual atau membli komoditi kebutuhan hidup.

Jalan yang amblas di betulan Kp Sukasari, Desa Salawitan, Salopa, September 2016, sudah diperbaiki. Jalan yang rusak kini dibiarkan tak ada gelagat segera dapat sentuhan. Diperkirakan Husen, titik yang rusak itu dalam bentang kurang lebih 15 km. Ada beberapa kampung dalam radius itu, sejak perkampungan Maniis, Citilu, Ciatal, Pasanggrahan, sebelum sampai perbatasan Kota Tasikmalaya.

Mengakhiri obrolan dengan Tasikplus, Husen mengulang permohonannya pada aparat pemerintah daerahnya, bisa segera melancarkan perbaikan jalan. Dari obrolan warga lagi, melintasi jalan ini banyak hari dilalui beberapa rombongan warga untuk menuju tempat-tempat pengajian seperti ke lokasi Pesantren Maniis atau Cigaru, di Desa Karyawangi.

Oleh: Agus Alamsyah

Bangunan ruang kelas berlantai 2 di bangun secara swadaya pengurus dan p Pengelola YPI Al Fadlillah.

Tujuan mencerdaskan anak bangsa dengan mengedepankan pendidikan ahlak dan kemampuan akademik anak didik jadi tujuan pengelola SMP Islam Al Fadlillah desa Tobongjaya Kec. Cipatujah.
Walaupun sejak didirikan sekolah ini tak kunjung dapat gelontoran bantuan apapun dari pemerintah terutama bantuan infrastruktur, namun pengelola sekolah ini terus berkomitmen fokus berjuang sesuai tujuan awal mereka.

Kerja keras Segenap pengurus Yayasan pendidikan Islam (YPI) Al fadlillah menjadi kekuatan jajaran pengelola dan pendidik pada SMP Islam Al Fadlillah untuk terus bekerja profesional dalam mendidik ratusan siswanya, saat ini tercatat 122 peserta didik menjadi bukti kepercayaan warga untuk memercayakan sekolah anak mereka.
Kepala SMP Islam Al Fadlillah Ivan Rivan firdaus SSi MPd kepada Tasikplus saat berkesempatan berkunjung menjelaskan pihaknya bersama 18 tenaga pengajar telah sepakat untuk tetap fokus bekerja profesional mendidik walaupun nasih terkendala sejumlah sarana dan prasana pendukung yang di miliki. Tujuan mencerdaskan generasi bangsa yang berakal dan berahlakul karimah akan terus dijalankan apalagi sejak dibuka sekolah ini terus dapatkan kepercayaan masyarakat terbukti terus bertambahnya jumlah siswa yang menimba ilmu di SMP Islam Al Fadlillah tersebut.
"komitmen kami akan terus bekerja maksimal seiring terus bertambahnya kepercayaan warga kepada kami walaupun harus menyiasati sejumlah kekurangan"jelasnya.

Sementara ketua YPI Al Fadlillah H Opan sopandi di temui terpisah membenarkan sekolah di bawah yayasanya tersebut selama ini mandiri dalam penyelenggaraan pendidikan, bahkan bangunan sekolah dua lantai yang saat ini tempati merupakan hasil kerja keras hingga rereongan pengurus dan pengelola yayasan.

Kepala SMP Islam Al Fadlillah Tobongjaya Kec. Cipatujah Ivan Rivan Firdaus SSi MPd

kami salut kepada pengelola dan seluruh pengajar yang selalu bersemangat menjalankan tugasnya di tengah berbagai keterbatasan"pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful

Kantor UPTD Balai perbenihan wilayah selatan Kab. Tasikmalaya

Kebijakan dinas pertanian Kab. Tasikmalaya yang menghentikan operasional UPTD Balai perbenihan di wilayah selatan berimbas nganggurnya kantor UPTD Balai perbenihan di desa Cikapinis kec.Karangnunggal. bukan hanya kantornya saja yang kini terbengkalai, lahan luas di area kantor yang dulu di pakai untuk lokasi pembenihan aneka tanaman tersebut kini kondisinya pun tak terurus lagi.bahkan puluhan warga sekitar yang trlah lama bekerja di Unit pembenihan ini banyak yang masih menganggur karena dihentikanya kegiatan pembenihan.

Suasana Ramai oleh kegiatan pegawai, pekerja pada UPTD Balain perbenihan kini sudah tak ada lagi dan hanya menyisakan bangunan dan area lahan benih dengan pagar tinggi mengelilinginya kini di biarkan tak terurus. Saat Tasikplus berada di lokasi tampak pintu gerbang salah satu unit pelaksana kegiatan pada Dinas pertanian kab.Tasikmalaya  tergembok  rapat dan tak di temukan seorang pun penjaga kantor.

Dari informasi yang di dapat dari warga sekitar,  kantor UPTD Balai perbenihan ini telah tak terpakai lagi sejak setahunan silam, sesudah itu nyaris tak ada aktifitas apapun di area  kantor tersebut, warga sekitarpun tak ada yang berani masuk ke dalam area karena selain pintu masuknya tergembok juga pagar tinggi pada seluruh area tersebut.



"sejak tak di gunakan lagi, kantor UPTD balai benih sepi dan tak terurus, bahkan kalai malam pada lokasi tersebut gelap karena minimnya penerangan"ujar Deden, warga sekitar.

Sementara Hendi, warga lainya mengaku sangat menyayangkan terbengkalainya aset pemkab.Tasikmalaya tersebut,menurutnya kalau tak lagi di fungsikan sebagai pusat kegiatan yang lama lebih baik lagi di manfaatkan untuk kegiatan lainya agar bangunan dan lahan dapat terurus lagi.

Oleh: MZ. Saeful


Ratusan warga desa Cipicung saat memadati kantor desa tempat tersangka pencurian ternak diamankan petugas, evakuasi terhadap tersangka oleh polisi pun berhasil dan langsung dibawa ke Mapolres Tasikmalaya (jumat 3/8).

Aksi pencurian hewan ternak kembali terjadi di wilayah desa Cipicung kec.Culamega usai sebelumnya juga kerap terjadi, kali ini aksi komplotan maling hewan ternak berhasil di gagalkan aparat kepolisian sektor Bantarkalong di bantu aparat TNI dari koramil Bantarkalong jum'at (3/8). Saat kejadian berhasil diringkus dua tersangka beserta seunit Truk berwarna Kuning dengan NoPol D 8009 RQ yang akan di gunakan pelaku untuk mengangkut sembilan ekor kerbau milik daud dan Okib warga Kp.Cilingga  Rt 07/02 desa Cipicung.

Keberhasilan penggagalan aksi pencurian jewan ternak ini tak lepas dari kekompakan warga sekitar tempat kejadian perkara  yang langsung tanggap saat mendapati kecurigaan para pelaku dengn mengendarai truk yang hilir mudik di jalan kampung tersebut. Apalagi saat kejadian truk yang akan digunakan mengangkut 9 ekor kerbau alami selip ban sehingga aparat gabungan TNI/Polri  beserta warga dengan mudah mengamankan kendaraan truk, sementara para pelaku yang sempat melarikan diri berhasil di tangkap sebanyak 2 orang, sementara satu orang tersangka lainya berhasil di tangkap  polisi usai dapatkan informasi dari kedua tersangka yang lebih dulu di tangkap saat di TKP.

Penangkapan kawanan pencuri hewan ternak ini menjadi kejadian yang kesekian kalinya yang terjadi di wilayah desa Cipicung, sehingga wajar kalau warga sangat emosi kala mendapati ada tersangka yang berhasil di tangkap. Dalam sekejap ratusan warga memadati kantor desa Cipicung di mana kedua tersangka awal di amankan, untung saja aparat mampu menenangkan massa hingga membawa keduanya ke mapolres Tasikmalaya.

9 kerbau milik warga yg berhasil di selamatkan dari aksi pencurian.

Berdasarkan informasi yang berhasil himpun Tasikplus warga mengaku cukup lega atas tertangkap kawanan maling ini, pasalnya mereka selama ini selalu di hantui kecemasan akibat ulah mereka yang selalu mengincar hewan ternak miliknya. Namun demikian warga berharap polisi mampu mengusut tuntas kasus ini yang diyakini warga para pelakunya adalah jaringan karena terbukti jumlah pelakunya lebih dari 2 orang.

Dadang, salah satu warga  menyebut, polisi harus mampu mengusut dan menangkap seluruh pelaku maupun penadah hewan ternak curian mereka apalagi telah beberapa kali kejadian serupa terjadi di desanya.
"usut tuntas dan tangkap semua pelakunya akan warga pemilik hewan ternak menjadi tenang"jelasnya.

Sementara Kapolsek Bantarkalong AKP H Iteng SH mengaku pihaknya akan serius menangani kasus tersebut,terlebih saat ini kasus ini juga melibatkan satuan reskrim polres Tasikmalaya karena para pelaku juga melakukan aksi serupa di daerah lain.
"kami akan usut tuntas kasus ini, pasalnya aksi mereka cukup buat keresahan para pemilik hewan ternak serta warga"pungkasnya.

Oleh: M. Syaeful

Pembangunan jalan Usaha Tani (JUT) Tani maju II Kp. Lebaksiuh desa Cipicung Kec. Culamega

Pembangunan jalan Usaha Tani (JUT) saat ini tengah di kerjakan secara swakelola oleh seluruh petani anggota kelompok Tani (Poktan) Tani maju II kp.Lebaksiuh desa Cipicung kec.Culamega. JUT sepanjang 1 Km tersebut merupakan realisasi usulan Petani di wilayah ini guna memaksimalkan dan peningkatan hasil pertanian  di lahan seluas 40 hektar milik petani. Pembangunan JUT ini sendiri memanfaatkan anggaran DAK Kab. Tasikmalaya TA 2018 sebesar 144,5 juta yang di peroleh poktan ini.



Ketua Poktan Tani Maju II desa Cipicung H Abdul Khobir kepada Tasikplus saat dampingi anggotanya gotroy menyebut pembangunan JUT tersebut merupakan harapan mereka sejak lama, keberadaan jalan usaha tani nantinya akan berfungsi sebagai akses utama transportasi petani  untuk angkut hasil pertanian serta mobilitas petani lainya.
"kami berterima kasih kepada pemkab.Tasikmalaya yang telah merealisasikan usulan kami terkait JUT ini"jelasnya.

Asep Tirtana SP, peyuluh  pertanian dari BPP Culamega menyebut sangat salut dengan kekompakan para petani pada Poktan Tani maju II untuk bergotong royong membangun JUT yang mengakses langsung area sawah milik mereka. Penyuluh yang bertugas Di desa Cipicung ini pun mengaku sangat optimis keberadaan JUT di sana mampu mendukung dan  mendongkrak hasil pertanian petani.
"terbangunya akses transportasi memudahkan petani mengangkut hasil dan membawa keperluan pertanian lainya"pungkasnya.

Oleh: MZ Saeful


Anggota polisi siswa (Polsis) pangkalan  SMA terpadu salman alfarisi Kec.Bojongasih

Anggota polisi siswa (Polsis) pangkalan  SMA terpadu salman alfarisi Kec.Bojongasih tengah mempersiapkan keikut sertaan dalam Latihan gabungan Polsis tingkat kab.Tasikmalaya yang akan di laksanakan polres Tasikmalaya 19 Agustus 2018 mendatang.persiapan yang tengah mereka laksanakan  diantaranya mempersiapkan kemampuan teknis hingga fisik bagi 10 polsis yang di rencanakan akan menjadi peserta dalam gelaran polsis tersebut.

Kepala SMA Terpadu salman Alfarisi Tata Nurmawan SPd kepada Tasikplus usai lakukan pembinaan 10 orang polsis rabu (1/8). Menurutnya keikut sertaan polsisnya merupakan bagian dari upaya peningkatan kemampuan polisi siswa dalam pelaksanaan tugas, pengetahuan, penguatan fisik hingga kedisiplinan. Sehingga saat mereka selesai ikuti latihan gabungan polsis mereka dapat menerapkan apa yang mereka dapat kepada teman dan adik kelas mereka.
"saat ini seluruh polsis yang akan di kirim dalam kegiatan tersebut tengah fokus mempersiapkan diri"pungkasnya.

Oleh: MS Saeful

Penerjunan Mahasiswa Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) memberangkatkan tujuh orang mahasiswa untuk mengikuti KKNMu V di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Rabu, 19 Dzulqa’dah 1439 H / 01 Agustus 2018 M. KKNMu adalah Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah untuk Negeri yang merupakan KKN gabungan dari berbagai PTM se-Indonesia

Rektor UMTAS, Dr. Ahmad Qonit AD, MA., dalam sambutan pelepasan tersebut menyatakan bahwa ini adalah kali pertama UMTAS mengikuti KKNMu. “Tujuh orang ini akan bergabung dengan ratusan orang dari seluruh Indonesia. Dan pasti akan berbeda kelompok, sehingga akan kelihatan UMTAS-nya. Tampilkan peran terbaik sebagai mahasiswa UMTAS,” tuturnya.

KKNMu kali ini diikuti oleh 40 PTM dari 173 PTM se-Indonesia. “Nanti di lapangan kalian akan bertemu dengan teman-teman yang berbeda suku, berbeda daerah, berbeda bahasa dan juga budaya. Modal utamanya adalah komunikasi. Komunikasi tidak hanya lisan, tetapi gesture, senyum, keikhlasan, lapang dada. Dan itu semua power-nya di hati. Sebagaimana hadits Nabi SAW, jika hati baik, maka akan baik seluruh tubuhnya. Jadi, keberhasilan dalam komunikasi ditentukan oleh religiusitas. Memang, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan penampilan juga faktor penentu keberhasilan komunikasi. Tapi faktor utamanya adalah religiusitas yang bersumber dari hati yang dekat dengan Allah. Komunikasi adalah esensi dari kepemimpinan. Bagaimana kita mengajak dan mengarahkan jika komunikasi kita kurang baik?” jelasnya.

KKNMu merupakan program nyata untuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah amar makruf nahi munkar tahun ini telah memasuki tahun ke-5. “Sebulan ini kalian tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan capabilities sesuai dengan ilmu pengetahuan yang telah didapat, tetapi juga dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Membangkitkan semangat, memberikan orientasi, sehingga masyarakat memiliki semangat hidup yang tinggi dan menjadi masyarakat yang lebih baik,” tambahnya.

“Pesan saya, pertama, jaga ibadah. Ibadah yang terjaga insya Allah berbuah akhlaq baik. Akhlaq baik adalah modal komunikasi terbaik di lapangan. Komunikasi yang baik membuat kita tak hanya disayang kawan-kawan sekelompok, tetapi juga pasti disayang Allah.”
“Kedua, jaga kesehatan. Ini penting. Sehat berarti produktif. Sakit ga bisa apa-apa. Dan menurut berita yang tersebar, 50% penyakit fisik disebabkan oleh hati. Lagi-lagi hati sumbernya. Jaga hati, jaga fisik.”

“Ketiga, koordinasi yang baik dengan tim satu kelompok dan pembimbing. Sebagai angkatan muda, semuanya harus siap. Sabar. Tanggung jawab. Tanggung jawab itu, jika terjadi sesuatu tidak menyalahkan orang lain, melainkan introspeksi diri. Pikirkan, mengapa ini terjadi pada diri saya? Karena setiap hal yang terjadi pada kita pasti terkait dengan apa yang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan. Seorang pemimpin tidak pernah menyalahkan orang lain. Dia akan selalu melihat kembali ke dirinya sendiri. Jika marah, maka ia akan marah kepada dirinya sendiri, sebagai autokritik. Koreksi dulu, apa kontribusi saya, apa kesalahan yang saya lakukan. jika orang lain yang salah, kasih masukan dengan cara yang baik, bil hikmah.

“Teriring doa, semoga kemudahan selalu menyertai setiap langkah kalian. Jika ada masalah semoga dapat segera diselesaikan dengan baik. Karena Allah tidak pernah memberi ujian di luar batas kemampuan hambaNya. Allah telah membekali kita solusi pada setiap masalah. Karena Allah  menjadikan kita khalifah fil ardl. Artinya, kita dicipta untuk memecahkan masalah. Jadilah duta UMTAS yang baik di kancah PTM secara nasional. Semoga lancar dan pulang kembali dengan selamat,” pungkasnya.

Release: [nu]

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.