Gerakan “Lemes Lentong Rengkuh” di SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Tanamkan Kembali Nilai-nilai Moral yang Pudar

Endang ZM
Tasikplus.com-Satu model tempa karakter, dikembangkan atau digelorakan khusus pimpinan sekolah beserta para pendidik di SMKN 3 Kota Tasikmalaya. Menghadirkan nilai-nilai penuh beradab yang digenggam orang Sunda dulu.

Pola ini pun diarahkan untuk menekan perilaku-perilaku/ucapan kasar, tak nyaman terdengar di kuping, namun seolah itudianggap bukan permasalahan. Pimpinan sekolah ini sejak lama ingin menguatkan kembali karakter anak-anak binanya.

“Di SMKN 3 kita tengah terus gelorakan gerakan lemes, lentong, rengkuh/ (L2R)”, ujar Kepala SMKN 3 Kota Tasikmalaya, H Endang ZM kepada Tasikplus.com, Senin (22/1/24).

Tiga kata dalam bahasa Sunda yang cukup dipahami orang Priangan. Lemes artinya senantiasa berucap santun/sopan. Lentong mengucapkan kata-kata penuh keramahan. Dan, Rengkuh unjuk sikap yang selalu hormat terhadap sesama.

“Orang Sunda itu kan lembut, sopan, ketika berbicara dengan siapapun. Ini karakter hebat orangtua dulu yang harus dipertahankan. Ucapan-perbuatan kan jadi gambaran jiwa seseorang”, ulasnya.

Pengakuan Endang, penanaman perilaku L2R ini di sekolahnya terus diakrabkan. Hingga memvisualisasikan simbol-simbolnya di sudut-sudut sekolah, di taman, dll. Yang diyakininya kemudian, penguatan karakter akan berkorelasi terhadap perubahan pribadi-pribadi sampai prestasi.

Penguatan karakter, yakin Endang, pada akhirnya berbanding lurus dengan intensitas kegiatan-kegiatan yang dilancarkan. Makin banyak kegiatan dijalankan membawa anak pada aktivitas terfokus, hingga tak terpikir hal-hal yang macam-macam.

Dicontohkannya juga, belakangan ini karya kreativitas anak-anak didiknya menghasilkan produk sepatu sport kokoh, yang kemudian dilabeli merek L2R. “Anak-anak di sini memang dibimbing bisa kerja dan produktif. Hal itu makin positif setelah karakter kuat tertanam”, sebutnya.

Yang dibanggakan Endang berikutnya, capaian prestasi anak-anak SMKN ini terus terukir. Seperti ia absen yang masih hangat-hangat ini, misal pada akhir pekan kemarin di antara siswanya menjuara even Paskibra tingkat provinsi yang berlangsung di Singaparna, Kab.Tasikmalaya.
Selain itu, ada lagi prestasi dari ajang kegiatan kepramukaan pada dua minggu lalu, kemudian juara umum olahraga Perisai Diri tingkat Priatim. “Otomatis kelihatannya dengan gerakan penguatan karakter dapat banyak menorehkan prestasi”, pungkasnya. gus


0 Komentar