GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Obsesi Kadis Parpora Kab.Tasikmalaya Canangkan Visit Tasikmalaya 2027

Ukuran huruf
Print 0
Aam Rahmat Selamet

Tasikplus.com-Kabupaten Tasikmalaya punya ragam potensi wisata yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Beragam pesona suguh pikatnya. Namun, tak terpungkiri dengan masih perlunya sentuhan, penataan, hingga penguatan pemenuhan sarana penunjang yang dapat makin membuat penasaran orang datang.

Sejauh ini memang banyak orang sudah bertandang ke Kabupaten Tasikmalaya. Namun, itu masih jauh dari ekspektasi sebesar potensinya. Ramai tempat wisata hanya di momen tertentu atau liburan panjang. Masih dinantikan langkah juang hingga promosinya yang dapat menantang penasaran.

Bertemu, berbincang dengan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Tasikmalaya, Drs Aam Rahmat Selamet MPd, mengemuka dengan satu obsesinya. Tekad baru ia membangkitkan sektor kepariwisataan Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, Aam tengah punya obsesi melejitkan aset kepariwisataan daerahnya.

“Kita punya program, canangkan Visit Kabupaten Tasikmalaya 2027, dalam harap itu jadi momentum ramainya orang berkunjung ke tempat-tempat wisata Kabupaten Tasikmalaya”, ujarnya beberapa hari lalu. Dirinya tengah mengonsolidasikan itu di internal dinasnya bersamaan Aam yang baru beberapa pekan ini memimpin Disparpora.

Terdengar bukan tanpa alasan Aam dengan obsesi itu. “Kita punya ragam aset wisata. Ada wisata alam Gunung Galunggung, kita punya kekayaan wisata budaya, Kampung Naga. Punya kebun teh, Taraju. Ada lagi wisata ziarah, Pamijahan, cukup banyak orang berkunjung ke sini. Terus kita juga punya aset wisata pantai memanjang, pesisir selatan”, bebernya..

Masih jadi motivasi dirinya melecut kepariwisataan, Aam meyakini, ini potensi daerah yang perlu diperjuangkan. Berkembangnya kepariwisataan akan membawa multiplayer efek bagi ekonomi daerah atau masyarakat. Munculnya aktivitas ekonomi kreatif. Yang jadi semangatnya kemudian, sekarang di era digital promosikan pariwisata tak serepot dulu.

Ketika ditanya dengan kesiapan anggaran pacu potensi ini, sosok birokrat yang sempat bertugas di Bappeda itu menyebutkan, cukup terpikir dalam dirinya bagaimana membangun sinergi, kolaborasi dengan stakeholder, mitra kerja, vendor-vendor korporasi kepariwisataan. Soal bagaimana, tandanya, meyakinkan mereka untuk bisa bekerja sama.

PR lain yang dirasanya lagi, bagaimana sinergi di internal pemerintahan untuk dapat menunjang kebutuhan infrastruktur pendukungnya sampai prasarana-prasarana lainnya. Contoh dengan kawasan Galunggung, katanya, di lokasi yang cukup jauh jangkauannya ini masih ada persoalan substantif. 

“Saya pernah dengar berupa koreksi, venue-venuenya membosankan. Kemudian dengan kebutuhan tempat pengunjung beristirahat. Jadi, pada kondisi lain ada kebutuhan dengan tempat berinap ini. Bisa penginapan, wisma, hotel”, sebutnya. 

Salah satu titik biasa nikmati pengunjung di kawasan wisata Galunggung adalah aliran air panas yang keluar alami dari perut gunung.
Menuju obsesinya canangkan Visit Tasikmalaya 2027, imbuh Aam, penting lagi membangun sinergi dengan perguruan tinggi yang ada untuk dapat masukan-masukan apa yang diperlukan. Gelar diskusi dengan kaum akademisi. Bisa saja kerja sama diawali dengan memersilakan melakukan penelitian, kajian.

“Lalu, kita pun akan awali dengan membuat pola treatment pada daerah-daerah lokasi wisata sesuai kultur-kultur atau tradisi yang ada. Setiap destinasi wisata punya kultur tertentu, bagaimana kemudian treatment menyesuaikan, termasuk dengan satu potensi wisatanya, apa yang mesti kita bangun”, pungkasnya. gus
Obsesi Kadis Parpora Kab.Tasikmalaya Canangkan Visit Tasikmalaya 2027
Periksa Juga
Next Post

0Komentar




Tautan berhasil disalin