Lahan-lahan Sawah di Kota Tasikmalaya Diprediksi Kembali Panen Memasuki April

Bersamaan hujan turun dalam intensitas sedang sejak awal tahun 2023 ini, para penggarap lahan sawah di wilayah Kota Tasikmalaya, mulai membajak lahan. Namun proses olah lahan ini masih belum menyeluruh.
Tasikplus.com-Hujan sudah mulai turun. Sebagian lahan pertanian dalam wilayah Kota Tasikmalaya, Jabar, mulai digarap petani. Namun masih banyak pula lahan sawah yang masih belum benar-benar siap olah.

Musim kemarau yang hampir sampai pengujung tahun 2023, membuat kekeringan lahan. Berlangsung secara meluas di Tanah Air. Hal serupa dialami lahan-lahan di Kota Tasikmalaya.

Dalam satu perbincangan dengan Sekretaris Dinas Ketahanan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Ir Uca, lahan terdampak kekeringan akibat kemarau lalu, cukup menyita sejumlah area.

Ada juga yang tak terdampak alias masih berjalan penanaman dalam ukuran di kisaran 20% dari 5.776 hektar lahan sawah di Kota Tasikmalaya. Lahan-lahan ini teralirigasi irigasi yang masih berair.

Berada di wilayah Kecamatan Mangkubumi dan Kecamatan Cipedes. Delapan kecamatan lainnya terdampak. Otomatis pula dalam rentang Oktober 2023-Januari 2024, tak banyak lahan sawah panen.

Namun masyarakat terutama kalangan penggarap lahan, sebut Uca, mulai lega. Hujan kembali turun. Mudah-mudahan dalam intensitas normal. Prediksinya setelah proses tanam yang sudah dimulai, lahan-lahan ini bisa dipanen memasuki April nanti.

Efek suplai produk gabah turun, menyebabkan harga beras dalam beberapa pekan ini meroket. Uca mencatat, harga jual gabah kering di petani juga naik. Misal biasanya seharga Rp 5.000/kg. Memasuki Februari ini menjadi Rp 8.000, bahkan hampir menembus Rp 10.000/kg. gus
 

0 Komentar