Pemkot Sudah Siapkan Lahan. Kondisi Berjejal Para Napi di Lapas Tasikmalaya

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Tasikmalaya, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Tasikmalaya. Mereka mendapati ruangan-ruangan penahanan yang sudah berjejal. 

Sudah jadi kabar lama. Kondisi ruangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, diisi para narapida yang sudah berlebih (over capacity). Kondisi tersebut terus tak terelak kian penuh di perjalanan sekarang.
Beberapa anggota DPRD Kota Tasikmalaya, mendapati kondisi hal itu, sebagaimana kegiatan kunjungan yang mereka lakukan, Senin lalu. Satu ruangan tahanan yang mestinya diisi napi kurang dari 100 orang, dalam kenyataan dijejali penghuni sekitar 500 orang.
Menyoal keberadaan ruangan tempat para narapidana yang sudah tak layak itu, ternyata satu keterangan diperoleh dari orang nomor satu di Pemkot Tasikmalaya bahwa sebenarnya, pemkot sudah menyiapkan kebutuhan lahannya.
Keterangan tersebut dikemukakan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Kamis (18/6), di Balai Kota. Sejak lama pemkot telah menyiapkan lahan untuk relokasi Lapas Kelas II B yang sudah over capacity.
Menurut data yang ada, itu (penyiapan lahan) sejak tahun 2000, seluas sekitar tiga hektar," kata Budi.
Hanya saja, lanjut Budi, hingga saat ini pihak pemerintah pusat  belum merespons. Lahan tersebut disiapkan tak begitu jauh dari lokasi kantor kepolisian dan kejaksaan. "Mungkin bukan hal mudah mengeluarkan regulasi relokasi lapas. Yang pasti kami sudah siap menyediakan lahannya," ujarnya.
Wali kota menambahkan, jika relokasi terealisasi, lahan bekas lapas yang berada di pusat kota itu akan difungsikan sebagai ruang publik. "Yang paling memungkinkan adalah untuk lahan parkir. Karena hingga saat ini, kawasan pusat kota belum memiliki lahan parkir yang memadai," imbuhnya.
Sementara itu, anggota Komisi.1 DPRD Kota Tasikmalaya, melakukan kunjungan ke Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Senin siang lalu. Didapati mereka kenyataan kondisi lapas yang over capacity. Kapasitas normalnya hanya untuk 88 napi. Tapi dijejal hingga 300 napi. Bahkan sebelum ada program asimilasi terkait Covid-19 jumlah napi mencapai 500 orang. fir