Aparat kepolisian di Polres Kab.Tasikmalaya, memberi keterangan kepada awak media massa berkenaan dengan aksi Ys (ketiga dari kanan, menunduk) yang kini sudah diamankan setelah ulahnya terhadap S (10). 


Sangat tak disangka. Jauh dari pikirannya. Seorang anak, S (10), harus mengalami nasib menyakitkan. Jadi korban aksi asusila bapak tirinya, Ys (38). Bocah ini menjadi korban tak senonoh Ys. Petugas kepolisian yang mendapat laporannya pun terus memburu pelaku, hingga akhirnya kini Ys mendekam dalam tahanan sel Mapolres Kab.Tasikmalaya.
Seperti dalam laporan polisi, Ys tega menggagahi anak tirinya sendiri, diawali modus iming-iming mengajak S ke acara pasar malam yang banyak menyediakan arena bermain, tak jauh dari tempat tinggal mereka di Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Tak jelas dengan ajakan awal ke tempat hiburan, si ayah tiri ini justru sekadar memainkan tipu dayanya. "Dengan iming-iming itu, korban yang masih polos akhirnya jadi korban percabulan tersangka," kata Kasatreskrim, AKP Siswo De Cuellar, di Mapolres, Selasa (28/4), dalam keterangan kepada awak media.
Setelah melakukan perbuatan bejatnya, tersangka langsung pergi meninggalkan korban. Dalam ketidakberdayaan menerima ulah ayah tiri, S berusaha bangun bangkit dan pulang."Korban yang kecewa serta menahan sakit, segera pulang dan melaporkan perbuatan Yos kepada ibunya," ujar Siswo.
Ibu korban kontan terkejut dan mengadukan ulah suaminya itu kepada warga. Warga pun segera melaporkan kejadian itu ke polisi. "Setelah menerima laporan dan memintai keterangan saksi korban, kami langsung fokus ke tersangka Yos sebagai pelakunya. Dia sempat dinyatakan DPO," ujar Siswo.
Namun beberapa hari kemudian Yos berhasil dibekuk. Dia pun mengakui segala perbuatannya. Tersangka digelandang ke Mapolres dan saat ini mendekam di sel Mapolres. Masih keterangan kasat reskrim, tersangka akan dikenai pasal dalam UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. fir

Korban aksi kekerasan, Asep Nurdiana, tak lama langsung dibawa warga yang menolongnya dari lokasi kejadian ke RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, untuk mendapat perawatan

Cukup jadi berita menyita perhatian warga Kota Tasikmalaya, seiring mudah menyebarnya kabar-kabar kejadian yang berseliweran di jejaring medsos. Seorang pengurus partai politik (parpol), di Kota Tasikmalaya, jadi korban tindak kekerasan di jalan raya.
Peristiwa tersebut berlangsung malam larut atau dini hari. Menimpa Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Asep Nurdiana. Ia tiba-tiba mendapat serangan dan dianiaya orang tak dikenal, saat hendak pulang ke rumahnya, Selasa (28/4) dini hari.
Belum diketahui motif penganiayaan tersebut. Korban dalam perjalanan pulang di ruas Jl Sewaka. Pelaku yang terlihat hanya seorang diri langsung kabur ke kegelapan malam, setelah korban berteriak meminta tolong.
"Belum diketahui apa motifnya. Apakah aksi kejahatan murni atau ada motif lain. Karena pelaku langsung kabur," kata kakak kandung korban, Denny Romdoni, yang juga anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa siang.
Menurut Denny, dini hari itu korban habis mengikuti kegiatan partai di DPC Jalan By Pass Ir H Djuanda. Tiba di lokasi, di Jalan Sewaka, korban yang menaiki sepeda motor tiba-tiba dicegat pelaku.
Belum sempat apa-apa, pelaku langsung menyerang dengan sebuah benda yang dipegangnya dan memukul membabi-buta. "Adik saya terkejut dan berupaya membela diri sebisanya, sambil berteriak meminta tolong," kata Denny.
Tak lama datang warga, membuat pelaku ketakutan dan kabur ke kegelapan malam. Warga segera membawa korban ke RSU dr Soekardjo. Salah satu jari tang kiri korban diketahui patah.
"Kasus ini sudah saya laporkan ke polisi, dan diharapkan menjadi perhatian warga. Karena siapa tahu pelaku mau merampas motor adik saya. Apalagi saat ini pengangguran bertambah, dampak dari penyebaran virus corona," kata Denny.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman, membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. "Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan," ujarnya. fir

                                                                                                                                                       Ilustrasi/IST/covid19 go.id


Seorang warga dalam status PDP (pasien dalam pengawasan), meninggal di RSU dr Soekardjo. Namun unsur pimpinan rumah sakit milik pemerintah itu sementara menyatakan pasien ini negatif terjangkit Covid-19, dan masih menunggu hasil swab tes.
Wakil Direktur RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengungkapkan, warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, Sabtu (27/4) sore, hanya terindikasi pneumonia.
"Warga bertatus PDP yang meninggal ini terindikasi pneumonia. Hasil rapid test menunjukkan nonreaktif alias negatif," kata Deni di RSU, kepada awak media massa.
Namun, lanjut Deni, kepastian positif-tidaknya almarhum, nanti menunggu hasil swab tes. "Sebelum meninggal, yang bersangkutan sudah menjalani swab tes namun hasilnya belum keluar," ujarnya.
Karena itu, untuk menjaga hal tidak diinginkan proses pengurusan jenazah, mulai dari pemulasaraan hingga pemakaman tetap menggunakan protap medis Covid-19 yang dilakulan tim pemulasaraan RSU.
Deni membenarkan identitas almarhum berinisial T berusia 63 tahun dan berdomisili di Kecamatan Cihideung. Sesuai dengan yang diungkapkan Sekda Kota, Ivan Dicksan, sebelumnya.
"Tapi sudah empat tahun almarhum tinggal di sebuah panti jompo di kawasan Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu sudah empat bulan tidak ada kontak dengan keluarga di Kecamatan Cihideung," kata Deni.
Malam harinya, tambah Deni, jenazah dimakamkan di lahan pemakaman baru di Cisapi, Kecamatan Kawalu. Dengan melibatkan unsur BPBD, Koramil dan Polsek setempat. fir

Kusmana                                                                                                   IST/Warta Kencana

Pemerintah tengah dalam upaya kencang menekan penyebaran virus korona atau Covid-19 di Tanah Air. Sangat diharapkan berbagai kekuatan hingga elemen masyarakat turut membantu atau memberi dukungan. Hingga pengujung April ini, tren angka pasien positif Covid-19, masih terus naik.
Sejalan usaha pemerintah, yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat, pada beberapa hari terakhir, dalam pilihan menggerakkan segenap sumber daya dimiliki internalnya untuk turut atau difungsikan dalam langkah pencegahan penyebaran Covid-19.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana, pendekatan yang dilancarkan pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19. “Kami
Melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, melibatkan tenaga lini lapangan serta mobil-mobil unit penerangan (mupen},” jelasnya.
Pernyataan itu ia kemukakan di kegiatan temu virtual penulis pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jabar, Senin (27) siang. Pertemuan  daring ini diikuti 71 partisipan dari berbagai praktisi media serta pengelola program Bangga Kencana di Jawa Barat.
Turut menyampaikan paparan serupa selain kepala BKKBN Jabar dalam temu virtual itu antara lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sekaligus Ketua Divisi Pengamanan dan Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Supandi. Beberapa petugas lini lapang dari kab/kota, turut melaporkan situasi terkini penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.
Sempat dikatakan Uung, demikian sapaan Kusmana, pelibatan mupen ada 24 unit di seluruh kab/kota se-Jawa Barat. Bahkan, ada beberapa kabupaten/kota yang memiliki dunia unit mupen. Selain dengan edukasi cegah penyebaran virus korona, ada juga perhatian berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.
Tenaga lini lapangn ini tercatat ada 1.191 penyuluh KB, 2.000 tenaga penggerak desa dan kelurahan (TPD), 5.400-an pos KB, dan 8.000-an sub pos KB. Semuanya, sebut Uung, terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat. Lainnya dukungan BKKBN ini, mengalihfungsikan sejumlah balai pendidikan dan pelatihan (balai diklat) menjadi lokasi rapid test dan tempat isolasi atau karantina mandiri Covid-19.
“Kami juga sangat memerhatikan kondisi keluarga. Khusus bagi keluarga yang menderita stres akibat wabah Covid-19, BKKBN Jawa Barat baru saja meluncurkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Sauyunan di Kota Bandung untuk melayani konseling keluarga terdampak covid-19. Masyarakat yang merasakan gejala psikis terkait pandemi Covid-19 bisa mendatangi PPKS Sauyunan. Kami menyiapkan sejumlah konselor dan tenaga ahli di sana,” tambah Kusmana. red 



Surat berisi dukungan moral sengaja ditulis puluhan pelajar SMKN Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya berisi dukungan moral kepada tenaga medis serta ketaatan mereka berdiam diri di rumah saat pandemi Covid-19.
Dalam surat yang disertai beragam gambar tersebut, mereka memberi dukungan dan simpati  kepada dokter, perawat, serta paramedis, yang bertugas digaris depan dalam penanganan Covid-19. Mereka juga memberi dukungan bagi para pemimpin bangsa, aparat TNI/Polri dan para relawan. 
"Kami selalu mendoakan para petugas yang berjuang melawan virus Corona demi rakyat, kami juga menghimbau pada teman-teman untuk tetap berada di rumah sambil menjalankan tugas sekolah agar membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19," ujar Santi Susilawati, siswa kelas X Farmasi SMKN Bantarkalong.
Feby Surya Abdul Bashit SPd, guru bahasa dan pembimbing seni SMKN Bantarkalong menjelaskan, surat dan  gambar tersebut merupakan salah satu tugas saat mereka belajar di rumah, selain mendidik mereka melaksanakan tanggung jawab , ada target lainnya yang ingin dicapai, yaitu menumbuhkan kepekaan moral siswa kepada orang lain disaat ada musibah.
"Tema dukungan kepada paramedis, TNI/Polri dan relawan saat mengahadapi pandemi covid-19 sangat mengena, terbukti mereka mampu menunjukan hasil kerja yang punya falsafah moral," jelasnya. (ful)

Gumilang Herdis tengah memberi penjelasan kepada warga yang masuk ke Kota Tasik.


Sebaran virus Corona atau Covid-19, di Kota Tasikmalaya terus meningkat, hingga Kamis (16/04/2020) berdasarkan update data yang dirilis pemerintah Kota Tasikmalaya, jumlah orang tanpa gejala (OTG) 210, 131 diantaranya sudah selesai, dan 79 lainnya masih dalam pemantauan.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1001, 679 diantaranya sudah selesai, 322 masih dalam pemantauan. Untuk jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP, ada 21 orang, 18 diantaranya sudah selesai, 3 lainnya masih dalam pengawasan, dan dua orang meninggal dunia.

Untuk yang terkonfirmasi positif covid-19 pertanggal yang sama, bertambah menjadi 21 orang, 5 terkonfirmasi lab, 16 positif RDT, 5 dinyatakan sembuh, 15 lainnya dalam perawatan, dan satu orang meninggal dunia.

Kian meningkatnya jumlah penderita covid-19 di Kota Tasikmalaya, membuat Pemkot kian memperketat akses lalu lintas masuk kendaraan ke dalam kota, jika sebelumnya, kendaraan roda empat ber plat Z tidak berhentikan, untuk kali ini, semua kendaraan roda empat khususnya, harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu, satu persatu penumpang dicek suhu tubuh dan dilakukan pendataan. Seperti terpantau di pos pengamanan perbatasan Jalan Ibrahim Adjie Indihiang.

Anggota pengamanan perbatasan Gumilang Herdis saat ditemui di lokasi, Kamis (16/04/2020) menuturkan betul, sesuai intruksi, maka semua kendaraan roda empat khususnya, yang masuk kota Tasik semua didata tanpa kecuali. Kami tanya, mau kemana dan darimana. Hal ini, juga dalam rangka menysikapi penerapan sosial distancing, intinya kalaupun harus keluar, maka disarankan untuk hal yang sifatnya penting saja. ungkapnya.

Selai  itu, diharapkan adanya peran serta ditingkat RT RW dalam mengawasi pergerakan orang yang masuk ke Kota Tasik, terutama mereka yang datang dari luar daerah, khususnya wilayah yang masuk zona merah.
 
Untuk hari ini, ada sekitar 100 orang pendatang yang kami periksa, diantaranya dari Banten, Sukabumi, dan Jakarta, hasil pemeriksaan, rata-rata suhu tubuhnya normal. Pungkasnya. (Pid)



Ruang kelas SMP Al- Qolam Kp Nagrak, Desa Sindangraja, Kec Jamanis Kab Tasikmalaya masih numpang di madrasah Diniyah. Sejak berdiri lima tahun , tepatnya tahun 2015 hingga kini SMP Al-Qolam Kec Jamanis belum punya bangunan sendiri, alias masih menumpang di bangunan madrasah. Hal tersebut dikatakan kepala SMP Al-Qolam, Asep Deni, Kamis (9/4-2020). Asep mengatakan, kami mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk ruang kelas baru (RKB).
Selama ini ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar menggunakan bangunan madrasah.
“SMP yang beralamat di Kampung Nagrak desa Sindangraja Kec Jamanis ini berharap mendapatkan bangunan ruang kelas baru,” kata Asep.
Lokasi tanah untuk bangunan baru sudah ada, cukuplah untuk beberapa ruang kelas. “SMP kami pun sudah mengeluarkan dua kali lulusan, dan kini mempunyai 56 murid kelas 7, 8, 9. Kami berharap dengan adanya bangunan milik sendiri jumlah murid pun, in sya Alloh akan bertambah,” kata asep. (sur)

Beberapa saat para pendidik di SMAN 8 Kota Tasikmalaya, sebelum membagikan masker gratis di jalan umum depan sekolah, yang dipimpin Kepala Sekolah, Guruh Maha Awan
Turut merefleksikan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Para pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 8 Kota Tasikmalaya, dipimpin Kepala Sekolahnya, Guruh Maha Awan, Senin (13/4), membagikan masker kepada masyarakat umum.
Baksos bagikan masker dilakukan tak lama mereka tiba di sekolah. Berembuk sebentar lantas menuju jalan umum depan sekolah. Berderet di tepi jalan, memberi aba-aba kepada pengendara atau pengemudi yang terlihat menggunakan masker. Kemudian mereka ingatkan sama-sama cegah penyebaran Covid-19, dan berikan masker.
"Saat ini kita tengah berusaha bersama-sama mencegah penyebaran virus corona yang tengah mewabah mendunia. Ini upaya yang bisa kita lakukan dengan membagikan masker, sebagaimana pemerintah mengimbau masyarakat bermakser saat keluar rumah," jelas Guruh, di sela kegiatannya.
Ratusan masker ia siapkan bersama jajaran. Yang jadi sasaran pemberian masker gratis itu masyarakat umum. Adapun untuk segenap aktivitas pembelajaran di sekolahnya, ia sebutkan, sementara ini terhenti. gus



Setelah sebelumnya fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur jalan, kini pemerintah Kota Tasikmalaya mengalihkan prioritas garapan pada sejumlah program, salah satunya peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan. Saat ini kita sering menjumpai kondisi jalan lingkungan seperti jalan gang, jalan lingkungan, dan perumahan, banyak yang sudah diperbaiki, baik dengan Hotmix atau pun konsep lainnya.

Kepala Seksi Infrsastruk Jalan Lingkungan Bidang Pemukiman pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perawaskim) Kota Tasikmalaya Arif Gunawan ST MSi saat ditemui di kantornya, Kamis (02/04) menuturkan saat ini masih ada sekitar 1.500 kilometer lebih jalan lingkungan yang masih perlu dilakukan peningkatan atau diperbaiki.

Kami mentargetkan, peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan dapat tuntas dalam lima tahun anggaran, yang dimulai sejak 2019 lalu. Jika merujuk pada Rencana Jangka Pendek Menengah Daerah (RPJMD) peningkatan infrastruktur jalan lingkungan ini ditarget selesai sesuai masa jabatan periode kedua pak wali, namun karena kita baru mulai tahun lalu, kemungkinan saat jabatan periode kedua pak wali selesai, masih menyisakan pekerjaan rumah.

Namun tidak menutup kemungkinan, bisa saja selesai sesuai dengan yang ditargetkan, ketika dukungan anggaran untuk peningkatan jalan lingkungan ini tercukupi.

Berikut ulasan lengkapnya :

Saat ini prioritas garapan seksi yang anda pimpin apa saja?

Saat ini kami masih fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan, mengingat masih banyak jalan lingkungan di Kota Tasik yang perlu segera mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah. Selain itu, program lainnya adalah pembangunan Kirmir, misal, tembok penahan tanah (TPT).

Kalau boleh diungkap, capaian program tahun lalu, dan rencana pelaksanaan program tahun ini?

Baik, berkenaan dengan program peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan, tahun lalu (2019) sedikitnya kami sudah memperbaiki infrastruktur jalan lingkungan kurang lebih sepanjang 219,169 kilometer, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasik, dan bantuan pemerintah  Provinsi Jawa Barat, total anggaran Rp 56,5 Miliar. Tahun ini direncanakan perbaikan jalan lingkungan sepanjang 325 kilometer, bersumber dari anggaran yang sama, APBD Kota Tasik, dan Bantuan Porvinsi, terkait jumlah anggaran, untuk sementara ini belum bisa kami sampaikan, mengingat masih dalam proses.

Berdasarkan data yang ada, jalan lingkungan di Kota Tasik yang belum diperbaiki?

Hasil pendataan tahun 2019 ada sekitar 1.941,759 kilometer jalan lingkungan yang perlu dilakukan perbaikan. Jumlah tersebut dikurangi dengan hasil pembangunan yang kita lakukan tahun lalu sepanjang 219,169  kilometer, ditambah dengan rencana pembangunan tahun ini sepanjang 325 kilometer, jadi masih tersisa sekitar 1.397,59 kilometer jalan lingkungan yang perlu perbaikan, data ini masih berpotensi terjadi perubahan, seiring adanya penambahan keberadaan jalan lingkungan di masyarakat, salah satunya jalan perumahan yang baru diserah terimakan ke Pemkot.

Berbicara target, peningkatan infrastruktur jalan lingkungan ini ditarget selesai kapan?

Kami mentargetkan, peningkatan kualitas infrastruktur jalan lingkungan tuntas dalam lima tahun anggaran, yang dimulai sejak 2019 lalu. Namun, jika merujuk pada Rencana Jangka Pendek Menengah Daerah (RPJMD) peningkatan infrastruktur jalan lingkungan ini ditarget selesai sesuai masa jabatan periode kedua pak wali, namun karena kita baru mulai tahun lalu, kemungkinan saat jabatan periode kedua beliau selesai, masih menyisakan pekerjaan rumah.

Dari tadi kita membahas soal garapan yang anda lakukan, lalu kategori jalan lingkungan yang menjadi konsentrasi garapan apa saja?

Berupa jalan gang atau akses pemukiman, jalan lingkungan dan jalan lingkungan perumahan yang sudah serah terima fasilitas sarana umumnya ke Pemkot. Tahun ini, rencananya kami akan melakukan pendataan kembali, untuk jumlah ruas jalan perumahan, terutama yang baru diserah terimakan tahun lalu.

Terakhir, tadi dikatakan kemungkinan tidak selesai sesuai target RPJMD, apa yang menjadi kendala?

Pertama disoal keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah, sebetulnya bisa saja peningkatan jalan lingkungan ini selesai sesuai dengan yang ditargetkan dalam RPJMD, jika dukungan anggarannya memadai. Kalau pun tidak, yang jelas, kami mentargetkan peningkatan infrastruktur jalan lingkungan selesai dalam lima tahun, yang diawali sejak 2019 lalu. (Pid)

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.