GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Mahasiswa Unsil Sosialisasikan “Internet untuk Anak”, Dukung Peningkatan Literasi Digital

Ukuran huruf
Print 0
Penyelenggara sosialisasi, mahasiswa Prodi Sejarah FKIP Unsil, pemateri, dan para sisiwa peserta kegiatan, mendokumentasikan acara dengan berfoto bersama di pengujung sesi depan ruangan tempat kegiatan. 

Tasikplus.com-Membantu memberi pemahaman pelajar penggunaan internet yang aman dan positif. Kelompok mahasiswa Unsil Tasikmalaya ini, menggelar kegiatan edukasi di SMPN 10 Kota Tasikmalaya.

Beberapa mahasiswa dalam kelompok kerja dari jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Unsil ini, melancarkan kegiatan edukatif itu melalui seminar bertema “Internet untuk Anak”, Kamis (27/11/25).

“Kita laksanakan sosialisasi atau seminar ini untuk memberi pemahaman para siswa mengenai cara menggunakan internet dengan aman, bijak, dan bertanggung jawab”, kata pemateri dalam kegiatan, Ilma Tiena Febriana.

Puluhan siswa mengikuti seminar di Kelas VIII F. Orientasi akhir paparan materi diharapkan memberi manfaat dan mendukung perkembangan pendidikan serta karakter anak.

Latar belakang kegiatan merupakan bagian dari tugas pada mata-kuliah Literasi Teknologi Informasi, sekaligus sebagai upaya untuk mendukung literasi digital sejak usia dini, serta pengenalan Internet Sehat dan Keterkaitan dengan SDGs.

Penyampaian materi bahas disesuaikan dengan beberapa aspek dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Di antaranya: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Mendorong pelajar untuk memanfaatkan internet sebagai alat pembelajaran.

SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Memperkenalkan teknologi digital sebagai alat inovasi. SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan): Menciptakan budaya digital yang aman untuk masyarakat.

Pada kegiatan penyuluhan, dijelaskan mengenai konsep Aturan 4B Internet Sehat, yaitu Bertanya, Berpikir, Bersikap, dan Bertanggung Jawab ketika beraktivitas di dunia media sosial.

Penjelasan materi sebagai aturan atau panduan sederhana agar para siswa dapat menyaring informasi dan memahami risiko penggunaan internet yang tanpa pengawasan.

Kegiatan penyuluhan atau edukasi berlangsung interaktif. Disertai dengan contoh kasus nyata mengenai internet, seperti bahaya dari konten yang tidak pantas, berita palsu, cyberbullying, dan tips untuk melindungi privasi digital.

Para siswa tampak bersemangat memberikan reaksi terhadap setiap penjelasan. Pada sesi diskusi, mereka menyampaikan pengalaman pribadi menjelajahi internet, kendala yang sering ditemui, serta wawasan baru tentang pentingnya berhati-hati saat mengakses dunia media sosial. red/tim
Mahasiswa Unsil Sosialisasikan “Internet untuk Anak”, Dukung Peningkatan Literasi Digital
Periksa Juga
Next Post

0Komentar




Tautan berhasil disalin