GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Kegiatan Pacu Literasi Teknologi Informasi di SMP Plus Nashrul Haq: Kawal Kesehatan Mental di Era Digital

Ukuran huruf
Print 0
Para siswa SMP Plus Nashrul Haq, Sabtu (29/11/250, mendapat bimbingan edukasi bertema Literasi Teknologi Informasi. Mereka mendapat pencerahan bagaimana berinteraksi media sosial sehat dari penyelenggara, mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Unsil.

Tasikplus.com-Turut meningkatkan pemahaman pentingnya jaga kesehatan mental di era intens interaksi media sosial, mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsil Tasikmalaya, memberikan bimbingan bermedia sosial sehat bagi kalangan remaja atau pelajar.

Kegiatan edukasi itu bertema “Literasi Teknologi Informasi: Kesehatan Mental di Era Digital”. Dilancarkan beberapa orang mahasiswa Pendidkan Sejarah dalam satu tim. Pada pelaksanaan sosialisasi itu Sabtu (29/11/25), di satu ruang kelas di SMP Plus Nashrul Haq.

Para siswa dari tiga angkatan di SMP Plus Nashrul Haq asal kelas 7, 8, 9, mengambil bagian dalam kegiatan. Alif Ilyasa dan Rafi Naufal Farisi, dua orang di antaranya jadi pemateri dalam kegiatan. Sepanjang pemaparan materi mereka terus tekankan pentingnya pelajar memahami cara menjaga keseimbangan emosi dan perilaku dalam berinteraksi di dunia digital.

Materi yang dikemukakan antara lain, opengenalan kesehatan mental digital dan keterkaitannya dengan SDGs. Sosialisasi berupa penyuluhan berfokus mengantarkan bagaimana remaja dapat mengelola diri dengan baik ketika menghadapi arus informasi yang sangat cepat.

Materi edukasi diselaraskan dengan beberapa poin penting dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dimulai SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Penyuluhan mengajak siswa memahami risiko stres, kecemasan, dan kelelahan mental yang dapat muncul akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memberikan penguatan literasi teknologi informasi agar siswa mampu menggunakan media digital untuk tujuan positif dan pembelajaran.

SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Keamanan Digital): Menekankan pentingnya etika digital, keamanan data pribadi, serta pencegahan tindakan seperti cyberbullying maupun interaksi negatif lainnya di ruang digital.

Pada bagian pemaparan berisi pengenalan atau penjelasan bahwa media sosial tidak hanya berdampak pada pola interaksi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami cara menjaga batasan dan keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata.

Materi interaktif dan respons siswa
Kegiatan penyuluhan itu di sesi berikut berlangsung interaktif. Halnya dalam penjelasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental saat bersosial media, seperti intensitas penggunaan, paparan konten negatif, kecenderungan melakukan perbandingan sosial, serta pengaruh komentar atau interaksi dengan pengguna lain.

Pemateri juga menekankan bahwa media sosial dapat memberikan manfaat positif seperti menambah wawasan dan memperluas relasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti stres, FOMO, gangguan tidur, dan penurunan rasa percaya diri apabila digunakan tanpa kendali.

Siswa terlihat sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Hampir seluruh peserta menunjukkan perhatian dan respons aktif ketika materi disampaikan. Pada sesi tanya jawab, terdapat tiga siswa di antaranya yang mengajukan pertanyaan berkaitan dengan cara mengurangi kecanduan media sosial, bagaimana menghadapi komentar negatif, serta bagaimana mengatur waktu agar penggunaan media sosial tidak mengganggu belajar maupun istirahat.

Masih di sesi itu, pemateri mengajak para siswa memahami pentingnya membatasi waktu penggunaan media sosial, mengelola emosi ketika berinteraksi secara digital, memilih konten yang bermanfaat, dan memperkuat hubungan sosial di dunia nyata. Pemateri pun mengarahkan para siswa membangun kebiasaan digital yang sehat hingga kemampuan untuk mengenali risiko yang dapat memengaruhi kesehatan mental remaja. red/tim
Kegiatan Pacu Literasi Teknologi Informasi di SMP Plus Nashrul Haq: Kawal Kesehatan Mental di Era Digital
Periksa Juga
Next Post

0Komentar




Tautan berhasil disalin