GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

KAN Unsil Buka Pemilihan Kader Anti Naroba, Kampanyekan Hidup Sehat Bebas Narkoba

Ukuran huruf
Print 0

Tasikplus.com-Kegiatan mahasiswa Unsil Tasikmalaya, Sabtu (15/11/25), melangsungkan Pemilihan Duta Anti Narkoba Universitas Siliwangi. Ajang pemilihan itu dimotori UKM Kader Anti Narkoba (KAN) Unsil. Mengusung tema, Generasi Hebat Ialah Generasi Bebas Narkoba.

”Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran dan pemberdayaan generasi muda dalam menolak penyalahgunaan narkoba. Pelaksanaan program kerja Departemen Kajian Strategis dan Luar Kampus UKM KAN tahun 2025", ujar ketua pelaksana pemilihan, Giovan Afrizal, menyampaikan.

Duta Anti Narkoba diharapkan menjadi contoh bagi generasi muda, khususnya di lingkungan Universitas Siliwangi. Ia harus memahami bahaya narkoba dan mampu mengubah cara pandang masyarakat, terutama mahasiswa, hingga menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat mendukung kehidupan yang sehat dan bebas narkoba.

Tampaknya lagi, kegiatan pemilihan Duta Anti Narkoba tidak hanya soal ajang kompetisi, tapi juga forum edukasi dan berbagi inspirasi, melibatkan berbagai elemen mahasiswa. Alyssa Devi Permata, aktivis anti narkoba sekaligus penggerak pemberdayaan perempuan Kota Tasikmalaya, hadir memberikan dukungan dan pandangan tentang pentingnya sosialisasi gerakan bebas narkoba di kalangan mahasiswa.

Dari kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tapi juga kuat mental dan bebas dari bahaya narkoba. Ia pun menyampaikan materi secara daring tentang locus of control, yaitu keyakinan seseorang mengenai kendali atas apa yang terjadi dalam hidupnya, yang terbagi dalam dua konsep psikologis: internal dan eksternal.

“Faktor internal contohnya adalah kepercayaan bahwa kendali ada pada diri sendiri, yang dapat berisiko pada overconfidence. Faktor eksternal adalah keyakinan bahwa kontrol berada di luar diri, seperti takdir, keberuntungan, atau orang lain yang menentukan hasilnya,” jelas Alyssa.

Sementara itu, pemateri kedua, Dwisania Rahma memaparkan mengenai personal branding. "Selama ini, prasangka yang beredar seolah hanya orang sempurna yang layak mendapatkan panggung, membuat seseorang menolak penerimaan diri, sehingga tidak benar-benar mengenal dirinya sendiri dan terperangkap oleh dinding pencitraan kesempurnaan", sitirnya. dan
KAN Unsil Buka Pemilihan Kader Anti Naroba, Kampanyekan Hidup Sehat Bebas Narkoba
Periksa Juga
Next Post

0Komentar




Tautan berhasil disalin