H Muhammad Yusuf

Cukup lama jadi penantian. Semakin jelas akhirnya H Muhammad Yusuf, untuk menduduki posisi sebagai wali kota Tasikmalaya. Menggantikan H Budi Budiman yang terjerat perkara hukum, ditangani KPK.

Seperti disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Ivan Dicksan Hasanudin, kejelasan Muhammad Yusuf menjadi wali kota definitif sudah dapat dipastikan. Itu setelah surat keputusan (SK) ikhwal penetapannya, sudah ditandatangani Mendagri Tito Karnavian.

"Alhamdulillah, SK penetapan sebagai wali kota definitif ini sudah ditandatangani oleh Pak Menteri Dalam Negeri," ucap Ivan, kepada awak media, usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (26/08).

Ia meyakinkan, informasi terbitnya SK Mendagri itu diperoleh dari laporan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Tasikmalaya, yang ditugaskan untuk koordinasi ke Kemendagri. Hingga akhirnya diapati kepastian.

Seperti diketahui, posisi Muhammad Yusuf sebelumnya, wakil wali kota Tasikmalaya, mendampingi H Budi Budiman. Pascapenahanan Budi Budiman, posisi Yusuf menjadi pelaksana tugas (Plt) wali kota Tasikmalaya.

H Budi Budi Budiman tersandung perkara hukum dalam perkara gratifikasi pada petinggi di Jakarta. Penanganan perkaranya sekitar Oktober 2018. Beberapa kali pemeriksaan tak terbukti, hingga akhirnya pada Oktober 2020, tuduhan pelanggaran itu dianggap cukup bukti. Untuk posisi Plt Wali Kota Tasik diemban Yusuf sejak Oktober 2020. pid

 

Sekda Ivan Dicksan
Tampuk pemerintahan Kota Tasikmalaya, beralih dari kepemimpinan semula dijabat H Budi Budiman. Kini diemban oleh H Muhammad Yusuf. Penggantian menyertai kelarnya surat keputusan (SK) Mendagri Tito Karnavian, yang menetapkan Yusuf menduduki posisi wali kota.Pengukuhan Yusuf dalam surat keputusan itu tindak lanjut dari rekomendasi DPRD Kota Tasikmalaya, untuk menggantikan posisi H Budi Budiman yang tersandung perkara hukum, ditangani KPK. Budi Budiman resmi ditahan sejak Oktober 2020, dan sejak saat itu Muhammad Yusuf ditetapkan sebagai pelaksana tugas (Plt) wali kota.Lama jadi penantian Yusuf disahkan menempati posisi wali kota dari semula sebagai pelaksana tugas. Desakan elemen masyarakat sempat mengemuka pada lembaga legislatif untuk mendorong Yusuf definitif sebagai kepala daerah. Desan merujuk kepada beberapa kondisi yang memerlukan kewenangan Yusuf lebih besar, untuk menyelesaikan sejumlah kebijakan strategis.Namun resminya pucuk kepemimpinan diemban oleh Yusuf, masih menyisakan sesi berikutnya setelah ditetapkan SK dari Kemendagri, yakni berupa pelantikan oleh gubernur. “Dengan terbitnya SK Mendagri bagi Pak Yusuf, tahapan selanjutnya tinggal proses pelantikan langsung oleh gubernur Jabar,” ujar Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan.Pemprov Jawa Barat tengah menunggu salinan formal surat keputusan itu dari Kemendagri. Teknisnya, nanti Kemendagri akan berkirim surat resmi ke pemprov Jabar. "Kalau SK itu, sudah diterima pemprov, akan ditindaklanjuti penjadwalan pelantikan wali kota," katanya.Jadi, mengenai kapan waktu pelantikan, ulas Ivan, ini akan menyesuaikan dengan agenda pak gubernur. Sebab, yang melantiknya harus oleh gubernur langsung. “Pastinya, saat ini, pemprov Jabar sedang menunggu surat resmi dari Kemendagri, kita tunggu kabar selanjutnya dari provinsi, mudah-mudahan bisa secepatnya dilakukan pelantikan," harap sekda, Kamis (26/08), di gedung Dewan.Ketika disinggung soal apakah akan ada jabatan wakil wali kota yang mendampingi Yusuf, Ivan dengan simpel menjawabnya, tidak ada. Posisi wakil wali kota, tidak perlu. Ivan lebih memerhatikan juga ikhwal sisa masa jabatan wali kota periode ini yang tinggal sebentar lagi atau hingga tahun 2022. pid

 

Kapolres AKBP Aszhari Kurniawan (kedua dari kiri), memberi keterangan kepada awak media seputar penangkapan 10 pelaku kasus narkoba, Kamis (26/8).

Meski pelaku demi pelaku, terus dihukum. Penyalahgunaan narkoba terus dilancarkan pelakunya. Seperti teranyar ini, jajaran Polres Tasikmalaya Kota, mengungkap kasus narkoba dengan jumlah pelaku sebanyak 10 orang tersangka.

Mengemuka saat ekspos kepolisian, penangkapan kelompok penyalahguna narkoba ini hasil penyelidikan selama sebulan. Selain menangkap 10 tersangka, jajaran Satnarkoba yang menangani kasus ini pun mengamankan barang bukti sabu, tembakau sintetis, pil hexymer serta tramadol.

Yang agak menyita perhatian, keterangan Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan menyebutkan, dari 10 tersangka yang ditangkap, salah seorang di antaranya mantan anggota polisi yang dipecat dengan kasus pencurian sepeda motor.

“Ini hasil penyelidikan selama satu bulan. Setelah matang baru kami melakukan penangkapan. Para tersangka dibekuk di sejumlah lokasi di wilayah Kota Tasikmalaya Kota,” jelas AKBP Aszhari Kurniawan, didampingi Kasat Narkoba, AKP Ade Hermawan, saat ekspos di Mapolres, Kamis (26/8).

Khusus menerangkan, salah satu tersangka adalah mantan anggota polisi yang dipecat karena kasus pencurian sepeda motor. "Dia menjadi pengedar sabu. Penangkapan dia berawal dari pemakai yang tertangkap. Si pemakai mengaku beli tersangka mantan polisi berinisial B," bebr Aszhari.

Ditambahkannya, dari 10 tersangka ini, dua orang tersangka kasus sabu, enam tersangka terkait kasus peredaran heximer dan tramadol serta dua tersangka lain kasus peredaran tembakau sintesis. "Mereka masih dalam pemeriksaan intensif untuk membongkar keterlibatan tersangka lainnya," imbuh kapolres. red

 

Para atlet, pembina cabang olahraga (cabor), pengurus KONI di Jawa Barat (Jabar), saat ini tengah terfokus pada satu even olahraga cukup bergengsi, untuk bisa menunjukkan prestasi tinggi masing-masing. Tepatnya, menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XIV/2022. Nama ajangnya di tahun 2022, namun debut pertandingan-pertandingan dimulai sejak September 2021.

Konsentrasi sama, halnya dengan KONI Kab.Tasikmalaya. Pengurus cabor memacu raih prestasi puncak. Atlet siap fisik mentalnya. Pengurus KONI ini menarget setidaknya dapat memertahankan prestasi peringkat tahun lalu di posisi 8 besar Jabar. “Di ajang porprov ini kita kirim 38 cabor,” aku Wakil Ketua I KONI Kab.Tasikmalaya, Maman S Dali, kepada Tasikplus.com.

Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov 2022, ada 59 cabor. Menurut Maman, pihaknya, hanya mengirim 38 cabor, tentu dengan kesiapan yang ada. Itu berkaitan dengan potensi pembinaan atlet, pengurus cabornya, hingga ke sarana latihan yang terbilang masih banyak kebutuhan, namun belum semua dapat diadakan.

Pada pernyataan lain, Maman cukup sitir, kondisi fasilitas olahraga dan sarana latihan yang masih minim dimiliki. Namun, ucapnya, sangat beruntung dengan mental atau spirit para pelatih, atlet, pengurus cabor, yang masih tinggi menunjukkan prestasi yang dapat mengarumkan daerah. Ajang Porprov XIV akan dilangsungkan di tiga daerah berbeda yakni, di Kab.Subang, Bandung, dan Kab.Ciamis.

Ada beberapa cabor, sebut Maman, yang cukup diunggulkan Kab.Tasik. Selama ini kerap menjuarai ajang-ajang pertandingan. Sehingga ia percaya diri dengan target pertahankan peringkat. Di antara cabor-cabor unggulan itu, aeromodeling, anggar, petanq, silat. Sedangkan yang menahan lebih banyak lagi cabor disertakan kabupaten ini di porprov, lantaran beberapa masih tertahan berkembang, seperti angkat besi, bridge, renang pantai, dan terjun payung. red

 

Sepanjang tiga hari lalu, para siswa SMPN 15 antre giliran mengikuti vaksinasi oleh petugas nakes

Dalam penantian banyak anak, kapan belajar normal dimulai. Pascapandemi Covid-19, pembelajaran digelar umumnya berpola jarak jauh (virtual). Para siswa SMPN 15 Kota Tasikmalaya, mengikuti vaksinasi massal cegah Covid-19.

Pelaksanaannya melibatkan para nakes Puskesmas Kec.Tamansari, di sekolah mereka sepanjang tiga hari (Senin, Selasa, Kamis) pekan kemarin. Tertib bergiliran mereka sejak pemeriksaan sampe vaksinasi. SMPN 15 berada di wilayah Kecamatan Tamansari.

Menurut Wakasek Bidang Kehumasan, Drs Moh.Wahyu Somantri MSi, ada 568 siswa di sekolahnya, sejak kelas 7 - 9. Targetnya semua tervaksinasi, sebagaimana ada program pemerintah belakangan ini yang memokuskan pelayanan vaksin bagi kalangan usia muda usia 15-17.

“Sebelumnya kita dapat telepon dari Dinas Kesehatan yang mengoordinasikan program vaksinasi. Lantas, kita sambut dengan menyiapkan anak-anak siap divaksin. Di awal memang ada sebagian yang enggan, menghindar, dan takut. Tapi kemudian Alhamdulillah, lancar, setelah kita yakinkan pada anak-anak, ini penting”, pungkasnya. gus

Aparat Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tasikmalaya, kembali melancarkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021. Di masa pandemi awal, tahun 2020 garapan program ini sempat kena tunda penuntasan. Kini, di 2021 PTSL kembali dijalankan, dengan alokasi layanan untuk 20 ribu bidang lahan.Di tengah proses pelayanan sertifikat massal ini tahun lalu, harus dihadapkan dengan langkah pencegahan pandemi Covid-19. Menghindari paparan virus dengan pemberlakukan pengurangan jam kantor atau shift. Penyelesaian sertifikat jadinya hanya yang sudah masuk berkasnya. Menunda garapan pengukuran lahan lainnya di pertengahan tahun.“Tahun ini, kita kembali dapat proyeksi pelayanan PTSL untuk Kota Tasik bagi 20 ribu bidang lahan. Kita lagi pacu garap. Target kita layanan ini bisa selesai kuotanya di akhir 2021,” jelas H Dadang Zaenudin SH, koordinator pendaftaran di Seksi Hubungan Hukum BPN Kota Tasikmalaya, kepada Tasikplus.com, mewakili Kepala Badan Pertanahan, Riswan Suhendi SH.Kegiatan PTSL kantor pertanahan, populer di masyarakat sebagai pelayanan penerbitan sertifikat untuk lahan-lahan tanah adat atau milik warga dengan bebas biasa pendaftaran ke kas negara. Awalnya fokus pada kalangan warga kurang mampu. Kini orientasi program lebih ke kepentingan pendataan serta pendaftaran tanah, dengan strategi garap bergiliran antar-wilayah kecamatan.Dalam pelaksanaannya, petugas BPN bersinergi dengan pelibatan perangkat hingga di tingkat kelurahan. Di Kota Tasikmalaya, layanan PTSL tahun ini fokusnya di wilayah Kec. Purbaratu, Indhiang, Cipedes, Tawang, Cihideung, dan satu kelurahan di Kecamatan Kawalu. gus



 

Mengawali kegiatan kampusnya. Mahasiswa baru Unsil angkatan tahun akademik 2021/2022, mengikuti sesi pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut akrab disebut warga kampus ini, Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi (Ombus).

Pada Ombus 2021 saat ini, diikuti 3.114 mahasiswa baru asal seluruh fakultas yang ada di Unsil. Rektor Prof H Rudi Priyadi, menandai pembukaan acara dengan satu seremoni yang digelar di gedung Mandala Unsil. Pelaksanaan Ombus dimotori BEM Unsil.

Di pembukaan acara, hanya dihadiri dua orang perwakilan mahasiswa baru beserta unsur pimpinan kampus dalam jumlah terbatas. Selebihnya kegiatan Ombus digelar virtual, dengan paparan materi ke materi lain oleh narasumber disampaikan daring.

Seperti dikemukakan Yadi Mulyadi, seorang panitia Ombus yang juga kepala Sub Koordinator Mahasiswa BAKPK Rektorat Unsil, seluruh mahasiswa baru peserta Ombus mengikuti kegiatan //online// dari rumah masing-masing atau di luar kampus.

Pola ini dipilih untuk menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Menghindari kerumun massa. Sehubungan situasi pula, sebut Yadi, ada beberapa materi pembinaan bersifat fisik, dilewatkan. Ombus berlangsung sejak Selasa hingga Sabtu (10-14/7), minus hari Rabu. 

Kesertaan Ombus dipersyaratkan untuk diikuti setiap mahasiswa baru di Unsil. Kegiatan yang diorientasikan mengakrabkan mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, program akademik, organisasi kemahasiswa, dan yang lainnya.

Masih menurut Yadi, di antara materi yang disampaikan, diawali tentang selayang pandang kampus Unsil oleh rektor, kemudian dengan pelibatan narasumber lainnya tentang keuangan dan pelayanan kampus.

Ada lagi beberapa topik terdiri “Mahasiswa sebagai Agen Prestasi Kampus, Kebijakan Anti-Plagiarime di Perguruan Tinggi, Strategi Perguruan Tinggi Mewujudkan Entrepreneur Kampus, Wawasan Kebangsaan dan Critical Thinking, Pembinaan dan Pengembangan Diri Bangsa”. gus

 

Ruas jalan dari arah pusat Kota Kecamatan Cigalontang, Kab.Tasikmalaya, menuju Desa Jayapura, Desa Sirnaraja, di satu titik Kp.Pereng, dalam kondisi cukup  membahayakan, terjadi pergerakan tanah menghanyutkan hingga menghilangkan badan jalan. Di sisi kiri jalan itu sudah membentuk jurang bertebing curam yang dalam. Di bawahnya tampak bekas longsoran tanah besar sudah terjadi, mirip pindahan gunungan tanah yang membawa berpindah rumpun-rumpun bambu. Warga beberapa kampung dalam keseharian di dua desa itu terbiasa melintasi jalan ini ke luar atau kembali ke desanya. Pada pertengahan tahun 2020, kata warga setempat, sudah terjadi longsor yang menggerus tebing curam tinggi tepian jalan. Sampai saat ini, belum ada pihak berwenang terlihat siap menanganani ancaman bahaya pergerakan tanah di lokasi ini. Harapan warga tentu ada perhatian dari pemerintah. Penanganan paling dianggap murah untuk ruas jalan sepanjang belasan meter yang terancam hilang itu dengan memasangi beronjong batu. gus


Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.