Kota Tasik Darurat Covid-19, Pasien Terkonfirmasi Positif terus Merebak

 

Sehubungan meroketnya jumlah pasien Covid-19, Wagub Jabar, H U Ruzhanul Ulum (paling kanan), Kamis lalu, mengunjungi Kota Tasikmalaya, dan diterima Wali Kota H Budi Budiman.

Warga terpapar Covid-19 di Kota Tasikmalaya, dalam beberapa hari terakhir, jumlahnya terus merebak. Sehari bisa terkonfirmasi puluhan orang positif hasil tracing. Informasi penanganan serta jumlah pasien terkena virus ini yang semula silent, akhirnya terdengar mengkhawatirkan.

Memasuki akhir September kemarin, jibaku pemerintah Kota Tasikmalaya yang mendapati merebaknya warga terkonfirmasi positif Covid-19, mulai dihadapkan kapasitas ruangan isolasi di RSUD Dokter Soekardjo, penuh. Awalnya, masyarakat pun diyakinkan adanya satu keluarga yang terpapar Covid-19 klaster keluarga sepulang dari Sumatera.

Setelah terfokus pada RSUD Dokter Soekardjo, opsi pemerintah Kota Tasikmalaya, menyiapkan tambahan ruang isolasi yang mengarah pada pilihan menggunakan RS Islam di Tamansari, serta bangunan Rusunawa kampus Unsil, di betulan Mugarsari, Kec.Tamansari. Seiring bertambahnya pasien, diikuti munculnya perkembangan klaster pandemi.

Jika sebelumnya ada beberapa korban hingga meninggal asal klaster keluarga sepulang dari Sumatera, lalu didapati ada temuan dari klaster Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan. Bahkan, di luar dugaan dengan jumlah puluhan orang positif Covid-19, asal klaster pesantren. Semula jumlahnya di pesantren belasan orang, beberapa hari kemudian hingga ada 33 orang.

Dalam satu pernyataan, Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman, daerahnya sudah dalam kondisi darurat Covid-19. Ia mengajak masyarakat, bersama-sama melawan sebaran virus ini. Yang dimintanya selalu memerhatikan protokol kesehatan. Kebijakannya sampai memberlakukan aktivitas masyarakat hanya sampai pukul 20.00 setiap harinya.

Siapkan rumah sakit darurat

Memasuki akhir September 2020, dilaporkan angka pasien virus ini sudah melebihi 80 orang. Langkah yang diambil pemerintah kembali memersiapkan tempat penanganan berupa ruang isolasi baru, hingga merencanakan menjadikan area sekitar GOR Dadahan jadi rumah sakit darurat covid.

Selain itu, bidikannya menggunakan fasilitas bangunan lain milik pemerintah, bangunan di dalam instalasi TNI AU Wiriadinata, eks gedung-gedung PT Dahana. Hingga kemungkinan hotel-hotel tertentu. “Kita kemungkinan melobi hotel-hotel tertentu jika angka pasien Covid ini terus bertambah,” sebut wali kota.

Didapatinya pasien terkonfirmasi positif itu bersamaan tracing di sekitar lingkungan orang yang sudah dinyatakan positif Covid. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, hingga Kamis (1/10), terdapat 130 orang dalam perawatan, serta 9 orang dilaporkan meninggal dunia. Pada keeseokannya, Jumat (2/10), angka dilaporkan sudah mencapai 208 orang.

Saat menerima kunjungan Wagub Jabar, U Ruzhanul Ulum, Kamis (1/10), wali kota melaporkan angka pasien positif Covid melonjak dibanding pada gelombang pertama sebelum sekarang. Yang tak terelak kondisi berikutnya, di tengah jibaku melawan Covid, kini Kota Tasikmalaya ditimpa anggaran menipis/minim, tenaga medis kewalahan, sementara kasus paparan terus bertambah setiap hari.

H Budi sempat mencontohkan, dirinya pada hari itu menrima laporan ada tambahan pasien positif 40 orang. Tak lama berselang jumlahnya bertambah. “Tadi saya dapat info 40 orang tambahan terpapar, tak sejam kemudian total hari ini bertambah menjadi 53 terkonfirmasi positif," jelas wali kota Tasikmalaya, saat ditanya wartawan, Kamis siang itu.

Bukan main-main

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, menambahkan, pada Kamis (1/9), awalnya ada laporan tambahan 40 orang positif Covid-19, yang ternyata datang dari satu pesantren, setelah sebelumnya dilakukan swab test. “Penambahan pasien terkonfirmasi positif klaster pesantren semakin hari terus mengkhawatirkan,” ungkapnya kepada wartawan di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10).

Hal tersebut merujuk saat proses tracing klaster masih terus dilakukan, yang sebelumnya sempat terhenti sehari, karena semua tenaga medis fokus dulu mengevakuasi 33 santri positif corona yang terjangkit sebelumnya, ke rumah susun sewa (Rusunawa) Unsil di kampus Mugarsari.

"Kenaikan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini sangat memprihatinkan," ujar Uus, kala itu. Pihaknya sengaja secara terbuka mengumumkan jumlah pasien corona dan kondisi bahaya penyebarannya kini, untuk diketahui masyarakat supaya lebih waspada. Sehingga, masyarakat tak terlena dan lebih mematuhi protokol kesehatan.

"Ini bukan main-main, kita sengaja mengumumkan supaya masyarakat tahu dan waspada. Jangan sampai kondisinya bahaya, masyarakat santai dan akan semakin membahayakan penyebaran Covid-19 ini," ucap Uus. Langkah perang melawan Covid-19 ini pun diharapkannya,  mendapatkan dukungan masyarakat, Pemprov Jabar dan pusat.

Obrolan warga di jalur utama sekitar Kec.Tamansari, kerap melihat ambulan bolak-balik, namun tanpa bunyi sirine. Sebagian mereka meyakini, penggunaan Rusunawa Unsil, tempat isolasi mereka yang positif covid. gus