Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kab. Tasikmalaya

Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kab. Tasikmalaya, sudah terbentuk. Dalam waktu dekat, kepengurusan masa bakti 2017-2021 ini segera dikukuhkan. Adapun ketua terpilihnya yakni DR H Iwan Saputra SE MSi.

Iwan dipilih sebagai ketua secara aklamasi, baru-baru ini. Dedikasi, kredbilitas serta kepiawaiannya mengurus organisasi besar, seperti FKPPI, menjadi dasar ia dipilih secara aklamasi.

Ketua panitia acara (pengukuhan), Nana Sumarna SE, mengatakan, pengukuhan Pengcab Perbakin Kab. Tasikmalaya rencananya akan dilakukan di pendopo lama, 11 November mendatang.

"Kalau tidak ada aral melintang, pengukuhan atau pelantikan ini akan dilakukan oleh Ketua Pengcab Perbakin Jawa Barat, M Iriawan (Iwan Bule/mantan kapolda Jabar). Dan kami sudah melayangkan surat permintaan kesediaan pak Iwan Bule untuk datang dan mengukuhkan," ujar Nana, diwawancarai usai rapat persiapan pengukuhan, Kamis (26/10) sore, di Jl. Saptamarga No. 9.

Ia menambahkan, hingga saat ini, tak ada perubahan jadwal, tempat dan yang mengukuhkan. “Sampai saat ini masih fiks. Termasuk soal kedatangan pak Iwan Bule. Do’anya saja, mudah-mudahan segala sesuatunya berjalan lancar, amin,” imbuh Ketua DPD KNPI Kab. Tasikmalaya ini.

Oleh: Piter

TOF Warnai Hari Jadi Kota Tasik ke-16.

Menyita perhatian warga Kota Tasik. Pemkot menggagas even Tasik Oktober Festival (TOF). Digelar sepanjang 14 – 17 Oktober ini, sejumlah tontotan/pertunjukan, meramaikan penyelenggaraan TOF 2017.

Seperti dikatakan Plt. Sekda Kota Tasikmalaya, Drs Ivan Dicksan MSi, even ini jadi rangkaian menyemarakkan Hari Jadi Kota Tasik ke-16/2017. Di dalamnya, antara lain diisi  pertunjukan pawai karnaval budaya, melibatkan sejumlah pelaku seniman dan masyarakat lainnya. Itu selain promosi produk dan ekonomi yang dihadirkan.

Kadis Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Tasikmalaya, Drs H Undang Hendyana MPd menerangkan, tujuan diadakan TOF sebagai upaya mempromosikan produk unggulan Kota Tasik seperti, batik, mendong, anyaman, bordir, payung geulis dan seni berbasis lokal lainnya. Diharapkan, dari even ini kelak jadi mendunia.

Terpisah, menurut Lugi, perwakilan event organizer (EO) acara ini, menambahkan, di acara ini, pihaknya mengelola 80 stan yang berada di kawasan Hazet dan 20 stan di areal bekas gedung bupati. “Di luar itu, seperti stan yang berada di kawasan Yudanegara  dikelola oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (Kpw) Priangan Timur,” akunya.

Oleh: Piter

Pengunjung acar Tasik Oktober Festival (TOF) dibuat takjub dengan fasyen show (peragaan busana) yang dihelat di depan Asia Toserba, Sabtu (14/10)siang.

Desainnya yang kekinian serta busana yang dikenakan para model ini adalah olahan bordir asli Tasikmalaya jadi penyebabnya.

Walikota Tasikmalaya, H Budi Budiman, pun nampak antusias menyaksikan peragaan busana ini. Tak hanya Budi, sejumlah delegasi dari negara sahabat pun sama, ikut menikmati tontonan yang disajikan.

Seorang pengunjung/penonton yang mengaku takjub adalah Lilis (36). Wanita asal Kec. Cipedes ini bahkan rela menonton dari awal sampai akhir.

“Saya suka konsep acaranya. Fasyen show busana muslim ini menunjukan citra kota santrinya. Apalagi dengan bahan olahan bordir, secara tidak langsung sudah mempromosikan produk unggulan Kota Tasik. Salut untuk pemkot,” ungkapnya.

Oleh: Piter

Delegasi Singapura mengaku  tertarik dengan salah satu potensi produk unggulan Kota Tasikmakaya, yakni mendong yang banyak diproduksi di Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Malah, ke depan, rencananya mereka akan membuka kerja sama denga pemkot dalam hal pengembangan dan pemasarannya agar bisa masuk kancah internasional.

Adapun delegasi Singapura datang ke Kota Tasikmalaya dalam kaitan dengan kegiatan TIEC di Tasikmalaya Oktober Festival (TOF).

“Kami ingin kerja sama dengan sejumlah pengrajin juga pengusaha Mendong di sini untuk dikembangkan di Singapura. Bahkan nanti kami akan undang pengrajin, pengusahanya juga walikota dalam pameran di Singapura pada Maret 2018,”ujar Managing Director Jaco, Jery Tan, didampingi oleh penerjemaah Senin (16/10).

Namum Jerry ingin melihat dulu bagaimana cara pengelolaan dan kualitas mendong tersebut.  “nantinya harus ada inovasi baru supaya lebih menarik. Serta bisa bersaing dengan negara lain, dsri desaing dan cara pembuatannya” paparnya.

Jerry berjanji akan membantu dengan mengadakan pelatihan agar mereka tahu bagaimana cara meningkatkan produksi juga bagaimana membuat Nendong supaya lebih kreatif dan inovatif. Karena usaha mendong punya prospektif bagus.

“Dulu kami beli mendong dari Yogyakarta dan Bali. Ternyata mendong di kedua kota itu justru belinya dari Tasikmalaya. Sehingga nanti cukup beli di sini saja dengan cara kerja sama,” ujarnya.

Setelah kunjungan itu pihaknya akan segera menindaklanjuti terkait kerja sama tersebut secara teknis dengan melibatkan wali kota bussines development center (BDC) dan camat setempat.

Sementara itu koordinator BDC wilayah Purbaratu, Riga, mengatakan saat ini ada sekitar seratus pengrajin yang sudah siap melakukan kerja sama dengan delegasi Singapura tersebut. Bahkan pihaknya sangat merespon adanya delegasi itu.

“Kami berharap kerja sama ini bisa saling menguntungkan. Bahkan produk Mendong ini bisa kembali menjadi memiliki warna. Sehingga bisa bangkit go international dengan dibantu oleh delegasi Singapura itu,” imbuhnya.

Oleh: Piter

Spot Kampung Kreatif di Tasikmalaya Oktober Festival (TOF), adalah satu dari sekian spot  yang ada di sana.

Dibanding spot lainnya, spot ini memiliki nilai plus tersendiri. Pasalnya, produk unggulan Kota Tasik dipamerkan di sini. Dengan begitu, pengunjung yang ingin tahu apa saja produk unggulan di Kota Tasik, tinggal datang ke spot ini.

Di spot kampung kreatif,  tersedia beberapa stand yang dikonsep dengan saung ala pedesaan. Beberapa produk unggulan Kota Tasik yang dipamerkan di sini lengkap dengan cara pembuatannya antara lain, Saung Angklung, Saung Batik Tulis, Saung Lukis Bordir dan Saung Mendong.

Kepala Dinas Parwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kota Tasikmalaya, H Undang Hendiyana, kepada wartawan mengatakan, spot kampung kreatif ini sengaja dikonsep sedemikian rupa agar pengunjung tertarik datang dan lebih lanjutnya mengetahui prodak unggulan milik Kota Tasik.

“Yang datang ke TOF ini banyak dari luar Kota Tasik. Bahkan dari Luar Jawa pun ada. Dan itu adalah momentum bagi kami untuk mengenalkan produk,” katanya.

Oleh: Piter


Sejak Minggu (15/10) pagi, ribuan masyarakat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya sudah memadati rute karnaval budaya Tasik Oktober Festival (TOF), yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-16/2017. Kehadiran mereka untuk menyaksikan parade kostum yang dibawakan perwakilan banyak lembaga, baik pemerintah maupun swasta.

Maman (35), warga asal Ciamis ini sengaja datang ke Kota Tasik untuk menyaksikan karnaval. “saya datang kesini sengaja membawa keluarga untuk melihat Karnaval Budaya, keluarga saya senang melihat karnaval yang unik dan ini patut diapresiasi buat pemerintah Kota Tasik yang sukses mengadakan acara akbar ini” akuny.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Kadisparbudpora), H Undang Hendiana, yang juga menjadi salah satu peserta di karnaval ini  mengatakan, pihaknya menampilkan kostum unik yang dibuat dari bordir dan ada pagelaran seni ‘Sisingaan’. “Saya mengonsep membuat Kostum dari bordir, lewat karnaval ini juga menjadi momentum mengenalkan produk unggulan khas Kota Tasikmalaya” akunya.

Oleh: Piter

Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke–16/2017, pemkot menyelenggarakan gerak jalan santai, bekerja sama dengan salah satu perusahaan telekomunikasi. Acara yang digelar sabtu (14/10) pagi itu dipusatkan di Bale Kota, Jl. Letnan Harun No. 1.

Ribuan warga ikut dalam gerak jalan itu. Para Kepala OPD, Plt Sekda, wakil wali kota Terpilih serta Bupati Tasikmalaya, Uu pun hadir turut menyemaraki acara.

Warga Kota Tasikmalaya yang hadir dihibur oleh penampilan artis Ibu Kota Ati DA 1, jebolan dari Kontes Dangdut yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta itu.

Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan Gerak Jalan ini merupakan sakah satu rangkain hari jadi Kota Tasikmakaya, dengan harapan dengan diadakannya Acara tersebut masyarakat Kota tasik semakin sehat dengan berolahraga.

kegiatan ini pun sebagai bentuk rasa syukur warga atas berdirinya Kota Tasikmalaya. Budi mengharapkan, dengan acara menyambut hari jadi tersebut dapat menjalin kebersamaan warga. “Karena dengan kebersamaan dan partisipasi masyarakat pembangunan Kota Tasikmalaya bisa berjalan lancar,” tandasnya.

Oleh: Piter

Selasa (17/10) pagi, pemkot Tasikmalaya menggelar upacara Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-16/2017, bertempat di halaman Bale Kota, Jl. Letnan Harun.

Namun ada yang tak biasa dari upacara kali ini yakni, tak dihadiri Wakil Wali Kota, Dede Sudrajat. Hal tetsebut memang tak lazim di momen formil sekelas hari jadi.

Ketidakhadiran Dede Sudrajat tak pelak jadi sorotan banyak pihak. Kendati begitu, tak sedikit yang sudah menduga kalau Dede memang tak bakalan hadir di tengah peserta upacara paslanya, sudah berulang kali Dede memang tak pernah menmpakan batang hidungnya di acara resmi pemkot. Persisnya saat ia dinyatakan sebagai peserta kalah di pilkada lalu.

"Harusnya Dede hadir karena walau bagaimanapun, sampai saat ini ia masih tercatat sebagai wakil wali kota. Dan gajinya pun kan terus mengalir. Kaitan dengan kekalahannya di pilkada, justru kalau Dede hadir akan mengesankan kalau Dede seorang negarawan sejati," komentar seorang aktivis Tasikmalaya, Irwan Supriadi.

Sementara, Wali Kota Budi Budiman, mengaku tak tahu persisi kenapa pasangannya itu tak hadir. "Diundang sudah, mungkin ada keperluan lain," kata Budi. Namun Budi menolak diwawancara lebih lanjut tetkait Dede. Ia hanya menegaskan kalau hubungannya dengan putra bos  PO Budiman itu hingga kinitak ada masalah.

Oleh: Piter


Pemkot Tasikmalaya menggelar rapat paripurna istimewa Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-16/2017, Selasa (17/102) pagi.

Berbeda dengan paripurna sebelum-sebelunya, rapat kali ini dilakukan di pendopo lama milik pemkab Tasikmalaya, Jl. RA Wiratanuningrat.Informasi yang dihimpun, pihak pemkot terpaksa menggelar rapat di aset milik pemkab Tasikmalaya lantaran gedung DPRD Kota Tasik yang selama ini selalu dijadikan tempat rapat paripurna istimewa tengah direhabilitasi.

Oleh: Piter

Utusan Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, dinyatakan sebagai pemenang karnaval budaya di even Tasik Oktober Festival (TOF).

Utusan Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, dinyatakan sebagai pemenang karnaval budaya di even Tasik Oktober Festival (TOF).

Pengukuhan mereka sebagai juara I diumumkan sehari setelah peragaan, tepatnya Selasa (17/10) pagi.

Adapun juara kedua dan ketiga diraih masing-masing Dinas Lingkungan Hidup dan BRI Cab. Tasikmalaya.

Para pemenang karnaval ini berhak mendapat penghargaan yang diserahkan langsung Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, usai upacara peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-16/2017, di Bale Kota, Selasa.

Salah seorang juri Karnaval Budaya TOF, Nanang Nurjamil menjelaskan, orisinalitas karya fasyen yang memuat potensi dan kearifan lokal Tasikmalaya menjadi salah satu kriteria penilaian utama disusul harmonisasi, kekompakan, edukasi, informasi serta inovasi dan kreatifitas.
“Akhirnya, melalui sidang dewan juri, muncullah juara-juaranya,” kata Nandang.
Karnaval budaya ini diikuti 42 peserta. Adapun rutenya dimulai dari Taman Kota-Jl. Otto Iskandar Dinata dan berakhir di Jl. Sutisna Senjaya. Puluhan ribu warga Tasikmalaya dan sekitarnya begitu antusias menyaksikan perhelatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini.

Oleh: Piter


Dua komunitas atau lembaga dibantu lainnya menggelar pelayanan kesehatan untuk anak berkebutuhan khusus dan disabilitas.

Ratusan anak-anak itu mengikutinya. Berlangsung di sekitar kantor Bappeda Kota Tasikmalaya. Melibatkan sejumlah dokter.

Saat pembukaan, hadir Wali Kota H Budi Budiman, Kepala Bappeda, H Tarlan, pejabat dari Dinas Sosial serta dari TNI/Polri. Penyelenggara kegiatan itu persisnya, Save Children dan Lakpesdam (Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia) NU (Nahdlatul Ulama).

Turut mendukung acara, Imoka (Ikatan Mojang-Jajaka) Kota Tasikmalaya, beserta beberapa wadah komunitas lain. “Di acara ini kita pun libatkan para dokter asal IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), serta dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia),” ujar kordinator acara, Dimas Tresna Adithya.

Diterangkannya, jumlah anak yang ikut dalam pelayanan kesehatan itu, sekitar 250 orang. Kesertaan mereka setelah tim acara sebelum hari kegiatan melakukan kunjungan ke kelurahan-kelurahan. Mendata dan mengajak anakanak ini ikut pelayanan kesehatan.

“Kalau perhitunga awalnya bisa lebih banyak sebenarnya. Cuma terdapat keluarga-keluarga yang tak siap menyertakan anaknya di kegiatan pelayanan kesehatan ini,” sambung Dimas. Pelayanan kesehatan yang diberikan lebih ke fisioterapi.

Yang jadi motivasi acara dari dua lembaga penyelenggaranya, imbuh Dimas, wujud kepedulian sosial. Mengampanyekan tak ada diskrimasi bagi setiap anak. Mereka harus mendapat perlakuan sama sebagai anak. Mereka yang termasuk berkebutuhan khusus atau disabilitas berhak mendapat kesempatan sama, bermain, belajar, dll.

Oleh: Agus Alamsyah

Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, mengaku hingga kini presentase angka kimiskinan di Kota Tasik masih tinggi.


Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman, mengaku hingga kini presentase angka kimiskinan di Kota Tasik masih tinggi.

Kendati begitu, sejumlah program unggulan sudah dilakukan sebagai upaya penurunanya. Salah satunya melalui peningkatan infrastruktur.

"Jadi mengentaskan kemiskinan itu bukan berarti dengan bagi-bagi sembako," kata Budi diwawancarai usai jadi inspektur upacara di peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-16/2017, di Bale Kota, Selasa (17/10) pagi.

Peningkatan infrastruktur, hemat Budi, merupakan salah satu cara jitu mengentaskan kemiskinan. "Dengan infrastruktur yang baik, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Ketika aksesnya sudh mudah, tentu itu berbanding lurus dengan geliat ekonominya," pikir Budi.

Ditanya berapa presentase kemiskinan saat ini, Budi mengaku harus melihat dulu rilis terakhir. Meski demikian, ia  menargetkan lima tahun ke depan presentasenya harus di angka 10%. Angka tersebut menurutnya sesuai dengan tren Jawa Barat.

Informasi yang didapat Tasikplus, hingga kini Kota Tasikmalaya masih bertengger di urutan pertama se-Jawa Barat sebagai otda termiskin dari rasio jumlah penduduknya. Rilis terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasik, presentasenya di angka 16,28% atau sebanyak 106.780 dari jumlah penduduk sebanyak 699.897 jiwa.

Oleh: Piter

Nana Sumarna.

Gelaran pemilihan legislatif (pileg) Kab. Tasikmalaya, masih dua tahun lagi. Kendati begitu, atmosfernya sudah terasa dari sekarang. Sejumlah bakal calon (balon) pun mulai blak-blakan menyampaikan minatnya untuk meramaikan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Dari sederet peminat, salah satunya yakni Ketua DPD KNPI Kab. Tasikmalaya, Nana Sumarna. Aktivis anti-korupsi ini berencana nyalon menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Tasikmalaya di dapil kelahirannya, Kec. Sodonghilir yang terhimpun dalam dapil VII, meliputi Kec. Sodonghilir, Bojonggambir, Puspahiang, Taraju dan Salawu.

"Do'akan saja," jawab Nana ditanya Tasikpkus soal minat pencalonannya. Pria yang karib disapa Nana Magadir ini pun mengungkap alasan di balik minatnya itu.

"Alasan saya sederhana, ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di dapil VII, umumnya di Kab. Tasikmalaya. Kualitas yang saya maksud, tentunya kompleks. Baik dari sisi ekonomi, kesehatan dan pendidikannya," papar Nana, Minggu siang.

Oleh karena itu, lanjut Nana, sebagai masyarakat setempat, ia merasa berkewajiban untuk berkontribusi, menyelesaikan apa yang menurutnya jadi PR/persoalan.

Ditanya modal apa yang ia miliki untuk bisa melenggang ke legislatif, Nana mengaku tak memiliki modal lain selain komitmen yang kuat untuk membangun kabupaten. Ia juga tak memungkiri bahwa saat ini dirinya sudah mulai melakukan konsolidasi dengan sejumlah tokoh masyarakat untuk mensukseskan maksudnya itu.

Disinggung partai politik mana yang bakal ia pakai, Nana menjawab, "Insya Alloh PKB. Dan saya optimis, partai tersebut pada saatnya nanti akan memberikan rekomendasi pencalonan saya," imbuh Nana menutup pembicaraannya.

Oleh Piter

Jalur tranportasi jalan Tasik - Karangnunggal kembali terganggu akibat amblasnya jalan tersebut sedalam 1-2 meter sepanjang 60 meter, dibetulan Kp.Babakankupa, Desa Setiawaras, Cibalong, Minggu dinihari (8/9).

Jalur tranportasi jalan Tasik - Karangnunggal kembali terganggu akibat amblasnya jalan tersebut sedalam 1-2 meter sepanjang 60 meter, dibetulan Kp.Babakankupa, Desa Setiawaras, Cibalong, Minggu dinihari (8/9).

Akibatnya sempat terjadi kemacetan jalur lalu lintas menjelang subuh saat bus-bus besar pembawa rombongan tujuan wisata ziarah Pamijahan terpaksa berhenti, sambil memastikan jalan pada lokasi itu aman untuk dilewati. Terlihat jelas amblasnya jalan memakan setengan lebar jalan, namun kemacetan tak berlangsung lama karena puluhan warga sekitarnya langsung membantu memandu para pengemudi guna melewatinya.

      Menurut sejumlah warga, kejadian amblasnya ruas jalan itu terjadi karena guyuran hujan lebat, yang terjadi sehari semalam, sehingga tanah pada sisi jalan yang berada di sisi jurang mengalami longsor, sehingga badan jalan pun ikut tergerus.

Seperti disampaikan Dayat, penduduk yang tinggal tak jauh dari lokasi menyebutkan, dirinya sempat mendengar suara gemuruh seperti longsor. Namun karena saat itu tengah malam dan hujan turun lebat jadi dirinya tak berani mendekat ke lokasi. Baru saat hujan reda ia bersama sejumlah warga mendatangi lokasi dan didapati kondisi jalan itu. "Bersama warga langsung membantu memandu pengemudi bus yang sempat terhenti beberapa lama, karena tak berani melewati jalan yang amblas ini," jelasnya.

      ‎Sementara itu, jalur tranportasi menuju Tasikmalaya dan sebaliknya masih aman, karena warga sekitar siap menjadi pemandu saat pengendara melintasi jalan itu, walaupun kewaspadaan para pengguna jalan harus tetap diutamakan

Oleh: M. Syaeful

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.