GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Dari Kampus Unper, Ketua LLDIKTI Wilayah IV Lepas Peserta KKN Tematik Gradasi 2026

Ukuran huruf
Print 0
Ketua LLDIKTI Wilayah IV bersama sekda Kota, para rektor, jajaran camat, perwakilan peserta KKN, mendokumentasikan kegiatan di halaman kampus Unper Tasikmalaya, Selasa (21/7/26). 

Tasikplus.com-Kampus Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, menjadi lokasi kick off kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa perguruan tinggi di Wilayah IV LLDikti Jabar-Banten 2026. Satu Seremoni menandai pelepasan sejumlah ribuan peserta KKN ke berbagai daerah. 

Berlangsung Selasa (21/7/26), pelepasan KKN dihadiri langsung Ketua LLDIKTI Wilayah IV (Jabar-Banten), Dr Lukman ST M.Hum, Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, para rektor asal tujuh kampus di lingkup LLDIKTI Wilayah IV, jajaran camat yang daerahnya menjadi lokasi KKN, serta undangan lain. 

Dengan mengusung program KKN tematik, tahun ini temanya KKN Gradasi (Gotong Royong, Akademisi Bersinergi dan Berinovasi). Fokus garapannya pada dua isu strategis, yakni Sampah Tuntas dan Sirkulasi Ekonomi. Lewat program itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurut Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Dr Lukmam, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan serius yang harus mendapat perhatian bersama. 

Karena itu, mahasiswa peserta KKN didorong untuk mengedukasi di masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, sekaligus mengembangkan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.

"Mahasiswa diharapkan mampu mendorong masyarakat agar sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memberikan nilai tambah dan sumber penghasilan bagi warga," ujarnya.

Masih dengan KKN tematik ini, selain peduli dengan persoalan lingkungan, kegiatan mahasiswa juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

"Mahasiswa diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produk melalui inovasi kemasan, strategi promosi, hingga pemasaran yang lebih efektif dan efisien sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki", jelas Lukman. 

Ia juga menyampaikan parameter bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. 

Indikator keberhasilan tersebut antara lain terciptanya lingkungan yang lebih bersih, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM, serta terbangunnya kedekatan antara mahasiswa dan warga.

"Kalau masyarakat merasa kehilangan saat mahasiswa selesai KKN, lingkungannya menjadi lebih bersih, dan daya beli masyarakat meningkat setelah adanya pendampingan, berarti program KKN ini berhasil," Imbuhnya.

Pada kesempatan kegiatan yang sama, Wakil Rektor I Unper, Dr Dona Setia Umbara, mengaku mengapresiasi pelaksanaan pelepasan peserta KKN Tematik dalam LLDIKTI Wilayah IV. Bersama mahasiswa lain, peserta KKN asal kampusnya lebih dari 1.000 orang. 

Kemudian menurutnya, program KKN kali ini dengan menitikberatkan pada penyelesaian persoalan sampah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sejalan dengan komitmen Unper dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata.

Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam mendampingi masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal. gus 
Dari Kampus Unper, Ketua LLDIKTI Wilayah IV Lepas Peserta KKN Tematik Gradasi 2026
Periksa Juga
Next Post

0Komentar



Tautan berhasil disalin