Tasikplus.com-Setelah sempat meroket naik, dalam beberapa hari ini tren harga sejumlah bahan pangan di sejumlah pasar di Kota Tasik, berangsur turun. Kenaikan harga-harga bahan pangan sebelumnya menyertai momentum Lebaran 1447 H/2026.
Penuturan pedagang di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasik, kenaikan bahan pokok di musim Lebaran sudah jadi hal biasa, dimulai memasuki H-3 Lebaran hingga H+4. Namun setelah melewati H+4 tren biasanya lagi turun.
Saat ini penurunan harga halnya daging sapi, daging ayam kampung dan ayam sayur, kemudian beberapa jenis sayuran. Harga daging sapi yang pada musim Lebaran lalu sempat menembus Rp 160.000 hingga Rp 170.000 per Kg. kini mulai berangsur turun dan berada di kisaran Rp 135.000 hingga 140.000 per Kg.
Hj Nina, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Cikurubuk mengatakan, sejak H+4 lebaran, harga daging sapi mulai berangsur turun. "Ramainya permintaan daging oleh masyarakat selama musim Lebaran biasanya tidak lebih dari satu minggu yaitu mulai H-2 hingga H+4 lebaran.
"Nah setelah itu biasanya pembeli mulai berkurang, harga daging pun biasanya mulai turun lagi atau normal", ujar Nina, Senin (06/4/2026).
Selain daging sapi, penurunan harga juga terjadi pada harga daging ayam kampung dan ayam sayur. Harga ayam kampung yang pada musim lebaran kemarin mencapai 75.000 per kg, kini turun menjadi Rp 65.000 per kg. Sedangkan untuk ayam sayur (broiler) yang saat musim lebaran harganya mencapai Rp 45.000 per kg, kini mulai turun kembali ke Rp 40.000 per kg.
Menurut para pedagang, walau sudah terjadi penurunan dibanding selama musim Lebaran, harga-harga tersebut sebenarnya belum kembali ke harga semula. Seperti untuk daging ayam sayur dan ayam kampung, saat normal biasanya rata-rata dijual Rp 32.000 dan 55.000 per kg.
Untuk jenis sayuran, penurunan harga terjadi pada komoditas cabe merah dan cabe kriting, kentang, serta buncis. Cabe merah yang pada Lebaran kemarin menyentuh angka Rp 80.000 per kg kini turun menjadi Rp 40.000 per kg.
Cabe keriting yang asalnya Rp 60.000 turun menjadi Rp 35.500 per kg. Sedangkan kentang dan bawang merah yang pada Lebaran kemarin dijual Rp 20.000 dan Rp 25.000 per kg, kini masing-masing turun menjadi Rp 16.800.
Sejumlah pedagang mengaku pula, biasanya harga sejumlah bahan pokok pascalebaran akan bertahan hingga satu bulan ke depan dan tidak langsung kembali ke harga normal. Hal itu dikarenakan masih tingginya permintaan seiring masih banyaknya warga yang melakukan kenduri atau hajatan.
"Setelah Lebaran, masyarakat banyak yang menggelar hajatan, sehingga permintaan otomatis masih cukup tinggi. Sementara pasokan biasanya tetap dan cenderung berkurang karena beragam faktor. Sehingga kalaupun ada penurunan tidak langsung kembali ke harga normal, "ujar H.Endang pedagang sayur lainnya di Pasar Cikurubuk. sep



0Komentar