Unsur Pimpinan Kampus Umtas Adu Kreasi Lukis Payung Geulis

Satu kelompok peserta berusaha memaksimalkan waktu lomba 40 menit, untuk menyelesaikan hasil terbaik melukis payung geulis antar pimpinan kampus Umtas, Jumat (5/1).
Tasikplus.com - Jajaran unsur pimpinan kampus Umtas (Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya), Jumat (5/1) siang berkumpul di Graha Umtas. Tak berselang lama, satu seremoni sederhana membuka sesi acara. Mereka lantas terlarut Lomba Melukis Payung Geulis.

Ajang lomba yang itu hanya diperuntukkan untuk jajaran pimpinan. Dalam rangkaian memeriahkan atau jelang perayaan Milad Umtas Ke-9. Puncak perayaannya akan digelar pertengahan Januari ini. Ada sejumlah kegiatan menyemarakkan milad yang melibatkan kesertaan kalangan eksternal dan internal.

Keterangan ketua panitia milad, Meiliana Nurfitriani MPd, khusus lomba menghias payung geulis, mengompetisikan satuan kerja rektorat, dekanat/prodi, dan unsur tendik (tenaga kependidikan). Terdapat beberapa kelompok yang tiap kelompok peserta ini keroyokan melukis satu payung.

Sebelumnya telah pula berlangsung kegiatan lain yang mulai digelar sejak Oktober. Seperti lomba vokal solo, badminton, tenis meja, pembuatan video. Lalu, yang melibatkan pesertanya kalangan SMA se-Priatim ada Bola Voli, lomba baca puisi, dan pertandingan futsal antar-mahasiswa.

Rektor Umtas Neni Nuraeni bersama para wakil rektor tampak turun langsung, melukis payung mewakili peserta rektorat. Di kubu lain, misal peserta perwakilan dekanat atau tendik, tak kalah kompak saling tuangkan kemampuan imajinasinya melukis payung. Berusaha meyakinkan tim juri hasil kelompoknya terhebat.

Pernyataan rektor Umtas di pembukaan acara, esensi dari ajang lomba ini, ya tentu untuk meramaikan di jelang perayaan milad. Bagaimana semua terlibat. Namun yang tak kalah penting spiritnya untuk membawa suasana mencerahkan, kebersamaan, kekompakan, kreativitas.

“Mari kita mewarnai sebagaimana kehidupan yang berwarna-warni. Hingga indah dilihat, dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik”, ajaknya.

Yang dinilai tim juri dari ajang itu, di aspek teknik mewarnainya, improvisasi dan kreativitas, keselarasan dan kerapihan pewarnaan sesuai dengan pilihan objek payung geulis yang merupakan produk kearifan lokal Tasik dengan penuh sarat mencirikan keindahan. gus

0 Komentar