Bandara Wiriadinata Tasik Reaktivasi, Citilink Siap Kembali Layani Penerbangan Komersial Tasik-Jakarta

Kadispora Budpar Kota Tasik Dedi Mulyana (kedua dari kanan), Komisaris RD Grup Rahmat Darmawan (paling tengah), dan beberapa lainnya, memberi keterangan pers untuk kesiapan penerbangan perdana Bandara Komersial Wiriadinata Tasik, Sabtu (23/9).
Tasikplus.com - Menjadi kabar kini. Bandara Wiriadinata Tasikmalaya, siap kembali dioperasikan untuk penerbangan komersial Tasik-Jakarta. Reaktivitasi setelah ditutup pada masa pandemi Covid-19. Bandara ini dibuka pada 2017. Adapun maskapai penerbangan yang siap hadir anak perusahaan Garuda Indonesia yakni, Citilink.

Pernyataan dibukanya kembali (reaktivasi) penerbangan komersial, sebagaimana dikemukakan pada konferensi pers pihak terkait, Sabtu (23/9), di satu ruang pertemuan di Jl Ahmad Yani Kota Tasikmalaya. “Penerbangan perdananya, nanti tanggal 2 Oktober 2023”, ucap Komisaris RD Grup, Rahmat Darmawan di acara konferensi pers.

Ia didampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dispora Budpar) yang mewakili Pemkot Tasikmalaya, Dedi Mulyana. Pimpinan Operasional dan Komunikasi RD Grup, Irvine. Direktur Adirama Mitra Sehati (AMS), Nanang L, dan yang lainnya.

Rute penerbangan dari Bandara Tasikmalaya menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Untuk sementara jadwalnya baru dua hari dalam seminggu yakni, Sabtu dan Senin. Dengan tiket Rp 899.000, perjalanan paling lambat sejam, tentunya lagi bisa di bawah itu. Maskapai itu memuat penumpang di luar kru 68 orang.

Pernyataan Dedi Mulyana, pihaknya menyambut penuh suka cita reaktivasi Bandara Komersial Wiriadinata. Penutupan operasional bandara pascacovid berlangsung hingga sekarang. Beroperasinya bandara tentu besar maknanya, tak saja bagi warga Tasik raya, tapi berikut daerah sekitarnya.

“Ini akan menunjang kebutuhan aktivitas masyarakat, mendukung dunia perekonomian. Banyak pelaku home industry Tasik biasa berhubungan ke Jakarta dan sekitarnya. Tentunya akan mempermudah akses. Pembukaan penerbangan ini juga menjadi kado di ulang tahun Kota Tasik Oktober nanti”, beber Dedi.

Pernyataan hampir senada sempat disitir Rahmat Darmawan, penuh harap reaktivitasi penerbangan komersial menghidupkan kembali perekonomian yang tengah melandai. Tasikmalaya, selama ini menjadi daerah persinggahan yang dengan posisi ini akhirnya dapat memasilitasi kebutuhan pendatang ke daerah sekitar yang hendak berwisata, bisnis, dll.

Banyak lokasi wisata di sekitar Tasik, sementara fasilitas penunjang lainnya seperti produk UMKM, cinderamata, perhotelan, kuliner, dll, banyak di Kota Tasik. Hal ini jadi bagian pertimbangan siap hadirnya maskapai penerbangan. Pun kesiapan bandara yang sudah tersertifikasi dalam Kategori C4, berfasilitas mumpuni, dan bisa dimasuki semua jenis pesawat komersial. gus
 

0 Komentar