Peluang Masuk PTN di Kesempatan Tersisa Jalur Seleksi Mandiri

 

Prof Deden Mulyana

Bagi Anda yang masih belum dapat kesempatan di seleksi sebelumnya masuk PTN. Kampus-kampus perguruan tinggi negeri (PTN) masih membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur seleksi mandiri. Seleksi ini terbagi dua gelombang, dengan satu tersisa gelombang lagi dibuka mulai 8 Juli 2022 ini.

Seperti diketahui, PMB di kampus PTN dimulai dengan jalur SNMPTN, lalu UTBK (ujian tulis berbasis komputer) SBMPTN. Dan, berikutnya jalur Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (SMM PTN). Dua jalur (SNMPTN dan SBMPTN) sudah terlewat. Kini tinggal jalur SMM PTN.

Dalam satu perbincangan dengan Ketua PMB Tahun 2022 Universitas SIliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Prof Deden Mulyana sebutnya, saat ini tinggal SMM lokal yang diselenggarakan masing-masing kampus. Sebelumnya telah digelar dan ditutup penyelenggaraan terkonsentrasi SMM PTN wilayah Barat.

Untuk SMM PTN wilayah Barat ini meliputi 25 kampus PTN di Provinsi Jabar, Banten, Sumatera dan Kalimantan. Masa PMB dengan SMM-PTN Barat sudah terlewat. “Satu jalur seleksi saat ini tinggal SMM lokal atau yang difasilitasi masing-masing kampus. Agenda pendaftarannya, dimulai 8-14 Juli 2022,” jelas Deden, Senin (4/7).

Namun rentang waktu pendaftaran bisa distop, kata Prof Deden, ketika jumlah pendaftar sudah mencapai 3.000 orang. Pelaksanaan tesnya pada 23-25 Juli ini. “Kita (Unsil) akan menerima mahasiswa baru lewat dua jalur SMM ini 903 orang. Ini sesuai alokasi SMM 30% dari jumlah total PMB,” beber ketua PMB yang masih menjabat magang wakil rektor I Unsil.

Sekarang Prof Deden diamanahi sebagai ketua senat Unsil. Adapun untuk Keseluruhan penerimaan jalur PMB tahun ini Unsil sebanyak 3.313 orang. Terbagi dalam jalur penerimaan SNMPTN, UTBK-SBMPTN, dan dua jalur seleksi mandiri. Seluruh rangkaian kegiatan PMB, tambahnya, akan berakhir di bulan Juli ini.

“Kampus PTN diperintahkan Kemendikbud Ristek sampai akhir Juli gelar seleksi PMB tahun 2022. Selebihnya waktu bagi kalangan kampus swasta. Tentunya kita patuhi kebijakan kementerian itu,” pungkas Deden. gus
 

0 Komentar