Rangkaian Kampanye Stunting Putih Sari-BKKBN, Warga Karawang Diingatkan Program 4T

Bekerja sama kampanye percepatan penurunan stunting, anggota DPR RI Putih Sari dan BKKBN, Sabtu (20/1), ingatkan warga Kabupaten Karawang program 4T
Tasikplus.com - Melanjutkan program Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di awal tahun 2024. BKKBN Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama anggota Komisi lX DPR-RI Putih Sari, pada Sabtu (20/1), lancarkan kegiatan itu di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang.

Dihadiri ratusan warga. Hadir langsung di acara tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Fazar S Santosa. Pimpinan BKKBN dan anggota parlemen itu memunculkan program atau motto 4T untuk mencegah lahirnya stunting baru. 4T artinya Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak, dan Terlalu Dekat.

Menurut Putih Sari, masyarakat harus memperhatikan 4T agar dalam keluarganya tidak lahir stunting baru. Caranya dengan mencegah anak-anak menikah terlalu muda, kemudian menghindari ibu hamil di usia yang terlalu tua, merencanakan jumlah anak agar tidak terlalu banyak, serta menjaga jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat.

"Sampai saat ini masih banyak anak Indonesia yang gagal tumbuh kembang pada usia 0-2 tahun. Gagal tumbuh akan berpengaruh pada daya saing anak bangsa. Gagal kembang juga akan mempengaruhi IQ atau kecerdasan," jelasnya.

Dari hulu ke hilir
Sementara itu, Fazar S Santosa mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah berupaya membawa Jawa Barat menuju zero stunting untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

BKKBN telah melakukan upaya pencegahan dari hulu ke hilir. Yakni sejak massa calon pengantin, menikah, hamil, hingga memiliki anak sudah diawasi oleh kader-kader BKKBN di pelosok-pelosok desa.

"Tim Pendamping Keluarga setiap hari bekerja melakukan budaya pencegahan. Tugasnya banyak, mengawal kesehatan calon pengantin sebelum menikah, memeriksakan ibu hamil, sampai mencegah rokok di lingkungan keluarga," ungkap Fazar.

Pihaknya juga mengapresiasi keseriusan Komisi lX DPR-RI yang terus-menerus menyuarakan pencegahan stunting. Fazar berharap, dengan program kampanye percepatan penurunan stunting ini, Indonesia khususnya Jawa Barat bisa mencapai zero stunting. red/rls
 

0 Komentar