Gandeng Disdik Berikutnya Ini yang BKKBN Bidik Tekan Stunting

Langkah berikut BKKBN Jabar gandeng Disdik, kolaboratif bidik potensi hulu cegah stunting, bangun sinergi guna mencerahi kalangan pelajar di jenjang SMA/SMK.
Tasikplus.com - Upaya menekan intensif prevalensi stunting terus dilancarkan Perwakilan BKKBN Jawa Barat (Jabar). Strategi tekan di wilayah hulu, teranyar ini menyasar kalangan pelajar di jenjang SMA/SMK di provinsi Jabar.

Langkah konkret yang dilakukan Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Fazar Supriadi Sentosa, belum lama ini mengunjungi Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Melakukan audiensi dengan Kepala Disdik Jabar, Drs Wahyu Mijaya SH MSi di kantornya.

Dalam pertemuan itu, orang nomor satu di BKKBN Jabar ini memaparkan urgensi cegah stunting untuk menjaga kelangsungan sehat regenerasi penerus bangsa serta penanganan stunting dari hulu yang diarahkan.

Dalam kaitan itu tak terelak untuk bisa berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dengan sasaran mencerahi para pelajar atas apa yang perlu diarahkan. Adapun rencana program yang nantinya dikolaborasikan setidaknya ada dua garapan.

Pertama, pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap sekolah. Itu sebagai wadah untuk program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) di level SMA dan SMK.

Dalam wadah ini bahasan yang menjadi materinya, edukasi gizi dan pencegahan anemia, kesehatan reproduksi, serta penundaan usia perkawinan untuk menekan pernikahan dini

Yang kedua, gagasan program di tahun 2024 akan berkolaborasi untuk dapat menyasar siswa/siswi disabilitas dalam sosialisasi PKBR.

Mengemuka dalam pembahasan itu juga bahwa di Jawa Barat terdapat sekitar 6.000 sekolah jenjang SMA dan SMK terdiri SMA negeri, SMA swasta, SMK negeri dan SMK swasta.

Mendapat dukungan dari pimpinan Disdik, kepala BKKBN Jabar penuh harap dengan kolaborasi ini kelak dapat terbentuk merebak PIK-R di setiap sekolah, sebagai wadah program PKBR. red/rls
 

0 Komentar