Pelaksanaan vaksinasi perdana di kampus Unsil, mulai Rabu (21/7), dikonsentrasikan di Gedung Mandala Unsil

Kampus Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, memasilitasi vaksinasi bagi kalangan mahasiswanya. Pelaksanaannya kemudian bekerja sama dengan Makodim 0612/Tasikmalaya. Hari pelaksanaan vaksinasi pertama, Rabu (21/7). Dikonsentrasikan di Gedung Mandala. Dalam tahap awal ini agenda atau proyeksinya bagi 2.000 orang mahasiswa. Mengawali kegiatan itu, rektor mengeluakan satu surat keputusan dan meminta pimpinan tiap fakultas mengarahkan mahasiswanya dengan prioritas mahasiswa penduduk Kota dan Kab.Tasikmalaya, lalu pengurus organisasi mahasiswa. Puluhan petugas nakes dan pengawal pelayanan vaksinasi sepanjang hari terlihat fokus. Mahasiswa mengantre panjang dengan tempat duduk yang berjarak. Sebagian menunggu di luar gedung. gus

Sekda Ivan Diksan

Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah warga terpapar Covid-19, merebak di beberapa daerah. Kondisi serupa dilaporkan di Kota Tasikmalaya. Ruang-ruang pelayanan covid rumah sakit (RS) penuh. Begitu pun mereka yang dalam pilihan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Kabar lainya, antrean warga positif Covid-19 yang berdatangan hingga mengantre di UGD-UGD rumah sakit. Yang menjadi perhatian pemkot Tasikmalaya kemudian, tercatat dalam jumlah banyak juga warga meninggal dalam kondisi menjalani isoman di rumah.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga Ahad (11/7/2021), laporan jumlah warga yang menjalani isolasi ini angkanya masih cukup tinggi, mencapai 1.152 orang. Petinggi pemkot mengingatkan jajarannya memerhatikan kondisi itu sebagaimana arahan yang dikeluarkan gubernur Jawa Barat.

Sekretasis Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Diksan mengaku, pihaknya terus minta supaya posko-posko hingga tingkat kelurahan lebih aktif dalam melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang sedang menjalankan isolasi mandiri khususnya yang isoman di rumah masing - masing.

“Kami telah memerintahkan para lurah agar terus menggerakan para ketua RW dan RT, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Jika ada warga yang terpapar covid bagaimana mereka melaksanakan isolasi mandiri dengan baik dan benar, dan agar terus berkordinasi dengan pihak puskesmas serta Dinas Kesehatan," jelasnya.

Sekda Ivan kemudian mengingatkan jajarannya, ada arahan gubernur Jawa Barat yang hingga sudah meluncurkan aplikasi terkait pemantauan warga isoman. Dengan aplikasi itu mereka terpantau. Termasuk bantuan obat dan yang lainnya agar dimanfaatkan sebaik baiknya dan disosialisasikan.

Permintaan sekda termasuk kepada para babinsa dan babinkabtibmas sesuai arahan kapolres dan dandim dalam rangka membangun kinerja kolaborasi sejak tingkat bawah dalam memberdayakan masyarakat pada penanganan dan pencegahan covid dengan baik.

Saat menyoal anggaran, beber sekda, pihaknya sudah koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), untuk kebutuhan anggaran sudah disiapkan tinggal tempuh prosesnya. "Ya silakan anggarannya sudah kita siapkan. Jangan sampai ada kendala alasan tidak ada anggaran kaitan dengan aktivitas posko-posko di kelurahan," ujarnya. red

Petugas kepolisian melakukan olah TKP tak lama kecelakaan KA menimpa seorang warga di Kadipaten
Hati-hati, jika melintas atau saat berada di sekitar rel kereta api (KA). Perhatian tak boleh lengah dengan kedatangan KA. Jika tidak, risikonya bisa fatal. Seperti kejadian menimpa seorang buruh warga Cingere, Desa Cibahayu, Kec.Kadipaten, Kab.Tasikmalaya, Aceng Saepudin (60).

Kala itu, Ahad (18/7) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, ia ditemukan tewas diperkirakan tak lama terserempet KA, usai mencari rumput. Tak jauh dari rumahnya. Keterangan tersebut seperti mengemuka dari Kapolsek Kadipaten Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Gunarto, melalui Kanit Lantasnya, Iptu H Edi Suprayitno.

Ia pun sudah mengidentifikasi kereta api yang melintas kala itu. "Korban diduga diserempet Kereta Api Kunto Jaya, jurusan Purworejo-Bandung," jelasnya kepada wartawan seraya menambahkan, korban saat itu hendak pulang ke rumahnya sewaktu melintas usai mencari rumput di sekitar lokasi kejadian.

Lokasi kecelakaan di KM 236 Kadipaten. "Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia dan mengalami luka di bagian kaki sebelah kanan serta luka di pundak sebelah kanan," terangnya. Keterangannya memperkirakan korban terserempet usai mencari rumput, sebut Edi, lantaran di sekitar TKP ditemukan karung rumput.

Tak berselang lama jasad korban dievakuasi. Diduga korban meninggal dunia di tempat kejadian setelah terserempet KA. Kami menemukan satu karung rumput di TKP. Karung rumput dibawa korban diangkut di kepala sebagaimana bagian terluka di bagian pundak kemudian kaki," katanya. red 

Terlihat lengang suasana perdagangan ternak di Pasar Hewan Manonjaya Tasikmalaya, pada Rabu (21/7)
Tampak dengan pemandangan cukup beda dari biasanya. Suasana di lokasi perdagangan ternak, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Hewan Manonjaya, pada Rabu (21/7), tak begitu terlihat dengan riuh keramaian. Hanya sedikit pedagang, penghubung (calo), hingga ternak dibawanya yang seliweran.
Lingkungan luas area UPTD dibawah Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Kab.Tasikmalaya itu, bisa dikata hening. Sepi. Kandang-kandang ternak luas memanjang banyak yang kosong. Di hari pasar mingguan Rabu kemarin memang hanya sehari setelah berlangsung Idul-Adha atau hari raya Qurban.
Namun yang mengemuka sepinya perdagangan hari itu, bukan lantaran selepas Idul-Adha. Seperti apa yang dikemukakan oleh H Maman, seorang petugas pencatat/retribusi masuk ternak ke pasar hewan, kalau berdasar catatannya di hari-hari normal, jika perdagangan hewan di hari pasar seusai Idul-Qurban, angka penurunannya paling di kisaran 20-30%.
Hewan masuk pasar hewan atau yang diperdagangkan saat normal berkisar 200-250 ekor sapi. “Biasanya pengurangan di kisaran 20-30% di hari pasar normal setelah Idul-Adha ke belakang-belakang. Pada hari Rabu ini sepi. Yang saya catat ternak (sapi) masuk hanya berjumlah 34 ekor. Jenis lainnya tak ada. Tuh Bapak bisa lihat kandang-kandang juga kosong,” ujar H Maman, saat ditanya.
Di hari perdagangan pasar hewan ini dalam setiap Rabu, jadi tempat bertemunya atau turunnya ratusan pedagang yang dominan asal Priangan Timur dengan pembelinya. Biasa juga kedatangan pedagang hewan asal Jawa Tengah. Ternak yang diperdagangkan umumnya, sapi. Dalam jumlah sedikit ada pula kerbau dan domba yang dibawa pedagang.
Ungkit terus ungkit dari obrolan pedagang yang sampai ke kantor UPTD dan itu dibenarkan petugasnya, para pedagang ternak enggan datang ke pasar hewan Rabu kemarin lebih lantaran informasi situasi banyaknya penyekatan jalan, kemudian khawatir dengan paparan Covid-19 yang merebak. Memakan banyak korban.
“Beberapa pedagang mengemukakan, saat ini lebih ingin memilih selamat. Takut terkena virus corona. Itu kata para pedagang yang sampai ke kita dengan sebagian via  telepon,” jelas H Maman yang tampak menegaskan, informasi paparan Covid-19, sementara ini cukup membuat kekhawatiran tersendiri di sekalangan masyarakat. gus

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.