Konferensi PGRI Tamansari di Tengah Pandemi Covid-19

 

Camat Tamansari dan ketua PGRI Kota Tasikmalaya, memberi sambutan dan apresiasi, terus memotivasi kinerja pengurus PGRI yang lebih baik dari masa ke masa.

Pengurus dan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, melangsungkan Konferensi Cabang XXII PGRI Tamansari, Masa Bakti 2020-2025. Konferensi itu di GOR milik PGRI Tamansari, Kamis (17/12).

Menghadiri acara, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Dodo Agus Nurjaman SPd, beserta beberapa jajaran pengurusnya, unsur Muspika Tamansari, serta para mandataris pengurus ranting PGRI se-Kecamatan Tamansari.

Cukup kentara dalam pelaksanaan konferensi yang memerhatikan protokol kesehaan di masa pandemi Covid-19. Antar-mereka yang hadir duduk berjarak, bermasker. Terlebih penekanan acara yang hanya diizinkan petugas satgas Covid, hingga pukul 12.00 WIB.

Agenda konferensi dalam tahapan inti, berisi pelaporan pertanggungjawaban pengurus lama, kemudian menyepakati program lima tahun ke depan, serta paling sentris dengan agenda pemilih ketua dan pengurus baru.

Setelah melewati beberapa tahapan sidang dalam agenda itu, di ujungnya posisi ketua akhirnya diamanatkan kembali pada sosok Ketua PGRI Tamansari sebelum ini, Agus Ruhimat SPd, MPd. Ia didampingi, Wakil Ketua Maman Suryaman SPd, Sekretaris Hasan SPd MPd.

Camat Tamansari yang juga Dewan Pembina PGRI Cabang Kecamatan Tamansari, Ukim Sumantri S.Sos, saat memberi sambutan, menyatakan apresiasi untuk terselenggaranya konferensi. Memberi selamat untuk terus melakukan pengabdian. Apresiasi ia juga untuk pelaksanaan konferensi yang memerhatikan standar protokol kesehatan.

Dalam sambutan sebelumnya, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Dodo Agus Nurjaman mengungkapkan kebanggaannya, untuk sinergitas, solidaritas, dan soliditas PGRI Tamansari yang terbangun sejauh ini, harapnta dapat terus menjadi motivasi bagi cabang lainnya.

Sedangkan Agus Ruhimat, saat ditanya dirinya memaknai kepercayaan itu sebagai amanah yang harus dijalankan programnya. Sempat ia mengaku kaget. “Pilihan tertuju pada yang tua lagi. Padahal banyak yang muda untuk memimpin PGRI cabang ini,” selorohnya.

Di soal program kerja, ungkapnya, masih ada garapan lama yang yang perlu dilanjutkan, seperti dengan skala prioritas di antaranya penuntasan gono gini aset dengan PC PGRI Kecamatan Cibeureum. Lainnya, pemenuhan fasilitas di gedung PGRI.

Komitmennya, sesuai visi konferensi saat ini untuk dapat mengokohkan soliditas, solidaritas. Meningkatkan semangat kebersamaan dalam spirit menghadirkan performa organisasi yang makin dapat dibanggakan, dipercaya.

“Kemudian masih dengan harapan meyakinkan bahwa organisasi ini wadah juang yang harus dirasakan keberadaannya. Merangkul rekan-rekan seprofesi yang belum masuk jadi anggota, utamanya di luar jenjang SD. Apalagi berdasar UU tentang Guru/Dosen menyaratkan kita harus berorganisasi,” pungkasnya kepada Tasikplus.gus