Ratusan Warga Karikil Kota Tasikmalaya Keracunan

Banyaknya warga keracunan, sempat ditempatkan petugas dalam ruang penanganan darurat

Sempat jadi kabar mengejutkan. Lebih seratusan orang warga Kelurahan Karikil, Kec.Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mengalami keracunan. Kejadian itu setelah mereka menghadiri acara ulang tahun di satu rumah warga. Acara syukuran ulang tahun untuk seorang anak itu persisnya di betulan Cilange, Karikil, Rabu (7/10) sore. Memasuki pengujung acara, warga yang memenuhi undangan mendapat pembagian nasi kuning lengkap lauknya dalam dus. Di akhir acara undangan ulang tahun ini pada pulang ke rumahnya. Dimungkinkan mereka menyantap sajian nasi dalam dus itu petang hari hingga malam. Namun pada Kamis dini hari banyak warga yang mulai merasakan gejala keracunan seperti, sakit perut, mual, muntah-muntah, dan diare. Beberapa saat kemudian, mereka berdatangan ke puskesmas terdekat dan tempat pengobatan lain. Hingga puncaknya banyaknya warga keracunan ini ditempatkan petugas kesehatan di beberapa ruang SD Puspasari. Sebagian dilarikan ke RSUD Kota Tasikmalaya. Sontak petugas kesehatan pun disibukkan dengan jumlah korban yang terus bertambah. Pada Kamis siang angka warga yang jatuh sakit tercatat112 orang. Mereka yang keracunan terdiri anak-anak dan orangtua yang mengantar ke acara ulang tahun. Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Titie Suryaningsari, yang mengawal para petugas kesehatan mengabarkan, memasuki Kamis malam, jumlah korban keracunan makanan di Kelurahan Karikil, tercatat 171 orang. Pengakuan pejabat ini, pihaknya langsung mangambil sampel makanan terdiri nasi kuning berikut lauknya seperti telur, sambal goreng tempe, ada juga berupa sayur lalabnya. Tentu dengan bumbu masak yang digunakan, hingga seukuran sisa muntahan untuk diperiksa di laboratorium. Hingga jumat pagi masih banyak yang dirawat. Selain di Puskesmas Mangkubumi dan Karanganyar, ada juga yang di Klinik Azra, RSUD Dokter Soekardjo. Ada juga sebagian yang sudah diperbolehkan berobat jalan. “Alhamdulillah semua tergangani," kata Titie Suryaningsari, di tempat perawatan darurat SD Puspasari, Kamis (8/10) sore. Ia pun sempat menduga sementara, pemicu keracunan dari nasi kuning. Bukan dari makanan dus lainnya di acara ulang tahun itu. "Sesuai keterangan pemilik hajatan, mereka menyediakan 120 boks nasi kuning. Jika satu boks dimakan oleh dua sampai empat orang, kemungkinan jumlah korban lebih dari 250 orang," kata Titie. Masih pengakuan Titie, pihaknya beberapa setelah kejadian menyiapkan berbagai obat-obatan termasuk sarana perawatan. Selain itu juga ditargetkan/diharapkan, jumlah korban sembuh dalam dua sampai tiga hari setelah kejadian. “Yang sudah bisa berobat jalan, kami suruh pulang sambil terus dipantau perkembangannya," tambah Titie. gus