Pengurus Partai Jadi Korban Pelaku Aksi Kekerasan

Korban aksi kekerasan, Asep Nurdiana, tak lama langsung dibawa warga yang menolongnya dari lokasi kejadian ke RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, untuk mendapat perawatan

Cukup jadi berita menyita perhatian warga Kota Tasikmalaya, seiring mudah menyebarnya kabar-kabar kejadian yang berseliweran di jejaring medsos. Seorang pengurus partai politik (parpol), di Kota Tasikmalaya, jadi korban tindak kekerasan di jalan raya.
Peristiwa tersebut berlangsung malam larut atau dini hari. Menimpa Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Asep Nurdiana. Ia tiba-tiba mendapat serangan dan dianiaya orang tak dikenal, saat hendak pulang ke rumahnya, Selasa (28/4) dini hari.
Belum diketahui motif penganiayaan tersebut. Korban dalam perjalanan pulang di ruas Jl Sewaka. Pelaku yang terlihat hanya seorang diri langsung kabur ke kegelapan malam, setelah korban berteriak meminta tolong.
"Belum diketahui apa motifnya. Apakah aksi kejahatan murni atau ada motif lain. Karena pelaku langsung kabur," kata kakak kandung korban, Denny Romdoni, yang juga anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa siang.
Menurut Denny, dini hari itu korban habis mengikuti kegiatan partai di DPC Jalan By Pass Ir H Djuanda. Tiba di lokasi, di Jalan Sewaka, korban yang menaiki sepeda motor tiba-tiba dicegat pelaku.
Belum sempat apa-apa, pelaku langsung menyerang dengan sebuah benda yang dipegangnya dan memukul membabi-buta. "Adik saya terkejut dan berupaya membela diri sebisanya, sambil berteriak meminta tolong," kata Denny.
Tak lama datang warga, membuat pelaku ketakutan dan kabur ke kegelapan malam. Warga segera membawa korban ke RSU dr Soekardjo. Salah satu jari tang kiri korban diketahui patah.
"Kasus ini sudah saya laporkan ke polisi, dan diharapkan menjadi perhatian warga. Karena siapa tahu pelaku mau merampas motor adik saya. Apalagi saat ini pengangguran bertambah, dampak dari penyebaran virus corona," kata Denny.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman, membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. "Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan," ujarnya. fir