RAT Kopontren Fathiyah Dilakukan Online Agar Terhindar Penyebaran Virus Corona


Suasana RTA Koperasi Pesantren Fathiyah Idrisiyah Pagendingan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya

Rapat Anggota Tahunan (RAT)  Koperasi Pesantren Fathiyah Idrisiyah Pagendingan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya dilakukan secara online. Hal itu dilakukan menyusul ditetapkannya serangan virus corona atau Copid-19 sebagai bencana Nasional.

Ketua Kopontren Fathiyah Idrisiyah, Ahmad Tazzaka Bonanza mengatakan agenda RAT tidak bisa ditunda karena sudah menjadi agenda tahunan koperasi yang harus dijalankan. Dan RAT tahun ini dilakukan secara online tidak dilakukan secara rapat di satu ruangan.

"RAT harus tetap berjalan. Makanya dengan terpaksa kita selenggarakan secara online. Untuk masukan saran dan pengesahan akan kami tunggu 7-10 hari kedepan melalui Grup Anggota Koperasi," kata Aka Rabu (17/3/2020).

Aka mengakui saat ini pemerintah sedang fokus melakukan upaya pencegahan terhadap merebaknya virus Corona di wilayah Tasikmalaya yang harus didukung oleh semua kalangan termasuk koperasi pesantren.

Setidaknya kopontren Fathiyah memiliki 180.000 anggota binaan, 5000 warung UKM, 3000 mitra madrasah dan lembaga, 40 unit bisni pemberdayaan ekonomi pesisir dan 1000 kepala keluarga program air bersih dan sanitasi.

Kopontren Fathiyah sendiri sudah berdiri sejak 37 tahun lalu dan terus mengimbangi pesatnya kemajuan di daerah sehingga mampu bertahan dan tumbuh menjadi koperasi terbaik Nasional di Tahun 2018. Saat ini koperasi mengelola aset senilai 72 miliar.

Sebagai Ketua Kopontren, Aka memiliki keinginan koperasi yang dipimpinnya bisa membantu menciptakan swaswmbada pangan di Kabupaten Tasikmalaya dan meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah agraris yang kaya akan potensi pertanian yang luar biasa.

"Semoga Kopontren Fathiyyah di Masa masa yang akan datang mampu memberikan kontribusi lebih besar lagi bagi Anggota dan masyarakat Kabupaten Tasikmlaya lebih sejahtera lagi," katanya.

Aka juga mengharapkan dengan RAT sistem online ini bisa menghasilkan program yang berkualitas untuk kemajuan koperasi di masa depan.

Di tahun ini kata Aka koperasi menargetkan ada tambahan program untuk 5000 sampai 10.000 warung UKM dan tambahan penerima manfaat program air bersih dan sanitasi untuk 5000 sampai 10.000 kepala keluarga dan membangun pabrik Qini plant pengolahan udang vaname. Juga akan menambah 6000 lembagan pendidikan.

"Ini semua kami lakukan agar kopontren bisa memberi dampak besar bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya," katanya.* Latif