Didin Syahidin ST Terus Tingkatkan Layanan Kepada Pelanggan



Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura merupakan salah satu perusahaan daerah milik Pemkab Tasikmalaya, kiprahnya sudah cukup lama, berdiri sejak tahun 1925, hingga kini, tercatat PDAM Tirta Sukapura telah memiliki pelanggan setia lebih dari 43 ribu.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan, Direksi PDAM Tirta Sukapura terus melakukan sejumlah terobosan, teranyar melakukan penggantian pipa transmisi utama di dua lokasi, Juanda, dan Jalan SL Tobing. Selain penggantian pipa utama, juga dibangun instalasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Sukaresik, berlokasi di Kampung Pasirhuni Kecamatan Ciawi.

Direktur Teknik Didin Syahidin ST, saat berbicangan ringan dengan /Tasikplus/ di kantornya, Rabu pekan lalu, didampingi Direktur Utama Ir Wawan Darmawan MM serta Direktur Umum Mohamad Alie Imran SE menjelaskan sejumlah upaya tengah kami lakukan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan, mulai dari mengganti pipa transmisi utama yang lama, dan membangun SPAM IKK.

Dari total 96 kilometer pipa utama yang perlu di revitalisasi, saat ini baru sekitar 5 persen saja yang sudah diganti dengan pipa baru. Jumlah tersebut termasuk dengan rencana penggantian pipa untuk jalur distribusi wilayah timur Kota Tasik, mulai dari depan Optik Orbita, sampai dengan kantor Kecamatan Cibeureum.

Berikut ulasan lengkap perbincangan dengan Direksi PDAM Tirta Sukapura yang akan segera mengakhiri masa jabatannya Minggu ini.

Beberapa bulan lalu, sempat terpantau aktivitas penggantian pipa PDAM dibeberapa titik, bisa dijelaskan?

Baik, itu kegiatan penggantian pipa transmisi utama, untuk distribusi jalur Utara Kota Tasik (Indihiang, Cipedes), dan untuk daerah paseh dan sekitarnya. Semua dikerjakan oleh Kementrian PUPR atas usulan kami sebelumnya, kita hanya sebagai penerima manfaat saja. Perlu diketahui, saat ini kondisi pipa transmisi utama perlu segera dilakukan revitalisasi, mengingat usia pipa saat ini sudah hampir 40 tahun, sejak dibangun pada tahun 1982/1983, dan masih menggunakan pipa model lama jenis ACP. Saat ini penggunaan pipa jenis itu sudah tidak direkomendasikan, mengingat tidak ada lagi pabrik yang memproduksinya, sehingga akan menyulitkan dalam penanganan ketika terjadi kebocoran, nantinya akan diganti dengan pipa PE. Selain penggantian pipa transmisi utama, tahun lalu, dibangun juga instalasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Sukaresik, yang berlokasi di kampung Pasirhuni Kecamatan Ciawi, SPAM tersebut dapat melayani untuk 1.800 konsumen. Tahun ini, rencananya akan kembali dibangun SPAM IKK di kampung Linggamulya Kecamatan Sukarame, berkapasitas 20 liter perdetik, untuk 2 ribu konsumen, saat ini dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Selain itu, akan ada penggantian pipa transmisi utama, untuk jalur distribusi wilayah timur, mulai dari Optik Orbita, hingga kantor kecamatan Cibeureum, kurang lebih sepanjang tujuh kilometer.

Selain penggantian pipa baru, dan pembangunan SPAM IKK, adakah upaya lainnya guna peningkatan layanan kepada pelanggan?

Jelas ada, mengingat sumber air baku yang kami miliki saat ini jumlahnya masih terbatas, rencananya kita akan kembali membangun instalasi pengolahan air, memanfaatkan sumber air dari sungai Ciwulan, dengan kapasitas 250 liter perdetik, lokasinya berada di dekat kantor gedung Bupati. Saat ini kita sudah melangkah untuk mengurus Surat Ijin Pengambilan Air atau SIPA. Setelah itu, PDAM bersama pemerintah daerah akan sama-sama membahas untuk dibuatkan Detail Enginering Design (DED) instalasi pengolahan air, sebagai salah satu syarat untuk pengajuan ke Kementrian PUPR. Jika instalasi Ciwulan ini terealisasi, maka kita dapat memenuhi kebutuhan air minum warga untuk kota Tasik mencakup kecamatan Kawalu, Tamansari, dan Cibeureum, dan kabupaten Tasikmalaya, untuk daerah Singaparna dan sekitarnya, dengan jumlah 20 ribu pelanggan. Selain itu, kita juga berencana meningkatkan
kapasitas instalasi pengolahan air lengkap di Bantarkalong, dari semula berkapasitas 20 liter perdetik, di upgrade, kita tingkatkan 25 liter, menjadi 45 liter perdetik, sumbernya dari sungai Cilangla. Kenapa di upgrade? saat ini stok air yang ada dirasa masih kurang, seiring dengan meingkatnya kebutuhan masyarakat.

Saat ini, sumber air baku yang digunakan PDAM, bersumber dari mana saja?

Sumber air baku PDAM, ada yang berasal dari sumber mata air, ada juga dengan sistem pengolahan, untuk pengolahan lokasinya di Kecamatan Bantarkalong, sementara kalau yang bersumber dari mata air, diantaranya dari Cipondok Leuwisari, Pasirhuni Ciawi (SPAM IKK Sukaresik), Pagerageung, dan Indihiang,

Ada rencana pengembangan sumber air baku  PDAM?

Pada dasarnya, pemerintah daerah melalui PDAM harus membebaskan sumber-sumber mata air, tapi kami juga tidak bisa apa-apa ketika keberadaan sumber mata air tersebut, sudah lebih dulu dimanfaatkan oleh warga, kalau yang tidak dimanfaatkan sama sekali, kami coba bebaskan, salah satunya sumber air baku yang sudah dibebaskan tahun 2016 ada di wilayah Kecamatan Ciawi, dengan kapasitas 25 liter perdetik, tapi sejauh ini belum ada rencana pengembangan sumber air baku tersebut, sementara jadi aset cadangan PDAM.

Sampai saat ini, berapa banyak warga yang terlayani oleh PDAM?

Sampai saat ini PDAM baru bisa melayani kebutuhan air minum warga, 28 persen di kota Tasik, 5 persennya warga kabupaten Tasik, jadi masih banyak warga yang belum mendapat pelayanan PDAM secara langsung. Sementara beberapa kecamatan di Kab. Tasik  merupakan daerah rawan air bersih, dan PDAM harus masuk disitu. Berdasarkan pemetaan kami, daerah rawan air bersih di Kab. Tasik, diantaranya Kecamatan Bantarkalong, Karangnunggal, Pagerageung, Ciawi, sukaresik, Sukarame, dan beberapa daerah lainnya. Targetnya PDAM menyasar seluruh daerah rawan air bersih, tentu dengan memperhitungkan nilai keterjangkauan terhadap pelanggan, salah satu upayanya dengan membangun SPAM IKK.

Terakhir, kalau melihat jumlah warga yang terlayani, persentasenya masih cukup kecil, pendapat anda?

Betul memang, kami bukan tidak ingin meningkatkan jumlah pelanggan, namun kemampuan kami yang terbatas, ditambah ketersediaan air baku juga sama terbatas. Kalau permintaan untuk pemasangan baru, khususnya dari warga kota Tasik cukup banyak, sampai sekarang masih ada yang belum terlayani, ini pun kami sudah hampir satu bulan dilakukan moratorium atau pemberhentian sementara pemasangan baru. Mudahan-mudahan dengan sejumlah terobosan yang tengah kami gagas ini, dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Pid