Memasuki bulan Ramadan, kegiatan yang dilakukan sekolah-sekolah di Tasikmalaya, pada umum diisi Pengajian Ramadan. Tentunya dengan tibanya Ramadan 1440 H/2019 H saat ini. Kegiatan pembelajaran ini cukup fokus dalam penguatan pemahaman anak tentang pengetahuan keagamaan, baik seputar hukum-hukum Islam atau praktik ibadah.

Pelaksanaannya, ada yang sengaja memindahkan aktivitas ke pondok pesantren sekitar sekolah, bekerja sama penyeenggaraannya dengan pengasuh pesantren. Ada juga yang digelar di masing-masing sekolah dengan menghadirkan ajengan atau ustad ke sekolah, atau ada lagi yang langsung dibimbing guru-guru agama sekolah.

Aktivitas pembelajaran ektra di bulan Ramadan ini, seperti yang dilaksanakan pendidik serta murid-muridnya di SDN Tirtayasa, Kel.Setiawargi. Warga sekolah di pengujung wilayah selatan Kota Tasikmalaya, ini membagi tiga kelompok belajar sambil memola model pembelajaran tanpa meja-kursi, alias melantai. gus

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, HM Yusuf, berbaur di lokasi OPM, setelah secara simbolik ia buka kegiatan OPM 2019 yang dipetakan di lima titik/lokasi

Sepertinya sudah menjadi gejala tahunan. Memasuki bulan Ramadan yang biasa itu sampai jelang Lebaran, masyarakat mendapati harga-harga bahan pangan naik, sebagian meroket. Tak sedikit kalangan kemudian mengaitikan pada anggapan enteng, itu berkorelasi dengan naiknya tingkat konsumsi.

Pada bulan puasa dipersepsikan terjadi peningkatan konsumsi di masyarakat. Menyasar bahan-bahan pangan. Sehingga mendorong kondisi stok di pasaran yang menipis. Besarnya permintaan, dalam kamus ekonomi, akan memengaruhi harga penjualan. Tanpa banyak penduga itu lantaran aksi spekulan yang berulah aji mumpung.

Pelaku perdagangan dalam rantai pasar, menangkap besarnya permintaan dalam suplai yang tak berimbang, lalu mengerek atau mengganti harga-harga yang semula normal. Dinaikkan harga-harganya dalam gelagat stok bahan perdagangan terkuras, bahkan ada suara-suara rasa cemas, mengkhawatirkan kebutuhan konsumsi tak terpenuhi.

Tentu dalam gelagat demikian, pemerintah biasanya tak membiarkan. Tak mungkin menghadang spekulan dalam kegiatan perdagangan. Tapi melancarkan strategi lain. Kebijakan mengawal stabilitas pangan itu yang penuh maksud juga menekankan harga agar tak membumbung, halnya melakukan intervensi dengan kegiatan gelar Operasi Pasar Murah (OPM).

Dengan langkah itu, pemerintah Kota Tasikmalaya, memasuki Ramadan 1440 H/2019 M, melancarkan kegiatan OPM 2019. Di dalamnya diperdagangkan beragam produk pangan atau kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) //plus//, sejak beras, telur, daging merah, gu;a, minyak goreng, terigu, sampai berupa bahan sayuran lengkap dengan beberapa bahan bumbu, serta gas elpiji.

Malah yang tak terlewat pula, pelayanan penukaran uang melibatkan kantor BI dan dua bank pelaksana hadir di dalamnya. Kehadiran mobil unit layanan perbankan itu kemudian menjadi sasaran masyarakat di lokasinya, menukarkan uang lusuh dan pecahan tertentu yang dipersiapkan sebagai uang hadiah Lebaran pada anak-anak.

Dalam kawalan TPID

Sekilas pada pelaksanaannya, kegiatan OPM dalam pengawalan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya. Tim ini diketua kepala daerah, wakilnya dijabat kepala kantor BI Perwakilan Tasikmalaya. Persisnya, tim ini terdiri unsur pemerintah daerah dengan beberapa dinas teknis di dalamnya, BI dan kalangan perbankan, Pertamina, Bulog, Hiswana Migas, serta kalangan pengelola pasar swalayan.

“Kegiatan OPM ini untuk mengintervensi harga, membuat stok pangan tetap ada, berusaha meringankan pengeluaran beli sembako masyarakat,” ujar Dedi, kabag Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya, saat ditanya pada pelaksanaan OPM di wilayah Kec.Tamansari, yang berlangsung dua hari, Kamis-Jumat (9-10/5).

Kalau pada dua hari penyelenggaraan OPM di halaman kantor Kec.Tamansari, dengan wilayah layanan bersama warga di Kec.Kawalu, program gelar OPM Kota Tasikmalaya, terbagi dalam lima titik gelar, dengan tiap titik gelar melingkupi dua wilayah kecamatan.

Selepas gelar di Tamansari, OPM diteruskan di Kec.Purbaratu, dengan sasaran pelayanan untuk dua wilayah kecamatan, bersama Kec.Cibeureum. Berlangsung hari Senin-Selasa (13-14/5). Setelah dari Purbaratu, berlanjut ke wilayah Kec.Bungursari dan Mangkubumi, pada tanggal 16-17 Mei. Melanjut ke wilayah Kec.Cihideung-Tawang, pada tanggal 20-21 Mei, dan terakhir di wilayah Kec.Indihiang-Cipedes.

Sekilas di lokasinya, tim dari kantor BI tampak membawa petani binaannya yang memperdagangkan sayuran. Beberapa mal, menjual beras, telur, daging dan minyak goreng, Hiswana Migas, menyiapkan elpiji dalam beberapa truk dengan tabung ukuran 3 kg dan 5 kg.

Pemandangan lain di lokasi OPM, tak lama gelar langsung diserbu masyarakat. Menurut Dedi, untuk tiap komoditas yang diperdagangkan harganya berselisih lebih murah mulai Rp 2.000-3000 bahkan lebih dari itu per satuan dari harga normal di pasaran. Harga yang tak terpengaruh gejolak kenaikan, bahkan lebih murah dibanding harga normalnya.

Program WUB

Menakar kebijakan pemerintah Kota Tasikmalaya, pada sektor ekonomi masyarakatnya, dalam harap itu mengontribusi peningkatan kesejahteraannya, di luar yang musiman seperti lewat OPM tadi, ada yang populer juga program dilancarkan, dengan sebutan program Wirausaha Baru (WUB).

Gagasan ini berjalan memasuki tahun kedua di tahun sekarang (2019). Pemerintahan yang dipimpin Wali Kota – Wakil Wali Kota, H Budi Budiman – HM Yusuf, menghadirkannya seiring orientasi/harap hadirnya pelaku-pelaku usaha baru dalam ragam potensi yang ada.

Pemerintah daerah menarget hadirkan 5.000 WUB sepanjang periode kepemimpinan sekarang. “Di tahun 2018 lalu, sasaran bina terhadap 1.000 peserta WUB. Tahun ini tentunya sasaran bina kita lanjutkan. Target 5.000 WUB hingga akhr periode kepemimpinan pemerintahan sekarang,” jawab Hanafi, kepala Dinas Keuangan Kota Tasikmalaya dalam satu obrolan.

Model menghadirkan kalangan usahawan baru ini, diawali pendataan/pendaftaran mereka yang berminat ikut program. Setelah terdata, diberikan ragam pembinaan, pelatihan, pemberian kemampuan usaha sesuai minat-bakatnya. Peserta pelatihan di akhir kegiatan diberikan sertifikat keahlian. Mereka pun difasilitasi/diberi akses ke perbankan saat memerlukan tambahan permodalan.

“Namun, tentu terlepas dengan capaian keberhasilan program ini seperti apa, yang pasti pemerintah sudah melakukan //tregger// dalam rangka menstimulasi hadirnya pelaku-pelaku usaha baru, melalui proses pembinaan, mengupayakan kalangan warga ini memiliki keahlian,” kata Hanafi.

Gelaran TOF

Upaya lainnya pemkot Tasikmalaya, untuk mengintervensi geliat ekonomi daerah, ada lagi konsepnya melalui gelaran Tasik Oktober Festival. Hajatan teragenda rutin di pengujung tahun itu, belakangan hingga dapat menghadirkan investor dari luar negeri.

Catatan Hanafi, dari ajang TOF, di antara pengusaha lokal sampai berbuah jalinan hubungan pasar ke luar negeri. Halnya menembus peluang ekspor ke Jerman, Palestina, dan Irak.

Catatan tambahan lainnya, kebijakan pemerintahan Kota Tasikmalaya teranyar yang masih seraha ke sektor ekonomi, tercapainya Bandara Wiriadinata yang semula sebagai titik basis militer, menjadi bandara komersil. Kini sudah biasa masyarakat dan kalangan pemerintah memanfaatkan transportasi udara itu menuju Jakarta dan Solo.

Jauh sebelum ke capaian monumental stimulasi lecut perekonomian, di luar gelar TOF, kemudian bandara, malah ada juga kegiatan promosi produk unggulan di luar negeri, langkah searah dengan kebijakan pacu ekonomi ini di awal pemerintahan H Budi-HM Yusuf, melancarkan program perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur jalan.

Dan, tahun garap infratruktur secara fokus itu sampai berlangsung tiga tahun anggaran. Hasilnya kini, masyarakat Kota Tasikmalaya, begitu menikmati banyak mulusnya ruas-ruas jalan, hingga pengerasan jalan-jalan ke lingkungan pemukiman masyarakat. red


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Triwidhi H Puspitasari (kedua dari kiri), Senin lalu, memberi keterangan pers tentang layanan kemudahan yang diberikan lembaganya memasuki Lebaran, didampingi pejabat-pejabat Dinas Kesehatan

Mengawal akses layanan tetap optimal serta tak terkendala. Terutama memasuki masa mudik Lebaran 1440 H dan libur panjang 2019, BPJS Kesehatan memastikan konsep pelayanan instan bagi peserta JKN-KIS, di mana pun ia berada.

Keterangan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Triwidhi H Puspitasari, Senin (26/5), lembaganya dalam pilihan memberi kemudahan pelayanan bagi peserta JKN+KIS, di masa suasana mobilitas tinggi masyarakat saat Lebaran.

Dengan rentang masa layanan khusus ini sejak H-7 sampai H+7 Lebaran 1440 H/2019, beber Triwidhi, kemudahan yang diberikan halnya, peserta tak lagi dibuat terhambat pelayanan kesehatan dengan soal/asal tinggalnya saat tengah mudik, atau ketika berada di luar area tempat ia terdaftar awal sebagai peserta JKN-KIS.

Jadi, saat tengah mudik dan memerlukan pelayanan kesehatan, ia dapat memperoleh pelayanan kesehatan di lokasi ia berada, pada puskesmas/klinik pratama/praktik dokter/RS D Pratama yang membuka pelayanan kesehatan, sekurang-kurangnya tiga kali kunjungan.

Apabila tidak terdapat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di lokasi kunjungan pemudik atau peserta yang membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit yang ada untuk mendapat pelayanan medis dasar.

“Kemudian, pada keadaan kegawatdaruratan, seluruh fasilitas kesehatan, baik yang sudah bekerja sama atau tidak, wajib memberikan pelayanan penanganan pertama pada peserta JKN-KIS,” jelas Triwidhi di acara gelar konferensi pers bersama kru media massa di wilayah kerjanya ini, Senin itu.

Kartunya harus aktif

Untuk semua kebijakan bagi peserta BPJS itu di musim mudik, sebut Triwidhi, institusinya sudah menyingkronkan kinerja dengan lembaga layanan atau menjalin kerja sama dengan institusi-institusi layanan kesehatan.

Namun, yang sempat ditegaskan Triwidhi, guna mendapat pelayanan-pelayanan itu, pihaknya meminta setiap peserta JKN-KIS dalam status kepesertaan aktif. Kartunya aktif. Tak menunggak iuran bulanannya.

"Saya juga ingin pastikan pelayanan instan ini bagi para peserta JKN-KIS yang aktif kartu pesertanya," jelas Triwidhi yang saat konferensi pers itu didampingi kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, serta dua pejabat dari Dinas Kesehatan Kab Tasikmalaya dan Kab.Garut.

Di masa libur Lebaran, kegiatan pelayanan kantor BPJS Kesehatan akan secara khusus buka pada tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019. Di luar itu akses pelayanan sudah dikoordinasikan juga dengan PIC rumah sakit atau petugas piket.

Yang masih jadi perhatian memasuki libur Lebaran ini, termasuk bagi pasien penyakit kronis dalam kebutuhan obatnya. Pengambilan obat bagi kalangan pasien itu dapat dilakukan lebih awal jika jadwal pengambilannya jatuh pada masa liburan Lebaran.

Kemudian, di luar pemeranan instalasi-instalasi layanan kesehatan selama libur hari raya, BPJS Kesehatan juga menempatkan posko-posko di sejumlah titik arus mudik. Di posko ini selain untuk pelayanan kesehatan, bisa dimanfaatkan tempat singgah hingga layanan refleksi. gus

Bupati Ade Sugianto, memberi sambutan di acara pelantikan pengurus baru Kadin Kab.Tasikmalaya. Ia kemudian meminta peran lebih Kadin untuk mendorong perekonomian masyarakat Kab.Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya memaparkan beberapa kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong geliat ekonomi daerah. Kemudian secara khusus ia mengharapkan, kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tasikmalaya, dapat menjadi jembatan antara pengusaha dan pemerintah. Hal itu disampaikan bupati, saat menghadiri pelantikan pengurus baru Kadin Kab.Tasikmalaya.

"Kepengurusan Kadin Kab. Tasikmalaya, periode 2018-2023, diharapkan mampu untuk menjadi wadah komunikasi dan konsultasi antara pengusaha kab. Tasikmalaya dengan pemerintah daerah, untuk hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa di Kab. Tasikmalaya," sitirnya, di acara yang berlangsung di Op Room gedung Sekretariat Daerah Kab. Tasikmalaya.

Acara tersebut persisnya pada Senin (13/05). Bupati meneruskan acara di dalamnya untuk menandai pembukaan Ramadhan Expo 2019, di halaman Masjid Agung Kab. Tasikmalaya. Adapun Ketua Kadin Kab.Tasikmalaya yang baru dipercayakan kepada sosok, Cecep D Abdul Qoyum SE MSi. Selepas pelantikan oleh pengurus Kadin Jabar, Cecep memberikan sambutan di depan yang hadir.

Menghadiri acara pelantikan, tampak Ketua Kadin Jawa Barat, Ir H Tatan Pria Sudjana SE, jajaran ketua Kadin di Priangan Timur, Wakapolres Tasikmalaya, perwakilan dari Makodim, para kepala SKPD Kab.Tasikmalaya, perwakilan dari OJK dan BI Tasikmalaya, serta unsur perbankan serta tamu undangan lain.

Bupati Ade mengemukakan, Kabupaten Tasikmalaya berupaya mewujudkan ekonomi yang kuat dalam bidang agribisnis dan pariwisata. Selain itu Kab. Tasikmalaya memiliki berbagai keunggulan yang potensial ditinjau dari banyaknya penduduk, banyaknya jumlah industri kecil dan menengah, dan luas wilayah yang besar.

Menurutnya lagi, sesuai dengan RPJMD Kab. Tasikmalaya tahun 2016-2021 bahwa visi daerah ini, “Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami dinamis dan berdaya saing di bidang agribisnis berbasis pedesaan. Pada misi kedua berbunyi, mewujudkan perekonomian yang tangguh di bidang agribisnis dan pariwisata.

“Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah penduduk sebesar 1.749.914 jiwa dan luas wilayah sebesar 270.882 HA serta jumlah industri kecil dan menengah sebanyak 31.563 buah merupakan potensi yang sangat besar dan sangat potensial untuk dikembangkan," ujarnya.

Bupati mengulas harapannya, agar Kadin dapat berperan lebih, terutama terkait pembinaan pelaku industri pertanian. "Peranan Kadin sangat dinanti masyarakat Kab. Tasikmalaya terutama dalam pembinaan terhadap para pelaku industri pengolahan hasil pertanian yang tersebar di Kab. Tasikmalaya," ucapnya.

Selebihnya yang masih diminta bupati, Kadin dapat menyebarluaskan informasi berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi, melaksanakan advokasi mengenai permasalahan yang dihadapi oleh dunia usaha, membantu membuka akses baik yang terkait dengan sumber daya maupun pasar, melaksanakan promosi produk-produk lokal Kab. Tasikmalaya, serta mendorong pengembangan investasi untuk meningkatkan nilai ekonomi./rls

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.