Warga desa Pameutingan alami Kesulitan air bersih serius




Kesulitan air bersih telah dialami warga Kp. Cikaracak Rt 05/01 dusun Babakaniray desa Pameutingan kec. Cipatujah sejak lama, mendiami daerah perbukitan dengan kontur tanah berbatu menjadikan puluhan kepala keluarga disana sulit untuk dapatkan air bersih, warga terpaksa menempuh jarak cukup jauh untuk mengambil air dari sumber mata air yang berada di bukit lainya.

Kemarau panjang yang tengah terjadi saat ini kian menyulitkan 327 jiwa penduduk pada perkampungan ini, pasalnya sejak beberapa pekan lalu air pasa mata air yang selama ini jadi andalam mereka kini telah berkurang airnya,untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga akhirnya terpaksa membeli air bersih dari penjual air bersih dengan harga Rp 4000/Derigen.
"kami terpaksa membeli air guna kebutuhan minum dan memasak saja, sedangkan untuk mandi dan cuci kami terpaksa memanfaatkan air seadanya yang di ambil dari mata terdekat"ujar nani seorang warga setempat.
Mendapati kondisi krisis air yang di alami warganya, Pemdes Pameutingan kec. Cipatujah langsung berkoordinsi dengan Muspika, relawan dan BPBD kab. Tasikmalaya untuk membantu pasokan air bersih.
Usaha keras Pemdes tersebut berujung datangnya bantuan air bersih sebanyak 7000 liter air menggunakan dua truk tangki yang di distribusikan BPBD kab. Tasikmalaya senin (14/8). Bantuan air bersih tersebut pun langsung di sambut gembira warga Kp. Cikaracak, dengan wadah seadanya guna menampung air bersih tersebut.

Kades Pameutingan Undang Nasihin ditemui di lokasi pendistribusia air bersih mengaku sangat bersyukur dengan kedatangan bantuan air bersih walaupun petugas BPBD harus menempuh medan jalan yang berat.

Kades Juga berharap bantuan air bersih dapat secara rutin di berikan kepada warganya, karena mereka sangat membutuhkanya apalagi di perkirakan air yang berhasil di dapat warga hanya untuk pemenuhan Kebutuhan mereka 2-e hari saja.

"kami berharap BPBD kab. Tasikmalaya terus memberikan bantuan air bersih kepada warga kp. cikaracak karena sangat di butuhkan" pungkasnya.

Oleh: MZ. Saeful