Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTLS) Kota Tasikmalaya - Tahun 2018 - pid
Kegiatan pembangunan Saluran Gendong Jaringan Irigasi Dalemsuba blok puskesmas Purbaratu, yang baru dibangun tahun lalu, kini sudah ambruk lagi. Berdasarkan penuturan beberapa warga yang berada di lokasi mengatakan ambruknya saluran gendong tersebut, terjadi beberapa minggu kebelakang. Apa yang menjadi penyebabnya, kami tidak begitu tahu. Pelaksanaan pembangunannya, tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDA pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Nanang Gunawan mengatakan, terkait kegiatan pembangunan saluran gendong jaringan irigasi Dalemsuba, kita akui, semula perencanaannya memang ada, namun karena suatu dan lain hal, terlebih kondisinya juga tidak memungkinkan, maka diputuskan untuk tidak dilanjutkan, kalau tidak salah, lokasinya dipindah ke sebelah timur.

Dengan kata lain, pekerjaan saluran gendong tersebut, merupakan proyek cuma-cuma yang dikerjakan pihak ketiga, jadi dalam hal ini negara tidak dirugikan.

Untuk lebih detailnya bisa ditanyakan langsung ke PPK dan PPTKnya, mengingat saya sendiri jarang melakukan monitoring ke lokasi.

Ketika mengetahui pernyataan itu kemudian warga mempertanyakan, kalau memang kegiatannya dipindah ke lokasi lain, kenapa setelah pekerjaan tersebut dilaksanakan? dan bahkan pekerjaannya pun sudah selesai. (pid)

Oleh: Hapid/ Tasikplus

Sosialisasi bahaya difteri oleh Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya.

Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya terus mensosialisasikan tentang bahaya difteri. Kali ini, sosialisasi dilakukan di wilayah Kec. Sukaresik dan dikonsentrasikan di aula Desa Sukaratu. Acara yang digelar Juma'at (26/1) pagi ini bekerja sama dengan TP-PKK kabupaten.

Pejabat Dinas Kesehatan, Camat Sukaresik, Kepala UPT Puskesmas serta unsur muspika dan para kepala desa hadir di acara ini. Adapun peserta sosialisasi ini sebanyak 250 orang terdiri dari unsur kader PKK, posyandu, para kepala sekolah serta tokoh masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Sukaresik, Asep Hermawan, mengaku, sebagai upaya pencegahan, sebetulnya pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke tingkat desa sampai kedusunan.

"Malah, Puskesmas Sukaresik siaga 24 jam dalam penanganan medis terhadap warga," ujar pria yang karib disapa Aher ini.

Sementara, Ketua TP-PKK kabupaten, Hj. Lina Ruzhan, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melakukan pencegahan difteri. Salah satnya dengan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.

Isteri Bupati Uu ini juga mengimbau agar para kader kesehatan, kader posyandu dan kader PKK lebih aktif lagi di daerahnya masing masing untuk mengajak warga hidup sehat.

Oleh: Piter

Agus Winarno, pembina kelompok kerja (Pokja) Media Online Tasikmalaya

2018-2019 disebut-sebut sebagai tahun politik. Sederet agenda pemilu seperti pilgub, pilpres dan pileg bakal digelar di tahun itu. Wartawan sebagai pilar keempat negara, diimbau netral. Tidak ikut larut dalam dukung mendukung calon.

Demikian dikatakan Agus Winarno, pembina kelompok kerja (Pokja) Media Online Tasikmalaya, di acara gathering dengan pengurus dan anggota pokja, Minggu (21/1) siang, di salah satu kafe.

"Profesional itu ketika kita sudah proporsional atau memposisikan diri pada tempatnya. Kita sebagai wartawan, fokus saja pada tupoksi. Jangan berstandar ganda," ujarnya.

Selebihnya ia berpesan agar pokja ini bisa bersinergi. Baik dengan pemerintah, maupun dengan rekan awak media lainnya di luar pokja.

"Bersinergi dengan pemerintah itu bukan berarti tutup mata tutup telinga, tapi objektif dalam memberitakan. Yang bagus tulis bagus, yang  perlu dikritisi, kritisi dengan objektif/berimbang," pungkasnya.

Oleh: Piter

M Farid, S.IP ( Sekretaris Forum Paseh Bersatu)

Pasca-pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur, kondisi Jawa Barat mulai menghangat. Terlebih di jejaring sosial baik itu facebook, Instagram maupun Twiter.

Akan tetapi, sejatinya perlu kita ingat dan kita jaga kondisi ini supaya tidak menimbulkan masalah baru akibat postingan atau komentar. Misal bernada menghina, mendeskreditkan, lebih-lebih menyebar fitnah dan hoax.

Oleh sebab itu, kita harus bisa membedakan antara kritik, mencela/ menghina dan mendeskrefitkan. Kritik itu konstruktif (membangun) bukan deduktif (mengahancurkan).

Mensosialisasikan dan memuji jagoan masing-masing memang perlu. Tapi, gunakanlah etika politik dan soaialisasi politik yang santun, jangan sampai menimbulkan masalah baru yg mencederai nilai-nilai demokrasi apalagi sampai berprilaku melawan hukum yang berujung di pengadilan dan mendekam di jeruji besi.

Jawa Barat bukan hanya membutuhkan pemimpin yang bekualitas dan berintegritas, akan tetapi membutuhkan pula masyarakat yang santun dalam berpolitik serta masyarakat yang menebarkan pendidikan politik.

Perlu kita ingat pula bahwa pengguna medsos sudah masuk ke tingkatan anak-anak, jangan sampai adik-adik kita meniru sikap kita yg tidak baik.

Berbeda pilihan politik itu biasa dan lumrah. Mari kita perlihatkan bahwa masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yg memahami politik serta dewasa dalam berpolitik.

Oleh: M Farid, S.IP ( Sekretaris Forum Paseh Bersatu)

Tasikplus

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/W-JRJTUDA6Pp2A511aWOLloJnEbtPE-IO8Q6lTekQ0B1zTZVQ7Qz8Y1b7mgcjQvlw8e8mglom-Iyyg=s599-no} Tasikplus menyuguhkan kabar seputar Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya {facebook#https://www.facebook.com/Tasikplus/} {twitter#https://twitter.com/skutasikplus} {google#https://plus.google.com/+SKUTasikplus} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UChrZkFoikBU9_r7s4pFafcg} {instagram#https://www.instagram.com/tasikplus/}
Diberdayakan oleh Blogger.