TPT Jebol tak Kunjung Diperbaiki

Tembok penahan tebing (TPT) di lokasi berenang tempat wisata pantai Sindangkerta, Kec.Cipatujah Tasik selatan membuat ketar-ketir para pengunjung, karena seperti dibiarkan rusak.

Kian bertambah parahnya tembok penahan tebing (TPT) di lokasi berenang tempat wisata pantai Sindangkerta, Kec.Cipatujah Tasik selatan membuat ketar-ketir para pengunjung.

Jebolnya TPT telah lama terjadi, namun tak ada perbaikan, bahkan kondisinya kian parah hingga menyisakan lubang menganga, yang dapat mengancam keselamatan pengunjung. Apalagi lokasi TPT yang jebol itu berada dititik biasa pengunjung berkumpul, untuk berenang di pantai yang berada sekitar 3 meter di bawah TPT yang jebol itu.

Sejumlah pengunjung mengaku heran, karena tak kunjung adanya perbaikan pada TPT sepanjang kuranf lebih 7 meter itu. Padahal sudah lama terjadi, seperti yang disampaikan seorang pengujung asal Kec.Salopa, Enok Nuryani, yang telah melihat jebolnya TPT ini delapan bulan silam saat ia datang dulu.

Kini saat ia datang lagi pada Minggu (29/7), kondisi TPT malah lebih parah dan sangat membahayakan pengunjung, karena adanya sisa TPT yang menggantung di atas lubang. Akibatnya tanahnya terbawa arus air dan sangat membahayakan pengunjung. "Kondisi ini sangat membahayakan karena di lokasi tersebut jadi tempat mayoritas pengunjung beraktifitas bermain air pantai," jelasnya.

Keluhan serupa juga diutarakan Ujang Kartiwa, asal Karangnunggal, yang menyayangkan tak segera diperbaikinya TPT yang jebol, padahal sudah lama terjadi, sehingga terkesan dibiarkan hingga kondisinya kian parah dan sangat berbahaya bagi pengunjung atau siapapun yangg berada di sekitarnya. "Di musim hujan seperti saat ini kian membahayakan, karena akibat terkena air hujan semakin membuat labil tanah dan kapan saja bisa meruntuhkan tanggul/TPT ini kapan saja," jelasnya.

Sementara saat tasikplus mencoba mencari tahu kepada penanggung jawab lokasi wisata Sindangkerta, tak ada seorangpun yang dapat memberi penjelasan, termasuk petugas wisata yang tengah bertugas, dengan alasan bukan kapasitasnya memberi penjelasan soal.

Oleh: M. Syaeful