GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Wakil Wali Kota Diky Candra Soroti Dua Pekerjaan Rumah Kota Tasikmalaya, Ekonomi dan Sampah

Ukuran huruf
Print 0
Suasana apel peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di lapangan Bale Kota Jalan Letnan Harun Bungursari. Sabtu (17/10/2026).


Tasikplus.com – Persoalan ekonomi masyarakat dan pengelolaan sampah menjadi dua pekerjaan rumah yang disoroti Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, menjelang dan dalam momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.

Menurut Diky, kedua persoalan tersebut memerlukan penanganan yang lebih terarah melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan daerah.

Ia menilai penguatan ekonomi lokal harus berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki tata kelola lingkungan. Pemerintah, kata dia, perlu membuka ruang bagi berbagai gagasan baru, termasuk mengoptimalkan kembali metode yang pernah diterapkan dan terbukti memberikan hasil positif.

“Persoalan di Tasik ini banyak, tetapi yang utama menurut saya ada dua, yakni persoalan sampah dan ekonomi,” ujar Diky, Sabtu (17/10/2026).

Dalam sektor ekonomi, Diky mendorong agar potensi yang dimiliki setiap kecamatan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Hasil pertanian, produk UMKM, dan berbagai komoditas lokal dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas jika didukung sistem pemasaran yang tepat.

Ia mencontohkan pemanfaatan Pasar Online Tasik yang dapat dikembangkan dengan pendekatan berbasis kecamatan. Dengan cara itu, masyarakat dan pelaku usaha lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen.

“Produk-produk asli Tasik, hasil pertanian, dan UMKM harus terus didorong. Pasar Online Tasik bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekonomi lokal,” katanya.

Di sisi lain, penanganan sampah juga memerlukan pendekatan yang lebih inovatif. Diky menilai pemerintah dapat mengkaji kembali metode pengolahan yang pernah digunakan, termasuk pemanfaatan maggot untuk membantu mengurai sampah organik.

Menurutnya, metode lama tidak seharusnya ditinggalkan hanya karena dianggap konvensional. Selama masih efektif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekarang, pendekatan tersebut layak dipertimbangkan kembali.

“Kalau cara yang dulu ternyata baik dan efektif, kenapa tidak dimunculkan lagi? Misalnya pemanfaatan maggot atau metode lain yang bisa membantu menangani sampah,” ucapnya.

Diky menegaskan, gagasan tersebut masih berupa masukan yang perlu dikaji lebih lanjut. Implementasinya harus mempertimbangkan efektivitas, kebutuhan lapangan, dan kemampuan pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti perlunya evaluasi program pembangunan seiring perubahan kondisi anggaran dan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi. Menurutnya, penentuan program harus semakin selektif agar sumber daya yang terbatas dapat diarahkan pada kebutuhan paling mendesak.

Memasuki usia ke-25 Kota Tasikmalaya, Diky berharap penanganan persoalan sampah dan penguatan ekonomi lokal menjadi bagian dari pembenahan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Wakil Wali Kota Diky Candra Soroti Dua Pekerjaan Rumah Kota Tasikmalaya, Ekonomi dan Sampah
Periksa Juga
Next Post

0Komentar



Tautan berhasil disalin