Tasikplus.com-Ada suasana berbeda memasuki lingkungan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Tasikmalaya saat ini. Atmosfer dalam sekolah terasa lebih tenang, tertib, dan bersih di hampir setiap lajur ruang terbuka hingga sudut-sudut lain lingkungannya.
Tak lagi nampak sembarang parkir kendaraan tak karuan di area dalam. Hening lalu-lalang siswa di luar ruangan bahkan sampe jam istirahat. Mereka lebih banyak terfokus di kelas. Tak lagi mudah ditemukan serakan sampah buntut asal lempar.
Pandangan lainnya sikap konsern ekologis, ke penataan-pelestarian lingkungan, membuat hijau pepohonan cukup spirit edukasi. Kemudian memberi aroma sekitarnya berkawasan hijau, adem, ramah lingkungan.
Tampilan kekinian yang menggambarkan gelora penyelenggara pendidikan di SMK berlokasi di Kecamatan Tamansari ini, belakangan tengah penuh pacu bangun tanamkan karakter anak didik. Pacu bangun yang bukan sekadar slogan, tapi bagaimana teraplikasikan pada budi pekerti.
Dorongan bina karakter mulai disiplin, bertanggung jawab, beretika, hidup tertib. Sejak lama sekolah punya target tempa soft skill jabarkan mimpi melahirkan lulusan jujur, disiplin, punya etos kerja. Tentunya setelah di aspek hard skill mereka punya kompetensi keterampilan di bidangnya.
"Kenapa kita targetkan lulusan berjiwa etos kerja selain jujur dan disiplin? Itu setelah kita dapat support dan sinergi dari kalangan mitra kerja penyerap lulusan yakni, kalangan dunia industri yang mengingatkan pentingnya itu", aku Plt Kepala SMKN 3 Kota Tasikmalaya, H Hendra Hendarsah.
Hendra menerangkan, menciptakan lingkungan sekolah nyaman dan tertib, pihaknya putuskan itu dimulai dengan stop deru kendaraan tak lagi masuk ke dalam lingkungan sekolah. Semuanya diparkir di luar, di halaman depan.
Mengondisikan itu berisi pesan juga tentang bagaimana suatu perintah ditaati, membangun lingkungan bersih. Seluruh warga sekolah mematuhi, kemudian berkomitmen semua pihak selalu berada di dalam lingkungan sekolah sepanjang jam kerja dan pembelajaran.
Tak ada yang nampak keluyuran. Tenaga pendidik berkutat di ruang guru dan kelas. Begitu pun jajaran tenaga kependidikan terkonsentrasi di ruang-ruang kerjanya. Sekelompok siswa yang beraktivitas di ruang kelas atau lapangan semata dalam kegiatan praktik pembelajaran.
"Kita gelorakan komitmen bekerja-belajar penuh kesungguhan, konsisten. Menanamkan pribadi disiplin untuk dijalankan seluruh elemen warga sekolah. Ketika dari kita mulai terapkan itu, semua anak memahami hingga menerapkanya bagaimana pola hidup tertib, disiplin, bertanggung jawab", beber Hendra.
Yang tak kalah jadi itikad warga sekolah ini selanjutnya, tengah cukup harap dan upayakan terinternalisasinya nilai-nilai Panca Waluya. Gagasan pembangunan karakter generasi muda Jawa Barat hebat ke depan yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi.
Menurut Hendra , pihaknya tengah terus sosialisasikan Gapura Panca Waluya. Gerakan bangun pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya Sunda. Berisi lima nilai utama bangun jiwa-jiwa warga Jawa Barat berkepribadian unggul bahkan paripurna.
Kelima konsep karakter itu terdiri; Cageur (sehat jasmani rohani), Bageur (memiliki perilaku baik, peduli, berbudi pekerti luhur), Bener (menjunjung tinggi kebenaran, berintegritas, bertindak adil), Pinter (cerdas, kompeten, berwawasan luas, kritis), Singer (terampil, cekatan, kreatif, inovatif, adaptif terhadap perubahan).
Berdiri sejak tahun 1980, SMKN 3 Kota Tasikmalaya, saat ini berjumlah siswa lebih 2.100 orang. Tersebar dalam 57 rombel pada tujuh bidang kejuruan yakni, Desain Komunikasi Visual, Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan, Kriya Kreatif Kayu dan Rotan, Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi, Kriya Kreatif Batik dan Tekstil, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. gus

0Komentar