Wakil Wali Kota Rd Diky Candra Negara saat ditemui di ruang kerjanya usai apel peringatan hari jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Sabtu (17/10/2026).
Tasikplus.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, menilai pelaksanaan tujuh program prioritas pemerintahan Viman Alfarizi Ramadhan-Diky Candra Negara masih membutuhkan penguatan agar hasilnya semakin terasa bagi masyarakat.
Ia menyebut secara umum pelaksanaan ketujuh program, Tasik Resik, Tasik Nyaman, Tasik Melayani, Tasik Religius, Tasik Gemas, Tasik Pelak, dan Tasik Pintar, berjalan relatif merata. Namun, pemerataan pelaksanaan belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh program telah mencapai hasil maksimal.
Karena itu, Diky mendorong adanya penajaman skala prioritas dengan mempertimbangkan persoalan yang paling mendesak, kemampuan anggaran, serta dampak program terhadap pelayanan publik dan perekonomian warga.
“Kalau melihat tujuh program prioritas, menurut saya pelaksanaannya masih relatif rata. Tetapi kalau ditanya sudah maksimal, tentu belum. Ada tahapan dan proses yang harus dilalui,” ujar Diky saat diwawancara usai apel peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu menentukan kembali sektor yang harus mendapatkan perhatian utama berdasarkan perkembangan kondisi terkini. Dengan demikian, sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif.
Salah satu hal yang disorot Diky adalah kebutuhan pembenahan internal birokrasi, termasuk pengisian jabatan yang masih kosong. Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia yang memadai menjadi salah satu penunjang penting dalam menjalankan program dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengibaratkan, upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan akan sulit berjalan optimal apabila perangkat pendukungnya belum siap.
“Bagaimana kita mau bergerak kalau perangkatnya belum lengkap? Hal-hal mendasar di internal pemerintahan harus dibenahi terlebih dahulu agar pelaksanaan program bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Selain pembenahan birokrasi, Diky menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal melalui pemasaran produk pertanian dan UMKM. Ia mendorong pemanfaatan Pasar Online Tasik dengan pendekatan berbasis kecamatan agar produk lokal memiliki ruang pemasaran yang lebih luas.
Sementara dalam penanganan sampah, ia membuka peluang untuk mengkaji kembali pola pengelolaan yang pernah diterapkan sebelumnya, termasuk pemanfaatan maggot, selama metode tersebut terbukti efektif dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Bagi Diky, program prioritas harus terus dievaluasi agar tidak berjalan sebatas memenuhi target administratif, tetapi benar-benar menjawab persoalan masyarakat.
“Program ke depan harus berdasarkan skala prioritas. Kita perlu melihat apa yang paling utama dan paling dibutuhkan saat ini, kemudian memastikan program tersebut bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia berharap evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan memasuki usia ke-25 Kota Tasikmalaya, sekaligus memastikan pembangunan lebih adaptif terhadap perubahan kondisi daerah.

0Komentar