Gubernur Dedi Mulyadi berfoto bareng dengan para juara di pengujung sesi Lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanita Sunda.
Tasikplus.com-Untuk kali pertama. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, menggelar lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda. Ajang lomba diperuntukkan bagi kalangan kader organisasi perempuan di Jawa Barat (Jabar). Dimotori Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP PKK) Jabar, final lomba digelar di Bale Gede Pakuan (Gedung Pakuan), Kota Bandung, Minggu (17/5/26).
Lomba yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini diikuti 63 tim dari empat organisasi perempuan tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat. Keempat organisasi peserta terdiri PKK, PGRI, Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK), dan Persatuan Istri Anggota Polri Bhayangkari. Tiga tim jurinya berasal dari kalangan akademisi, praktisi, dan musisi.
Saat memberi sambutan, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapan, sebagai seorang pemimpin yang mencintai seni dan kebudayaan, secara khusus dirinya meminta ketua TP PKK Jawa Barat untuk menyelenggarakan lomba paduan suara bagi organisasi perempuan. Paduan suara memiliki kaitan erat dengan gaya kepemimpinan seperti dijalankannya. Mengutamakan suara hati untuk menjalankan roda pemerintahan Jawa Barat.
"Saya sangat mencintai kejujuran. Kepemimpinan yang jujur senantiasa mendengarkan suara hati ketimbang terpaku pada anggaran. Seni berkaitan erat dengan suara hati. Di sinilah bertemu antara seni dengan kepemimpinan yang berpihak kepada kebutuhan rakyat," ujar Dedi.
Dalam laporannya, Ketua TP PKK Jawa Barat Siska Gerfianti menjelaskan, para finalis yang tampil di Bale Gede Pakuan merupakan para pemenang pada babak penyisihan yang dilaksanakan di Bogor, Purwakarta, Cirebon, Garut, dan Bandung.
"Pemenang ditetapkan tim juri ini independen. Kami di PKK maupun organisasi perempuan yang berpartisipasi pada lomba ini tidak ikut campur. Hasilnya, pilihan juri tidak lagi mempertimbangkan asal organisasi maupun perwakilan pemenang dari masing-masing wilayah. Yang dipilih benar-benar 10 terbaik," tegas Siska.
Ia pun memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya dalam lomba ini. Siska mengaku puas dengan penampilan para peserta. Saking bagusnya, Siska mengaku tidak akan sanggup memilih juara jika ditugaskan menjadi juri.
Siska secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Dedi Mulyadi yang telah menginisiasi lomba. Kemudian kepada Bank BJB yang telah mensponsori lomba, serta para pihak yang telah mendukung acara.
PGRI Ciamis Rengkuh Posisi I
Dari serangkaian even lomba, di pengujung sesinya, Tim Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis sukses menjadi yang terbaik. Pada putaran final lomba berjumlah peserta 10 tim terbaik hasil penjaringan pada babak penyisihan di lima kota di Jawa Barat.
Dirigen tim PGRI Kabupaten Ciamis, Tri Putri Asrini mengaku bangga sekaligus terharu terpilih menjadi juara I. Raihan juara tersebut menebus segala perjuangan dan kerja keras selama persiapan lomba. Perjuangan keras semakin nyata, mengingat anggota kelompok paduan suara PGRI berasal dari sejumlah sekolah berbeda, baik jenjang satuan pendidikan maupun lokasi sekolah masing-masing.
"Alhamdulillah ini menjadi jawaban atas kerja keras kami selama ini. Kami berlatih setiap hari setiap pulang ngajar. Hampir setiap hari pulang malam," ungkap guru Seni Budaya SMA Negeri 2 Ciamis ini sumringah.
Dengan ditetapkannya sebagai pemenang Juara I, tim PGRI Kabupaten Ciamis berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta, piala, dan piagam penghargaan. Di posisi II, PGRI Kabupaten Purwakarta, dan TP PKK Kabupaten Pangandaran sebagai Juara III. Dengan masing-masing berhak membawa pulang Rp 35 juta dan Rp Rp 25 juta.
Adapun Juara Harapan I, TP PKK Kabupaten Cianjur, Juara Harapan II PGRI Kota Bandung, dan Juara Harapan III PGRI Kabupaten Bandung, mengantongi hadiah uang tunai masing-masing Rp 20 juta, Rp 17,5 juta, dan Rp 15 juta.
Penghargaan bagi para pemenang ini belum termasuk tambahan Rp 20 juta dari kantong pribadi Gubernur Dedi Mulyadi yang diberikan merata kepada masing-masing finalis.
"Karena teriaknya kencang, saya tambah masing-masing tim menjadi Rp 20 juta. Silakan masing-masing ketua tim mengirimkan nomor rekening untuk saya transfer," ujar Dedi saat memberikan sambutan sekaligus menutup hajatan perdana lomba. red/najip

0Komentar