GUCiTUM5GSW7BSYoTUCpTSYp
Berita
Update

Pemkab Tasikmalaya Gulirkan Kredit Tanpa Bunga, Fokus Bantu Usaha Rintisan di Desa

Ukuran huruf
Print 0
Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi bersama unsur OPD terkait tengah membahas rencana program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha baru. Selasa (14/04/2026).

Tasikplus.com — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah menyiapkan terobosan baru untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui program pinjaman tanpa bunga. Program ini dirancang untuk menjangkau ribuan warga, khususnya pelaku usaha rintisan yang tersebar hingga ke pelosok desa.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan bahwa kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam membuka akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

“Yang menjadi prioritas dalam program ini adalah masyarakat yang baru memulai usaha. Kami ingin mereka punya kesempatan berkembang tanpa terbebani bunga pinjaman,” kata Asep.

Ia menambahkan, masa pinjaman yang ditawarkan cukup fleksibel, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan dengan kemampuan usahanya.

“Tenornya tidak kaku, bisa lebih dari satu tahun, bahkan sampai dua tahun atau lebih, supaya pelaku usaha punya ruang untuk berkembang dulu sebelum mengembalikan pinjaman,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah akan berperan sebagai fasilitator, terutama dalam membantu proses administrasi dan menjembatani akses ke lembaga perbankan.

“Pemerintah hadir untuk mempermudah. Dari sisi persyaratan akan kami bantu siapkan, sehingga masyarakat tidak kesulitan saat mengajukan pinjaman ke bank,” jelasnya.

Asep juga mengungkapkan bahwa sumber pembiayaan subsidi bunga berasal dari dana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang penggunaannya relatif fleksibel.

“Dana ini sifatnya titipan dari BUMD, jadi tidak harus kembali ke kas daerah. Secara aturan bisa digunakan dalam beberapa tahun sesuai kebutuhan program,” katanya.

Ia menargetkan sekitar 7.000 warga dapat merasakan manfaat program ini. Menurutnya, pemerataan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan.

“Kami ingin program ini menyentuh seluruh desa. Jangan sampai hanya wilayah tertentu yang berkembang, sementara desa lain tertinggal,” tegas Asep.

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, Asep juga melihat peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang, terutama melalui pemasaran digital.

“Sekarang ini peluang usaha terbuka lebar. Dengan modal sekitar Rp 5 juta saja, masyarakat sudah bisa memulai usaha, apalagi didukung pemasaran online,” ungkapnya.

Ia mencontohkan sektor kuliner sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek cerah jika dikelola dengan baik.

“Kalau produknya enak, sehat, dan dikemas menarik, pasti punya pasar. Apalagi sekarang jasa pengiriman sudah menjangkau hampir semua wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Endang Syahrudin, menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan teknis, termasuk pendataan calon penerima manfaat.

“Kami melakukan pembinaan sekaligus pendampingan. Bahkan kami bantu sampai proses pengajuan ke perbankan agar mereka benar-benar bisa mendapatkan pinjaman,” ujar Endang.
Pemkab Tasikmalaya Gulirkan Kredit Tanpa Bunga, Fokus Bantu Usaha Rintisan di Desa
Periksa Juga
Next Post

0Komentar



Tautan berhasil disalin