Wenny Haryanto: Optimalkan Bonus Demografi dengan Pencegahan Stunting Sejak Dini

Di hadapan ratusan warga Depok, Wenny Haryanto mengingatkan pentingnya peluang bonus demografi. Untuk mengoptimalkannya harus disertai dengan upaya menurunkan angka stunting.
Tasikplus.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Barat (Jabar), terus melancarkan kampanye tekan angka stunting. Rangkaian mengawali kegiatan tahun 2024, halnya pada Senin (15/1), bersama mitra kerja melaksanakan edukasi cegah stunting.


Tepatnya bersama anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto. Melakukan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting berlangsung di Depok Town Center, Maharaja, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Ratusan warga menghadiri acara, terdiri para kader PKK serta perwakilan masyarakat Kecamatan Pancoran Mas dan Kecamatan Cipayung.

Wenny Haryanto dalam kegiatan itu mengingatkan, bangsa ini akan meraih bonus demografi. Namun untuk mengoptimalkan capaiannya meski melalui penekanan prevalensi stunting. Menekan angka stunting antara lain dengan pembinaan pada remaja serta memerhatikan kesehatannya, pun perhatian sejak saat menjadi calon pengantin.

"Definisi bonus demografi adalah suatu kondisi dengan mayoritas penduduknya berada dalam usia produktif, mulai umur 15 tahun sampai 64 tahun," terangnya saat sekaligus mengoreksi jawaban peserta dengan satu pertanyaan yang dilayangkan. Ia menilai penting memahami peluang bonus demografi, diiringi pencegahan stunting yang dapat dilakukan.

27% penduduk adalah remaja
Di acara yang sama, Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda BKKBN Jabar, Della Aryati menginformasikan, dari 49,3 juta penduduk Jabar 27%-nya atau kurang lebih 13 juta warga adalah remaja (usia 10 sampai 24 tahun dan belum menikah).

Salah satu intervensi BKKBN dalam mencegah stunting adalah memerhatikan kesehatan remaja, melalui pusat Informasi dan konseling Remaja (PIK-R). Adapun fase kehidupan yang dijalani remaja, pertama mereka harus sehat, kedua harus belajar, yang ketiga mereka harus bekerja, dan terakhir harus bermasyarakat. Selanjutnya mereka akan berkeluarga.

Senada, Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Handari menyebutkan, mencegah stunting sejak dini yang pihaknya tekankan, remaja putri harus mengonsumsi makanan bergizi. Saat menstruasi menghindari anemia. Bagi mereka calon pengantin, pihaknya sarankan mengonsumsi tablet penambah darah.



Kemudian, bagi ibu hamil dimintanya rutin memeriksa kesehatan diri dan calon bayi yang ada dalam perutnya ke posyandu, sehingga ketika melahirkan nanti bayi dalam keadaan sehat dan tidak terkena stunting," ujar Nessi Handari. gus/rls


0 Komentar