Hj Netty Tawarkan Rumus Keluarga Tangguh Bebas Stunting

Mengunjungi Kelurahan Abadijaya, Kota Depok, bertemu ratusan kader posyandu, Hj Netty memberi sosialisasi KIE Penurunan Stunting di Wilayah Khusus, dengan menyoroti pentingnya bangun keluarga berkualitas hingga cegah stunting.
Tasikplus.com - Mengunjungi warga Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Anggota Komisi IX DPR RI, Dr Hj Netty Heryawan, Rabu (25/10), bertemu warga dan mengisi kegiatan Sosialisasi KIE Program Penurunan Stunting di Wilayah Khusus.

Berlangsung di Aula Ganesha Satria Jl Merdeka. Dihadiri sekitar 200 kader posyandu. Menyertai kegiatannya, Penyuluh KB Ahli Madya BKKBN Jabar, Ahmad Zaki STh.i, lalu Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Depok, Widiyati, dan Ketua Komunitas Penggerak Posyandu, M. Kholid.

Pada sesi sosialisasi, Netty mengajak warga cegah stunting melalui empat hal dalam membangun keluarga berkualitas.

Sebelumnya ia sempat memberi support, Depok adalah kota yang memiliki IPM tertinggi bersama Bandung di Jawa Barat. Oleh karenanya Netty Heryawan yakin bahwa warga Kota Depok bisa menjadi pelopor penurunan stunting di Jawa Barat.

Hal itu juga sudah dibuktikan dengan turunnya angka stunting di Kota Depok, menjadi 12,46%, sehingga dengan angka tersebut Kota Depok mendapat ganjaran prestasi sebagai juara tingkat penurunan prestasi se-Jawa Barat.

Adapun empat hal yang wajib atau rumus untuk bisa membangun keluarga tangguh dan terhindar dari stunting. Rumus pertama, menikah dengan perencanaan. Segala sesuatu dilakukan melalui perencanaan hasilnya akan jauh lebih baik.

"Perhatikan usia aman dan tepat untuk menikah. Misalnya laki-laki 25 tahun dan perempuan 21 tahun atau tamat SMA. Secara fisik seperti organ reproduksinya sudah siap dan secara emosional juga lebih matang," tutur Netty.

Laki-laki, pada usia 25 tahun, idealnya sudah lebih matang. Akan jauh lebih baik bila sudah memiliki pekerjaan, sehingga bisa mandiri secara ekonomi. Berikutnya, kedua, pengasuhan yang benar dan tepat.

Rumus ketiga berupa ketahanan keluarga. Seperti ketahanan fisik ekonomi, emosional, sosial dan ketahanan spiritual. Menurutnya, banyak masalah sosial seperti kenakalan remaja timbul akibat kurangnya ketahanan sosial dalam keluarga dalam menjaga norma-norma dan aturan.

Rumus keempat, masing-masing keluarga harus bisa mencegah dan menurunkan stunting. “Perlu mendapat informasi dan pengetahuan memadai terkait program pencegahan stunting,” tutur Netty.

Sementara itu, Penyuluh KB Ahli Madya BKKBN Provinsi, Ahmad Zaki, Sth.i mengungkapkan, bicara Stunting bukan hanya masalah fenomena kesehatan dan permasalahan gizi, tapi juga berbicara tentang nasib generasi penerus bangsa.

Jangan pernah menganggap sepele masalah stunting, karena salah satu akibat stunting ini adalah gagal tumbuh kembang otak dan akal pada anak. “Jika otak dan akal sudah gagal tumbuh kembang pada anak maka bisa dibayangkan saat anak tersebut beranjak remaja lalu dewasa akan menjadi apa bangsa kita ini?" ujar Ahmad Zaki. gus
 

0 Komentar