Netty Heryawan: Cegah Stunting Dimulai Keluarga

Anggota DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan, mengisi kegiatan Promosi KIE Program Percepatan Stunting di Wilayah Khusus, di Kab.Cirebon. Didampingi pejabat dari BKKBN Jabar, dll. Netty menyebutkan langkah cegah stunting untuk dimulai dari keluarga.
Tasikplus.com- Menyambangi warga Kabupaten Cirebon. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan, mengisi kegiatan Promosi KIE Program Percepatan Stunting di Wilayah Khusus. Bertemu warga, dikonsentrasikan di Gedung Islamic Center, Desa Kertawinangun, Kec.Kedawung, Senin (16/10).

Dihadiri ratusan peserta, kegiatan ini ekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Jabar. Tampak hadir juga Gubernur Jabar periode 2008-2018 Ahmad Heryawan. Selain Netty, mengisi materi juga Ketua Tim Kerja Pengelolaan Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN Jabar Adang Samsul Hadi, Sekretaris DPPKBP3A) Kab.Cirebon, Dwi Sudarni.

Dikemukakan Netty, Indonesia negara besar, subur, dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, saat ini memiliki masalah besar pula yakni, kasus stunting. Kondisi tumbuh kembang anak yang tak normal. Jika stunting tak mendapat perhatian serius, bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan bangsa ke depan.

Anggota Dewan asal PKS ini kemudian menegaskan, “Kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah. Stunting itu bisa dicegah mulai dari keluarga”, sembari mengutip ayat 9 Surah Annisa dalam Alquran yang berisi perintah untuk takut kepada Allah jika meninggalkan keturunan yang lemah.

“Jadi, kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah, makanya mari cegah stunting! Bangun keluarga yang berkualitas agar Indonesia semakin kuat,” ajaknya. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, mencapai angka 21 persen.

Stunting tinggi akan menghasilkan generasi yang lemah, sumber daya manusia rendah dan nanti tidak bisa bersaing dengan yang lain, apalagi tenaga asing. “Stunting itu, bisa dicegah dari keluarga,” ulasnya.

Dalam bahasan lainnya, beber Netty, begitu pentingnya keluarga. Karena, segalanya berawal dari keluarga. Sekaitan ini lagi, pesannya, jangan pernah memberikan contoh yang tidak baik dari keluarga. Apapun contoh yang diberikan keluarga akan ditiru oleh anak-anaknya. gus
 

0 Komentar