Aksi Duta GenRe Jabar Aktualisasikan Dukungan Pentahelix Peduli stunting

Duta GenRe Jabar, Jason dan Meita, berada di satu rumah sasaran. Menyalurkan bantuan bersumber donasi pentahelix. Kegiatan lainnya, edukasi tentang sanitasi lingkungan, pola hidup sehat, pola asuh anak cegah stunting.
Tasikplus.com - Sinergi pentahelix untuk mendukung percepatan penurunan stunting terus dipacu. Dan, tampaknya kini melalui aksi Duta GenRe serta Forum GenRe Jawa Barat, wujud dukungan itu terus mengalir, meluas. Dengan hasilnya disalurkan pada kalangan keluarga berisiko di beberapa kawasan.

Memunculkan aktualisasi BAAS atau Bapak Asuh Anak Stunting, kolaborasi itu mewujudkan dukungan dalam bentuk donasi yang terus disalurkan berupa bantuan makanan bergizi. Tak lagi berasal dari kaum bapa. Tapi para bunda, teman sebaya, komunitas, pelaku usaha, tokoh masyarakat, akademisi, media, serta pemerintahan sebagai mitra.

Kegiatan atau aksi Duta GenRe ini tentunya dilakukan bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Satgas Percepatan Penurunan Stunting. Mendapat dukungan anggota DPR RI Komisi IX, anggota DPRD Jabar Komisi V, anggota DPRD Kab.Bandung Barat, serta Baznas.

Penggalangan donasi melibatkan Satgas Percepatan Penurunan Stunting dengan pegawai Perwakilan BKKBN Jabar sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting. Kepala perwakilan, sekretaris, satgas, ketua Tim Kerja Perwakilan BKKBN dalam setiap bulannya mendonasikan sejumlah uang sesuai paket yang dipilih, dalam kisaran Rp 6 juta.

Setelah terkumpul, kata Muhammad Kodir, koordinator Program Manager Satgas Percepatan Penurunan Stunting Jabar, kemudian Duta GenRe dan Forum GenRe Jabar menyalurkannya ke wilayah yang tinggi risiko stunting. Berupa telur dan makanan tambahan bergizi.

“Kegiatan penyaluran ini sudah berlangsung tiga bulan dan akan dilakukan dalam program selama enam bulan ke depan”, ungkapnya.

Jabarkan falsafah
Duta GenRe Jawa Barat, Jason dan Meita mengatakan, di Jawa Barat ini dikenal falsafah “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh”. Menjabarkan semangat itu, kegiatan pelibatan pentahelix ini akan menyasar segenap elemen masyarakat agar tergerak dan peduli isu stunting. Inovasinya lagi, menjangkau sasaran dengan akuntabel melakukan penggalangan dana di platform kitabisa.com.

“Kegiatan ini pun sebenarnya merupakan rangkaian Adujaknas 2023, dengan kita beraksi nyata membantu keluarga dan anak berisiko stunting khususnya di Jawa Barat melalui BAAS”, akunya, seraya menambahkan, Adukjaknas 2023 sendiri akan dilaksanakan pada Oktober tahun ini di Semarang.

Di tiga wilayah
Program Manager Satgas Percepatan Penurunan Stunting Jawa Barat, Hari Hermawan menjelaskan, dari donasi yang terkumpul itu sudah disalurkan ke tiga wilayah yakni, di Kab.Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Kota Bandung. Penyaluran bukan berupa uang namun dibelanjakan dalam bentuk telur dan makanan bergizi lainnya.

Bahkan wujud kegiatan tak saja berupa pemberian bahan pangan, melainkan berkolaborasi dengan program Dahsat (Dapur Sehat Anak Stunting), mengolah bahan makanan menjadi makanan siap santap bergizi yang dikirim langsung ke rumah keluarga yang berisiko stunting. Kegiatan ini akan dilakukan sampai enam bulan ke depan setiap harinya.

Aksi lainnya selain pemberian makanan tambahan, dilakukan edukasi berkenaan sanitasi lingkungan, pola hidup sehat, pola asuh, serta edukasi bertema stunting, baik oleh satgas maupun Duta GenRe. red/rls

0 Komentar