Dr Nundang: Mereka yang Sukses adalah Orang-orang yang Tidak Pernah Henti Belajar

 

Dr Nundang Busaeri

Memberikan pidato dalam acara wisuda lulusannya, Rektor Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Dr Nundang Busaeri, mengurai kondisi perkembangan kini yang mesti dihadapi serta semestinya bisa dilalui. Sejatinya kepemilikan kapasitas, kapabilitas, menjadi bagian penting dalam situasi yang ada.

Baru saja selesai, bahasanya, penduudk dunia melewati masa-masa pandemi, kembali saat ini dihadapkan masa resesi ekonomi global, menyusul kondisi tak terbendung perang Rusia-Ukraina. Sementara, pada kondisi lain, tantangan zaman cukup menuntut bisa beradaptasi di tengah percepatan teknologi yang memengaruhi segala aspek kehidupan

“Sekaitan itu, kita harus terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai seorang indvidu untuk bisa survive di tengah zaman disrupsi yang serba cepat dan tidak menentu ini. Satu-satunya cara untuk menghadapi itu adalah dengan terus-menerus mencari dan mengupgrade keilmuan kita,” ujarnya di acara wisuda lulusan Unsil tahun akademik 2021/2022, Rabu (20/7).

Ilmu adalah salah satu pondasi paling utama yang harus dimiliki. Ilmu adalah investasi jangka panjang yang sangat dan paling menguntungkan. Tanpa ilmu, manusia tidak akan memiliki pegangan yang kokoh. Sehingga ia akan terombang-ambing dalam derasnya ombak samudra kehidupan.

Dalam Islam, ungkapnya, telah ditegaskan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi umat manusia. Seseorang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Selain itu, pencarian ilmu juga tidak mengenal batas waktu dan bahkan diperintahkan sampai ajal menjemput.

Sehubungan itu, pesan rektor kepada lulusannnya, untuk tidak berhenti mencari ilmu hanya sampai di kampus. Lantas, kewajiban mencari ilmu mesti juga dibarengi dengan kebermanfaatannya.

“Kita dituntut untuk mengabdikan diri kita pada masyarakat dan negara,” sebutnya dengan penuh pesan mengajak jajaran tenaga pendidik kampusnya tak abai dengan amanat Tri Darma Perguruan Tinggi.

Ilmu sia-sia

Bahasan rektor berikutnya, pengabdian adalah salah satu manifestasi untuk menyebarkan ilmu yang didapat dan memberikan manfaat kepada khalayak yang lebih banyak. Sebanyak apapun ilmu yang didapat, tetapi tidak bermanfaat dalam kehidupan dan hanya dinikmati oleh diri sendiri, maka ilmu itu sia-sia.

“Pada intinya saya ingin mengatakan dan mengingatkan untuk selalu menempuh kehidupan ini di jalur ilmu. Apapun ilmu atau keahliannya (baik soft-skills maupun hard-skills). Seseorang yang berilmu akan selalu bisa menghadapi permasalahan dan perubahan-perubahan yang terjadi, terlebih di era disrupsi yang begitu serba cepat ini,’ paparnya.

Tidak penting, tandas rektor, di mana ilmu didapatkan. Tapi lebih penting apa yang dilakukan dengan ilmu tersebut. “Mereka yang sukses adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti belajar. Karena tanpa ilmu, apa pun akan menemui jalan buntu,” pungkasnya. gus
 

0 Komentar