Pasar Hewan Manonjaya Sepi

Terlihat lengang suasana perdagangan ternak di Pasar Hewan Manonjaya Tasikmalaya, pada Rabu (21/7)
Tampak dengan pemandangan cukup beda dari biasanya. Suasana di lokasi perdagangan ternak, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Hewan Manonjaya, pada Rabu (21/7), tak begitu terlihat dengan riuh keramaian. Hanya sedikit pedagang, penghubung (calo), hingga ternak dibawanya yang seliweran.
Lingkungan luas area UPTD dibawah Dinas Peternakan Perikanan Kelautan Kab.Tasikmalaya itu, bisa dikata hening. Sepi. Kandang-kandang ternak luas memanjang banyak yang kosong. Di hari pasar mingguan Rabu kemarin memang hanya sehari setelah berlangsung Idul-Adha atau hari raya Qurban.
Namun yang mengemuka sepinya perdagangan hari itu, bukan lantaran selepas Idul-Adha. Seperti apa yang dikemukakan oleh H Maman, seorang petugas pencatat/retribusi masuk ternak ke pasar hewan, kalau berdasar catatannya di hari-hari normal, jika perdagangan hewan di hari pasar seusai Idul-Qurban, angka penurunannya paling di kisaran 20-30%.
Hewan masuk pasar hewan atau yang diperdagangkan saat normal berkisar 200-250 ekor sapi. “Biasanya pengurangan di kisaran 20-30% di hari pasar normal setelah Idul-Adha ke belakang-belakang. Pada hari Rabu ini sepi. Yang saya catat ternak (sapi) masuk hanya berjumlah 34 ekor. Jenis lainnya tak ada. Tuh Bapak bisa lihat kandang-kandang juga kosong,” ujar H Maman, saat ditanya.
Di hari perdagangan pasar hewan ini dalam setiap Rabu, jadi tempat bertemunya atau turunnya ratusan pedagang yang dominan asal Priangan Timur dengan pembelinya. Biasa juga kedatangan pedagang hewan asal Jawa Tengah. Ternak yang diperdagangkan umumnya, sapi. Dalam jumlah sedikit ada pula kerbau dan domba yang dibawa pedagang.
Ungkit terus ungkit dari obrolan pedagang yang sampai ke kantor UPTD dan itu dibenarkan petugasnya, para pedagang ternak enggan datang ke pasar hewan Rabu kemarin lebih lantaran informasi situasi banyaknya penyekatan jalan, kemudian khawatir dengan paparan Covid-19 yang merebak. Memakan banyak korban.
“Beberapa pedagang mengemukakan, saat ini lebih ingin memilih selamat. Takut terkena virus corona. Itu kata para pedagang yang sampai ke kita dengan sebagian via  telepon,” jelas H Maman yang tampak menegaskan, informasi paparan Covid-19, sementara ini cukup membuat kekhawatiran tersendiri di sekalangan masyarakat. gus