Harga Cabai Kerap dengan Kenaikan Melangit

 


Bisa buat banyak ibu rumah tangga mengaduh. Dalam beberapa pekan ini, harga jual cabai di Tasikmalaya, melangit. Kadang mengalami dadakan fluktiatif. Namun dalam tren yang sudah jauh berganti dari harga semula.

Seperti memasuki awal Maret ini di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, harga jual bumbu pemedas jenis cabai merah domba itu hingga Rp 120 ribu per kg. Fluktuasinya sebelum sampai ke harga itu di kisaran Rp 90 ribu per kg.

Padahal saat normal hargnya di kisaran Rp 30 – 40 ribu per kg. Dari kabar berkembang, lonjakan harga cabai ini akibat ketersediaan stok yang terus menyusut akibat belum ada panen.

"Kemarin masih Rp 90 ribu per kg. Tapi hari ini naik drastis hingga Rp 120 ribu per kg. Katanya stok cabainya terus menyusut," sebut Hasan (42), salah seorang pedagang di Pasar Induk Cikurubuk, Kamis (4/3).

Pengakuan pedagang ini, dengan kenaikan harga yang meroket itu sudah tak rasional lagi, ia berharap pemerintah turun tangan. Kenaikan sepengamatannya, sejak tingkat bandar.

"Kami bukannya senang harga melonjak. Karena selain kenaikan harga naik di tingkat bandar juga membuat omset penjualan menurun tajam," ujar Endi (34), pedagang lainnya.

Ia menyebutkan, sewaktu harga sedang normal ia bisa menjual cabai merah domba sebanyak 1 kuintal. "Tapi dengan harga yang mencapai Rp 120 ribu bisa laku 20 kg juga sudah bagus," ucapnya.

Dengan harga cabai yang kerap melangit dadakan itu, tak sedikit ibu-ibu dibuat geleng kepala. Kerap terdengar omelan menyusul kekagetan mereka dengan menyebutkan, harga cabai rawit kini kerap dijual di warungan hingga Rp 500 per satu butirnya. red