Siswa SD Cibongkar Mogok Sekolah Akibat Trauma Longsor



Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan wilayah korban  longsor, mengalami trauma hebat. Mereka mogok untuk pergi ke sekolah dan lebih memilih diam di rumah.

Alasan para sisiwa SD yang enggan pergi ke sekolah itu takut terjadi longsor susulan. Karena jalan yang dilaluinya setiap hari adalah akses satu satunya jalan menunju ke sekolah. Dan ikut tertimbun bongkahan material longsor.

"Diantawisna rerncangan abdi alim ka sakola margi sieun aya longsor deui. Da jalan nu ka sakola tur  saban dinten kadinya kaurugan taneh," ungkap Nadia (11), salah seorang siswa SD yang hendak pergi sekolah, Kamis (5/3/2020) seperti yang dikutip regional.kompas.com

Para siswa SD tersebut  kesehariannya berjalan kaki  menuju sekolah SD Cibongkar  di Desa Indrajaya dengan jarak tempuh dari rumah2 kilometer  melalui jalur yang tertimbun longsor.

Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan  BPBD, Basarnas, Polri dan TNI Tasikmalaya tengah  mencari seorang warga yang tertimbun longsoran tanah akibat cuaca buruk di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/2/2020) lalu.

Material longsoran menutup akses jalan itu sepanjang 4 kilometer dengan tinggi sekitar 40 metert. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, mengaku pihaknya sejak pagi mulai membongkar material longsoran tanah dan salah seorang warga yang tertimbun sampai sekarang belum ditemukan

"Longsor kemarin semakin besar ditambah hujan deras lagi sejak sore. Kita sudah gunakan alat berat untuk evakuasi korban yang tertimbun dan membongkar tanah longsoran," jelas Irwan kepada wartawan di lokasi kejadian.* sit